Pengkhianatanmu Kebahagiaan Untukku

Pengkhianatanmu Kebahagiaan Untukku
Seasons 2.40


__ADS_3

Lovely mengerjapkan matanya, ia menatap jam yang melingkar di tangannya.


" What? Jam tujuh?" Pekik Lovely.


" Sayang kau mengagetkan aku saja." Ucap William mengeratkan pelukannya.


" Liam aku harus segera pulang sebelum Sam mencariku." Ujar Lovely.


" Kenapa kamu selalu mencemaskan Sam Sam dan Sam terus, apa kamu tidak tahu kalau hatiku sakit mendengarnya sayang." Ucap William.


" Maafkan aku Liam! Bukan maksudku melukai hatimu tapi aku mohon mengertilah keadaanku saat ini! Aku tidak mau usahaku untuk membalas sakit hatiku sia sia Liam." Ujar Lovely.


" Baiklah sayang aku akan membiarkanmu pergi, tapi kasih ciuman untukku!" Ucap Liam.


Lovely membalikkan posisinya menghadap ke arah Liam. Ia memajukan wajahnya mencium bibir William. William menahan tengkuk Lovely memperdalam ciumannya. Suara decapan memenuhi kamar William.


Di rasa kehabisan nafas, William melepas pagutannya. Ia mengusap lembut bibir Lovely.


" Terima kasih sayang." Ucap William.


" Sama sama, aku pergi dulu!" Ucap Lovely.


Cup...


William mengecup kening Lovely.


" Hati hati! Kalau Sam curiga padamu segera telepon aku. Dan ingat jangan sampai kau menggunakan hatimu untuk sandiwara ini! Kau tahu benar apa yang bisa aku lakukan pada kalian berdua." Ucap William sedikit mengancam.


" Tenanglah sayang! Aku milikmu dan selamanya akan menjadi milikmu." Sahut Lovely yang di balas senyuman oleh William.


Lovely segera meninggalkan hotel itu, ia menaiki taksi untuk pulang ke rumah Sam.


Lima belas menit, Lovely sampai di rumah Sam. Ia segera masuk ke dalam, saat Lovely hendak menaiki tangga suara Sam menghentikan langkahnya.


" Darimana saja kamu?" Tanya Sam menghampiri Lovely.


" Aku dari rumah Mama, kenapa? Semalam kau menghilang dan aku sendirian di sana jadi aku pulang ke rumah Mama saja lalu menginap di sana." Kilah Lovely.


" Memangnya semalam kau kemana?" Tanya Lovely.


" Aku juga tidak tahu, pagi pagi tadi aku sudah ada di rumah, perasaanku waktu di pesta semalam mati lampu kan? Terus aku tidak ingat apa apa lagi. Apa kau tahu sesuatu?" Selidik Sam membuat jantung Lovely berpacu dengan cepat.


" Aku tidak tahu, tiba tiba lampunya padam dan pestanya di bubarkan." Sahut Lovely melirik Sam.


" Ah iya.... Sepertinya ada yang pingsan, mungkin kamu yang pingsan emalam makanya tuan William membawamu ke rumah." Ujar Lovely.

__ADS_1


" Mungkin." Sam menganggukkan kepalanya.


Lovely melanjutkan langkahnya menuju kamarnya. Sedangkan Sam menuju dapur untuk membuat secangkir kopi.


Sambil menyesap kopi ia mengingat kejadian semalam. Tatapan William kepada Lovely.


" Aku merasa kalau William menyukai Lovely, hah... Kenapa hatiku merasa terusik? Kenapa aku seperti tidak rela melihat ada yang menyukai Lovely, ada apa dengan hatiku sebenarnya? Apa aku menyukai Lovely? Apa aku sudah move on dari Qiran? Atau hanya perasaanku saja yang sedang tidak baik?" Tanya Sam pada dirinya sendiri.


Sam sedang bertanya tanya tentang perasaannya, sedangkan Lovely sedang menelepon William mengabarkan kalau Sam tidak mencurigainya.


Di tempat lain tepatnya di rumah Bimo, ia sedang bahagia menemani Bian di atas ranjangnya.


" Anak Papa udah besar ya, pipinya udah gembul, badannya montok gini, sehat sehat ya sayang." Ucap Bimo.


Babby Bian tersenyum sambil menggejolkan kakinya membuat Bimo ikut tersenyum.


" Duh senengnya anak Mama, lagi main apa sih sama Papa?" Quran menghampiri keduanya.


" Lagi main tebak tebakan Ma." Sahut Bimo menirukan suara anak kecil.


" Coba tebak, pagi ini Mama masak apa?" Tanya Qiran.


" Mama masak bening bayam, ayam goreng, tahu, ikan sama ati ampela." Jawab Bimo.


" Ih kok tahu sih." Ujar Qiran.


" Ya udah berhubung sarapannya udah siap, Mas makan dulu gih!" Ucap Qiran.


" Kita makan bareng aja." Ujar Bimo.


" Ya udah aku bawa ke sini aja makanannya." Ucap Qiran.


" Tidak usah! Biar Mas aja yang mengambilnya." Ucap Bimo keluar kamar menuju dapur.


Tak lama Bimo kembali dengan nampan berisi makanan untuk mereka berdua.


" Kok cuma sepiring Mas?" Tanya Qiran.


" Sepiring berdua lebih nikmat sayang, romantis juga." Sahut Bimo.


" Tau romantis sekarang." Goda Qiran.


" Dari dulu Mas selalu romantis sama kamu, cuma kamunya aja yang nggak peka sayang." Ujar Bimo.


Bimo makan sambil menyuapi Qiran. Mereka nampak bahagia dan harmonis seperti keluarga lainnya.

__ADS_1


Selesai makan mereka bermain dengan Bian. Keduanya tidak bosan mendengar celotehan Bian yang mulai aktif.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Tiga bulan telah berlalu hubungan Sam dan Lovely semakin dekat. Perasaan Sam semakin kuat kepada Lovely. Ia menyadari jika ia mencintai Lovely namun ia malu untuk mengungkapkannya.


Pagi ini Lovely sedang menyiapkan sarapan. Tidak henti hentinya Sam terus menatapnya.


" Kenapa menatapku seperti itu Sam? Apa ada yang aneh dengan diriku?" Tanya Lovely meletakkan makanan di depan Sam.


" Tidak! aku hanya sedang menyelami perasaanku saja."


Deg... Jantung Lovely berdetak sangat kencang. Ia memberanikan diri untuk menatap mata Sam.


" Perasaan? Perasaan yang bagaimana maksudmu?" Selidik Lovely.


" Bukan hal penting, sekarang mending makan biar kenyang, aku harus segera berangkat ke kantor karena ada meeting penting pagi ini. Oh ya doakan aku semoga aku berhasil memenangkan tender kali ini." Ujar Sam menyuapkan makanan ke dalam mulutnya.


" Siapa lawanmu?" Tanya Lovely.


" Tuan William Arganta." Sahut Sam membuat Lovely terkejut.


" Liam? Apa Liam akan melakukan ancamannya padaku? Ya Tuhan... Kenapa Liam bertindak sejauh ini sih." Gerutu Lovely dalam hatinya


Selama tiga bulan terakhir hubungan Lovely dengan William semakin jauh, karena Sam berusaha mendekatinya. Satu minggu yang lalu William menelepon Lovely lalu mengancam akan menghancurkan usaha Sam.


William tidak terima karena ia merasa Lovely telah kembali mencintai Sam, walaupun Lovely sudah menjelaskan alasannya tapi William tidak percaya padanya.


" Kenapa kau terlihat khawatir seperti itu? Apa ada yang kau sembunyikan dariku?" Tanya Sam.


" Tidak! Aku hanya khawatir kau tidak bisa mengalahkan tuan William, aku dengar dia orang yang kuat dan belum ada yang bisa mengalahkannya selama ini. Bahkan ayah Qiran saja sangat sulit mengalahkannya." Ujar Lovely.


" Kau benar, tapi doa istri untuk suaminya akan di kabulkan oleh Tuhan kan? Jadi berdoalah yang terbaik untukku." Sahut Sam.


" Aku akan berdoa untukmu." Sahut Lovely.


" Dan akan membantumu." Lanjut Lovely dalam hati.


Lovely memang ingin membalas sakit hatinya kepada Sam, namun ia tidak mau melibatkan kedua orang tua Sam di dalamnya. Jika William menghancurkan perusahaan Sam makan bukan hanya Sam yang akan menanggung akubatnya tapi juga kedua orang tuanya yang tidak tahu apa apa.


" Kau benar benar gila Liam.. Aku harus menghentikannya atau aku akan menjelaskan perbuatanku sendiri." Batin Lovely.


Jangan lupa like koment vote dan kasih 🌹 yang banyak buat author...


Terima kasih...

__ADS_1


Miss U All...


TBC


__ADS_2