Pengkhianatanmu Kebahagiaan Untukku

Pengkhianatanmu Kebahagiaan Untukku
Seasons 2. 5 Semakin Menghindar


__ADS_3

Bimo turun dari mobil lalu menutup pintunya dengan kasar sampai membuat Qiran berjingkrak kaget. Ia berjalan masuk ke dalam rumah meninggalkan Qiran sendiri di mobil. Qiran menatap heran ke arahnya.


" Sebenarnya Om kenapa? Apa dia marah karena Satria menembakku? Hah aneh!" Monolog Qiran.


Qiran segera turun lalu masuk ke dalam rumahnya. Di ruang keluarga nampak Bimo sedang berbincang dengan Dera dan Erlan. Qiran melewati mereka tanpa mau tahu apa yang sedang mereka bicarakan.


" Bos aku mau memajukan pernikahanku dengan princes, aku takut princess tergoda sama cowok lain, kalau sampai itu terjadi sia sialah penantianku selama ini, aku tidak akan bisa hidup lagi." Ucapan Bimo membuat Erlan dan Dera melongo.


" Apa yang membuatmu memajukan pernikahan ini Bang? Qiran masih sangat kecil, lagian selama ini Qiran tidak pernah dekat dengan laki laki lain kan, kenapa kau se takut itu? Qiran tidak macam macam kan." Ujar Dera menatap Bimo.


" Sejak Maya datang ke sini, sikap Qiran berubah kepadaku, dia terlihat seperti menghindari ku, biasanya dia akan selalu ilmeminta ini meminta itu padaku tapi sekarang tidak lagi, dan saat ini Qiran sedang dekat dengan teman satu kampusnya, cowok itu baru saja nembak Qiran di taman kota Ra, hatiku sakit melihatnya, aku takut Qiran menerima cinta cowok itu, tapi untungnya sebelum Qiran menjawab aku menariknya dan membawanya pulang." Sahut Bimo terlihat gusar.


" Apa? Kenapa Qiran tidak cerita padaku?" Gumam Dera.


" Bagaimana menurutmu sayang? Apa memang kita harus mempercepat pernikahan mereka? Pikirkan baik baik sebelum semuanya terlambat sayang!" Erlan menatap Dera.


" Kau tenang saja Dera! Aku tidak akan memaksakan kehendakku kepada Qiran, aku hanya ingin menjadikan dia milikku saja, biar hatiku tenang dan tidak akan ada yang berani mengganggunya, jangan biarkan penantianku sia sia Dera, aku mohon padamu." Ucap Bimo menatap Dera penuh harap.


Dera menghela nafasnya pelan.


" Kalau Qiran menikah, berarti dia tidak melanjutkan kuliahnya? Dia akan menjadi ibu rumah tangga, begitu Bang?" Tanya Dera menatap Bimo.


" Tidak! Jika princess ingin melanjutkan kuliahnya, aku tidak akan melarangnya." Ujar Bimo.


" Aku tidak bisa menjawabnya Bang! Aku akan membicarakan soal ini kepadanya dulu, aku tidak mau memaksanya menikah untuk saat ini karena memang usianya yang masih terlalu muda bagiku." Sahut Dera.


"Baiklah, aku akan menunggu jawaban darinya, aku berjanji padamu kalau aku akan membuat Qiran bahagia, kalau begitu aku permisi ke kamar dulu." Sahut Bimo meninggalkan mereka berdua.


Erlan mengelus rambut Dera.


" Apa kamu yakin kalau Qiran mau menerimanya?" Tanya Erlan.


" Aku tidak yakin Mas, tapi akan aku coba, aku juga tidak tega dengan Bang Bimo, dia menantikan Qiran selama delapan belas tahun ini, dan itu tidak mudah baginya, aku ke kamar Qiran dulu ya Mas." Ujar Dera.


" Iya, aku tunggu di kamar." Sahut Erlan.

__ADS_1


Dera berjalan menuju kamar putrinya.


Tok tok


" Sayang, boleh Mama masuk?" Tanya Dera.


" Masuk aja Ma." Sahut Qiran dari dalam.


Dera masuk ke dalam menghampiri Qiran yang sedang memainkan ponselnya sambil duduk bersandar pada headboard.


" Sayang." Dera duduk di tepi ranjang.


" Iya Ma." Qiran meletakkan ponselnya.


" Ada yang ingin Mama bicarakan sama kamu Nak." Ucap Dera.


" Apa itu Ma?" Qiran menatap mamanya.


" Sebenarnya sejak kecil kamu sudah Mama dan Papa jodohkan dengan seseorang Nak."


" Apa? Aku sudah di jodohkan?" Pekik Qiran.


" Maksud Mama dia ingin menikah sekarang?" Qiran mengerutkan keningnya.


" Iya sayang, apa kamu sudah siap menikah sekarang? Dia tidak akan melarangmu melanjutkan kuliah setelah menikah nanti." Ujar Dera tersenyum.


" Kalau aku menikah, aku akan berhenti kuliah Ma, aku ingin seperti Mama yang fokus pada keluarga, tapi apa aku bisa hidup bahagia bersamanya? Sedangkan aku tidak mengenalnya." Ucap Qiran membuat Dera bangga kepada putrinya.


" Kalian akan mengenal satu sama lain setelah menikah nanti sayang, yang sekarang dia butuhkan adalah jawaban darimu, kalau kamu mau, kalian akan segera menikah, dan jangan khawatir! Dia pasti akan membuat hidupmu bahagia." Ujar Dera menyentuh pipi Qiran.


" Apa ini kesempatan untuk melupakan om Bimo ya? Kalau aku menerimanya aku akan dengan mudah melupakan om Bimo kan? Setelah menikah aku akan ikut suamiku, jadi hatiku tidak tersiksa dengan melihat om Bimo setiap hari, lagian aku tidak mau membuat mama sama papa kecewa dengan menolak pernikahan ini, aku harus berbakti kepada mereka kan? Dan setelah menikah aku harus berbakti pada suamiku, seperti apa yang mama lakukan kepada papa selama ini." Pikir Qiran.


" Baiklah Ma aku menerimanya." Sahut Qiran.


" Terima kasih sayang." Ucap Dera memeluk putrinya.

__ADS_1


" Jadilah istri yang baik untuk suamimu, hormati dia dan perlakukan dia dengan baik, dia sangat mencintaimu sayang, dia sudah lama menantikan saat saat seperti ini, semoga kalian berdua bahagia." Ucap Dera.


" Iya Ma, Ma apa boleh aku bertemu dengannya sebelum pernikahan?" Qiran melepas pelukannya.


" Dia tidak mau bertemu denganmu sebelum pernikahan sayang, dia takut kamu akan mengubah keputusanmu setelah kau melihatnya." Sahut Dera.


" Kenapa Ma? Apa dia cacat? Dia pincang? Dia jelek? Atau dia miskin?" Selidik Qiran.


" Tidak! Dia tampan, keren, pokoknya cocok lah sama kamu." Ujar Dera.


" Baiklah kalau dia tidak mau bertemu denganku tidak apa, aku akan memberikan dia pelajaran setelah menikah nanti." Ujar Qiran yang di balas senyuman oleh Dera.


" Kalau begitu Mama keluar dulu! Mama akan memberitahu kabar bahagia ini kepada calon suamimu." Ucap Dera keluar dari kamar Qiran.


Qiran terlentang menatap langit langit kamarnya.


" Kira kira siapa ya yang menjadi calon suamiku? Tadi yang ngobrol sama mama kan om Bimo, apa mungkin orang yang di jodohkan denganku itu Om Bimo?" Monolog Qiran.


" Ah tapi tidak mungkin, om Bimo kan om ku sendiri, masa' iya mama menjodohkan aku dengannya, lagian om Bimo juga sudah punya pacar, ah siapapun dia yang penting aku harus melupakan perasaanku kepada om Bimo." Ucap Qiran.


Di dalam kamar Bimo, Bimo nampak tersenyum bahagia. Hatinya berbunga bunga seperti ada ribuan kupu kupu yang terbang di sana. Ia menatap langit langit kamarnya membayangkan kehidupan bahagia bersama Qiran.


" Akhirnya penantianku tidak sia sia, kau akan segera menjadi milikku sayang, semoga kau tidak kabur saat acara pernikahan kita nanti setelah tahu jika aku lah yang akan menjadi suamimu, aku mencintaimu melebihi apapun di dunia ini, bahkan aku rela mengorbankan nyawaku demi kamu princes." Monolog Bimo.


Bimo menyalakan ponselnya, ia menatap foto Qiran yang terpapang di galeri ponselnya.



" Kamu sangat manis dan penurut, aku berharap kau akan menerima cintaku dan kita akan hidup bahagia sayang, aku menyayangimu." Bimo mencium layar ponselnya.


Jangan lupa untuk selalu tekan like koment vote dan hadiahnya donk...


Author lihat viewnya banyak tapi yang like masih sedikit... Tolong hargai karya author ya...


Terima kasih untuk readers yang selalu mensuport author semoga sehat selalu...

__ADS_1


Miss U All....


TBC...


__ADS_2