Pengkhianatanmu Kebahagiaan Untukku

Pengkhianatanmu Kebahagiaan Untukku
Seasons 2.36 Kehidupan Sam & Lovely


__ADS_3

Pagi hari Lovely bangun lebih awal dari Sam. Selesai mandi ia bersiap untuk pulang ke rumahnya. Sam yang baru saja membuka matanya kini mengerutkan keningnya menatap Lovely.


" Kau mau kemana pagi pagi begini?" Tanya Sam dengan suara seraknya.


" Aku mau pulang, aku akan mengatakan pada keluarga kita kalau kau tidak mau memiliki istri sepertiku, kau jijik kan dengan sikapku yang mirip ******, daripada aku semakin terluka lebih baik kita sudahi di sini saja." Ujar Lovely.


" Aku minta untuk hal itu! Aku tidak sadar jika ucapanku menyakiti hatimu." Ucap Sam.


" Tetap saja aku akan memberitahu semua orang. Tidak masalah jika kita harus berpisah setelah ini." Ujar Lovely.


" Jangan katakan apapun pada mereka! Aku tidak mau menghancurkan kebahagiaan mereka. Aku berjanji tidak akan mengatakan hal itu lagi padamu, ataupun hal menyakitkan hatimu." Ucap Sam.


" Apa aku harus mempercayaimu?" Tanya Lovely menatap Sam.


" Kau harus percaya padaku karena aku akan menepati janjiku." Sahut Sam.


" Baiklah aku akan percaya padamu, aku harap kau tidak sedang membual saja. Sekarang mandilah! Aku sudah menyiapkan air hangat untukmu, baju gantinya juga ada di sana." Ucap Lovely duduk di tepi ranjang.


" Oke terima kasih." Sahut Sam turun dari ranjang lalu masuk ke kamar mandi.


Lovely menatap punggung Sam sambil tersenyum smirk.


" Kau akan lihat apa yang bisa aku lakukan padamu Sam. Kau akan merasakan apa yang aku rasakan selama ini karena hinaanmu." Gumam Lovely.


Selesai mandi keduanya segera cek out dari hotel. Sam melajukan mobilnya menuju rumah kedua orang tuanya.


Di sana Aulia dan Revan menyambut kedatangan mereka dengan senyuman bahagia.


" Selamat datang di rumah kami sayang, semoga kau betah tinggal di sini." Aulia memeluk menantu barunya.


" Terima kasih Ma." Sahut Aulia.


" Ayo masuk!" Aulia menggandeng menantunya masuk ke dalam di ikuti Revan dan Sam di belakang.


Mereka berempat duduk di sofa ruang tamu.


" Bagaimana malam pertama kalian?" Tanya Aulia menatap putra dan menantunya bergantian.


" Sangat indah Ma." Sahut Sam.

__ADS_1


" Iya Ma, bahkan terlalu indah sampai sampai aku lupa waktu dan tidur begitu saja." Ucap Lovely penuh arti sambil melirik ke arah Sam.


" Mama bahagia sekali akhirnya kalian bisa saling menerima satu sama lain, terutama kamu Sam. Mama berharap kau bisa menghargai Lovely seperti kau menghargai Mama sebagai seorang lerempuan. Jangan dia siakan apa yang telah Tuhan berikan padamu! Tuhan memberikan kesempatan ini dan belum tentu Tuhan akan memberikan kesempatan kedua padamu. Jadi gunakan baik baik kesempatan ini. Mama hanya bisa berdoa semoga kalian bahagia dan semoga kalian segera di beri momongan untuk memperkuat hubungan kalian berdua." Ucap Aulia.


" Iya Ma." Sahut Sam.


" Itu tidak akan terjadi Ma, aku tidak sudi mengandung anak dari seseorang yang aku benci. Aku hanya memanfaatkan Sam saja untuk mencapai tujuanku. Maaf jika aku mengecewakanmu Ma." Batin Lovely dalam hati.


" Oh ya Lovely, Mama sama Papa mau berangkat nanti malam. Kalian rukun rukun lah tinggal berdua, jangan bertengkar apalagi sampai pisah segala. Mama tidak mengharapkan itu dari kalian berdua. Kalian sudah dewasa sudah bisa membedakan mana yang harus di lakukan dan tidak boleh di lakukan. Mama percaya pada kalian berdua kalau kalian berdua tidak akan mengecawakan Mama." Ucap Aulia membuat hati Lovely merasa bersalah.


" Iya Ma, kami akan selalu berusaha melakukan apa yang Mama ucapkan tadi. Terima kasih telah memberikan pencerahan. pada kami Ma. Kami akan sama sama instropeksi diri untuk saling memahami satu sama lain dan mewujudkan hidup yang bahagia. Karena aku hanya ingin menikah satu kali saja." Sahut Sam.


" Papa bangga kepadamu Sam, pegang dan tepati ucapanmu! Tunjukkan sikap kelakian yang ada pada dirimu! Jangan ulangi kesalahan yang pernah Papa lakukan Nak, kau akan menyesalinya." Ucap Revan.


" Iya Pa." Sahut Sam tanpa mau tahu apa maksud ucapan papanya.


Mereka melanjutkan ngobrol sampai hari menjelang siang.


" Sudah waktunya makan siang, Mama akan memasak makanan untuk kalian semua." Ucap Aulia beranjak dari sofa.


" Aku bantu Ma." Ucap Lovely.


Keduanya menuju dapur, Lovely membantu Aulia memasak makan siang untuk mereka semua.


" Taruh di meja ya sayang! Di tata dalam mangkok." Ucap Aulia.


" Siap Ma." Sahut Lovely.


Lovely menata masakannya. Ia memasak udang dan cumi pedas, ayam bakar, sayur lodeh dan tumis kangkung.


Tak lama Revan dan Sam datang, mereka duduk di kursi yang biasa mereka duduki.


" Wah masak apa hari Ma?" Tanya Revan menatap Aulia.


" Macam macam Pa, tinggal pilih aja! Lovely lhoh yang masak." Sahut Aulia.


" Hmm kelihatannya enak nih." Ucap Revan.


" Sam ayo kita makan! Papa jadi lapar melihat masakan istrimu." Revan menatap sang putra.

__ADS_1


" Iya Pa." Sahut Sam.


Lovely mengambilkan makanan untuk Sam, Aulia tersenyum melihat menantunya yang perhatian. Mereka makan dengan khidmat.


Selesai makan, Sam membawa Lovely ke kamarnya. Kamar bernuansakan abu abu menggambarkan pribadi yang kalem. Seperti kepribadian Sam yang lebih banyak diam daripada berulah.


" Kamarmu bagus juga, sepertinya nyaman berada di sini." Ucap Lovely.


" Kau boleh menempati kamar ini tapi kau tidak boleh menyentuh barang barang privatku." Ucap Sam.


" Tidak masalah! Lagian aku juga tidak tertarik dengan barang barangmu. Aku lebih tertarik dengan ponselku." Sahut Lovely menunjukkan ponselnya.


" Dan satu lagi, ranjangmu." Ucap Lovely duduk bersandar di atas ranjang sambil memainkan ponselnya.


Sam masih melongo menatapnya.


" Kenapa menatapku sepertiku? Kau seperti harimau yang mau menerkam mangsanya saja... Aunggg." Ucap Lovely menatap Sam.


" Tidak... Aku hanya sedang berpikir wanita seperti apa yang aku nikahi. Nggak ada lembut lembutnya sama sekali, beda jauh sama Qiran." Ucap Sam.


" Kamu menyamakan aku sama Qiran? Ya beda jauh lah! Dia anak manja sedangkan aku anak mandiri." Sahut Lovely tanpa beban.


" Jangan mencibir Qiran di depanku! Aku tidak menyukainya." Tekan Sam.


Kali ini Lovely yang melongo.


" Apa dugaanku benar ya kalau Sam ada rasa sama Qiran? Tatapannya pada Qiran kemarin menunjukkan tatapan cinta.Oke tidak masalah dia mau suka sama siapa, yang jelas aku harus segera membuatnya jatuh cinta padaku supaya aku bisa menang." Batin Lovely.


Lovely melanjutkan main game pada ponselnya. Sam yang ingin istirahat mau tidak mau tidur di samping Lovely karena sofa di dalam kamarnya tiba tiba menghilang entah kemana.


Lovely melirik Sam sambil tersenyum.


"Aku akan membuatmu bertekuk lutut mengemis cintaku seperti apa yang pernah kau lakukan padaku Sam. Aku tidak akan melupakan saat itu." Batin Lovely.


Penasaran siapa Lovely dan apa yang Sam lakukan padanya?


Jangan lupa tekan like koment vote dan hadiahnya ya...


Terima kasih untuk kalian semua yang sudah mensuport author semoga sehat selalu...

__ADS_1


Miss U All...


TBC....


__ADS_2