Pengkhianatanmu Kebahagiaan Untukku

Pengkhianatanmu Kebahagiaan Untukku
Hilang Ingatan


__ADS_3

Satu minggu berlalu, akhirnya Erlan membuka matanya. Dokter memeriksa seluruh organ vitalnya yang nampak normal, namun dokter menemukan kejanggalan di dalamnya.


" Tuan Erlan, coba ceritakan tentang silsilah keluargamu!" Ucap Dokter.


Dera menatap dokter sambil mengerutkan keningnya, lalu ia menatap Erlan yang saat ini sedang menatapnya juga.


" Saya tidak tahu Dok, saya tidak ingat apa apa, yang saya ingat, saya telah mencintai istri saya yang sangat saya cintai." Ucapan Erlan semakin membuat Dera terlihat kebingungan.


" Ada apa sebenarnya ini Dok? Kenapa suami saya tidak mengingat masa lalunya? Ia hanya ingat saat menikah dengan saya? Apa yang terjadi dengannya Dok?" Pertanyaan beruntung Dera lontarkan kepada Dokter.


" Begini Nona, Tuan Erlan mengalami cidera pada otaknya karena benturan yang sangat keras, dia mengalami amnesia separo, kalau istilah medis dinamakan amnesia retro grade, dia tidak mampu mengingat kejadian di masa lalunya sebelum dia menikah dengan anda Nona." Terang dokter.


" Ya Tuhan.... Kenapa bisa begini Mas? Jadi dia tidak bisa mengingat apa yang terjadi kepadanya sebelum menikahi saya begitu Dok?" Tanya Dera memastikan.


" Iya Nona, tapi beruntung Tuan Erlan masih mengingat anda sebagai istrinya, jika otaknya kali normal maka perlahan dia akan mengingat semuanya." Ujar dokter.


" Butuh berapa lama ingatannya bisa kembali Dok?" Tanya Dera.


" Tergantung kondisi pasien Nona, bisa tiga bulan, enam bulan bahkan ada yang sampai bertahun tahun tidak bisa mengingatnya." Sahut dokter.


" Kalau begitu saya permisi Nona, semoga Tuan Erlan bisa segera pulih." Ucap dokter.


" Terima kasih Dok." Ucap Dera.


Dokter keluar dari ruangan Erlan.


" Aku turut prihatin dengan kondisi Erlan saat ini Dera." Ucap Rizal.


" Dera, dia siapa?" Tanya Erlan menunjuk Rizal.


" Dia Rizal, temanku Mas." Sahut Dera.


" Aku nggak suka kamu dekat dekat dengannya, nanti dia mengambil kamu dari aku lagi." Ujar Erlan.


" Memang itulah tujuanku Erlan." Sahut Rizal


dalam hati.


" Tidak Mas! Jangan pikirkan itu, lebih baik kamu istirahat saja. " Sahut Dera.


Erlan memejamkan matanya. Rizal menatap iba ke arah Dera.


" Yang sabar ya Ra, aku yakin kalau Erlan pasti bisa sembuh dan mengingat semuanya." Ucap Rizal.


" Iya Zal." Sahut Dera menatap Erlan.


" Oh ya Zal, kamu kalau mau pulang, pulang aja! Aku nggak pa pa kok di sini sendiri." Ujar Dera.


" Tidak... Aku akan menemanimu sampai Erlan kembali ke rumahnya, aku tidak akan tega membiarkanmu menghadapi semua ini sendirian." Ujar Rizal.

__ADS_1


" Terima kasih ya." Ucap Dera.


" Sama sama, aku yang seharusnya berterima kasih padamu karena kamu tidak membenciku setelah apa yang aku lakukan padamu waktu itu." Ucap Rizal.


" Entah mengapa aku nggak bisa membenci orang Zal, contohnya aja Mas Revan, dia sudah menyakitiku tapi aku tidak bisa membencinya, aku justru memaafkannya kan." Ujar Dera.


" Itulah sebabnya aku menyukaimu Dara." Dara menoleh ke arah Rizal.


" Yah walaupun kau tidak bisa menjadi milikku, tapi setidaknya kita bisa berteman." Sambung Rizal.


Dera tersenyum menatapnya.


" Kau semakin membuatku tidak bisa melupakanmu Dera, semoga usahaku kali ini berhasil, aku bisa memilikimu sepenuhnya, jika itu terjadi aku akan membawamu pergi dari sini dan kita akan bahagia hidup berdua selamanya." Ujar Rizal dalam hatinya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dua minggu di rawat di rumah sakit, hari ini Erlan di perbolehkan pulang. Dera membawanya menggunakan mobil yang di kendarai oleh Rizal, karena mobilnya hancur akibat kecelakaan itu.


Sesampainya di rumah, Dera membantu Erlan masuk ke dalam rumahnya. Ia tercengang saat melihat seorang wanita berdiri di depan pintu rumahnya sambil menggandeng anak kecil berusia lima tahunan.


" Maaf Mbaknya siapa ya?" Tanya Dara menatapnya.


Wanita itu menatap Erlan dengan mata sendu.


" Erlan, maafkan aku!" Tiba tiba wanita itu memeluk tubuh Erlan.


Merasa risih Erlan mendorongnya.


" Aku Arsila, mantan pacar kamu." Sahut Sila.


Deg....


Jantung Dera berdetak kencang. Pikiran buruk merasuk ke dalam kepalanya.


Dera menatap anak laki laki yang gayanya mirip dengan Erlan.


" Dan ini." Sila menarik tangan anak itu ke hadapan Erlan.


" Dia Lano, anak kita."


Jeduarrrrr


Kebahagiaan yang Dera rasakan beberapa hari hancur sudah. Dadanya terasa sesak mendengar ucapan Sila.


" Tidak mungkin... Aku tidak pernah menyentuh wanita manapun selain istriku." Ucap Erlan.


" Kamu kenapa Erlan? Kenapa kamu melupakan aku? Dua tahun kita bersama di negara xx, kita menjalin kasih bagaikan suami istri, tapi sekarang kamu melupakan aku? Atau kamu masih marah sama aku? Tolong maafkan kesalahanku yang dulu menolak ajakan menikah darimu, aku tidak tahu kalau ternyata saat itu aku sedang hamil anak kita." Sila mengusap air matanya.


" Aku bisa membuktikan kalau dia anak kamu, darah daging kamu." Sila nampak mengambil sebuah kertas dari dalam tasnya.

__ADS_1


" Ini, ini hasil tes DNA beberapa tahun lalu, kau ingat kan saat aku datang ke kantormu lalu mencabut beberapa helai rambutmu? Setelah itu aku melakukan tes DNA, aku yakin suatu hari nanti, aku akan membutuhkannya, dan benar saja, hasil tes DNA itu aku butuhkan saat ini." Ujar Sila.


" Tidak... Ini tidak mungkin, aku tidak pernah menyentuh siapapun." Erlan menjambak kasar rambutnya sendiri.


" Tenanglah Mas! Kita akan selesaikan masalah ini di dalam, ayo kita masuk." Ucap Dera setenang mungkin.


Mereka semua duduk di sofa ruang tamu.


" Sila, apa tujuanmu sebenarnya ke sini? Kenapa kau baru menemui Erlan setelah anakmu besar? Apa kau kekurangan uang untuk membesarkannya?" Sindir Dera menatap Sila.


" Ya, aku seorang modeling, setelah pihak agensi mengetahui jika aku sudah punya anak, mereka memecat ku, aku tidak punya uang untuk melanjutkan kehidupan kami, kau juga wanita, pastinya kau paham akan masalah ini." Sahut Sila.


" Ya aku paham, jika kau bersikeras mengatakan jika anak itu adalah anak suamiku, maka suamiku akan bertanggung jawab atasnya." Ucap Dera membuat Erlan melongo.


Sedangkan Sila menyembunyikan senyumannya.


" Itu memang harus Erlan lakukan, Erlan harus menikahi sa...


" Aku akan merawat anak itu, jadi tinggalkan anak itu di sini, dan kamu silahkan pergi dari rumah ini." Sahut Dera memotong ucapan Sila.


Sila melongo mendengar ucapan Dera. Ia mengepalkan erat tangannya.


" Kenapa kamu tega memisahkan anak dan ibunya Dera?" Kali ini Rizal angkat bicara.


" Yang berhak mendapatkan tanggung jawab Mas Erlan kan anaknya, bukan ibu dari anak itu." Sahut Dera.


" Tapi Dera...


" Tinggalkan anak itu dan aku akan menanggung biaya hidupnya! Atau bawa anak itu keluar dan jangan kembali lagi ke sini dengan alasan apapun." Tekan Dera.


" Dera, bagaimana jika aku mengungkapkan tindakanmu ini ke media? Nama Erlan akan tercoreng karena skandal ini, pikirkan itu baik baik Dera." Ujar Sila mencoba mempengaruhi Dera.


" Tenang saja! Apa kau lupa jika aku punya banyak uang? Aku akan menutup berita itu dengan mudah Nona Sila... Tapi pikirkan dirimu, masyarakat akan mengecammu sebagai wanita murahan." Ucap Dera menatap Sila.


" Sial... Ternyata dia lebih pintar dari aku." Umpat Sila dalam hati.


" Baiklah aku akan meninggalkan Lano di sini, aku akan mengambilnya kalau aku sudah punya pekerjaan." Ucap Sila.


Dera tersenyum sambil menatapnya.


" Jangan pikir kau bisa dengan mudah membodohi ku Sila... Aku tahu benar siapa yang mengirimmu ke sini, jadi nikmati sendiri permainanmu." Batin Dera.


Siapa hayooo yang mengirim pelakor ke rumah Erlan....


Awalnya author mau lama lama ngungkapin kebenarannya, tapi hati author tidak tahan menulisnya.... Jadi langsung author selesaikan konfliknya ya....


Tekan like sama 🌹 donk buat author biar semangat nulisnya...


Author ucapkan Terima kasih untuk readers yang selalu mensuport author... semoga sehat selalu....

__ADS_1


Miss U all...


TBC....


__ADS_2