Pengkhianatanmu Kebahagiaan Untukku

Pengkhianatanmu Kebahagiaan Untukku
Seasons 2. 26 Hukuman Dari Bimo


__ADS_3

Sesampainya di rumah Qiran dan Bimo masuk ke dalam kamar.


" Mas aku minta maaf! Gara gara aku Mas jadi mendapat hinaan seperti tadi." Ucap Qiran duduk di tepi ranjang.


" Bukan salahmu sayang! Kenapa kamu tidak bilang kalau aku bukan om kandung kamu kepada mereka? Dengan begitu mereka tidak akan berpikiran buruk kepadamu sayang." Ujar Bimo menatap Qiran.


" Sama aja Mas! Orang yang sudah memiliki asumsi sendiri akan sangat sulit untuk membuatnya mengartikan, jadi biarin aja. Aku mah bodo' amat mereka mau berpikir gimana, aku nggak mau pusing ngurusin hal nggak penting Mas." Sahut Qiran.


" Ada yang ingin Mas tanyakan sama kamu." Bimo duduk di samping Qiran.


" Apa itu Mas?" Tanya Qiran menatap Bimo.


" Sebenarnya siapa Gio?" Selidik Bimo


Qiran memutuskan tatapannya lebih dulu. Ia membuang mukanya tidak berani menatap Bimo.


" Katakan siapa dia sayang!" Selidik Bimo.


" Dia.... Dia... " Qiran menjeda ucapannya.


" Siapa dia Qiran." Tekan Bimo.


" Dia pacarku dulu!" Sahut Qiran lirih.


" Apa?" Pekik Bimo refleks langsung berdiri.


" Bagaimana bisa kamu pacaran tanpa sepengetahuan Mas? Padahal selama ini Mas selalu memantaumu sayang, dimana kami, bagaimana sikapmu di sekolah, dan dengan siapa saja kau bergaul, tapi kenapa kau pacaran aku tidak tahu? Hah bisa bisanya Mas kecolongan seperti ini." Ujar Bimo menyugar kasar rambutnya.


" Maaf Mas! Aku memang diam diam pacaran sama dia." Ucap Qiran.


" Sama siapa lagi kamu pernah pacaran? Apa yang kamu lakukan saat pacaran? apa kamu juga berciuman seperti tadi? Atau kau berpegangan tangan? Atau bagaimana?" Bimo memberikan pertanyaan beruntun.


" Tidak Mas!" Qiran menatap Bimo.


" Aku hanya pacaran sama dia doank, aku juga tidak ngapa ngapain kok, mana bisa ciuman seperti tadi orang aku dulu masih kecil ya belum tahu lah sama yang namanya ciuman, pegangan tangan juga enggak orang cuma pacaran satu bulan aja." Ucap Qiran.


" Lagian mau ciuman gimana coba? Kalau aku punya body guard yang selalu siap siaga. Dia bagaikan seekor anjing pelacak yang siap menemukan mangsanya dimana saja, aku saja sampai tidak bisa berkutik." Ujar Qiran.


" Kamu samakan Mas dengan anjing pelacak? Astaga... Istriku yang cantik ini menyamakan suaminya dengan seekor anjing. Bagaimana aku harus bersikap? Hukuman apa yang harus Mas berikan padamu saat ini sayang?" Bimo mengelus pipi Qiran.


" Tidak ada hukuman apa apa Mas, Maafkan aku! Itu hanya ibarat kata saja." Sahut Qiran.


" Tidak bisa sayang, kau harus di hukum karena dua kesalahan. Pertama kamu pacaran diam diam, dan yang kedua kamu samakan Mas dengan anjing pelacak." Ujar Bimo.


" Kalau waktu pacaran seharusnya yang menghukum papa bukan Mas. Aku nggak terima." Ucap Qiran.


" Papamu sudah menyerahkan tanggung jawab sepenuhnya kepada Mas sayang. Jadi malam ini Mas akan menghukummu dengan.... " Bimo menjeda ucapannya.


Qiran menatap Bimo, tiba tiba Bimo mendorong tubuhnya lalu menindih nya.


" Mas akan menghukummu dengan kasih sayang supaya kau terus meneriakkan nama Mas." Ujar Bimo.


Tanpa mwmbuang waktu Bimo mencium bibir Qiran dengan lembut membuat Qiran membuka sedikit mulutnya. Ia menahan tengkuk Qiran untuk memperdalam ciumannya. Keduanya saling bertukar saliva menikmati sensasi aneh yang menjalar dalam tubuhnya.

__ADS_1


Tangan Bimo bergerilnya kemana mana sampai menemukan area favoritenya. Ia meremas salah satu gunung kembar milik Qiran membuat sang empu mendesis.


Dengan perlahan ia membuka satu persatu kain yang menempel pada tubuhnya dan Qiran tanpa Qiran sadari. Kini keduanya sama sama polos. Bimo memberikan foreplay yang membuat Qiran benar benar mabuk kepayang.


" Mas datang sayang." Lirih Bimo dengan suara seraknya.


Qiran menganggukkan kepalanya.


Bimo segera mengarahkan senjatanya pada targetnya hingga menembak sempurna. Ia memulai permainan dengan penuh kelembutan. Suara des"h"n dan erangan memenuhi kamar mereka hingga satu jam lamanya.


Setelah mencapai puncak, Bimo tumbang di samping Qiran.


" Terima kasih sayang." Bimo memeluk Qiran.


" Iya Mas." Sahut Qiran.


" Sekarang tidurlah! Semoga bangun besok kau sudah fresh lagi." Ujar Bimo.


Qiran menganggukkan kepalanya. Keduanya menuju alam mimpi.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Selesai sarapan Bimo berpamitan berangkat ke kantor. Qiran kembali masuk ke dalam. Ponselnya berdering tanda panggilan masuk. Ia segera mengangkatnya setelah tahu Abrisam yang menelepon.


" Halo Sam." Sapa Qiran.


" Halo Qi, gimana kabarmu?" Tanya Sam di seberang sana.


" Aku baik, kamu sama om dan tante gimana kabarnya?" Qiran bertanya balik.


" Apaan sih Sam." Sahut Qiran.


" Iya aku jujur lhoh."


Keduanya mengobrol sampai jam sembilan pagi. Setelah itu Qiran bersiap menuju rumah orang tuanya. Saat ia membuka pintu...


" Kamu." Qiran menunjuk Fira.


" Ya, bolehkah aku masuk?" Fira menatap Qiran.


" Ok silahkan masuk!" Qiran menuju ruang tamu. Keduanya duduk di sofa.


" Ada apa kamu kemari?" Tanya Qiran.


" Aku ingin minta maaf sama kamu, aku ingin kamu meminta papamu untuk tetap bekerja sama dengan perusahaan papaku. Aku mohon Qiran! Aku tidak mau sampai perusahaan papaku bangkrut, banyak karyawan bergantung pada perusahaan papaku, kalau kamu tidak kasihan sama aku atau keluargaku maka kasihanilah nasib mereka Qiran, aku mohon bantuanmu! Demi ribuan karyawan di perusahaan papaku." Fira mengatupkan kedua tangannya di depan dadanya.


" Maaf aku tidak bisa, itu bukan urusanku! Mending papamu sendiri uang menemui papaku dan meminta semua ini padanya." Sahut Qiran.


" Qiran aku mohon! Tolonglah! Kerja sama ini sangat berarti bagi perusahaan papaku, kalau kerja sama ini sampai batal itu sangat berpengaruh pada kehidupan karyawan kami. Mengertilah Qiran, ppaku sudah menemui papamu tapi papamu menolak karwna ini keputusanmu. Papamu akan melanjutkan kerja samanya kalau kau yang memintanya, aku mohon padamu Qiran!" Ujar Fira.


" Baiklah akan aku bicarakan pada papaku, sekarang kau boleh pergi karena aku ada urusan lain." Ujar Qiran.


" Terima kasih Qiran." Ucap Fira meninggalkan rumah Qiran.

__ADS_1


Qiran melajukan mobilnya menuju rumah Dera. Lima belas menit Qiran sampai di sana. Ia langsung masuk ke dalam.


" Assalamu'alaikum Ma." Teriak Qiran.


" Wa'alaikumsallam sayang." Sahut Dera menghampiri Qiran.


Qiran menyalami mamanya dengan takzim.


" Bagaimana kabarmu sayang?" Tanya Dera


" Aku baik baik saja Ma." Sahut Qiran.


" Tumben ke sini, pasti ada maunya." Ujar Dera menuntun Qiran ke sofa.


" Mama tahu aja." Sahut Qiran sambil nyengir kuda.


" Apa yang kau inginkan sayang?" Tanya Dera.


" Aku mau minta Mama mengajariku memasak lagi, kita memasak yang enak enak ya Ma." Ujar Qiran.


" Kamu ini makanan aja pikirannya." Dera mengelus kepala putrinya.


" Ayolah Ma!" Ajak Qiran.


" Baik sayang." Sahut Dera.


Keduanya menuju dapur menyiapkan bahan bahan yang akan di masak oleh Qiran.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di ruangan Erlan, Bimo duduk di sofa.


" Bos aku mau memberi gebrakan pada perusahaan Gio" Ucap Bimo.


" Gio? Gionino Davidson maksudmu?" Erlan menatap Bimo.


" Iya bos, dia mengganggu princess semalam, dan aku tidak terima princess di perlakukan seperti itu." Ujar Bimo.


" Aku lihat lihat sekarang kau jadi ambisius membuat perusahaan lainnya bangkrut, kau benar benar di butakan oleh cinta." Ujar Erlan.


" Aku akan memberikan pelajaran pada orang yang telah mengganggu princess bos, anak ingusan mencoba membuat masalah denganku." Ujar Bimo.


" Baiklah terserah kau saja, aku tidak ikutan soal ini menantuku sayang." Ujar Erlan terkekeh.


" Apaan sih bos." Ujar Bimo malu malu mendengar Erlan menyebutnya sebagai menantu.


Jangan lupa tekan like untuk mendukung karya author...


Terima kasih untuk readers yang telah memberikan dukungan kepada author, semoga sehat selalu...


Miss U All...


TBC....

__ADS_1


Yang suka perselingkuhan author persembahkan karya baru author untuk kalian... Baca dan dukung juga ya...



__ADS_2