
Sepulang kuliah Qiran mengajak Bimo jalan ke sebuah Mall. Bimo memarkirkan mobilnya di parkiran Mall.
" Sebenarnya kita mau ngapain ke sini sayang?" Tanya Bimo menatap Qiran.
" Aku mau nonton Om." Sahut Qiran.
Ya... Qiran ingin menonton film bergenre romantis yang sedang booming saat ini.
" Nonton? Emangnya film apa yang mau kamu tonton?" Tanya Bimo.
" Film yang sedang booming saat ini, yang oemerannya guanteng banget, dan semua adegan yang di tayangkan adalah adegan romantis." Sahut Qiran.
" Adegan romantis? Seperti apa misalnya?" Bimo kembali bertanya.
" Ya seperti ciuman, berpelukan, terus..... " Qiran menjeda ucapannya.
" Terus apa?" Tanya Bimo.
" Penasaran?" Bimo menganggukkan kepalanya.
" Kalau penasaran, makanya ayo kita tonton." Ujar Qiran turun dari mobil membuat Bimo menggelengkan kepalanya.
Setelah turun dari mobil, Qiran mengapit lengan Bimo, mereka berjalan masuk ke dalam.
" Om kalau orang yang tidak tahu, pasti mereka mengira kalau kita pacaran, apalagi melihat kita dekat seperti ini." Ucap Qiran.
" Apa kamu tidak malu jalan sama Om gini?" Tanya Bimo.
" Kenapa harus malu? Om tampan, masih terlihat muda, tidak akan ada yang tahu kalau sebenarnya Om sudah tua, kita tidak terlihat seperti keponakan dan Om malah kita terlihat seperti kakak beradik, atau mungkin seperti sepasang kekasih." Sahut Qiran.
" Kamu ini bisa aja kalau bervanda." Kekeh Bimo mengelus rambut Qiran.
" Aku nggak bercanda Om, memang bener kok semua yang aku ucapkan." Sahut Qiran.
" Baiklah, Om percaya semua ucapanmu." Sahut Bimo.
" Ya harus percaya donk! Aku kan nggak pernah bohong." Sahut Qiran.
Mereka terus berjalan sampai di depan bioskop. Bimo membeli minuman tanpa popcorn karena Qiran tidak suka ngemil saat nonton. Ia akan fokus pada film yang di putar.
Setelah itu keduanya masuk ke dalam dan duduk di kursi depan, tepatnya di tengah tengah. Tak lama film mulai di putar.
Film remaja bergenre romantis memanjakan mata mereka. Adegan adegan romantis kedua pasangan membuat mereka semua terbawa perasaan. Sepertinya Qiran benar benar sengaja membuat Bimo tersiksa. Pasalnya adegan yang di putar adegan yang membuat tubuhnya menjadi panas dingin.
Saat adegan ciuman, mata Qiran membola tanpa berkedip melihat dua pasang saling bertukar saliva. Qiran dan Bimo menelan kasar salivanya sendiri.
" Om." Ucap Qiran menatap Bimo begitupun sebaliknya.
" Aku penasaran rasanya gimana kalau ciuman seperti itu." Ucap Qiran yang mendapat pelototan dari Bimo.
Bimo menutup wajah Qiran menggunakan tangannya namun ia malah melihat adegan itu sambil membayangkan ciuman dengan Qiran.
__ADS_1
" Apasih Om!" Qiran menepis tangan Bimo.
" Kamu masih di bawah umur, nggak boleh lihat adegan seperti itu! Jadi penasaran kan kamu." Ucap Bimo.
" Kalau nggak boleh lihat, kenapa kita nonton?" Pertanyaan Qiran membuat Bimo melongo.
" Iya benar juga." Sahut Bimo.
" Ya udah ayo kita pulang saja! Dari pada di sini mata kita ternoda." Ajak Bimo.
Bimo menggandeng tangan Qiran keluar dari bioskop.
" Makan dulu Om, aku lapar." Ucap Qiran.
" Baiklah, mau makan apa?" Tanya Bimo.
" Aku pengin makan bakso aja Om, kaya'nya enak nih makan bakso pedas sama teh panas, apalagi aku merasa sedang tidak enak badan, sepertinya flu mulai menyerang." Sahut Qiran.
" Kamu sakit?" Tanya Bimo cemas sambil menempelkan telapak tangannya pada dahi Qiran.
Qiran menatap Bimo, ia merasa senang dengan perhatian yang selama ini Bimo berikan padanya. Ia tersenyum lebar menatap Bimo.
" Kok malah senyum? Kalau kamu sakit kita harus ke rumah sakit sekarang,Om tidak mau kamu kenapa napa." Ujar Bimo sedikit cemas.
" Tidak Om! Aku tidak pa pa, kalau aku sakit kan ada Om yang selalu siap merawatku, ada Om yang selalu ada di sampingmu, dan itu merupakan suatu penyembuh buatku." Ucap Qiran menyandarkan kepalanya pada bahunya.
" Hmm manja sekali princes Om ini, kalau begitu ayo kita jalan! Entar keburu sore malah di marahi sama mama kamu." Ucap Bimo.
Mereka berjalan menuju kedai bakso yang terkenal paling enak di Mall itu. Di sini biasanya Qiran nongkrong sama teman teman.
Sesampainya di sana, mereka memesan dua mangkok bakso dan dua teh panas.
Setelah mendapatkan pesanan mereka, Bimo segera memakannya. Namun tidak dengan Qiran. Ia malah hanya menatapnya saja.
" Sayang kenapa tidak di makan?" Tanya Bimo mengerutkan keningnya.
" Panas Om." Sahut Bimo.
Bimo tersenyum menatap Qiran. Ia meletakkan sendoknya lalu menarik mangkok milik Qiran. Bimo memotong baksonya menjadi empat bagian. Setelah itu ia tusuk menggunakan garpu lalu meniupnya.
Hal itu sukses membuat para pengunjung lain nampak terpesona dengan perhatian yang Bimo tunjukkan kepada Qiran. Terutama kaum cewek cewek.
" A' " Bimo menyodorkan bakso itu ke mulut Qiran.
Qiran tersenyum lalu menerima suapan dari Bimo. Qiran mengunyah bakso sambil terus menatap Bimo.
" Kok ada desiran aneh dalam hatiku ya... Apa mungkin aku menyukai Om Bimo, tapi dia kan Om ku sendiri, apa tidak apa aku menyukainya? Kalau Mama sama Pap sampai tahu pasti mereka akan memarahi aku, aku tidak boleh jatuh cinta pada Om ku sendiri." Batin Qiran.
Bimo terus menyuapi Qiran bahkan sampai lupa dengan mangkok baksonya sendiri. Tiba tiba...
" Ih Mas so sweet banget sih sama pacarnya, mau donk di perlakukan seperti itu." Ucap seorang wanita cantik duduk di samping Bimo sambil membawa mangkok baksonya.
__ADS_1
" Eh maaf saya nggak bisa." Sahut Bimo.
" Kok nggak bisa sih Mas? Ayolah... Aku juga mau di suapin sama cowok tampan sepertimu." Ucapnya sambil mengerlingkan mata.
Gadis cantik yang umurnya tak jauh dari Qiran itu terus menatap Bimo.
" Maaf ya mbak, tolong jangan ganggu saya!" Ucap Bimo.
Wanita itu malah menempelkan bahunya ke lengan Bimo membuat Bimo risih, Bimo menggeser badannya ke arah Qiran.
" Mas kok geser geser terus sih." Ucapnya.
" Eh semuanya... Pada mau nggak nih di suapin sama babang tampan? Ayo sini!" Ucap wanita itu.
Senantiasa para cewek cewek yang memang terpesona dengan Bimo, segera mengerumuni meja Bimo dan Qiran.
" Eh apa apaan ini." Ucap Bimo.
" Suapin donk Mas"
" Iya Mas, gantian juga nggak pa pa deh."
" Mas aku dulu."
Bimo segera beranjak dari kursinya. Ia menarik tangan Qiran lalu mengajak Qiran pergi dari sana.
" Mas tunggu!" Ucap wanita itu mengejar Bimo.
Bimo menoleh belakang dan...
" Qiran ayo kita lari!" Bimo dan Qiran berlari sambil bergandengan tangan.
Entah sedang sial atau bagaimana, para wanita itu malah mengejar Bimo dan Qiran membuat para pengunjung lain heran.
" Ayo Qiran buruan!" Ucap Bimo.
Bimo dan Qiran berlari sekuat tenaga menuju mobilnya. Mereka langsung masuk ke dalam mobil.
" Hah...Ya Tuhan... Baru kali ini aku di kejar kejar sama para wanita ganjen itu." Ucap Bimo ngos ngossan.
" Iya Om, rasanya nafasku hampir putus, hah." Sahut Qiran mengatur nafasnya.
Qiran dan Bimo saling melempar pandangan, lalu mereka tertawa bersama. Bimo segera melajukan mobilnya keluar dari parkiran Mall. Ini merupakan pengalaman pertama bagi mereka dan akan menjadi pengalaman yang tak terlupakan.
Jangan lupa like koment vote dan hadiahnya setelah membaca ya...
Terima kasih untuk readers yang selalu mensuport author, semoga sehat selalu...
Miss U All...
TBc...
__ADS_1