Pengkhianatanmu Kebahagiaan Untukku

Pengkhianatanmu Kebahagiaan Untukku
Menempuh Hidup Baru


__ADS_3

Hari ini adalah hari pernikahan Revan dan Aulia. Mereka menggelar acara secara sederhana di rumah Aulia. Hanya warga setempat saja yang mereka undang dan keluarga besar Abi Rohman.


Aulia Syafara anak ke tiga dari Abi Rohman dan Umi Maryam. Ia memiliki dua kakak laki laki yang sangat menyayanginya. Kedua kakaknya menjadi pengasuh ponpres di daerah Jawa Timur. Sedangkan Abhi Rohman mengasuh ponpres di kota T.


Pak penghulu, kedua saksi dan kedua mempelai sudah siap di tempatnya. Dera dan Erlan datang sebagai keluarga dari Revan.


Acara berjalan dengan khidmat, hanya dalam satu kali tarikan Revan berhasil mempersunting Aulia menjadi istri sah satu satunya.


" Alhamdulillah." Ucap semua orang bernafas lega.


Aulia mencium punggung tangan Revan sebagai baktinya kepada sang suami, sedangkan Revan menyebul doa pada ubun ubun Aulia.


Setelah itu Revan mencium kening Aulia dengan lama. Suara tepuk tangan orang orang mengiringi kebahagiaan mereka.


Kedua mempelai meminta restu dari kedua orang tua mereka.


" Semoga berbahagia! Semoga menjadi keluarga yang sakinah mawaddah dan warohmah sayang." Ucap Abi Rohman.


" Terima kasih Abi." Sahut Aulia.


" Sekarang kamu sudah menjadi seorang istri, surgamu bukan lagi ada pada ibu Nak, tapi surgamu ada pada ridho suamimu, jadilah istri solehah untuk suamimu dan ibu yang baik untuk anak anakmu." Ucap Umi Maryam.


" InsyaAllah Umi, doakan yang terbaik untuk Aulia." Ucap Aulia.


Aulia berpindah menatap kepada kedua abangnya. Aulia memeluk Abang Ghofur, abang pertama Aulia.


" Abang hiks..." Isak Aulia dalam pelukan abangnya.


" Jangan menangis! Ini hari bahagiamu, semoga kau selalu bahagia dan menjadi istri yang taat dan patuh pada suami, jangan biarkan suamimu mengeluhkan ajaran Abi dan Umi kita." Ucap bang Ghofur.


" Insyaallah Bang." Sahut Aulia.


Aulia beralih memeluk Abang keduanya, Abang Reyhan namanya.


" Abang... " Ucap Aulia.


" Selamat ya sayang, semoga menjadi keluarga sakinah mawaddah dan warohmah, selalu bahagia, doa terbaik selalu Abang panjatkan untukmu." Ucap bang Reyhan.


" Terima kasih Abang." Ucap Aulia.


" Revan, Aulia bukan lagi menjadi hak dan tanggung jawab kami, dia sepenuhnya milikmu, tapi jika sampai kau menyakitinya kami akan mengambil hal dan tanggung jawab itu kembali, dan kau tidak akan bisa menghentikannya, kami menyayangi Aulia sepenuh hati, kami tidak pernah memarahinya apalagi memukulnya, aku berharap kau juga akan menyayanginya sepenuh hatimu, jangan pernah kau angkat tanganmu untuk melukai adikku! Kau paham kan maksud ucapanku." Ujar Bang Ghofur memberi Revan peringatan.

__ADS_1


" Saya mengerti Bang, saya akan selalu berusaha membuat Aulia bahagia, saya akan selalu berusaha melindunginya dan menyayanginya segenap jiwa dan raga saya, terima kasih telah mempercayakan Aulia kepada pria seperti saya." Ucap Revan.


" Aku pegang kata katamu." Ucap Bang Ghofur.


" Kami percayakan adik tercinta kami padamu Revan, jangan pernah menyakitinya karena kami tidak akan tinggal diam jika sampai kau melakukannya, dia permata dalam keluarga kami, semoga kalian bahagia." Ucap Bang Reyhan menepuk pundak Revan.


" Terima kasih Bang." Ucap Revan.


Dera dan Erlan menghadampiri keduanya.


" Selamat Mas Revan, semoga kalian berbahagia." Ucap Dera.


" Terima kasih Dera." Ucap Revan.


" Selamat Bro, semoga cepat dapat momongan." Ucap Erlan memeluk Revan.


" Terima kasih bos." Ucap Revan.


" Aulia, selamat ya, aku doakan semoga kau bahagia dan segera dapat momongan, biar kita bisa momong anak kita bersama." Ucap Dera memeluk Aulia.


" Amin, Terima kasih Mbak, mbak Dera mau menjadikanku saudaramu." Ucap Aulia.


" Sama sekali tidak Mbak, aku justru senang karena mbak Dera tidak meninggalkan Mas Revan sendirian, jadi dia merasa masih ada yang peduli kepadanya, kalau aku cemburu aku akan melarang Mas Revan bertemu denganmu." Canda Aulia.


" Tidak masalah! Lebih baik kau katakan apa yang kau tidak suka dari diriku, supaya aku bisa memperbaiki diriku." Sahut Revan.


" Itu baru suami yang baik." Ucap Erlan.


Keempatnya tertawa layaknya sebuah keluarga bahagia. Para tamu undangan pun merasa kagum dengan kedua keluarga itu, bagaimana keluarga mantan bisa saling berhubungan baik. Sungguh pemandangan yang langka.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Malam hari, Aulia sedang duduk di depan meja rias. Ia melakukan ritual sebelum tidur, yaitu memakai cream malamnya. Sedangkan Revan duduk bersandar pada head board sambil memainkan ponselnya.


" Mas malam ini malam pertama kita, aku sudah siap memberikan hakku padamu, tapi aku harap kau menyentuhku dan fokus kepadaku, aku tidak mau kau menyentuhku tapi bayanganmu ada pada Mbak Dera, ini diriku dan aku tidak mau tergantikan oleh siapapun." Ucap Aulia.


Ya bukanlah sudah menjadi kewajibannya melayani suaminya.


" Kalau kita tunda gimana?" Ujar Revan.


Aulia menatap Revan sambil mengerutkan keningnya.

__ADS_1


" Kenapa mesti di tunda Mas? Ini hakmu Mas dan ini akan menjadi nafkah pertama yang kau berikan kepadaku, tapi kalau kamu belum siap aku tidak memaksanya sih." Ujar Aulia.


" Aulia, aku ingin menyentuhmu bukan karena kewajiban ataupun keinginan nafsu semata, aku ingin menyentuhmu di saat hatiku benar benar menginginkannya, aku ingin menyentuhmu dengan penuh rasa cinta di dalam hatiku, untuk saat ini aku belum bisa melakukannya, maafkan aku! Aku harap kau bisa mengerti akan perasaanku Aulia." Ucap Revan.


Aulia berdiri mendekati Revan.


" Itu berarti kau tidak bersungguh sungguh menjalani pernikahan ini Mas, di dalam hatimu masih ada orang lain, kau belum ikhlas melepasnya itulah sebabnya kau merasa berat untuk melupakannya." Ucap Aulia sedikit kecewa.


" Bukan seperti itu Aulia....


" Baiklah aku akan menuruti semua kemauanmu, aku akan menjalankan kewajibanku sebagai istrimu jika kau sudah benar benar menerimaku, itu artinya aku tidak harus membuka aurat ku di depanmu, maafkan aku." Sahut Aulia memotong ucapan Revan. Ia masuk ke dalam kamar mandi.


Revan menarik kasar rambutnya.


" Ya Tuhan apa yang telah aku lakukan... Aku telah menyinggung perasaannya." Monolog Revan.


Sepuluh menit kemudian, Aulia yang tadi sempat memakai piyama tidurnya, kini ia memakai baju gamis rumahan nya di lengkapi dengan kerudung instant nya. Ia mengambil bantal dan selimut dari almari lalu berjalan menuju sofa.


" Aulia apa yang kau lakukan di sana?" Tanya Revan.


" Aku lelah Mas! Aku juga mengantuk jadi aku mau tidur, selamat malam." Sahut Aulia membaringkan tubuhnya di atas sofa dengan selimut yang menutupi seluruh tubuhnya.


Hal ini membuat Revan menjadi merasa sangat bersalah.


" Aulia tidurlah di sini bersamaku! Badanmu akan sakit semua kalau kau tidur sofa." Ucap Revan.


Aulia tidak bergeming, sepertinya ia telah masuk ke alam mimpinya.


Revan mencoba memejamkan matanya, namun sikap Aulia mengusik hatinya. Ia menatap tubuh Aulia yang tidur di sofa, ia menghela nafasnya pelan dan merutuki kebodohannya sendiri.


" Aku tidak akan bisa tidur dengan baik, Aulia maafkan aku, aku telah menyakitimu di malam pertama pernikahan kita." Monolog Revan.


Udah di baikin malah nyolot ya si Revan...


Bagaimana kehidupan keduanya seteleh ini? Penasaran? Tekan like koment vote dulu biar author semangat buat double up...


Terima kasih untuk readers yang selalu mensuport author semoga sehat selalu....


Miss U All....


TBC.....

__ADS_1


__ADS_2