
Hari ini adalah hari pernikahan Qiran. Sampai saat ini Qiran belum tahu siapa yang akan menjadi suaminya. Qiran memakai gaun pengantin berwarna putih, riasan natural membuatnya terlihat sangat cantik.
Saat ini ia sedang duduk di tepi ranjang di dampingi oleh Dera, sedangkan di bawah sana acara ijab qobul sedang berlangsung.
" Ma, aku dari tadi pagi kok tidak melihat Om Bimo, kemana dia Ma?" Qiran menatap Dera yang tersenyum kepadanya.
" Bang Bimo ada di bawah sedang mengikuti acara yang sedang berlangsung." Sahut Dera.
" Ya iyalah, orang dia yang mengucapkan ijab qobul itu." Batin Dera.
" Seharusnya dia menemuiku kan? Dan mengucapkan selamat kepadaku, serta mendoakan kebahagiaanku, ini mah boro boro mendoakan, menemuiku saja kagak." Gerutu Qiran.
" Sabar sayang, nanti saat semua orang mengucapkan selamat padamu, dia pasti akan menemuimu, saat ini mereka semua sedang sibuk." Ujar Dera.
" Iya Ma." Sahut Qiran.
" Kenapa aku malah bersedih dan terus teringat om Bimo ya? Tidak Qiran.... Lo harus melupakan om Bimo, Qiran... Mungkin acara ijab qobul di bawah sudah selesai dan saat ini kau telah menjadi istri orang lain, lupakan perasaan lo pada om Bimo, lo harus bisa." Ujar Qiran dalam hati.
Tok tok...
Pintu di ketuk dari luar.
" Nyonya, mempelai wanita di minta turun, acara ijab qobul sudah selesai." Ucap pelayan.
" Iya Mbak." Sahut Dera dari dalam.
" Ayo sayang! Acara sudah selesai, Mama ucapkan selamat untukmu, sekarang kau sudah menjadi istri dari seorang pria yang sangat mencintaimu, jangan terkejut kalau nanti bertemu dengan suamimu." Ucap Dera.
" Hiks.... hiks... " Qiran memeluk mamanya.
" Hei, kenapa kamu menangis? Ini hari bahagiamu sayang, jangan menangis! Nanti riasanmu akan luntur, tersenyumlah dan tunjukkan kepada mereka kalau kau bahagia dengan pernikahan ini, kau sendiri yang menerima pernikahan ini tanpa syarat." Ujar Dera.
Qiran mengusap air matanya menggunakan tisu. Ia mengatur nafasnya dan emosinya. Bagaimana ia tidak sedih? Mulai hari ini Qiran tidak bisa melihat Bimo lagi, Qiran tidak bisa bertemu dengannya lagi, karena Qiran akan langsung di boyong ke rumah suaminya.
" Aku nervous Ma, aku tidak bisa membayangkan bagaimana wajah suamiku, apa dia akan mencintaiku atau dia akan menyiksaku nanti." Ujar Qiran.
" Tidak sayang! Dia sangat mencintaimu, dia menyayangimu, kalian pasti akan hidup bahagia." Ucap Dera.
" Iya Ma." Sahut Qiran.
Dera mengapit lengan Qiran menuruni anak tangga. Semua tamu undangan berdecak kagum melihat kecantikan Qiran.
" Om bantu!" Bimo mengulurkan tangannya.
Qiran mendongak menatap Bimo yang sedang tersenyum ke arahnya, rasa sesak tiba tiba menyeruak di dalam hatinya. Sekuat mungkin ia menahan air mata agar tidak jatuh ke pipinya.
Qiran menerima uluran tangan Bimo. Keduanya menuju meja ijab. Qiran nampak bingung pasalnya pria yang menjadi suaminya tidak tahu kemana.
" Kau mencari suamimu?" Tanya Bimo.
" Iya Om, dimana dia?" Tanya Qiran.
" Dia ada urusan mendadak, jadi dia langsung pergi setelah acara ijab qobul selesai, dia menyerahkan tanggung jawab ini pada Om, jadi Om yang akan mengantarmu ke rumahnya nanti." Ujar Bimo.
" Apa apaan ini? Pernikahan macam apa yang aku alami ini? Di tinggal pergi saat acara belum selesai? Ya Tuhan.... Pernikahan yang aku impikan tidak sesuai harapan, andai saja aku menikah dengan Om Bimo, pasti aku akan sangat bahagia." Ujar Qiran dalam hati.
__ADS_1
" Nona Qirani, silahkan tanda tangani dokumen pernikahannya!" Ucap penghulu.
Tanpa pikir panjang Qiran segera menandatangani. Ia bahkan tidak membaca nama suaminya karena kesal. Setelah selesai, banyak para tamu undangan yang mengucapkan selamat kepada Qiran termasuk Bimo.
" Selamat sayang, semoga kau berbahagia dengan kehidupan barumu." Ucap Bimo.
" Terima kasih om." Sahut Qiran.
Erlan mendekati Qiran, Qiran langsung memeluknya.
" Selamat sayang, sekarang kamu sudah menjadi istri dari suamimu, semoga bahagia." Ucap Erlan.
" Suami yang mana maksud Papa?" Qiran melepas pelukannya.
" Ya suami yang baru saja menikahimu." Sahut Erlan melirik Bimo.
" Mana dia? Dia saja tidak ada di sini, dia meninggalkan aku sebelum acara selesai, sebenarnya pernikahan macam apa ini Pa? Nasibku benar benar sial! Tahu begini aku tidak mau menikahinya." Gerutu Qiran.
Bimo tersenyum melihatnya.
" Kau ingin menemui suamimu?" Tanya Bimo.
" Ya, aku akan membuat perhitungan padanya karena berani menghinaku dengan meninggalkan aku." Sahut Qiran.
" Baiklah, Om akan mengantarmu ke sana, ayo!" Lagi lagi Bimo mengulurkan tangannya.
Qiran menerima uluran Bimo. Setelah berpamitan pada kedua orang tuanya. Keduanya berjalan bergandengan menuju mobil pengantin yang sudah di siapkan.
Bimo membukakan pintu untuk Qiran, Qiran segera masuk ke dalam di ikuti dengan Bimo. Sopir melajukan mobil menuju rumah Bimo yang baru selesai ia bangun.
" Om kalau seperti ini, aku berasa menikah sama Om deh! Bukan sama pria misterius itu." Ucap Qiran.
" Ya mau lah." Sahut Qiran spontan.
Bimo tersenyum menatapnya.
" Maksud aku dari pada menikahi pria nggak jelas kaya' gini kan mending nikahi Om yang udah jelas jelas orangnya." Sambung Qiran.
Ia merutuki kebodohannya yang keceplosan.
" Oh gitu." Sahut Bimo.
" Kamu memang menikah denganku Qi, semoga kau tidak kabur dan meminta berpisah dariku setelah tahu semuanya." Batin Bimo tersenyum manis.
Sesampainya di rumah besar nanti mewah, mobil mereka berhenti. Qiran memperhatikan sekitar. Rumah mewah dengan halaman luas di depannya.
" Wih besar banget rumahnya ya Om, dari keluarga mana sih dia? Aku jadi penasaran." Ujar Qiran.
" Ayo turun!" Bimo membuka pintu mobilnya.
Keduanya turun dari mobil. Bimo kembali menggandeng tangan Qiran masuk ke dalam rumah megah itu.
" Kenapa sepi Om? Dimana dia?" Tanya Qiran.
" Mungkin dia belum pulang dari urusannya, Om antar kamu ke kamar! Katanya kamar utama ada di lantai dua, kamar yang paling besar, ayo!" Ajak Bimo.
__ADS_1
Keduanya menaiki tangga untuk sampai ke kamar utama. Bimo dan Qiran masuk ke dalam. Qiran tercengang melihat kamar luas itu berhiaskan kelopak mawar putih. Di atas ranjang nampak love yang terbuat dari kelopak mawar tersebut. Benar benar kamar pengantin yang indah.
" Kamu tunggu di sini ya! Mungkin sebentar lagi suamimu akan pulang, kalau mau mandi baju gantimu ada di almari, dia sudah menyiapkan semuanya untukmu, nanti akan ada art yang mengantar makan untukmu, Om pulang dulu." Ucap Bimo.
" Om, bisakah kau menemaniku di sini sampai dia pulang?" Ujar Qiran.
" Tidak bisa sayang." Bimo mengelus kepala Qiran.
" Sekarang kau sudah menjadi istri orang, tidak baik kalau kita berduaan di sini! Om tidak mau suamimu berpikir macam macam tentang kita." Sahut Bimo.
" Baiklah silahkan pergi!" Sahut Qiran.
Bimo keluar dari kamar Qiran. Qiran duduk di tepi ranjang menatap keluar dimana malam sudah mulai gelap.
" Siapa sebenarnya pria yang aku nikahi? Kenapa dia lebih memilih pekerjaannya di bandingkan istrinya? Bagaimana bisa mama mengatakan jika dia sangat mencintaiku." Monolog Qiran.
Qiran pergi mandi lalu naik ke tempat tidur. Ia tidur dengan nyenyak melewatkan makan malamnya.
Sinar matahari menyinari kamar Qiran melalui celah celah korden. Ia mengerjapkan matanya, ia mengerutkan keningnya saat merasa perutnya terasa berat.
" Siapa yang memelukku? Apa dia suamiku?" Gumam Qiran.
Qiran membalikkan badannya dengan pelan.
Deg...
Jantung Qiran terasa berhenti berdetak saat mengetahui jika Bimo lah yang memeluknya.
" Ya Tuhan... Apa telah aku lakukan dengan om Bimo? Apa aku mengkhianati suamiku sendiri? Apa yang harus aku katakan jika dia mengetahui semua ini? Bagaimana dengan papa dan mama? Mereka pasti akan merasa sangat kecewa kepadaku." Batin Qiran.
" Hiks... Hiks.... " Qiran terisak.
Bimo membuka matanya menatap Qiran.
" Sayang kamu kenapa?" Tanya Bimo bangun lalu duduk menghadap Qiran.
" Apa yang kamu lakukan di sini Om? apa yang terjadi di antara kita Om? Apa aku mengkhianati suamiku sendiri? Apa yang terjadi Om?" Tanya Qiran menatap Bimo.
Qiran tidak habis pikir apa yang ia lakukan dengan Bimo. Bagaimana bisa di saat dia menerima pernikahan ini untuk melupakan Bimo, malah dia berbuat kesalahan bersma Bimo.
Bimo hanya diam saja. Ia tidak tahu harus mulai darimana.
" Katakan Om! Jangan diam saja!" Bentak Qiran.
Siapa nih yang mau bantuin Bimo buat jawab pertanyaan Qiran?
Jangan lupa tekan like koment vote serta beri 🌹 yang banyak buat author...
Author ucapkan terima kasih pada readers yang selalu mensuport author selama ini, semoga sehat selalu...
Author punya cerita terbaru bertema air mata pernikahan, novel ini sedang mengikuti lomba...
Mohon doa dan dukungannya semoga novel ini sukses sesuai dengan apa yang di harapkan.. Amin....
__ADS_1
Miss U All...
TBC...