Pengkhianatanmu Kebahagiaan Untukku

Pengkhianatanmu Kebahagiaan Untukku
Seasons 2.13 Meminta Maaf


__ADS_3

Bimo merasa bingung, ia tidak tahu harus berbuat apa. Ia tidak mau berpisah dari Qiran.


Drt.., Drt...


Ponsel Bimo berdering tanda panggilan masuk, ia menatap id pemanggil yang tak lain adalah Maya. Bimo menghembuskan kasar nafasnya.


Klik...


Bimo mengangkat panggilannya.


" Halo May."


" Kamu dimana Bim? Kenapa kamu pergi meninggalkan aku sendiri? Apa setelah aku keguguran kamu mau pergi dariku? Aku minta maaf, tolong jangan tinggalkan aku! Hiks... Aku tidak bisa hidup tanpamu Bim, kalau masalah anak, kita bisa membuatnya lagi kan? Aku berjanji akan menjaga anak kita nanti." Ucap Maya sedih.


Bimo memijat pelipisnya, kepalanya rasanya mau pecah. Ia terjebak dengan permainannya sendiri. Sepertinya ia harus konsultasi dengan dokter, apakah Maya sudah bisa menerima semua kenyataan atau masih harus menunggu lagi.


" Bim kamu marah sama aku? Kenapa kau diam saja?" Tanya Maya.


" Tidak Maya, aku tidak marah sama kamu, aku sedang di luar kota menyelesaikan pekerjaan jadi tolong jangan ganggu aku dulu! Aku sudah merasa pusing dengan pekerjaan ini jadi jangan menambah pusing pikiranku ya, aku akan meneleponmu jika pekerjaanku sudah selesai oke? Jadi untuk saat ini jangan meneleponmu dulu!" Ujar Bimo.


" Baiklah, aku pulang hari ini, aku akan menunggumu di rumah, aku mencintaimu." Ucap Maya.


Tanpa menjawabnya Bimo mematikan sambungan teleponnya.


" Argh sial!" Umpat Bimo meninju udara.


Bimo menuju kamar Qiran, ia berharap Qiran tidak mengunci kamarnya.


Ceklek....

__ADS_1


Bimo masuk ke dalam, ia menghampiri Qiran yang sedang duduk bersandar sambil memainkan ponselnya. Qiran yang tahu Bimo menghampirinya memutar bola matanya malas.


Bimo duduk di tepi ranjang di sisi lain.


" Sayang Mas minta maaf! Mas tidak bermaksud menyakitimu, Mas berniat menjaga perasaanmu tapi malah begini jadinya, Mas memang salah kamu juga berhak marah sama Mas, tapi Mas mohon! Jangan meminta pisah dari Mas, Mas tidak sanggup hidup tanpamu, Mas berniat menolong Maya sayang, Mas tidak selingkuh dengannya." Ujar Bimo.


Dengan kesal Qiran meletakkan ponselnya, ia menatap tajam ke arah Bimo.


" Kamu tahu nggak sih Om? Memberikan perhatian kepada wanita lain itu sudah selingkuh namanya, membohongi istri juga selingkuh namanya, selingkuh itu tidak hanya berhubungan asmara ataupun berhubungan badan saja, tapi sesuatu yang kita sembunyikan dari pasangan itu juga di sebut selingkuh." Ucap Qiran.


" Maaf sayang!" Bimo menundukkan kepalanya.


" Maaf.. Maaf... Maaf... Apa kata maafmu itu bisa mengobati luka di hatiku? Bahkan walaupun kau memberikan aku segudang cinta sekalipun luka itu tidak akan sembuh, asalkan kau tahu Om, hati yang tersakiti tidak akan pernah bisa kembali seperti dulu lagi, sejak aku tahu kau berhubungan dengan tante Maya, aku hilang respeck sama kamu, yang tadinya aku mengagumimu, yang tadinya aku ingin membalas cintamu, yang tadinya aku ingin mengabdikan hidupku kepadamu, aku ingin menghabiskan waktu bersamamu seumur hidupku kini hilang semuanya... Hati ini kosong! Hati ini tertutup untukmu, aku sudah tidak punya keinginan untuk hidup bersamamu lagi Om, aku harap kau mengerti akan perasaan ini karena selama ini hanya kau yang bisa mengerti diriku." Ucap Qiran.


Tiba tiba Bimo menubruk tubuh Qiran membuat Qiran kaget.


" Lepas!" Qiran mendorong kuat tubuh Bimo hingga pelukannya lepas.


Qiran turun dari ranjang, ia menatap Bimo dengan penuh amarah.


" Dada ini!" Qiran menekan dada Bimo dengan jarinya.


" Dada ini bahkan sudah tidak nyaman lagi bagiku Om, karena apa? Karena dada ini terkontaminasi dengan perempuan lain, perempuan yang kau bilang sahabat itu menghilangkan kenyamanan istrimu, bibir itu." Qiran menunjuk bibir Bimo.


" Bibir itu sudah tidak dapat aku percaya lagi... Entah kenapa semua kata kata yang kau ucapkan bagiku adalah kebohongan, jika tante Maya tidak sembuh sampai anaknya lahir apa yang akan kau lakukan hah? Kau pasti akan menikahinya dengan alasan anaknya membutuhkan kasih sayang seorang ayah, apalagi sekarang... Setelah dia kehilangan suaminya dia kehilangan anaknya, dia akan semakin histeris jika kau meninggalkannya juga.. Ini saatnya aku memberikanmu kesempatan, nikahi dia dan hiduplah bahagia dengannya, demi SAHABATMU itu." Tekan Qiran.


" Mas tidak akan pernah melakukan itu sayang, Mas tidak akan pernah menduakanmu dan mengkhianati pernikahan kita dengan menikahi Maya, itu tidak akan terjadi."


" Bohong!!" Bentak Qiran.

__ADS_1


Bimo menatap Qiran tidak percaya.


" Kau akan melakukannya dengan alasan kasihan, aku bisa membaca pikiran orang orang sok bijak sepertimu, jangan katakan apapun lagi! Jangan katakan kebohongan yang lain lagi, aku tidak bisa lagi hidup bersamamu Om, ku mohon." Qiran mengatupkan kedua tangannya di dadanya.


" Pergilah dari sini dan urus segera surat perpisahan kita, sebelum semuanya terlalu jauh dan hatiku semakin terluka, aku ingin mengakhiri semuanya, biarkan semuanya berakhir sampai di sini! Hubungan Om dan keponakan, dan juga hubungan suami dan istri, sudahi semuanya." Tak terasa air mata Qiran menetes begitu saja.


Dalam hati ia tidak mau mengucapkan kata kata keramat itu, tapi entah mengapa hatinya tidak bisa menerima kebohongan yang Bimo lakukan, walaupun alasan Bimo melakukan semua itu karena niat baiknya menolong Maya.


Yang Qiran pikirkan bukan saat ini saja tapi ia juga memikirkan ke depannya, ia tidak mau hidup dalam bayang bayang Maya. Qiran yakin kalau Maya akan menghantui kehidupan mereka.


Bimo berdiri mendekati Qiran, Qiran mundur menjauh dari Bimo.


" Jangan dekati aku! Sekarang pergilah! Kau tidak punya tempat di hati ini lagi, bahkan di dalam hidupku sudah tidak menginginkan kamu lagi." Ucap Qiran.


" Mas akan pergi, kau bisa mengatakan apapun semaumu, dan jika kau berpikir semua yang Mas ucapkan adalah kebohongan itu hakmu yang jelas Mas sudah menjelaskan semua kebenarannya kepadamu, melihat sikapmu seperti ini Mas jadi sadar kalau Mas telah membuat dua kesalahan sekaligus, yaitu membohongimu dan membohongi Maya, jika kau bisa semarah dan se terluka ini itu berarti Maya juga akan lebih terluka, Mas akan menjelaskan semuanya pada Maya, Mas akan menyelesaikan masalah Mas dengan Maya, kau tenangkan dulu pikiranmu! Tapi jangan pernah berpikir Mas akan melepaskanmu, kau istriku dan selamanya akan menjadi istriku, walaupun kau memintaku seribu kali pun, MAS TIDAK AKAN MENCERAIKANMU! Mas mencintaimu bahkan sangat mencintaimu, Mas juga menyayangimu! Ingat itu!" Bimo keluar dari kamar Qiran.


Brak...


Qiran berjingkrak kaget saat Bimo menutup keras pintunya. Qiran terlentang di atas kasur menatap langit langit kamarnya.


" Aku juga tidak mau berpisah denganmu Mas, tapi entah kenapa hati ini begitu keras kepala tidak mau memaafkanmu begitu saja, aku tidak tahu jelas apakah ucapanmu itu dusta atau kebenaran, yang jelas hatiku terlanjur sakit, di awal menikah saja kau tega membohongiku apalagi setelahnya? Aku bahkan tidak bisa membayangkan apa yang akan kau lakukan kepada tante Maya, jika anak itu lahir aku yakin kau pasti akan menikahinya.. Ya Tuhan... Pikiranku sangat kacau saat ini, aku tidak bisa berpikir jernih, yang ada hanya amarah saja." Qiran memejamkan matanya.


Jangan lupa like koment vote dan hadiahnya ya biar Bimo semangat mengejar maaf dari Qiran.


Terima kasih untuk readers yang selalu mensuport author semoga sehat selalu...


Miss U All...


TBC....

__ADS_1


__ADS_2