Pengkhianatanmu Kebahagiaan Untukku

Pengkhianatanmu Kebahagiaan Untukku
Malam Pengantin


__ADS_3

" Sayang jangan marah donk! Aku tidak tahu siapa yang mengundangnya ke sini, lagian aku tidak ada perasaan apa apa sama dia sayang." Erlan mondar mandir mengikuti kemanapun Dera pergi.


" Lalu kenapa kau diam saja saat dia menghinaku? Sebenarnya kamu masih ada rasa kan sama dia?" Dera menata pakaiannya di dalam almari Erlan.


" Tidak sayang.... Sejak dia menolakku, aku sudah menghapus perasaanku padanya, saat ini dan seterusnya aku hanya mencintaimu, kamu seorang sayang tidak ada wanita yang lain, percayalah." Sahut Erlan.


" Sayang ini malam pertama kita, jangan hancurkan mimpiku untuk melewati malam indah bersamamu! Maafkan aku ya, aku tadi diam saja karena aku tahu kau bisa menghadapinya, aku ingin dia tahu siapa wanita yang aku cintai, wanita tangguh dan baik hati, tidak manja sepertinya." Ujar Erlan.


Dera menatap Erlan begitupun sebaliknya.


" Apa kau mengatakan yang sebenarnya? Kau tidak berbohong padaku?" Selidik Dera.


" Tidak sayang, aku berani bersumpah kepadamu." Sahut Erlan.


" Baiklah aku memaafkanmu." Ucap Dera.


" Terima kasih sayang." Erlan memeluk Dera.


Erlan menuntun Dera ke ranjangnya. Ia mendorong pelan tubuh Dera, lalu menindihnya.


" Mas... "


" Kenapa? Kau milikku malam ini sayang." Erlan mengelus pipi Dera.


Erlan mengecup pipi Dera, bibir, lalu keningnya. Erlan kembali menatap Dera dengan tatapan yang mendamba.


Erlan mencium bibir Dera dengan lembut, Dera mengalungkan tangannya ke leher Erlan. Dera juga membalas ciuman Erlan. Keduanya saling bertukar saliva. Suara decapan memenuhi ruangan kamar mereka. Kamar yang sudah di hias seindah mungkin.


Tangan Erlan mulai berkelana menyusuri setiap jengkal tubuh Dera. Ia mulai bermain main di area yang akan menjadi kesukaannya.


Ciuman Erlan turun ke leher, ia membuat beberapa tanda merah ke abuan di sana.


" Shh." Dera mendesis membuat gairah Erlan semakin membara.


Entah siapa yang memulai kini keduanya sudah sama sama polos, hanya tertutup selimut saja.


" Aku mulai ya." Lirih Erlan.


" Mas aku takut kamu kecewa." Ujar Dera.


" Memangnya kenapa aku harus kecewa?" Erlan menatap Dera.


" Karena kamu bukan yang pertama Mas." Sahut Dera.


" Aku lebih bahagia jadi yang terakhir dari pada yang pertama, apa aku sudah boleh memulainya?" Tanya Erlan.


Dera menganggukkan kepalanya.


Dengan semangat empat lima Erlan memasukkan anak anaconda ke dalam kandangnya. Ia cukup kesulitan untuk masuk ke dalam tapi setelah tiga kali percobaan akhirnya anak anaconda masuk dengan sempurna.


Erlan memulai permainannya dengan sangat lembut membuat Dera terbuai dan menggeliyat seperti cacing kepanasan. Keringat mengucur di sekujur tubuh keduanya. Dinginnya AC tidak mampu mendinginkan tubuh mereka yang di bakar gelora api asmara.


" Shhh Masss." Desis Dera mencengkram sprei.


" Iya sayang." Lirih Erlan.

__ADS_1


Keduanya sama sama saling menikmati indahnya surga dunia untuk mencapai nirwana bersama. Erlan benar benar memanjakan Dera dengan penuh kelembutan.


Setelah hampir dua jam lamanya, Erlan mengakhiri permainannya.


Cup...


Erlan mengecup kening Dera.


" Terima kasih sayang." Ucap Erlan.


" Iya Mas." Sahut Dera.


Erlan tumbang di samping Dera. Ia memeluk Dera dari belakang mengistirahatkan tubuhnya.


Jam empat pagi, Erlan terbangun dari tidurnya. Ia menatap wajah Dera sambil tersenyum. Mengingat kegiatan panasnya membuat anak anavondanya tegak lagi.


" Sayang." Erlan mengguncang pelan bahu Dera.


" Engh.... Ada apa mas?" Dera membuka matanya.


" Ingin lagi." Ucap Erlan.


" Lakukan saja!" Sahut Dera.


Erlan kembali menghujani Dera dengan kenikmatan hingga beberapa kali. Bahkan Dera sampai kewalahan mengimbangi permainan Erlan.


Setelah mencapai puncaknya, keduanya mandi bersama di bawah guyuran shower.


...----------------...


Saat ini Dera dan Erlan sedang sarapan bersama di meja makan.


" Mas." Dera menatap Erlan begitupun sebaliknya.


" Ya." Sahut Erlan.


" E... Aku mendapat telepon dari polisi penjara, katanya Mas Revan sakit, apa aku boleh menjenguknya?" Tanya Dera hati hati.


Klutik....


Erlan meletakkan sendoknya. Nafsu makannya hilang begitu saja saat mendengar Dera yang masih mempedulikan mantan suaminya.


" Kenapa kamu masih peduli dengannya? Apa masih ada sisa sisa cinta di sudut hatimu untuknya?" Selidik Erlan menatap tajam ke arah Dera.


" Bukan begitu Mas, aku hanya kasihan saja dengannya." Ujar Dera.


" Mana sikap tegasmu yang memilih meninggalkan dia karena pengkhianatannya, jangan jadikan rasa kasihan membuatmu dekat dengannya, kau tidak perlu ke sana aku akan mengirim perawat untuknya, uangku cukup untuk menggaji nya tapi aku tidak mau istriku merawat pria lain apalagi mantan suaminya." Erlan pergi meninggalkan Dera dengan kesal. Ia cemburu dengan Revan.


Dera segera mengejarnya.


" Mas tunggu!" Dera mencekal tangan Erlan.


" Maafkan aku, aku hanya sedang meminta ijinmu saja, kalau kau tidak mengijinkan aku tidak akan pergi." Ucap Dera menatap Erlan.


Erlan mbuang mukanya.

__ADS_1


" Terserah kau saja! Kalau kau mau pergi tinggal pergi saja, aku tidak akan melarangmu." Erlan melanjutkan langkahnya.


" Hah mati aku! Kenapa aku malah cari masalah, aku harus menenangkannya kalau tidak dia akan ngamuk dan menghancurkan seisi kamar." Ujar Dera.


Dera berlari menaiki anak tangga menuju kamarnya. Ia menghampiri Erlan yang sedang melepas jasnya.


" Mas jangan marah donk! Maafkan aku, aku berjanji tidak akan peduli lagi sama Mas Revan apapun yang terjadi, tapi please! Jangan marah ya, aku tidak suka kalau kamu marah kepadaku." Ujar Dera mengatupkan tangannya.


" Kau membuat moodku hancur." Ucap Erlan.


" Aku minta maaf." Ucap Dera.


" Aku saja selalu memaafkan apapun kesalahanmu, giliran aku yang berbuat salah kau tidak mau memaafkanku, itu tidak adil namanya." Dera duduk di tepi ranjang sambil cemberut.


Erlan mendekati Dera.


" Aku akan memaafkanmu asalkan kau membuat junior ku senang." Ucap Erlan membuat Dera membulatkan matanya.


" Bagaimana aku melakukannya?" Tanya Dera.


" Kau ini polos sekali, kali ini kau yang harus memimpin permainan ini." Ucap Erlan.


" Kau kan harus ke kantor Mas." Ujar Dera.


" Aku tidak semangat lagi buat ke kantor, aku mau mencetak Erlan junior daja bersamamu di sini." Sahut Erlan.


" Tapi Mas badanku saja masih pegal semua." Ujar Dera.


" Makanya kamu harus membiasakannya biar badanmu terlatih dan nggak akan sakit lagi, mau lakukan atau aku tidak akan memaafkanmu." Ancam Erlan.


" Baiklah akan aku lakukan sesuai keinginanmu." Ucap Dera mengalah.


" Kalau begitu lakukan sekarang!" Ucap Erlan berbaring di atas ranjang.


Dera menatapnya sambil sedikit berpikir.


" Tunggu apalagi sayang, ayo segera lakukan! Aku sudah siap ini." Ujar Erlan.


" Bagaimana caranya aku melakukannya Mas?" Dera menggaruk kepalanya.


" Turuti saja nalurimu sayang." Sahut Erlan.


Kali ini Dera lah yang memanjakan Erlan. Keduanya saling merasakan kebahagiaan yang tiada tara.


Tidak mau terus terusan di kuasai oleh Dera, Erlan membalikkan posisinya. Erlan kembali menghujani Dera kenikmatan dengan penuh kasih sayang.


Erlan merebahkan tubuhnya di samping Dera.


" Semoga dia segera hadir di sini sayang." Erlan mengelus perut Dera.


" Semoga saja Mas." Sahut Dera.


Erlan kembali memeluk Dera dengan penuh kasih sayang.


TBC.....

__ADS_1


__ADS_2