Pengkhianatanmu Kebahagiaan Untukku

Pengkhianatanmu Kebahagiaan Untukku
Obsesi Cinta


__ADS_3

Dera berjalan mondar mandir di dalam kamarnya. Ia meremas hasil tes DNA yang baru saja ia ambil dari rumah sakit. Erlan yang duduk bersandar di atas ranjang pun bingung melihat tingkah istrinya.


" Sayang kamu kenapa sih?" Tanya Erlan.


Dera duduk di tepi ranjang samping Erlan.


" Mas, aku baru saja mengambil hasil tes DNA kamu dan Lano, dan apa kau tahu apa hasilnya?" Dera menatap Erlan yang menggelengkan kepalanya.


" Hasilnya sembilan puluh sembilan dia anakmu Mas, itu berarti kau memang punya hubungan dengan Sila sebelumnya." Ucap Dera.


Ya.. Dera melakukan tes DNA antara Erlan dan Lano, dan hasilnya sangat mengejutkan.


" Tapi aku tidak mengingat semua itu sayang, yang aku tahu aku tidak pernah menjalin hubungan dengan wanita manapun sebelumnya, kalau kamu tidak percaya kamu bisa menanyakannya kepada Bimo." Ujar Erlan.


" Bang Bimo, ya... Aku harus bertanya kepadanya." Ujar Dera segera menelepon Bimo.


Setelah menelepon Bimo, Dera mengacak rambutnya frustasi.


" Gimana sayang?" Tanya Erlan.


" Bimo nggak tahu soal kehidupanmu di sana Mas, dia menjadi asistentmu saat kamu kembali ke sini." Sahut Dera.


Erlan menggenggam tangan Dera.


" Maafkan aku karena aku telah membuatmu kecewa, aku benar-benar tidak tahu jika aku menjalin hubungan dengan wanita lain sebelumnya." Ujar Erlan.


" Ya udah lah Mas, itu semua masa lalumu, aku akan mencoba menerimanya karena bagaimanapun dia anakmu, tapi aku tidak akan menerima ibunya dalam hidup kita." Ujar Dera.


" Aku berjanji hanya kau yang akan menjadi istriku selamanya." Sahut Erlan mencium tangan Dera.


" Entah mengapa aku merasa ada yang janggal dengan hasil tes DNA itu, aku harus mencari tahu yang sebenar benarnya, termasuk tentang kecelakaan yang menimpaku dan Mas Erlan, aku tidak akan melepaskan mereka yang mencoba menghancurkan kebahagiaanku, Bimo... Ya aku harus menelepon Bimo untuk meminta bantuannya." Batin Dera.


Dera kembali menelepon Bimo. Ia meminta Bimo menyelidiki tentang wanita bernama Sila.


" Halo Nona." Sapa Bimo.


" Bang selidiki wanita yang mengaku sebagai kekasih Mas Erlan, dia bernama Arsila, cari tahu dia berasal darimana dan kesini atas perintah siapa." Ujar Dera.


" Baik Non, saya akan meminta bantuan teman saya untuk menyelidikinya." Sahut Bimo mematikan ponselnya.


" Sayang kamu masih penasaran sama wanita itu?" Tanya Erlan.


" Iya Mas, aku yakin dia kemari karena suruhan orang, dan aku harus memastikan apakah dugaanku benar atau salah." Sahut Dera.


" Kamu memang wanita yang cerdas Dera." Erlan merapikan anak rambut Dera.


" Aku tidak akan membiarkan siapapun merusak kebahagiaan kita Mas, cukup satu kali aku gagal dalam pernikahan, dan kali ini aku tidak mau gagal lagi, aku mencintaimu." Dera menangkup wajah Erlan.


" Aku juga mencintaimu sayang." Sahut Erlan.


Erlan memajukan wajahnya lalu mencium bibir Dera. Dera mengalungkan tangannya ke leher Erlan. Ia membalas ciuman yang Erlan berikan. Keduanya saling bertukar saliva membuat kamar mereka di penuhi suara decapan.


Setelah di rasa kehabisan nafas, Erlan melepas pagutannya.

__ADS_1


" Terima kasih." Erlan mencium kening Dera.


" Sama sama." Sahut Dera.


Tak lama setelah itu, Bimo menelepon Dera. Ia melaporkan tentang hasil penyelidikan yang ia temukan.


" Ternyata kau mau main main denganku, kau lihat saja bagaimana permainanmu akan segera berakhir." Batin Dera tersenyum smirk.


Di tempat lain, tepatnya di dalam rumah Rizal. Rizal sedang di kuasai amarah. Bahkan ia melempar barang barang yang ada di sekitarnya.


" Bodoh! Bagaimana bisa kau gagal menyakinkan Dera kalau anak itu anakmu dan Erlan hah?" Bentak Rizal.


" Kau bilang kau seorang aktris, tapi aktingmu payah sekali, kau bahkan kalah dengan lawan mainmu, percuma aku membayarmu mahal mahal jika hanya kegagalan yang aku dapatkan." Teriak Rizal.


" Maafkan aku." Ucap Sila menundukkan kepalanya.


" Untung saja aku tahu kalau Dera pergi ke rumah sakit untuk melakukan tes DNA lagi, jadi aku bisa memalsukan hasilnya, coba kalau tidak? Rencana yang sudah aku buat matang matang harus gagal karena kecerobohanmu." Ucap Rizal dengan nada tinggi.


" Jika sampai aku gagal mendapatkan Dera, maka kau yang bertanggung jawab atas semuanya, aku akan mengirimmu ke pelelangan dan aku akan membuang anakmu ke jalanan." Ancam Rizal.


" Jangan Rizal, aku mohon! Jangan bawa bawa anakku, dia tidak tahu apa apa, akj akan kembali ke rumah Erlan, dan akan aku pastikan Dera mau menerimaku dan anakku di sana." Ucap Sila.


" Tepati ucapanmu dan pastikan anakmu menjalankan perannya dengan baik." Ucap Rizal.


" I... Iya." Sahut Sila.


" Sudah lah Rizal, kau tidak perlu marah marah seperti itu, yang penting kan Dera sudah tahu kalau Lano memang anaknya Erlan, tugasmu adalah mencuci otak Dera supaya dia membenci Erlan, aku yakin suatu saat pasti Dera akan meninggalkan Erlan sesuai keinginanmu, dengan begitu hidup Erlan akan hancur dan aku akan datang sebagai ibu yang sangat menyayanginya dan akan aku kuras semua hartanya." Ucap nyonya Rubi tersenyum smirk.


" Aku tidak peduli, yang aku inginkan adalah Dera, kekasihku.. Apapun akan aku lakukan untuk mendapatkannya kembali, Dera sayang jangan keras kepala! Permudahlah jalanku." Sahut Rizal tersenyum smirk.


Pagi hari saat Dera dan Erlan sarapan, Sila datang ke rumahnya dengan alasan kangen sama Lano. Ia mengeluarkan air mata buayanya berharap hati Dera bisa tersentuh.


Yang membuat Dera heran, kenapa dia datang bersama Rizal. Dera menatap tajam ke arah Rizal.


" Aku ketemu dia saat mau masuk ke sini, itu sebabnya kami bisa bersama." Ucap Rizal.


Dera tersenyum ke arahnya.


" Dera ku mohon biarkan aku tinggal di sini bersama putraku, aku tidak bisa jauh darinya, aku mohon Dera! Kau akan memahami perasaanku jika kau sudah punya anak nanti." Ucap Sila.


" Aku tidak akan menggunakan anakku demi keuntungan ku sendiri Sila." Tekan Dera.


Sila melongo menatap Dera.


" Kenapa? Apa kau kaget? Aku tahu semuanya Sila... Kau ke sini atas perintah siapa aku juga tahu, tapi aku mencoba diam karena aku ingin melihat lebih lanjut permainan yang akan kau mainkan itu." Ujar Dera.


" Aku ke sini atas keinginanku sendiri Dera, aku ingin anakku mendapatkan kehidupan yang layak dan itu hanya di peroleh jika dia ikut ayahnya." Ujar Sila.


" Kalau begitu cari bapak yang sebenarnya, kau tidak akan menemukan bapak dari anakmu di sini." Sahut Dera.


" Erlan ayah dari anakku Dera." Ucap Sila menunjuk Erlan.


" Apa kau yakin dengan ucapanmu?" Selidik Dera.

__ADS_1


" Kalau sampai terbukti kau berbohong, aku akan memenjarakanmu, dan aku pastikan anakmu akan menjadi gelandangan di jalanan." Ancam Dera.


" Mengaku lah Sila... Supaya aku tidak susah susah mencari bukti kebenarannya." Batin Dera.


" Apa maksudmu Dera?" Tanya Sila.


" Akui kenapa dan atas dasar perintah siapa kau berada di sini, maka aku akan melepasmu begitu saja, aku akan memberikan biaya hidup untuk anakmu dengan jumlah yang besar, bagaimana?" Tanya Dera memberi penawaran.


Sila sedikit berpikir, tujuannya adalah mendapatkan uang bukan masalah.


" Baiklah akan aku akui, aku di bayar oleh..." Sila menjeda ucapannya.


" Rizal." Sila melirik ke arah Rizal yang nampak mengepalkan erat tangannya.


" Jangan percaya apa katanya Dera, aku tidak mengenal wanita ini!" Sahut Rizal.


" Benarkah?" Dera menatap Rizal.


" Aku tidak menyangka kau masih saja menjalankan rencana licikmu itu, kau membuat kami kecelakaan lalu kau datang seolah sebagai pahlawan yang membantuku, lalu kau kirimkan wanita itu ke sini dengan harapan pernikahanku akan hancur, tidak semudah itu Rizal, aku pernah masuk ke dalam permainanmu saat bersama Mas Revan, tapi kali ini tidak lagi! Aku tidak akan termakan oleh rencanamu ini." Ucap Dera.


" Sebentar lagi polisi akan ke sini, pertanggung jawabkan perbuatanmu di penjara, semoga kau akan sadar dengan kesalahan yang telah kau lakukan kepada kami." Ucap Dera.


" Tidak.... Aku tidak akan masuk penjara, aku akan membawamu ke tempat dimana kau akan menjadi milikku." Teriak Rizal menarik Dera.


" Lepas!" Bentak Dera.


" Rizal lepaskan Dera." Ucap Erlan.


" Dera hanya boleh jadi milikku, bukan kamu ataupun orang lain." Rizal mengalungkan tangannya ke leher Dera.


" Lepaskan aku Rizal." Ucap Dera.


" Aku tidak akan melepaskanmu lagi sayang." Ucap Rizal membawa Dera ke mobilnya.


Erlan menarik kasar punggung Rizal, lalu...


Bugh.... Bugh.....


Erlan memukul wajah Rizal hingga ia tersungkur.


Bugh.... Bugh.....


Erlan memukul Rizal membabi buta, Rizal mendorong tubuh Erlan lalu membalasnya dengan pukulan bertubi tubi. Keduanya terlibat perkelahian sengit hingga Erlan mengeluarkan sebuah pisau lipat dari sakunya dan....


Jleb.....


Siapakah yang terkena pisau Rizal?


Penasaran? Tekan like koment vote dulu ya...


Terima kasih untuk readers yang telah mensuport author semoga sehat selalu...


Miss U All...

__ADS_1


TBC.....


__ADS_2