Pengkhianatanmu Kebahagiaan Untukku

Pengkhianatanmu Kebahagiaan Untukku
Seasons 2. 38 Pesta Ulang Tahun


__ADS_3

Deg....


Jantung Lovely berdetak dengan sangat kencang saat menatap Sam yang sedang berdiri di depannya.


" Ss.. Sam." Ucap Lovely gugup.


" Kenapa kamu terlihat gugup? Kau sedang berbicara dengan siapa?" Tanya Sam.


" Aku? Aku berbicara dengan temanku." Sahut Lovely melewati Sam.


" Jangan berbohong Lovely!" Ucap Sam.


Lovely menghentikan langkahnya, ia membalikkan badannya menatap Sam.


" Kenapa aku berbohong padamu? Apa gunanya aku membohongimu?" Ujar Lovely.


Sam mengedikkan bahunya. Lovely berjalan menuju ranjangnya. Ia naik ke atas ranjang bergelung dengan selimutnya.


" Apa Sam mendengar obrolan ku dengannya nya? Ya Tuhan semoga saja tidak." Batin Lovely.


Sam menatap Lovely dengan curiga.


" Sebenarnya apa yang dia sembunyikan dariku?" Gumam Sam.


Tidak mau terlalu memikirkan sikap Lovely, Sam masuk ke dalam kamar mandi.


Lovely membuka selimutnya, ia bisa bernafas lega saat ini.


" Hah.... Beruntung sepertinya Sam tidak mendengar obrolan ku, awas saja kau Wiliam!Aku akan menjambak rambutmu kalau kau berani menelepon ku lagi." Gerutu Lovely.


Selesai mandi, Sam duduk di sofa berkutat dengan laptopnya.


" Apa kau tidak mau mempersiapkan makan malam untuk kita?" Tanya Sam tanpa mengalihkan pandangannya.


" Mau makan apa?" Lovely balik bertanya.


" Apa yang bisa kau masak, masak saja! Aku bukan tipe orang pemilih makanan." Sahut Sam.


Lovely turun dari ranjang berjalan menuju dapur. Setelah berkutat dengan alat alat dapur, Lovely berhasil memasak ayam lada hitam dan steak daging sapi. Ia segera menatanya di meja makan.


" Aku kira kamu tidak bisa memasak." Ucap Sam duduk di kursinya.


" Jangan meremehkan orang lain sebelum kau tahu yang sesungguhnya." Sahut Lovely mengambilkan makanan untuk Sam lalu meletakkannya di depan meja Sam.


Sam tidak menghiraukan jawaban Lovely. Ia mulai memakan makanannyamakanannya dengan khidmat.


" Besok malam berdandan lah yang cantik karena kita akan menghadiri pesta ulang tahun tuan William."


Uhuk uhuk uhuk


Lovely tersedak makanannya. Tanpa sadar Sam memberikan segelas air putih kepada Lovely, Lovely segera meneguk nya hingga tandas.


" Makan yang benar! Jangan sampai kau tersedak saat jamuan makan malam di pesta nanti! Itu akan sangat memalukan." Ucap Sam dingin.


" William mengundang Sam, apa yang sedang dia rencanakan? Sepertinya aku harus hati hati. Aku tidak mau membuat kesalahan yang membuat Sam curiga." Batin Lovely.


" Apa kau mendengar ucapanku?" Tanya Sam.


" Ah iya, maaf!" Ucap Lovely.


Mereka melanjutkan makan tanpa bersuara lagi.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Malam yang di tunggu akhirnya datang juga. Saat ini Sam dan Lovely sedang bersiap untuk menghadiri pesta ulang tahun William.

__ADS_1


" Lovely udah siap belum?" Teriak Sam duduk di sofa menunggu Lovely.


Ceklek....


Pintu ruang ganti terbuka, Sam menoleh ke arahnya.


Deg....


Tiba tiba jantung Sam berdetak dengan kencang saat melihat kecantikan Lovely yang paripurna. Dengan memakai dress hitam di bawah lutut, high hells tujuh centi, rambut di gulung ke atas menampilkan leher jenjangnya yang mulus.


" Ayo Sam! Aku udah siap." Ucap Lovely.


Sam tidak bergeming. Ia masih sibuk dengan imajinasinya yang melayang layang entah kemana.


" Sam." Lovely mengguncang pundak Sam.


" Eh iya." Sahut Sam salah tingkah.


Sam dan Lovely berjalan menuju mobilnya. Sam segera melajukan mobilnya menuju hotel xx tempat pesta di selenggarakan.


Sesampainya di hotel, Sam dan Lovely segera turun dari mobil. Keduanya berjalan masuk berdampingan. Lovely mengapit lengan Sam, Sam menoleh ke arahnya sekilas. Keduanya menghampiri William yang berdiri di depan sana.


" Selamat ulang tahun Tuan William." Ucap Sam menjabat tangan William.


" Terima kasih Tuan Sam." Sahut William.


" Selamat ulang tahun Tuan." Ucap Lovely memberikan kotak kadonya.


" Terima kasih Nona Abrisam." Ucap William menekan kata Nona Abrisam.


Lovely membalasnya dengan senyuman.


" Silahkan nikmati pestanya dan hidangannya Tuan Sam." Ucap William melirik tangan Lovely yang masih berada di tangan Sam.


Sadar akan hal itu, Lovely segera melepasnya.


Entah mengapa Sam tidak suka dengan tatapan William kepada Lovely.


" Ayo sayang!" Sam menggandeng Lovely menuju stand makanan.


William mengepalkan erat tangannya.


" Apa kau mengenal William?" Tanya Sam menatap Lovely yang duduk di depannya.


" Tidak!" Kilah Lovely.


" Kenapa kau bertanya seperti itu?" Lovely balik bertanya.


" Aku tidak suka cara dia menatapmu, lain kali tidak perlu berdandan secantik ini!" Ucap Sam tanpa sadar.


Lovely tersenyum mendengarnya.


" Awal yang baik." Batin Lovely.


" Kenapa? Bukankah seharusnya kau senang kalau aku terlihat cantik di mata orang lain? Setidaknya aku tidak membuatmu malu kan." Ujar Lovely.


" Tidak perlu mencari perhatian orang lain! Aku paling tidak suka dengan wanita seperti itu." Ujar Sam.


" Bukankah kau tidak suka dengan apapun yang aku lakukan?" Lovely kembali bertanya.


Sam menghembuskan nafasnya dengan kasar.


" Kau tidak perlu sok peduli denganku Sam, tunjukkan itu di depan orang tuamu saja. Sekarang tidak ada siapa siapa jadi kau tidak perlu bersandiwara." Ucap Lovely.


" Iya, kenapa aku peduli denganya? Dan kenapa aku tidak rela kecantikan Lovely di lihat orang lain? Ada apa denganku ini?" Batin Sam.

__ADS_1


Mereka menyantap hidangan yang ada. Bakso, steak dan eskrim menu yang mereka pilih.


Saat mereka sedang menikmati hidangan tiba tiba lampu padam. Lovely merasa ada yang menarik tangannya menjauh dari ballroom hotel itu.


" Siapa kamu? Lepaskan aku!" Ucap Lovely.


Orang itu terus menarik Lovely melewati lorong lorong kamar hotel.


" Lepaskan aku!"


" Sam... Tolong aku!"


Orang itu membekap mulut Lovely dengan tangannya.


" Ini aku sayang!"


Deg...


Jantung Lovely berdegup dengan kencang.


" William." Lirih Lovely.


" Ternyata kau sangat mengenalku sayang." Ucap William.


William membawa Lovely ke kamarnya. Ia mendorong tubuh Lovely ke atas ranjang. Seketika lampu menyala membuat William melihat dengan jelas wajah Lovely.


" Kau sangat cantik malam ini sayang." William mengukung tubuh Lovely. Ia mengelus pipi Lovely dengan lembut.


" Kenapa kau membawaku ke sini Liam? Kau akan mengundang kecurigaan Sam." Ucap Lovely menatap William.


" Sam sudah di urus oleh anak buahku, jangan khawatirkan dia!" Ucap William.


" Jangan sakiti Sam! Balas dendamku belum terpenuhi Liam." Ujar Lovely.


" Kau terlihat sedang mengkhawatirkan kekasihmu." Ujar William.


" Bukan begitu Liam, kau paham kan maksudku." Ucap Lovely.


" Tidak ada yang bisa memahamimu melebihi aku sayang." Sahut William.


" Aku mencintaimu Love." Ucap William memajukan wajahnya membuat hidungnya menempelmenempel pada hidung Lovely.


Lovely memejamkan matanya sampai...


Cup....


William mengecup lama bibir Lovely. Ia mencecap bibir Lovely dengan lembut. Tak ada pergerakan dari Lovely, William menggigi pelan bibir bawah Lovely membuat Lovely membuka mulutnya sedikit. William menyusupkan lidahnya ke dalam mulut Lovely. Ia mengekspos setiap inchi nya.


Suara decapan memenuhi ruangan kamar hotel. Tangan William mulai bergerilya kemana mana namun ia langsung tersadar.


" Maafkan aku!" Ucap William mencium kening Lovely.


Sudah biasa jika William melakukan kesalahan ia akan meminta maaf kepada Lovely.


Penasaran siapa Wiliam?


Kita bahas di bab selanjutnya...


Jangan lupa tekan like koment vote dan kasih 🌹 yang banyak biar author makin semangat.


Terima kasih untuk readers yang telah mensuport author semoga sehat selalu...


Miss U All....


TBC.....

__ADS_1


Mohon dukungannya di karya author yang satu ini untuk pengajuan kontrak...



__ADS_2