Pengkhianatanmu Kebahagiaan Untukku

Pengkhianatanmu Kebahagiaan Untukku
Lamaran Erlan


__ADS_3

" Apa maksud semua ini Mas?" Tanya Dera menatap Erlan.


" Dera, aku ingin mengatakan satu hal yang selama ini aku pendam di dalam hatiku, aku ingin kau tahu semuanya tentang apa yang aku rasakan." Ucap Erlan menggenggam tangan Dera.


" Sejak pertemuan pertama denganmu, aku merasakan ada yang berdesir di dalam hatiku, aku mengagumi sikapmu, aku selalu terbayang bayang wajahmu di setiap malamku, hatiku merasa ingin selalu dekat denganmu, itulah sebabnya aku selalu muncul di hadapanmu." Sambung Erlan.


" Berarti selama ini kau sengaja mengikutiku? Bukan kebetulan kita bertemu?" Tanya Dera memastikan.


" Iya." Sahut Erlan.


" Aku tidak menyangka sampai segitunya." Kekeh Dera.


" Aku mencintaimu Aldera, aku ingin terus bersamamu, maukah kau menikah denganku?" Tanya Erlan menatap Dera.


Dera menarik tangannya, Erlan menghela nafasnya pelan. Ia akan menyiapkan mentalnya untuk menerima penolakan Dera.


" Dera... " Ucap Erlan.


" Maaf Mas aku tidak bisa, hatiku tertutup akibat pengkhianatan, dan pengkhianatan itu membawa trauma dalam hidupku, aku tidak ingin menikah lagi." Ucap Dera menundukkan kepalanya.


" Aku ingin melindungimu Dera, aku ingin menemanimu di sepanjang hidupmu, aku benar benar mencintaimu, kau tidak bisa menyamakan aku dengan Revan, aku berbeda dengannya, jika kau menikah denganku aku berjanji akan selalu setia dengan hubungan ini." Ucap Erlan menyakinkan Dera.


" Aku tahu kau orang baik, tapi aku tidak percaya lagi dengan yang namanya cinta, karena bagiku cinta hanya perasaan sesaat saja, tidak ada yang benar benar mengerti akan arti cinta, apalagi dengan statusku saat ini, aku hanya ingin fokus pada karirku saja, kau bisa mendapatkan yang lebih baik dariku." Sahut Dera.


Erlan kembali menggenggam tangan Dera.


" Kalau kau belum mau menikah sekarang, aku akan menunggu sampai kau siap menikah denganku, tapi ijinkan aku tetap dekat denganmu, jangan pernah berubah karena ungkapan hatiku ini, aku tidak bisa hidup tanpamu, aku tidak bisa jauh darimu Dera, kau penyebab aku selalu tersenyum, kau membuat aku semangat melanjutkan hidup, kau mau kan membiarkan aku tetap dekat seperti sekarang ini?" Tanya Erlan.


Erlan berpikir biarlah hubungan keduanya seperti ini dulu. Ia akan membuat Dera menerimanya dengan perlahan. Yang penting Dera tahu akan perasaannya.


" Aku akan membiarkanmu dekat denganku, tapi jangan mengharapkan pernikahan dari hubungan ini, jika tujuanmu mendekatiku untuk itu, lebih baik mulai sekarang kau menjauh dariku karena sampai kapan pun aku tidak mau menikah denganmu atau pun dengan pria lainnya, aku harap kau bisa memahami perasaan dan keinginanku." Ucap Dera meninggalkan Erlan.


Tubuh Erlan luruh ke paving dengan kedua lututnya sebagai tumpuannya. Ia merasa sedih dan kecewa dengan penolakan Dera, namun ia tidak patah semangat dengan penolakan Dera, ia akan berusaha lagi untuk mendapatkan hati Dera.


Erlan mengejar Dera, namun Dera sudah pulang menaiki taksi. Erlan segera melakukan mobilnya dengan kecepatan tinggi mengejar taksi yang di tumpangi Dera, namun usahanya gagal karena ia terjebak kemacetan di lampu merah.


Erlan melakukan mobilnya menuju rumah Dera, ia ingin meminta maaf kepada Dera karena telah terburu buru mengungkapkan perasaannya. Ia tidak mau Dera menghindarinya karena masalah ini.


Sesampainya di depan rumah Dera, Erlan turun dari mobil lalu masuk ke dalam rumah Dera, langkahnya terhenti saat melihat Dera dan Revan sedang berpelukan.

__ADS_1


" Terima kasih kau sudah mau memaafkan aku, aku bahagia karena pada akhirnya hubungan kita bisa kembali seperti dulu,....


Tidak mau mendengar kelanjutannya, Erlan segera pergi dari sana dengan hati yang terluka.


...****************...


Di dalam kamar Erlan, Erlan memecahkan semua barang barang berharganya dengan penuh emosi.


Pyar.... Prang....


" Arghhhhh." Teriak Erlan menarik kasar rambutnya.


Pyarrr....


Erlan meninju kaca bufet nya hingga pecah. Darah mengalir dari buku buku jarinya. Erlan duduk di lantai bersandar pada kaki ranjang sambil menekuk kedua kakinya.


" Harapanku sangat besar kepadamu Dera... Tapi kenapa kau menghancurkan harapanku itu, aku kira kau menolakku karena kau belum siap menjalani pernikahan lagi seperti apa yang kau katakan padaku, tapi ternyata apa? Kau membohongiku, kau justru berbaikan dengan mantan suamimu yang brengsek itu hiks.... Kau membuat hatiku hancur berkeping-keping tanpa sisa, hati yang selama ini tidak tersentuh oleh wanita manapun, hanya kau yang mampu membuat hati ini berdesir, hanya kamu yang mampu menghidupkan hati yang sudah mati ini, tapi apa? Kau juga yang membuatnya mati lagi." Isak Erlan.


" Argh..... Dera... Kau membuatku merasakan kebahagiaan tapi kau juga yang menghancurkan hidupku." Teriak Erlan.


Erlan mengambil minuman di dalam lemarinya. Ia membuka minuman terlarang itu lalu menenggaknya.


Dera yang mendapat telepon dari Bimo segera menuju apartemen Erlan. Ia menaiki lift untuk sampai di unit Erlan, Bimo sudah menunggunya di depan pintu.


" Mas Erlan kenapa tuan Bimo?" Tanya Dera menatap Bimo.


" Panggil saya Bimo saja nona, kalau tidak bos bisa marah." Ucap Bimo.


" Anda lebih tua dari saya, bagaimana kalau saya panggil Bang Bimo aja." Ujar Dera.


" Baiklah nona itu tidak masalah, silahkan anda lihat bos di dalam kamarnya." Ujar Bimo.


Dera masuk ke dalam menuju kamar Erlan.


Ceklek...


Dera membuka pintu kamar Erlan, ia mengedarkan pandangannya menatal kamar Erlan yang seperti kapal pecah.


" Astaga.., Kenapa bisa seperti ini Bang Bimo?" Tanya Dera.

__ADS_1


" Itulah bos nona, dia akan melakukan hal seperti ini jika sedang marah atau pun sedang sedih." Sahut Bimo.


Dera menghampiri Erlan yang duduk di tepi ranjang sambil terus menenggak minumannya.


" Mas Erlan." Panggil Dera.


Erlan mendongak menatap Dera dengan tatapan sayu.


" Pergilah! Jangan pernah muncul di pikiranku! Aku tidak mau mengharapkan kamu lagi, kamu pembohong, kamu pendusta Dera." Ucap Erlan di tengah tengah kesadarannya.


" Apa yang terjadi denganmu Mas?" Tanya Dera menyentuh pundak Erlan.


Erlan tidak bergeming, ia hanya menatap Dera saja.


" Ya Tuhan tanganmu berdarah Mas." Pekik Dera memegang tangan kanan Erlan yang masih mengeluarkan darah.


" Bang Bimo tolong ambilkan kota p3k." Ucap Dera.


" Baik non." Sahut Bimo keluar dari kamar Erlan.


" Lukamu harus segera di bersihkan dan di obati Mas, kalau tidak ini bisa infeksi." Ujar Dera mengambil pecahan beling kecil yang menancap di tangan Erlan.


Tiba tiba Erlan menarik tubuh Dera hingga terlentang di atas ranjang. Erlan menindih tubuhnya membuat Dera ketakutan.


" Apa yang kau lakukan Mas? Sadarlah!" Ucap Dera.


Erlan memajukan wajahnya, ia menempelkan bibirnya ke bibir Dera.


Deg....


Dera mematung melihat perlakuan Erlan. Erlan menggigit bibir bawahnya, membuat Dera membuka sedikit mulutnya. Kesempatan ini di gunakan oleh Erlan untuk menyusupkan lidahnya ke mulut Dera.


Erlan melum** bibir Dera dengan sedikit kasar. Ia mencecap dan mengekspos setiap inchinya. Dera tidak tahu ada apa dengan hatinya, kenapa dia tidak menolak perlakuan Erlan kepadanya.


Apakah Dera mulai memiliki perasaan kepada Erlan? Atau karena Dera berpikir percuma menolak di saat Erlan di kuasai minumannya? Entahlah....


Yang jelas tekan like koment vote dan 🌹nya buat author...


Miss U All..

__ADS_1


TBC....


__ADS_2