Pengkhianatanmu Kebahagiaan Untukku

Pengkhianatanmu Kebahagiaan Untukku
Seasons 2. 24 Senjata Makan Tuan


__ADS_3

Qiran tidak turun dari mobil, ia malah memejamkan matanya di sana. Tanpa di sangka ia malah tertidur di dalam mobil.


Bimo yang menunggu di ruangannya, akhirnya kembali ke mobil setelah Qiran tidak mengikutinya. Ia menggelengkan kepalanya melihat kelakuan istri kecilnya. Tanpa malu Bimo menggendong Qiran ala bridal style ke dalam ruangannya. Tatapan para karyawan lainnya begitu tajam dan iri melihat keromantisannya.


Bimo merebahkan Qiran di atas ranjang di kamar pribadinya. Bukan hanya ruangan presdir yang ada kamarnya, ruangan Bimo pun juga ada, karena Bimo bekerja lebih banyak daripada Erlan.


Cup...


Bimo menempelkan bibirnya ke bibir Qiran. Tiba tiba Qiran menarik tubuhnya lalu menguncinya dengan kedua kaki ia tekuk di atas punggung Bimo. Tangannya ia kalungkan ke leher Bimo.


" Sayang, jangan seperti ini! Ini di kantor, entar kalau ada yang lihat gimana." Ujar Bimo. Pasalnya pintu kamarnya belum di tutup.


" Kenapa? Bukankah kita suami istri? Atau Mas takut ada wanita yang menyukai Mas melihat kita seperti ini?" Qiran menyentuh pipi Bimo menggunakan hidungnya.


" Bukan begitu sayang! Tapi... Shh." Bimo mendesis saat Qiran menggigit pelan telinganya.


Qiran terus menggigit telinga Bimo, sesekali ia memainkan lidahnya di sana membuat sang empu memejamkan mata menikmati gelenyar aneh dalam tubuhnya.


Tangan Qiran membuka satu persatu kancing kemeja Bimo, ia memainkan tangannya di dada Bimo.


" Sayang kamu menjebak Mas." Lirih Bimo mulai terangsang.


" Menjebak gimana? Aku hanya main main saja Mas." Sahut Qiran.


Tidak sampai di situ keisengan Qiran, ia bahkan menyesap tengkuk Bimo meninggalkan stempel kemerahan di sana.


" Sayang... Shh.. " Bimo kembali mengeluarkan suara seksinya.


" Apa Mas?" Qiran menatap Bimo begitupun sebaliknya. Wajah dan mata Bimo terlihat memerah.


" Sayang mau." Ucap Bimo.


" Mau apa Mas?" Goda Qiran.


" Mau making love sayang." Ujar Bimo menahan hasrat yang siap meledak dari dalam dirinya.


" Aku yang nggak mau Mas! Kan Mas lagi marah sama aku, udah ah Mas turun! Aku mau tidur." Ucap Qiran memejamkan mata.


" Kamu harus bertanggung jawab dulu sama Mas sayang." Bimo turun dari ranjang lalu menutup pintunya.


Bimo membuka kemejanya dan celananya hanya menyisakan celana d*l*mnya saja.


" Mas apa yang kau lakukan? Ini di kantor Mas, bagaimana kalau tiba tiba papa memanggilmu?" Qiran beringsut mundur hingga punggungnya menubruk head board ranjang.


" Kau yang mulai maka kau juga yang harus mengakhirinya sayang." Bimo mengelus pipi Qiran.


" Akhiri dengan penuh kelembutan dan kasih sayang." Sambung Bimo.


Bimo menyusupkan tangannya ke belakang tengkuk Qiran. Ia mencium Qiran dengan lembut. Terbuai dengan sentuhan Bimo, Qiran membalas ciuman Bimo dengan lembut juga.

__ADS_1


Suara decapan memenuhi ruangan kamar mereka. Keduanya terlarut dengan kelembutan sebuah ciuman yang menciptakan sensasi panas dingin.


Tanpa Qiran sadari kini tubuh mereka sama sama polos. Di balik selimut Bimo menuntun juniornya memasuki goa kenikmatan surga dunia. Bimo memacu tubuhnya dengan pelan sambil memejamkan matanya.


" Masss." Des*h Qiran.


" Iya sayang." Lirih Bimo.


Bimo terus memberikan sentuhan kenikmatan kepada Qiran. Dua jam lamanya mereka memainkan perannya masing masing. Setelah sama sama mencapai puncaknya, Bimo merebahkan tubuhnya di samping Qiran.


" Terima kasih sayang, jurusmu sangat manjur untuk melunturkan kemarahan Mas, Mas sudah tidak marah lagi sama kamu, Mas mencintaimu." Bimo mencium kening Qiran.


" Hah senjata makan tuan ini namanya! Niatku cuma mau mengerjaimu Mas tapi malah aku yang di kerjai." Gerutu Qiran mengerucutkan bibirnya.


" Dapat pahala sayang melayani suami sendiri, dan juga dapat....


" Nikmat." Bisik Bimo.


" Apa sih Mas! Udah sana mandi dulu, keburu di panggil sama Papa nanti." Ujar Qiran.


Bimo melihat jam dinding yang menunjukkan pukul setengah dua belas.


" Astaga... Mas ada rapat jam sebelas sayang, Mas sudah sangat terlambat." Bimo memunguti bajunya lalu berlari masuk ke kamar mandi.


Qiran menggelengkan kepalanya, ia menutup tubuhnya dengan selimut.


Bimo mandi secepat kilat.


Qiran segera mandi lalu duduk di atas ranjang sambil memainkan ponselnya.


Bimo masuk ke ruang rapat, semua orang menatapnya dengan tatapan tajam.


" Maaf Bos aku terlambat." Bimo menghampiri Erlan.


Erlan menatap Bimo dengan seksama. Rambut basah, wajah berseri dan....


" Kau kembali saja ke ruanganmu!" Ucap Erlan lirih.


" Kenapa Bos? Apa aku tidak di butuhkan di sini?" Tanya Bimo menatap Erlan.


" Kau seperti baru di gigiti nyamuk Bimo, lihatlah lehermu! Merah semua... Kau akan menjadi bahan tertawaan di sini, sekarang pergilah sebelum mereka melihatnya!" Ucap Erlan.


Bimo segera keluar dari ruangan itu lalu kembali ke ruangannya. Ia masuk ke kamar mencari cermin.


" Kenapa Mas balik lagi ke sini? Apa rapatnya sudah selesai." Qiran mengalihkan pandangannya dari ponselnya menatap Bimo.


" Mas di gigit semut sayang." Sahut Bimo membuka laci laci yang ada di nakas.


" Astaga! Kurang ajar sekali semut itu!" Qiran menghampiri Bimo.

__ADS_1


" Coba lihat Mas, mana yang di gigit." Ujar Qiran.


Bimo menunjuk lehernya.


" Astaga!" Qiran membulatkan matanya sambil menutup mulutnya.


" Mas.. I... Ini... " Qiran menjeda ucapannya menatap Bimo.


" Ini akibat semut cantik yang sangat ganas sayang, makanya leher Mas merah merah begini." Sahut Bimo mengerlingkan matanya.


" Apa sih Mas, kamu ini." Ucap Qiran malu malu.


" Banyak banget ya sayang." Bimo menatap Qiran.


Qiran menyalakan kamera depan ponselnya lalu menyodorkannya pada Bimo.


" Astaga sayang, kenapa bisa sampai sebanyak ini?" Ujar Bimo.


" Ya a.. Aku tidak tahu kenapa bisa sebanyak itu Mas, mungkin semutnya nakal atau darah kamu yang manis makanya semutnya semangat sekali menggigit lehermu." Qiran menggaruk kepalanya.


Bimo menarik pinggang Qiran mengikis jarak di antara mereka. Ia menatap Qiran begitu pun sebaliknya.


" Kau tidak akan tahu karena kau sangat menikmati permainan Mas, bahkan kau menyebut nama Mas tanpa henti sayang, kau begitu terlena dengan sentuhan Mas." Ucap Bimo mengecup bibir Qiran.


Qiran memejamkan matanya.


" Setelah ini Mas akan sering sering marah sama kamu supaya Mas bisa selalu mendapatkan sesuatu yang menyenangkan dan memuaskan, supaya semut cantik itu lebih banyak menggigit bagian tubuh Mas." Bimo merapikan anak rambut Qiran.


" Mesum kamu Mas! Udah ah nggak usah bahas begituan." Ujar Qiran.


" Baiklah, sekarang mending kita pulang, atau mau makan siang dulu?" Ujar Bimo.


" Makan siang di resto ff." Sahut Qiran.


" Di dalam mall?" Tanya Bimo.


" Iya." Sahut Qiran.


" Kita makan di rumah aja sayang, Mas lupa kalau leher Mas merah merah, kalau ada yang lihat pasti mereka berpikir kalau istri Mas sangatlah agresif sampai membuat jejak sebanyak ini." Ujar Bimo.


" Baiklah! Ayo pulang!" Qiran menggandeng tangan Bimo keluar dari ruangannya.


Bimo melajukan mobilnya menuju rumahnya dengan terus menggenggam tangan Qiran.


Jangan lupa tekan like koment vote dan kasih mawar yang banyak donk biar author makin semangat nih...


Terima kasih untuk readers yang selalu mensuport author semoga sehat selalu...


Miss U All...

__ADS_1


TBC....


__ADS_2