Pengkhianatanmu Kebahagiaan Untukku

Pengkhianatanmu Kebahagiaan Untukku
Erlan menghilang


__ADS_3

Pagi ini Dera merasa sangat gelisah. Entah apa sebabnya ia tidak tahu. Ia berjalan mondar mandir di dalam kamar sambil menunggu Erlan yang sedang mandi.


Erlan yang baru keluar kamar mandi menghampirinya.


" Sayang kamu kenapa sih? Apa anak kita membuatmu tidak nyaman?" Erlan menangkup wajah Dera.


Grep....


Tiba tiba Dera memeluk Erlan dengan erat.


" Entah mengapa aku merasa takut kehilangan kamu Mas, aku merasa gelisah, hatiku rasanya tak karuan, entah mengapa aku merasa akan kehilangan kamu Mas, ku mohon jangan pergi! Tunda saja kunjunganmu ke proyek itu Mas, aku takut." Ucap Dera dalam pelukan Erlan.


" Sayang itu hanya perasaanmu saja, tidak ada hal buruk yang terjadi kepadaku, kau selalu mendoakan keselamatan ku kan? Dan yakinlah jika Tuhan akan selalu ada bersamaku sayang." Ucap Erlan mengelus punggung Dera.


" Dera.... Proyek ini sangat penting, separo atapnya ambruk mengenai pegawai ku, aku harus ke sana untuk melihatnya, aku harus memastikan jika para pegawai ku baik baik saja sayang, kau jangan khawatir aku akan hati hati ke sananya, aku juga akan segera kembali setelah aku memastikan jika para pegawai sudah di tangani dengan baik." Ujar Erlan.


Dera melepas pelukannya, ia menatap Erlan dengan penuh cinta.


" Tapi kau harus berjanji, setelah semuanya baik baik saja kau harus cepat kembali, atau aku ikut kamu saja Mas, jadi aku tidak kepikiran kamu di rumah." Ujar Dera.


" Lokasinya lumayan jauh sayang, aku tidak mau kalau sampai anak kita mengeluh kesakitan di dalam sini, berdoa saja semoga tidak terjadi apa apa denganku." Ucap Erlan.


" Apa bang Bimo tidak ikut bersamamu?" Tanya Dera.


" Bimo menggantikanku bertemu client penting dari Singapura sayang, sekarang bantu aku bersiap supaya aku bisa cepat pergi." Dera menatap Erlan dengan tajam.


" Kalau aku cepat pergi, maka aku akan cepat kembali sayang." Erlan mengelus kepala Dera.


Dera membantu Erlan bersiap, ia memakaikan dasi Erlan, namun karena tidak fokus alhasil ia harus mengulang sampai beberapa kali.


" Sini biar aku saja, kamu istirahatlah sayang! Jangan sampai kamu stress! Kasihan anak kita nanti, dia akan gelisah kalau mamanya juga gelisah." Ucap Erlan.


Erlan memakai dasinya sendiri, setelah itu keduanya turun untuk sarapan.


Dera melayani Erlan dengan baik.


" Mas kok tumben nggak di habisin makanannya?" Tanya Dera menatap Erlan.


" Aku sudah kenyang sayang, maaf ya aku membuang makanan yang sudah susah susah kamu buat." Ucap Erlan.


" Tidak masalah Mas, biarkan saja." Sahut Dera.


Erlan berlutut di depan Dera, ia mengelus perut rata Dera.

__ADS_1


" Sayangnya Papa... Papa berangkat kerja dulu ya, doakan Papa selamat sampai rumah nanti, kamu nggak boleh nakal di rumah! Kasihan Mama ya, kalau mau apa apa minta Om Bimo, pasti dia akan membelikannya." Ucap Erlan.


" Iya Pa, Papa hati hati ya, jangan ngebut! Kalau ada apa apa segera kabari Mama." Sahut Dera menirukan ucapan anak kecil.


" Aku berangkat dulu sayang."nErlan mencium kening Dera.


" Hati hati Mas!" Sahut Dera.


" Assalamu'alaikum." Ucap Erlan.


" Wa'alaikumsallam." Sahut Dera.


Dera mengantar kepergian Erlan sampai depan pintu. Setelah mobil Erlan tidak terlihat, Dera segera masuk ke dalam.


" Bi Sumi, aku ke kamar dulu ya." Ucap Dera.


" Iya Non." Sahut Bi Sumi.


Dera berjalan menuju kamarnya. Ia memainkan ponselnya sambil duduk bersandar pada head board.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Jam dinding menunjukkan tujuh malam, Dera sudah menunggu kepulangan Erlan sedari tadi. Namun Erlan belum juga kembali, Dera berkali kali mencoba meneleponnya namun tidak di angkat. Saat ini malah telepon Erlan tidak aktif.


" Mas kamu dimana?" Ucap Dera merasa cemas.


" Halo Nona selamat malam." Ucap Bimo.


" Malam Bang, Bang kenapa Mas Erlan belum juga kembali ya?"


" Apa? bos Erlan belum kembali?" Pekik Bimo memastikan.


" Iya Bang, padahal ini sudah malam, aku sangat khawatir Bang, terlebih perasaanku tidak enak, aku merasa Mas Erlan sedang dalam kesulitan." Ucap Dera.


" Tenanglah Nona! Saya akan mencari bos Erlan sampai ketemu, saya juga akan meminta bantuan anak buah bos Erlan yang lainnya." Ujar Bimo.


" Kabari aku segera jika sudah mendapat informasi Bang." Ujar Dera.


" Iya Nona." Bimo mematikan sambungan teleponnya.


Dera duduk di tepi ranjang dengan gelisah.


" Sayang... Berdoa untuk keselamatan Papa ya, semoga Papa baik baik saja di manapun Papamu berada." Ucap Dera mengelus perutnya.

__ADS_1


Dera membaringkan tubuhnya, ia memejamkan matanya sampai ia terlelap ke dalam mimpinya.


Sinar matahari masuk ke dalam kamar Dera melalui celah celah kamarnya. Suara ketukan pintu membuatnya bangun dari tidurnya.


" Apa itu mas Erlan ya? Kenapa baru pulang sekarang?" Gumam Dera.


Dera turun dari ranjang, ia membasuh mukanya lebih dulu lalu membuka pintu.


" Kenapa baru pulang.... " Dera menggantung ucapannya saat melihat bukan suaminya yang mengetuk pintu melainkan Bimo.


" Bang Bimo, gimana bang? Apa ada informasi mengenai Mas Erlan?" Tanya Dera menatap Bimo.


" Kalau saya lacak mobil bos masih ada di lokasi Nona, tapi setelah di cek anak buah saya, bos Erlan tidak ada di sana, kami juga belum tahu dimana keberadaan bos saat ini, ponsel dan dompetnya ada di mobilnya." Ucapan Bimo membuat dada Dera sesak.


" Ya Tuhan... Apa yang terjadi dengan Mas Erlan Bimo? Apakah ini jawaban dari kegelisahan ku kemarin? Aku sudah bilang sama Mas Erlan untuk tidak pergi, tapi dia bersikeras untuk tetap pergi, hiks... Bang Bimo cepat temukan Mas Erlan! Aku tidak mau dia kenapa napa Bang." Ucap Dera.


Tiba tiba tubuh Dera terhuyung ke belakang, beruntung Bimo segera menangkapnya.


" Tenanglah Nona!" Bimo menuntun Dera menuju ranjangnya.


" Kami akan mencari bos Erlan sampai ketemu, tapi untuk itu kau harus kuat Nona supaya aku bisa tenang meninggalkanmu, aku akan membawanya pulang secepat mungkin, aku tidak akan membiarkan bos Erlan dalam bahaya." Ucap Bimo.


" Hiks... Bagaimana jika Mas Erlan kenapa napa Bang? Bagaimana jika ada orang jahat yang sengaja menculiknya? Dia kan mantan gangster, siapa tahu musuh lamanya menjalankan balas dendam kepadanya kan?" Ujar Dera.


Bimo sedikit berpikir.


" Anda benar Nona, sekarang aku tahu dimana aku harus mencari bos Erlan, aku akan meminta semua anak buahku datang ke sana." Ucap Bimo tersenyum smirk.


" Rupanya kau mau bermain main dengan kami." Gumam Bimo.


" Segera temukan Mas Erlan Bang, aku mohon! Aku tidak mau kehilangannya." Ucap Dera.


" Baiklah Nona, anda tenang saja! Saya pergi dulu, saya janji saya akan pulang bersama bos Erlan apapun yang terjadi." Ucap Bimo meninggalkan kamar Dera.


" Semoga kau baik baik saja Mas." Ucap Dera.


Nah loh Erlan kemana nih?


Penasaran?


Jangan lupa tekan like koment vote dan hadiahnya biar author semangat ya...


Terima kasih untuk readers yang selalu mensuport author semoga sehat selalu...

__ADS_1


Miss U All...


TBC


__ADS_2