Pengkhianatanmu Kebahagiaan Untukku

Pengkhianatanmu Kebahagiaan Untukku
Seasons 2. 20 Menjadi Istri yang Baik


__ADS_3

Pagi pagi sekali Qiran sudah bangun dari tidurnya. Setelah menyiapkan pakaian kantor untuk Bimo, Qiran turun ke dapur untuk membuat sarapan.


Saat Qiran sedang asyik dengan spatula dan wajannya tiba tiba...


Grep...


" Astaga!" Qiran berjingkrak kaget.


Bimo memeluk Qiran dari belakang. Ia melingjarkan tangannya ke perut Qiran.


" Mas sayang! Mas mengagetkanmu." Ucap Bimo menempelkan dagunya ke pundak Qiran.


" Iya nggak pa pa Mas." Sahut Qiran.


" Masak apa sih?" Bimo menatap wajan di depannya yang berisi nasi goreng.


" Wah nasi goreng, sepertinya enak tuh sayang." Ucap Bimo.


" Nggak tahu juga Mas, tapi aku masaknya udah sesuai takaran yang kemarin aku pelajari sih." Ujar Qiran mengaduk aduk nasi gorengnya.


" Apapun yang kamu masak pasti enak sayang, apalagi kamu masaknya pakai cinta yang tulus dari dalam hati." Sahut Bimo.


" Bisa aja kamu Mas." Sahut Qiran.


" Ini udah matang kan Mas?" Tanya Qiran.


" Iya sudah." Sahut Bimo.


" Akan aku sajikan dalam piring." Ucap Qiran.


Qiran segera menyajikan nasi goreng telur omlete di meja makan.


" Coba cicipi Mas! Kalau nggak enak di buang aja, nanti aku buat lagi." Ucap Qiran.


Bimo menyuapkan satu sendok nasi goreng buatan Qiran ke mulutnya. Ia mengunyah nya dengan pelan menikmati rasa yang ada di dalamnya.


" Mas gimana rasanya?" Qiran menatap Bimo sambil menanti jawabannya.


" Ini enak sekali sayang."


" Masa'?" Tanya Qiran memastikan.


" Iya sayang, kamu coba sendiri deh!" Bimo menyodorkan sendoknya ke mulut Qiran.


Qiran menerimanya lalu...


" Lumayan sih walaupun nggak banget tapi enak." Ucap Qiran menilai masakannya sendiri.


" Untuk pemula sepertimu, ini sangat enak sayang... Biasanya saat eksperimen pertama pada gagal tapi kamu langsung berhasil, patut di acungi jempol nih." Ujar Bimo.


" Terima kasih Mas." Ucap Qiran yang di balas senyuman oleh Bimo.


Mereka sarapan bersama dengan khidmat. Selesai sarapan Qiran membantu Bimo bersiap ke kantor.


" Dasinya biar aku yang pasang." Qiran memasang dasi di kerah leher Bimo.


Bimo mengamati wajah cantik Qiran, pipi mulus bersih, bibir pink membuatnya memajukan wajahnya.

__ADS_1


Qiran mendongak menatap Bimo, Bimo menempelkan bibirnya ke bibir Qiran dalam waktu yang cukup lama. Qiran memejamkan matanya.


Tak ada perlawanan dari Qiran, Bimo menyusupkan tanganya ke tengkuk Qiran. Ia menggigit bibir bawah Qiran, Qiran membuka sedikit mulutnya.


Bimo menyusupkan lidahnya ke mulut Qiran, ia mengekspos setiap inchi nya. Bimo meluma*t lembut bibir Qiran. Suara decapan memenuhi ruangan kamar mereka. Ciuman lembut yang Bimo berikan membuat Qiran terlena. Ia mencengkeram lengan Bimo menahan sensasi panas dingin yang di ciptakan oleh Bimo.


Bimo melepas pagutannya di saat keduanya kehabisan pasokan oksigen.


" Manis." Bimo mengusap lembut bibir Qiran dengan jempolnya.


" Apa sih Mas." Ujar Qiran malu malu.


" Nggak usah malu sayang, kamu harus terbiasa dengan semua ini." Ucap Bimo.


Qiran mengambil tas kerja Bimo lalu memberikannya padanya.


" Mas berangkat dulu ya, kamu hati hati di rumah! Kalau jenuh bisa pergi keluar cari udara segar." Ucap Bimo.


" Iya Mas, kamu juga hati hati!" Qiran mencium punggung tangan Bimo.


" Iya sayang."


Cup...


Bimo mencium kening Qiran.


" Assalamualaikum." Ucap Bimo.


" Wa'alaikumsallam Mas." Sahut Qiran.


Qiran mengantar Bimo sampai ke teras, setelah Bimo pergi Qiran kembali masuk ke rumahnya.


" Hah ya Tuhan... Capek sekali." Keluh Qiran.


" Aku akan istirahat dulu, nanti aku akan melanjutkan mencuci terus memasak untuk makan malam." Ujar Qiran memejamkan matanya.


Sore hari Bimo turun dari mobilnya, ia masuk ke dalam rumahnya. Ia menggelengkan kepalanya saat melihat Qiran yang tidur nyenyak di sofa.


" Kasihan sekali istri kecilku, dia harus membersihkan rumah ini sendirian demi menjadi istri yang baik untukku." Ujar Bimo.


Bini menggendong Qiran ala bridal style menuju kamarnya. Ia merebahkan Qiran di atas ranjang. Lalu Bimo masuk ke dalam kamar mandi.


...----------------...


Qiran mengerjapkan matanya memperhatikan sekitar.


" Astaga sudah malam." Qiran beranjak turun dari ranjangnya.


" Eh kenapa aku di kamar, ah pasti Mas Bimo udah pulang, aku harus segera menyiapkan makan malam." Qiran mengikat rambutnya dengan benar lalu turun ke bawah.


" Mas." Qiran menghampiri Bimo yang sedang sibuk dengan masakannya.


" Kamu sudah bangun?" Bimo menatap Qiran sekilas.


" Kenapa Mas nggak bangunin aku sih! Jadi Mas kan ya menyiapkan makan malam." Qiran duduk lesu di kursi.


" Maaf sayang, kamu tidurnya nyenyak banget sih, Mas kan jadi nggak tega buat bangunin kamu, Mas tahu kalau kamu capek membereskan rumah sendirian sayang, sekarang masakannya udah matang, kamu makan ya." Bimo menyajikan gurameh saos pedas ke piring.

__ADS_1


" Wow kelihatannya enak ini Mas, tahu benar kalau aku lagi pengin ini." Qiran segera mengambil nasi.


" Iya donk! Suami siapa dulu." Sahut Bimo.


Keduanya makan sambil sesekali mengobrol.


" Gimana kabar aunti Maya Mas?"


Uhuk uhuk uhuk


Bimo tersedak makanannya, Qiran segera memberikan segelas air putih yang langsung di minum Bimo hingga tandas.


Bimo menatap Qiran begitupun sebaliknya.


" A.. Apa maksudmu sayang?" Tanya Bimo.


" Tidak perlu berbohong ataupun pura pura tidak tahu Mas, aku tahu yang sebenarnya." Sahut Qiran.


" Ka... Kamu tahu yang sebenarnya? Kamu tahu kalau..


" Ya... Tadi siang kamu menjenguk aunti Maya di rumah sakit kan? Kau menemui wanita lain tanpa memberitahuku Mas." Sahut Qiran.


" Maafkan Mas sayang! Sebenarnya tadi Mas mau menelepon kamu tapi di larang sama papa kamu, tapi ternyata bos malah memberitahumu." Ujar Bimo.


" Sayang Mas tidak ada maksud apa apa, saat Mas mau makan siang bersama papa kamu, tiba tiba Mas menerima telepon dari suster yang mengatakan kalau Maya kritis dan Mas di minta untuk segera ke sana, ya Mas ke sana saja untuk memastikan kondisinya." Terang Bimo.


" Tapi Mas kan kesananya sama bos Erlan sayang, sama papa kamu tidak sendirian, Mas mau meneleponmu tapi kata bos " nggak usah! Qiran nggak akan marah orang kamu perginya sama aku" gitu.... Jadi kamu tidak boleh berpikiran macam macam sama Mas sayang, tapi Mas tetap minta maaf sama kamu karena Mas tidak memberitahumu." Sambung Bimo.


Qiran hanya menganggukkan kepalanya.


" Sayang kamu marah?" Bimo menatap Qiran.


" Aku nggak tahu Mas, apakah aku harus marah atau tidak." Sahut Qiran.


Bimo menggenggam tangan Qiran.


" Mas mohon jangan marah lagi sama Mas! Mas minta maaf sayang, Mas tidak sanggup menerima kemarahanmu seperti kemarin sayang, kamu salahkan aja papa kamu yang melarang Mas meneleponmu ya." Ujar Bimo.


Qiran tersenyum menatap Bimo.


" Iya Mas, aku tidak marah kok." Sahut Qiran.


" Benarkah?" Tanya Bimo memastikan.


" Hmm... Aku kan ingin menjadi istri yang baik, jadi masalah sepele seperti ini tidak akan aku besar besarkan, tapi aku mohon padamu untuk lain kali bilang padaku kalau kau mau menjenguknya, jika aku mengijinkannya Mas bisa pergi, tapi kalau tidak Mas tahu kan apa yang harus Mas lakukan." Ujar Qiran.


" Iya sayang Mas tahu, terima kasih sudah menjadi istri yang baik buat Mas I love you." Ucap Bimo.


" Love you too." Sahut Qiran.


Mereka melanjutkan makannya.


Tekan like untuk mendukung karya author..


Terima kasih untuk kalian yang sudah mensupport author semoga sehat selalu...


Miss U All...

__ADS_1


TBC...


__ADS_2