Pengkhianatanmu Kebahagiaan Untukku

Pengkhianatanmu Kebahagiaan Untukku
Seasons 2. 23 Gara Gara Satria


__ADS_3

Pagi ini nampak Qiran sedang sibuk dengan kompor dan peralatan lainnya. Ia memasak rica rica ayam super pedas. Dengan langkah pelan Bimo mendekatinya, tiba tiba..


Cup..


Bimo mengecup pipi Qiran, kali ini Qiran tidak kaget karena ia sudah tahu sebelumnya. Aroma maskulin Bimo tercium hidungnya.


" Mas kamu ih." Ucap Qiran.


" Mas kenapa sayang?" Bimo berkata dengan lembut.


" Selalu saja gangguin aku kalau lagi masak." Sahut Qiran.


" Itu aku lakukan karena kamu curang sayang, Mas belum di kasih ciuman semangat pagi kamu udah main pergi aja." Ujar Bimo duduk di kursi.


" Aku harus menyiapkan sarapan untukmu Mas, Mas ada meeting penting kan dengan client Mas, aku tidak mau kalau Mas sampai terlambat ataupun pergi dengan kelaparan." Sahut Qiran mematikan kompornya.


" Baiklah terima kasih atas perhatiannya istriku." Ucap Bimo.


" Sama sama suamiku." Sahut Qiran.


Qiran menyajikan masakannya di meja. Ia melayani Bimo dengan baik dengan mengambilkan makanan untuknya.


" Mau Mas suapi?" Bimo menyodorkan sesendok makanan ke mulut Qiran yang duduk di sampingnya.


Qiran tersenyum menerima suapan Bimo. Qiran memang berhasil menjadi istri yang baik dengan melayani Bimo dengan baik, namun kalau soal makan sepertinya ia belum terbiasa tanpa suapan Bimo.


Selesai makan Bimo pamit berangkat ke kantor.


" Mas berangkat dulu sayang." Pamit Bimo.


" Hati hati ya Mas!" Qiran mencium punggung tangan Bimo.


" Iya sayang." Bimo mengecup kening Qiran.


Qiran mengantar Bimo sampai ke mobilnya.


" Assalamu'alaikum." Ucap Bimo.


" Wa'alaikumsallam." Sahut Qiran.


Qiran masuk ke dalam rumah setelah mobil Bimo tidak terlihat lagi. Ia kembali ke kamarnya.


Drt... Drt...


Qiran mengambil ponselnya, ia segera mengangkat panggilannya.


" Halo Sat, ada apa?" Tanya Qiran.


" Qi, tolong gue! gue sedang di kejar kejar sama cewek tapi gue tidak menyukainya, bisakah lo ke cafe bersama gue dan mengaku sebagai pacar gue." Ujar Satria.


" Apa? Gila apa lo!" Umpat Qiran.


" Tolongin gue Qi... Please... Kali ini aja, dia nggak percaya kalau gue udah punya pacar, dia minta gue harus bisa bawa pacar gue ke hadapannya nanti, gue nggak mau cewek lainnya, gue mau sama lo aja, please ya..." Ujar Satria.


Qiran menimbang nimbang ajakan Satria.

__ADS_1


" Hah baiklah, kapan?" Ujar Qiran tidak tega.


" Nanti jam sembilan gue jemput lo." Ujar Satria.


" Ok." Qiran mematikan teleponnya.


Jam setengah sembilan Qiran bersiap menuju cafe. Dengan memakai gaun di bawah lutut dan high helss tujuh centi membuatnya nampak anggun.


Tak lama Satria menjemputnya, mereka menuju cafe xx yang lumayan jauh dari sana.


" Cafenya dekat kantor Mas Bimo, nanti aku pulangnya antar ke kantor Mas Bimo aja Sat." Ujar Qiran.


" Ok." Sahut Satria.


Sesampainya di cafe, Satria menggandeng tangan Qiran.


" Apaan sih! Nggak usah gandeng gandeng gitu donk! Kaya mau nyebrang jalan aja!" Qiran menepia tangan Satria.


" Saat ini kita sedang berperan sebagai kekasih Qi." Ucap Satria. Qiran menghela nafasnya.


Keduanya masuk ke dalam menghampiri meja nomer sembilan.


" Hai." Sapa Satria kepada gadis di depannya.


" Satria... " Ia melongo menatap Qiran.


" Sayang, kenalkan ini Fira. Gadis yang selalu mengejarku." Satria menatap Qiran.


" Hai aku Qiran, aku harap mulai saat ini kau tidak lagi mengganggu pacarku ya, jangan jadi pelakor! Masa cantik cantik mau jadi pelakor sih!" Ujar Qiran.


" Selama janur kuning belum melengkung, gue akan tetap mengejar Satria, gue akan rebut dia dari lo."


" Lo nggak bisa di kasih tahu baik baik ya, DIA PACAR GUE!!" Tekan Qiran beranjak dari kursinya.


Tiba tiba seseorang melewati Qiran.


Deg...


Jantung Qiran berdetak kencang saat melihat Bimo yang sedang menoleh ke arahnya.


" Ya Tuhan kenapa ada Mas Bimo di sini? Apa meetingnya di sini? Hadeuh mimpi apa gue semalam sampai apes gini, baru pura pura jadi pacar orang aja udah ketahuan." Batin Qiran.


" Fira ada apa sayang?" Tanya seorang pria yang bersama Bimo.


" Lihat Pa! Cewek ini merebut cowok yang aku sukai." Sahut Fira menatap pria itu yang ternyata papanya.


Tuan Malik menatap Qiran dengan seksama.


" Tuan Bimo, bukankah dia istri anda? Bagaimana dia bisa mempunyai kekasih lainnya?" Tuan Malik menatap Bimo.


Qiran melongo menatap Bimo.


" Apakah begini cara orang terhormat menjalin asmara? Atau istri anda juga ingin merasakan yang muda Tuan Bimo?" Tuan Malik tersenyum sinis.


Bimo menatap tajam ke arahnya.

__ADS_1


" Anda tidak bisa menghina istri saya Tuan Malik! Anda tidak tahu bagaimana terhormatnya istri saya, saya yakin istri saya melakukan semua ini karena ada alasannya...


" Ya, alasannya adalah karena dia bosan dengan pria tua sepertimu." Fira menunjuk wajah Bimo.


Qiran menangkap tangan Fira.


" Jangan berani mengangkat jarimu ke wajah suamiku! Kau mau tahu alasan aku melakukan ini?" Qiran menghentak kasar tangan Fira.


" Satria memintaku mengaku sebagai kekasihnya karena apa? Karena dia tidak tertarik dengan wanita gatel sepertimu, wanita tidak tahu diri dan tidak punya malu karena mengejar laki laki yang tidak tertarik padanya, kenapa? Kenapa kau terus mengejarnya? Apa karena tidak ada yang mau denganmu?".


"Jaga ucapan anda Nona!" Ucap Tuan Malik dengan nada tinggi.


" Jangan meninggikan suara anda di depan istri saya Tuan Malik!" Bentak Bimo membuat mereka menjadi pusat perhatian.


" Anda berani membentak saya?" Tuan Malik terpancing emosi.


Qiran menggenggam tangan Bimo.


" Kenapa suami saya tidak berani membentak anda Tuan? Memangnya siapa anda?" Qiran menatap Tuan Malik.


" Saya akan adukan sikap kalian berdua pada Tuan Erlan." Ancam Tuan Malik.


" Saya akan membatalkan kerja sama ini! Kami tidak rugi dengan batalnya kerja sama ini, kami bisa mencari client yang lainnya tapi anda tidak akan bisa mendapatkan kesempatan bekerja sama dengan perusahaan kami Tuan." Ucap Qiran.


" Memangnya siapa anda Nona? Siapa suami anda? Tidak ada yang bisa membatalkan kerja sama ini kecuali tuan Erlan." Sahut Tuan Malik.


" Kenapa tidak bisa? Saya wakil direktur utama dan akan menggantikan Tuan Erlangga menjadi direktur sebentar lagi, saya Qiran Sasmaya putri dari Tuan Erlangga." Ucap Qiran membuat Tuan Malik melongo.


" Ayo Mas kita pergi!" Qiran menggandeng Bimo meninggalkan mereka semua.


" Dasar cewek murahan!" Cebik Satria menyusul Qiran.


" Mas aku minta maaf! Karena aku Mas jadi mendapat hinaan dari mereka." Ucap Qiran.


Bimo diam tanpa menyahut ucapan Qiran.


" Mas jangan diam aja donk! Kalau mau marah, ya tinggal marah aja! Tapi jangan diam begini!" Ujar Qiran.


Mereka masuk ke mobil, Bimo segera melajukan mobilnya menuju kantornya.


" Mas, aku minta maaf! Jangan diam aja donk!" Ujar Qiran.


Bimo tidak bergeming ia fokus pada jalanan di depannya.


" Baiklah kalau ini maumu Mas." Ucap Qiran mengunci mulutnya.


Sampai di parkiran kantor, Bimo turun dari mobil masuk ke dalam. Qiran menyandarkan kepalanya pada sandaran jok. Ia memejamkan matanya memikirkan bagaimana cara membujuk Bimo agar tidak marah lagi.


Qiran tersenyum smirk saat mendapatkan ide yang menurutnya akan berhasil memporak porandakan ketenangan Bimo.


Rencana apa ya yang akan di lakukan Qiran?


Tekan like koment vote dan kasih 🌹yang banyak biar author makin semangat.


Terima kasih untuk readers yang selalu mensuport author semoga sehat selalu...

__ADS_1


Miss U All...


TBC....


__ADS_2