Pengkhianatanmu Kebahagiaan Untukku

Pengkhianatanmu Kebahagiaan Untukku
Seasons 2. 35 Pernikahan Sam & Lovely


__ADS_3

Di dalam sebuah ballroom hotel ternama di kota ini, nampak kedua mempelai sedang duduk di depan pak penghulu dan kedua saksi. Acara sakral saling mengucap janji suci telah di laksanakan dengan khidmat.


Dengan sekali tarikan Sam telah berhasil menjadikan Lovely sebagai istrinya. Para tamu undangan saling mengucap syukur dan memberikan doa terbaik untuk keduanya.


" Sam senyum donk! Setidaknya tunjukkan pada mereka kalau kita bahagia. Jangan sampai mereka menghina keluarga kita hanya karena senyumanmu yang mahal itu." Bisik Lovely ke telinga Sam.


Sam mengembangkan senyumnya membenarkan ucapan Lovely. Ia paling tidak terima jika keluarganya di hina.


Lovely mencium punggung tangan Sam sedangkan Sam mencium kening Lovely dengan terpaksa. Tepuk tangan mengiringi kebahagiaan mereka semua.


Sam menatap Qiran yang duduk di kursi tamu undangan tanpa berkedip. Lovely menyadari itu.


" Sepertinya ada yang aneh dengan tatapan Sam, apa benar dugaanku kalau Sam mencintai Qiran? Tapi kenapa Qiran tidak menjawab pertanyaanku dengan jujur? Atau dia tidak tahu kalau Sam mencintainya?" Tanya Lovely dalam hatinya.


Setelah menandatangani akta nikah, kedua mempelai duduk di kursi pelaminan dimana para tamu undangan mengucapkan selamat secara bergantian. Sampai tiba giliran Qiran dan Bimo.


" Selamat Sam, semoga berbahagia dan segera di beri momongan." Ucap Qiran.


" Hmmm." Gumam Sam.


" Selamat Ly, semoga bahagia." Qiran memeluk Lovely.


" Terima kasih Qi." Ucap Lovely.


Selesai resepsi Sam dan Lovely masuk ke kamar pengantin. Lovely segera membuka semua assesorisnya lalu mandi, sedangkan Sam duduk di ranjang sambil memainkan ponselnya.


Lima belas menit kemudian Lovely keluar dari kamar mandi. Sam menoleh ke arahnya dan..


Glek...


Sam menelan kasar salivanya saat melihat Lovely yang hanya memakai handuk sebatas dada sampai pahanya saja. Kulit putih mukus terpapang jelas di sana.


" Sam.. Lap encesmu itu!" Lovely menunjuk mulut Sam.


Sam mengelap mulutnya sendiri membuat Lovely tertawa.


" Ha ha ha kena prank lo Sam." Kekeh Lovely.


" Sialan lo Ly!" Cebik Sam masuk ke kamar mandi.


" Eh mau kemana lo? Sini lihat gue!" Teriak Lovely.


Brak..


Sam menutup kasar pintunya.


" Hah bisa bisanya gue terpesona sama tubuhnya yang jelek itu." Sam menyentuh dadanya.


" Eh tapi ternyata tubuhnya bagus juga, kulitnya putih mulus dan.... Eh apa apaan sih aku ini." Monolog Sam.

__ADS_1


Sam segera mandi meredakan sesuatu yang menegang di bawah sana. Selesai mandi ia keluar tiba tiba...


" Astaga... Apalagi ini Tuhan... " Gumam Sam.


Bagaimana tidak? Saat ini Lovely sedang duduk di atas ranjang dengan pose menggairahkan. Dan jangan lupakan lingerie seksi berwarna hitam membuat tubuh putihnya terekspos dengan jelas.


" Kenapa berpakaian seperti itu? Apa kau berharap aku mau menyentuhmu? Jangan berharap akan hal itu Lovely!" Sam mencoba menatap Lovely dan bersikap. setenang mungkin.


" Kenapa aku tidak boleh berharap? Aku hanya berusaha biar Tuhan yang menentukannya." Sahut Lovely membuat Sam frustasi.


" Kau benar benar tidak tahu malu." Cibir Sam.


" Kenapa aku harus malu? Kamu suamiku dan aku istrimu. Jadi sah sah saja donk dengan apa yang aku lakukan ini." Lagi lagi Lovely membalas ucapan Sam dengan baik.


" Kau tahu aku tidak mencintaimu, lalu untuk apa kau melakukan semua ini? Kau merendahkan harga dirimu saja di depanku."


Deg...


Ucapan Sam melukai hati Lovely. Namun Lovely mencoba untuk tidak terpancing emosi.


" Benarkah begitu?" Tanya Lovely mendekati Sam.


Ia mengalungkan tangannya ke leher Sam dan menatap mata Sam dengan tajam.


" Ma.. Mau apa kau?" Tanya Sam terlihat gugup.


" Mau apapun aku kau tidak boleh melarangnya! Semua yang ada padamu adalah milikku." Ucap Lovely mengelus pipi Sam membuat tubuh Sam meremang.


Cup...


Lovely mengecup bibir Sam sedikit lama.


" Bagaimana kalau ini? Apa masih tidak ada reaksi apapun?" Tanya Lovely.


Sam kembali menggelengkan kepalanya.


Lovely menangkup wajah Sam lalu ia mencium bibir Sam dengan lembut. Mata Sam membola mengetahui sikap Lovely yang menurutnya terlalu nekat.


Lovely ******* bibir Sam namun Sam sama sekali tidak membalasnya. Walaupun niat hati ingin mengambil alih peran tapi sekuat tenaga Sam menahannya. Ia ingin membuktikan kalau sentuhan Lovely tidak berpengaruh untuknya.


Setelah merasa kehabisan nafas, Lovely melepas pagutannya. Ia menatap Sam yang saat ini sedang menatapnya.


" Apa ciumanku juga tidak membuat tubuhmu bereaksi?" Tanya Lovely memastikan.


" Tidak!" Sam menggelengkan kepalanya.


Sebenarnya ia menginginkan hal yang lebih dari ini tapi ia malu untuk mengakuinya.


" Aku tidak menyangka kalau kau kuat menahan godaan sebesar ini. Aku jadi tidak perlu takut kau berpaling dariku." Ucap Lovely berbaring di tempat tidur.

__ADS_1


Sam melongo menatap Lovely yang bergelung di balik selimut.


" Beginikah rasanya di tinggal pas lagi tegang tegangnya?" Batin Sam merutuki nasibnya.


Sam berbaring di sofa memejamkan matanya. Bayangan tubuh Lovely menari nari di kepalanya.


" Ah sial!" Umpat Sam mengacak rambutnya kasar.


Lovely yang mendengarnya tersenyum di balik selimut.


" Lo nggak suka kan sama gue? Gue mau lihat sampai kapan lo bisa nolak pesona gue Sam. Kalau lo tetap bersikeras dengan sikap egois lo, lo bakal tahu bagaimana rasanya kehilangan gue." Batin Lovely tersenyum smirk.


Di saat Sam sedang bertarung dengan perasaannya sendiri, tiba tiba Lovely lewat di depannya dengan santai tanpa berdosa sedikit pun.


Sam memejamkan matanya membuat Lovely semakin ingin menggodanya. Ia menghampiri Sam lalu membungkukkan badannya ke arah Sam hingga menampakkan buah dadanya yang sangat menggoda iman.


Sam membuka matanya...


" Astaga! Lovely! Kau mengagetkan ku saja." Ucap Sam.


Jantung Sam berdetak dengan sangat cepat. Bagian bawahnya meronta tinta minta di puaskan.


" Ya Tuhan cobaan apa lagi ini? Baru beberapa jam menjadi suaminya sudah di buat sport jantung berkali kali. Bisa bisa gue nggak bisa nahan iman nih." Batin Sam.


" Kenapa Sam?" Tanya Lovely mengelus pipi Sam.


" Gue jijik dengan cara lo yang seperti ini Ly, lo seperti ******* di luar sana yang sedang menggoda pelanggannya." Ucap Sam menatap sinis ke arah Lovely.


Deg...


Hati Lovely terasa mencelos. Ia di samakan dengan jal*ng yang menjajakan tubuhnya. Namun ucapan Sam tidak membuat Lovely gentar. Ia justru semakin ingin menggoda Sam.


" Kalau lo menyamakan gue dengan jal*ng, maka gue juga menyamakan lo dengan pria hidung belang. Biasanya pria itu akan tertarik dan langsung memangsa si jal*ng. Apa kau tidak mau melakukan itu?" Tanya Lovely duduk di pangkuan Sam.


" Aku tidak sudi menyentuh tubuh wanita murahan sepertimu!" Bentak Sam mendorong tubuh Lovely hingga terjatuh di lantai.


" Awh." Pekik Lovely.


Lovely menatap tajam ke arah Sam.


" Lo akan membayar mahal semua ini Sam, lo tidak tahu saja niatku menikahimu. Gue tunggu saat lo memohon mohon cinta sama gue, di saat itu lo akan merasakan bagaimana rasanya tidak di anggap." Batin Lovely kembali ke ranjangnya.


Hayo kenapa nih Lovely menikahi Sam?


Jangan lupa selalu tinggalkan jejak positif sebelum meninggalkan part ini ya...


Terima kasih....


Miss U All...

__ADS_1


TBC...


__ADS_2