
Hari ini Erlan di perbolehkan pulang ke rumah. Dengan di bantu Bimo, Erlan duduk bersandar di atas ranjang.
" Terima kasih Bang." Ucap Dera.
" Sama sama Nona." Sahut Bimo.
" Tolong minta bi Sumi memasakkan makan siang buat aku dan Mas Erlan ya Bang, kamu juga boleh request mau makan apa." Ucap Dera.
" Baik Nona, kalau begitu saya permisi dulu." Ucap Bimo meninggalkan kamar Erlan.
Dera menganggukkan kepalanya.
" Sayang tolong ambilkan laptopku, aku mau mengecek laporan keuangan bulan ini." Ujar Erlan.
" Mas kamu lagi sakit, nggak usah memikirkan pekerjaan dulu, lagian semua pasti sudah di bereskan sama bang Bimo, kamu istirahat aja ya." Dera menyelimuti Erlan.
" Tapi sayang sudah enam bulan lebih...
" Stt, diam! Dan tidurlah!" Sahut Dera memotong ucapan Erlan.
" Baiklah sayangku." Sahut Erlan mengalah.
...****************...
Revan baru saja keluar rumahnya, ia hendak ke rumah Erlan untuk menanyakan pekerjaannya sebagai satpam. Tanpa sengaja ia berpapasan dengan Aulia yang hendak pergi bekerja.
" Pagi Mas." Sapa Aulia.
" Pagi, mau kemana pagi pagi gini?" Tanya Revan menatap Aulia.
Celana panjang levis dan baju kelelawar serta pashmina yang menutupi kepalanya membuatnya nampak begitu cantik di mata Revan.
" Saya mau bekerja Mas." Sahut Aulia.
" Memangnya kamu kerja dimana?" Revan bertanya lagi.
" Resto xx itu milikku, tapi aku sendiri yang menjadi cokki di sana, kapan kapan mampir ke sana ya Mas, biar bisa menikmati masakanku." Ujar Aulia.
" Hmm." Gumam Revan.
" Ya sudah saya berangkat dulu Mas, assalamu'alaikum." Ucap Aulia.
" Wa'alaikum sallam." Sahut Revan menatap kepergian Aulia.
Aulia masuk ke dalam mobilnya, lalu ia melajukan mobilnya menuju resto tempatnya bekerja.
" Benar benar istri idaman, dia mirip seperti Dera.... Astaga kenapa aku ini? Aku nggak boleh jatuh cinta padanya, aku takut akan melukainya seperti aku melukai Dera." Monolog Revan.
" Sadar Revan... Siapa kamu saat ini? Mending kerja cari duit yang banyak biar punya rumah sendiri, mau kawin lagi kok belum punya rumah, entar taruh dimana anak sama istriku? Ayo semangat bekerja demi masa depan." Ucap Revan menyemangati diri sendiri.
Revan segera pergi ke rumah Erlan sekalian mau menjenguk Erlan yang baru pulang dari rumah sakit.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Malam hari Revan bari pulang dari rumah Erlan. Saat ia hendak masuk ke rumah, tiba tiba ia mendengar suara orang berteriak.
" Aulia." Gumam Revan.
__ADS_1
Revan langsung masuk ke dalam rumah Aulia.
" Aulia." Panggil Revan.
" A.... Tolong." Teriak Aulia dari dalam kamar mandi.
Tanpa pikir panjang Revan segera mendobrak pintu kamar mandi.
Brak.....
Glek....
Revan menelan kasar salivanya saat melihat Aulia yang hanya mengenakan handuk saja.
" Mas Revan tolong aku! Hiks... Aku takut." Aulia memeluk Revan dengan erat.
Deg....
Tubuh Revan mematung sejenak, ia lalu membalas pelukan Aulia.
" Tenang Aulia! Katakan padaku ada apa sebenarnya? Kenapa kamu berteriak seperti itu." Ucap Revan.
" U... Ulat bulu... Ada ulat bulu besar sekali berwarna hitam di balik pintu." Ucap Aulia.
" Apa?" Pekik Revan melepas pelukannya.
" Kamu berteriak histeris meminta tolong hanya karena ulat bulu?" Revan menatap Aulia memastikan.
" I... Iya, aku sangat takut dengan ulat bulu, bulunya bikin ih... Geli banget." Ujar Aulia bergidik ngeri.
" Kau bisa membuat semua orang salah paham hanya karena teriakanmu itu Aulia, bagaimana kalau yang datang orang yang berniat jahat? Apalagi kamu hanya memakai handuk seperti ini! Lagian kenapa malam malam kamu malah mandi, kalau sakit bagaimana?" Ucap Revan kesal.
Ya Aulia akan menangis jika ada yang memarahinya. Entah siapapun itu, baik Abi ataupun Uminya.
" Stt jangan menangis! Maafkan aku." Revan memeluk Aulia kembali.
Saat keduanya masih berpelukan tiba tiba.....
" Apa yang kalian di lakukan di sini hah?"
Teriakan seseorang membuat keduanya menoleh ke asal suara, Revan menyembunyikan Aulia di balik badannya membuat orang lain tidak akan melihat Aulia dalam keadaan memakai handuk saja. Kebetulan posisi Aulia masih di dalam kamar mandi.
Pak Rt bersama tiga warga lainnya menatap nyalang ke arah keduanya.
" Kami tidak melakukan apa apa Pak, tadi Aulia minta tolong karena ada ulat bulu di balik pintu." Terang Revan.
" Apa kamu kira kami percaya? Kami yakin kalian pasti melakukan hal mesum di sini, terutama kamu." Ucap Pak RT menunjuk Revan.
" Kamu hendak melecehkan Nona Aulia kan, makanya dia berteriak." Tuduh pak Rt.
" Tidak pak, kami tidak melakukan apapun." Sahut Revan.
" Kami tahu siapa anda tuan Revan, anda harus menikahi Nona Aulia sekarang juga tuan Revan, atau kami akan membawa kasus ini ke balai desa dan kantor polisi." Ucap pak Rt.
" A... Apa? Me... Menikah?" Revan gugup mengatakannya.
" Tapi kami tidak melakukan apa yang anda tuduhkan Pak." Kilah Revan.
__ADS_1
" Mas Revan, ikuti saja kata pak Rt! Aku tidak mau nama baikku tercemar karena hal ini, apalagi orang tuaku, mereka pasti akan sangat malu kalau berita ini sampai menyebar, ku mohon tolong aku!" Ucap Aulia.
" Kamu tidak tahu siapa aku Aulia, bagaimana buruknya masa laluku." Ujar Revan.
" Aku tidak peduli dengan masa lalumu Mas, yang jelas selesaikan masalah ini di dalam rumah, jangan sampai ke luar rumah, aku akan menanggung malu seumur hidup kalau sampai itu terjadi Mas, ku mohon mengertilah!" Ujar Aulia.
Revan menghela nafasnya pelan.
" Baiklah saya akan menikahi Aulia, sekarang mari kita ke depan dulu! Biarkan Aulia ganti baju karena saat ini dia tidak pantas untuk di lihat." Ucap Revan.
" Baiklah ayo, lebih baik sekarang panggil orang tua anda kemari Nona, kita selesaikan semua ini baik baik, kami akan menunggunya." Ucap pak RT.
" Iya Pak." Sahut Aulia.
Pak Rt dan yang lainnya menunggu di ruang tamu. Sekitar setengah jam kemudian datanglah wanita dan pria paruh baya yang mereka yakini sebagai orang tua Aulia.
" Assalamu'alaikum semuanya." Sapanya.
" Wa'alaikumsallam Pak, silahkan duduk!" Sahut Pak Rt.
" Apa anda orang tua nona Aulia?" Tanya pak Rt memastikan.
" Iya, saya Rohman Abinya Aulia, dan ini Maryam Uminya Aulia." Sahut Abi Rohman.
" Jadi begini Pak...... "
Pak Rt memberitahu apa yang terjadi kepada Aulia dan Revan kepada kedua orang tua Aulia. Aulia hanya bisa menundukkan kepalanya saja. Ia tidak berani menatap Abi dan Uminya.
" Baiklah Pak Rt, masalah ini akan saya selesaikan secara kekeluargaan saja, terima kasih atas bantuannya." Ucap Abhi Rohman.
" Baiklah kalau begitu kami permisi Pak, kami tunggu salinan akrab nikahnya secepatnya." Sahut Pak Rt.
" Baik Pak." Sahut Abi Rohman.
Pak Rt dan yang lainnya meninggalkan rumah Aulia.
Baru saat itu Aulia berani menatap kedua orang tuanya.
" Maafkan Aulia Abi, Umi! Tapi percayalah Aulia dan Mas Revan tidak melakukan apapun, Aulia berteriak karena takut dengan ulat bulu, Abi sama Umi tahu kan kalau Aulia takut sama ulat bulu." Ucap Aulia lembut.
" Abi sama Umi percaya sama kamu Nak, kamu tidak akan melakukan hal yang merugikan dirimu sendiri, mungkin ini cara Allah menunjukkan jalan jodohmu, kamu pergi karena tidak mau Abi jodohkan dengan habib Lutfi, tapi sekarang di sini kamu harus menikahi pria asing." Ucap Abhi Rohman.
" Maafkan Aulian Abi." Ucap Aulia.
" Abi akan persiapkan acara untuk pernikahan kalian berdua, semakin cepat akan semakin baik." Ujar Abi Rohman.
" Maaf Pak, sebelum kita membicarakan lebih lanjut tentang pernikahan, alangkah baiknya kalian semua tahu bagaimana saya dan masa lalu saya, saya tidak mau kalian menyesal memiliki menantu seperti saya setelah pernikahan kami terjadi." Ucap Revan.
" Katakan apa yang ingin kau katakan kepada kami, kami akan mempertimbangkannya." Ujar Abi Rohman.
" Saya.....
Kira kira di Terima nggak nih kalau tahu masa lalu Revan?
Yang dukung Revan sama Aulia tekan like koment vote dan 🌹nya donk buat author biar author semangat....
Terima kasih untuk readers yang selalu mensuport author semoga sehat selalu...
__ADS_1
Miss U All...
TBC...