Pengkhianatanmu Kebahagiaan Untukku

Pengkhianatanmu Kebahagiaan Untukku
Seasons 2.44 Dilema Lovely


__ADS_3

Sebelumnya author minta maaf jika akhir akhir ini jarang up date. Kegiatan author membuat author tidak bisa upgrade setiap hari apalagi author menulis empat novel secara bersamaan.


Terima kasih untuk readers yang selalu mensuport author semoga sehat selalu..


Miss U All...


Happy Reading...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hari ini Lovely meminta Qiran untuk menemuinya di cafe xx jam sembilan pagi. Qiran sudah bersiap, ia menghampiri Bimo yang saat ini sedang menggendong babby Bian.


" Mas aku pergi dulu ya, kalau nanti Bian menangis telepon aku." Qiran mencium punggung tangan Bimo.


" Iya sayang, kamu hati hati ya! Mas akan menjaga Bian di sini." Sahut Bimo.


" Sayang Mama pergi dulu ya, jangan rewel di rumah sama Papa!" Qiran mencium kedua pipi gembul Bian.


" Assalamu'alaikum." Ucap Qiran.


" Wa'alaikumsallam." Sahut Bimo.


Qiran melajukan mobilnya menuju cafe. Sampai di sana ia segera menghampiri Lovely yang datang lebih dulu.


" Hai." Sapa Qiran cipika cipiki dengan Lovely.


" Hai." Sahut Lovely.


Setelah menanyakan tentang kabar masing masing Lovely menceritakan apa yang terjadi antara dirinya dan Sam. Qiran nampak sangat terkejut akan hal itu, ia tidak menyangka jika Lovely bisa melakukan hal yang menurutnya kejam.


" Itulah alasanku Qi, terserah kamu mau menilaiku bagaimana tapi inilah kenyataannya Qi. Aku menikahinya hanya untuk membalaskan rasa sakit hatiku padanya dulu." Ucap Lovely.


" Aku tidak menyangka kau bisa melakukan hal sekejam ini Ly, tapi aku juga tidak bisa menyalahkanmu karena hati manusia tidaklah sama. Aku juga menghargai keputusanmu ini. Ini hidupmu dan aku tidak bisa memintamu untuk melakukan hal seperti yang aku mau." Sahut Qiran.


Ia menghela nafasnya pelan, ia menggenggam tangan Lovely sambil menatapnya.


" Tapi Ly, pikirkan baik baik keputusanmu ini, tanyakan pada hatimu apakah kau memang membenci Sam atau justru masih mencintainya. Benci dan cinta hanya beda tipis membuat kita kadang tidak bisa membedakannya. Pastikan jika kau sudah benar benar tidak mencintai Sam lagi. Jangan sampai kau menyesali keputusanmu suatu hari nanti." Ujar Qiran menatap Lovely.


" Aku sudah memikirkannya Qi, aku sudah tidak mencintainya sejak lama, aku akan menikahi Liam. Inilah yang terbaik untuk kami berdua." Ujar Lovely.


" Baiklah, aku akan mendukungmu Lovely. Semoga kau berbahagia menikah dengan Liam." Ucap Qiran.


" Terima kasih Qi, kau memang sahabat terbaikku." Ucap Lovely.


Mereka memesan makanan dan minuman. Mereka makan sambil sedikit berbincang.


Drt drt drt...


Ponsel Qiran berdering, ia menatap id o


Pemanggil yang tak lain adalah Revan. Qiran segera mengangkatnya.

__ADS_1


" Halo Om."


" Qiran bisakah kau ke rumah sakit sekarang? Sam kecelakaan."


" Apa? Sam kecelakaan Om?" Pekik Qiran menatap Lovely yang nampak terkejut.


" Iya Qiran, kamu tahu kan om tidak bisa menungguinya karena Om di sini. Om mohon bantuanmu Qi." Ujar Revan.


" Iya Om aku akan ke sana, rumah sakit mana Om?" Tanya Qiran.


" Rumah sakit Healty, terima kasih Qiran. Tolong jaga Sam dulu ya Om dan Tante akan sampai nanti malam." Ujar Revan.


" Iya Om, hati hati!" Ucap Qiran menutup sambungan teleponnya.


" Kenapa Qi? Sam kecelakaan?" Tanya Lovely memastikan jika pendengerannya tidak bermasalah.


" Iya Ly, om Revan memintaku ke sana." Ujar Qiran.


" Ayo kita ke sana Qi!" Ajak Lovely.


Keduanya beranjak menuju mobil, Qiran melajukan mobilnya menuju rumah sakit. Tidak lupa Qiran memberitahu Bimo soal ini.


Setelah sampai di rumah sakit, keduanya segera menuju ruang ICU. Mereka melihat Sam yang terbaring lemas dengan berbagai alat medis menempel pada tubuhnya melalui pintu kaca. Nampak dokter sedang memeriksanya.


"Ya Tuhan... Kenapa rasanya sesedih ini melihat Sam terbaring lemah tak berdaya seperti ini, apa benar kata Qiran kalau aku masih menyimpan perasaan untuk Sam? Jika itu benar bagaimana dengan Liam? Dia akan merasa sakit hati, aku tidak mungkin menyakiti pria sebaik Liam. Apalagi aku pernah merasakan bagaimana rasanya di tinggal oleh orang yang sangat aku cintai. Mungkin aku hanya terbawa perasaan saja, kau tidak boleh luluh dengan semua ini Lovely. Ada Liam menantimu di rumah, mending kau doakan untuk kebaikan Sam saja agar dia bisa menjemput kebahagiaannya sendiri. Semoga kau lekas sembuh dan sambutlah kebahagiaanmu sendiri Sam. Aku memang bukan jodohmu." Ujar Lovely dalam hati.


" Ya Tuhan Sam... Sebenarnya apa yang terjadi padanya? Kenapa bisa seperti ini?" Qiran menutup mulutnya sendiri.


" Ya Tuhan selamatkan Sam! Sembuhkan Sam! Aku tidak mau kehilangannya ya Rob." Ucap Qiran.


Tak lama dokter keluar dari ruangan.


" Bagaimana keadaan suami saya Dok?" Tanya Lovely mbuat Qiran mengurungkan niatnya untuk menghampiri dokter.


" Saat ini tuan Sam masih dalam keadaan kritis Nyonya, kecelakaan yang beliau alami membuat otaknya terkejut hingga tidak mampu menanggapi sesuatu, tunggu beberapa saat lagi! Semoga tuan Sam mampu melewati masa kritisnya." Terang dokter.


" Amin." Ucap Lovely.


" Apa ada yang serius dengan keadaannya Dok? Atau luka di kepalanya mungkin." Tanya Qiran pada akhirnya. Ia ingin tahu lebih jauh keadaan Sam saat ini.


" Menurut pemeriksaan saya tidak ada Nona, seperti yang saya bilang tadi, beliau hanya kaget hingga membuatnya tidak sadarkan diri Nona, kami akan melakukan pemeriksaan lanjutan setelah beliau sadar nanti." Ucap dokter.


" Terima kasih Dok." Ucap Lovely.


" Sama sama Nyonya, saya permisi dulu." Dokter meninggalkan keduanya.


" Yang sabar Ly!" Qiran menyentuh bahu Lovely.


" Iya Qi, terima kasih. Doakan semoga Sam segera melewati masa kritisnya." Ucap Lovely.


" Tentu, dia saudaraku sudah semestinya aku memberikan doa terbaik untuknya." Sahut Qiran duduk di kursi tunggu.

__ADS_1


" Aku merasa bersalah padanya Qi, di saat dia membalas cintaku aku justru meninggalkannya." Ucap Lovely.


" Bukankah ini yang kau inginkan? Sakit hati dan dendammu sudah terbalaskan Lovely, kau bisa tertawa melihat Sam menderita sekarang."


Ucapan Qiran membuat Lovely terkejut. Ia merasa Qiran tidak terima dengan apa yang ia lakukan pada Sam.


" Qiran aku tidak bermaksud membuat Sam seperti ini, aku...


" Sudah lah Ly aku tidak mau mendebatkan apapun di sini, yang aku inginkan kesembuhan Sam. Bagaimanapun aku menyayanginya sebagai saudaraku, sebagai adikku." Sela Qiran.


" Maafkan aku Qi!" Ucap Lovely.


Hening...


Tidak ada yang membuka obrolan sampai kedua orang tua Qiran datang menghampiri keduanya.


" Sayang bagaimana keadaan Sam?" Tanya Dera.


" Sam kritis Ma, doakan semoga dia segera melewati masa kritisnya." Ujar Qiran.


" Amin.. Mama selalu mendoakan yang terbaik untuk anak anak Mama sayang. Semoga Sam cepat sadar sayang." Ucap Dera.


" Iya Ma, amin." Sahut Qiran.


" Bagaimana Sam bisa kecelakaan sayang?" Tanya Erlan.


" Aku tidak tahu jelasnya Pa, tapi sepertinya mobil Sam menabrak pohon Pa. Mungkin Sam kurang fokus atau sedang tidak enak badan." Sahut Qiran.


" Pasti ada yang mengganggu pikirannya, Mama tahu benar bagaimana Sam, dia tidak akan bisa fokus kalau ada yang menganggu pikirannya." Ujar Dera.


" Papa akan meminta dokter Anton untuk menangani Sam dengan maksimal, Papa ingin Sam cepat sembuh. Kalian tunggu di sini!" Ujar Erlan.


" Iya Pa." Sahut Dera dan Qiran bersamaan.


Dera mendekati pintu kaca ruang ICU, ia menatap Sam dari sana.


" Ya Tuhan selamatkan putraku... Bagaimanapun aku sudah menganggapnya sebagai anakku sendiri. Bantu dia melewati masa kritisnya dengan mudah, berilah dia kesembuhan dan umur yang panjang, serta berikanlah dia kebahagiaan." Batin Dera mengusap air mata di pipinya.


" Sabar ya Ma, aku yakin Sam pasti akan baik baik saja." Ucap Qiran mengelus pundak mamanya.


" Iya sayang, semoga Sam cepat sadar." Ucap Dera.


" Mereka sangat menyayangi Sam, bagaimana jika mereka tahu tentang hubunganku dengan Sam yang sedang kacau? Mereka pasti akan membenciku jika tahu aku telah membuat Sam menderita hingga mengalami kecelakaan ini. Ya Tuhan... Kenapa aku jadi bingung seperti ini? Aku merasa goyah dengan keputusanku sendiri. Aku harus bagaimana?" Batin Lovely menghela nafasnya pelan.


Bagaimana kisah mereka selanjutnya?


Jangan lupa tekan like koment vote dan kasih 🌹yang banyak buat author


Terima kasih untuk kalian semua yang telah mensuport author semoga sehat selalu..


Miss U All....

__ADS_1


TBC....


__ADS_2