
" Apa kau ingat anak SMP yang dekil, hitam, dan culun yang selalu mengejarmu dulu?" Tanya Lovely menatap Sam.
" Ya... Namanya Sia. Lalu apa hubungannya denganmu? Apa dia saudaramu? Dimana dia sekarang? Aku ingin meminta maaf padanya karena aku selalu berbuat kasar kepadanya. Aku di hantui rasa bersalah kepadanya Ly, aku menyesali perbuatanku kepadanya selama ini. Aku ingin menemuinya dan aku akan melakukan apa saja untuk mendapatkan maaf darinya." Ucap Sam.
Deg...
Jantung Lovely berdetak dengan sangat kencang. Benarkah Sam menyesali perbuatannya padanya dulu?
" Lovely katakan dimana dia!" Sam mengguncang bahu Lovely.
" Ya aku mengenalnya, bagaimana jika kau menemuinya terus dia memintamu untuk menikahinya?" Selidik Lovely.
" Maaf... Dengan terpaksa aku akan menikahinya."
Jeduarrrrr...
Tubuh Lovely kaku bagaikan di sambar petir di siang bolong.
" Tapi bukan berarti aku mencintainya, aku terpaksa melakukannya untuk mendapatkan maaf darinya. Aku hanya mencintaimu saat ini Lovely." Sambung Sam.
" Sekarang bawa aku untuk menemuinya!" Titah Sam.
" Dia ada di depanmu saat ini." Ucap Lovely.
Sam melongo menatap Lovely dengan seksama. Semua sudah berubah, tidak ada yang sama lagi dengan gadis kecil itu termasuk tatapannya yang penuh cinta saat menatap Sam dulu.
" Aku tidak percaya, dia selalu menatapku dengan penuh cinta Lovely. Tapi di matamu aku tidak menemukan cinta itu." Ujar Sam.
" Cinta itu sejak lama telah mati Sam, sejak kau membully ku bersama teman temanmu rasa itu berubah menjadi dendam yang mendarah daging di dalam jiwaku. Saat itu aku bertemu dengan William, dia membawaku dan menjadikan aku seperti sekarang ini. Sesuai janjiku aku datang kembali ke dalam hidupmu untuk membalaskan rasa sakit hati ini padamu." Ucap Lovely.
" Jadi kau gadis itu? Sia?" Tanya Sam memastikan.
" Ya... Aku Lovely Aresia alias Sia. Hadis yang selalu kamu tolak dari semasa SMP, SMA sampai saat kita menikah Sam. Sekarang sudah waktunya aku harus pergi darimu dan kembali pada William. Dia pria terbaik untukku." Ucap Lovely.
Lovely menuju kamarnya, ia mengambil koper lalu mulai mengemas bajunya.
" Lovely aku mohon jangan tinggalkan aku! Terserah kau mau membalas sakit hatiku seperti apa tapi aku mohon jangan tinggalkan aku! Tetaplah bersamaku! Aku mencintaimu Lovely." Sam mencekal tangan Lovely.
" Lepas Sam! Aku sudah mendapatkan cintamu dan aku tidak tega menyakitimu seperti yang kau lakukan padaku jadi biarkan aku pergi sekarang! Aku tidak mau menyukitkanmu Sam, aku mohon biarkan aku pergi!" Ucap Lovely.
" Tidak Lovely aku mohon! Aku lebih memilih menahan sakit daripada harus kehilanganmu, aku mohon jangan tinggalkan aku!" Ucap Sam.
Lovely melanjutkan mengemas pakaiannya. Ia menutup kopernya lalu menyeretnya keluar.
" Lovely aku mohon!" Ucap Sam mengikuti Lovely dari belakang.
__ADS_1
Saat Lovely hendak keluar kamar tiba tiba..
Grep...
Sam memeluknya dari belakang.
" Aku mohon jangan tinggalkan aku!" Ucap Sam.
" Lepas Sam!" Ucap Lovely memberontak.
" Aku bilang lepaskan aku!" Bentak Lovely membuat Sam melepaskan pelukannya.
Lovely membalikkan badannya menatap Sam.
" Apa dulu saat aku mengejar dan memohon padamu untuk menerima cintaku kau melakukannya hah?" Tanya Lovely membuat Sam bungkam.
" Tidak kan? Kau justru menghinaku habis habisan, kau menjatuhkan harga diriku tanpa sisa di depan semua teman temanku. Aku... " Lovely menunjuk dirinya sendiri.
" Aku akan melakukan hal yang sama, aku akan membuangmu sama seperti saat kau membuangku Sam." Teriak Lovely.
" Aku minta maaf Lovely." Sam menundukkan kepalanya.
" Aku tidak butuh kata maaf darimu, yang aku mau adalah penderitaanmu. Kau akan merasakan bagaimana di tinggalkan orang yang kau cintai, kau akan merasakan bagaimana sakitnya tidak di hargai oleh orang yang kau anggap istimewa. Jangan pernah mengejarku atau menemuiku lagi! Tidak ada cinta untukmu dan tidak ada kata maaf untukmu." Ucap Lovely meninggalkan Sam.
Sam menatap kepergian Lovely dengan sedih.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Lovely masuk ke rumah William dengan menyeret kopernya. William yang berada di ruang keluarga menoleh ke arahnya.
" Sayang, kamu kembali." Liam menghampiri Lovely.
" Ya... Balas dendamku telah usai Li, aku berpisah dengan Sam dan kembali padamu. Bolehkah aku masuk ke kamarku?" Lovely menatap Liam.
" Kamar kita." Liam menunjuk kamar utama yang ada di lantai atas.
" Baiklah, aku lelah aku mau istirahat dulu." Ujar Lovely meninggalkan Liam menuju kamarnya.
Liam menatapnya dengan heran.
" Kenapa sepertinya dia bersedih? Bukankah harusnya dia senang karena balas dendamnya tercapai? Atau dia berat meninggalkan Sam karena dia punya rasa padanya? Ini tidak boleh terjadi, Love milikku. Hanya milikku bukan yang lain." Monolog Liam menyusul Lovely di kamarnya.
Liam menghampiri Lovely yang sedang berbaring di atas ranjang. Sudah biasa jika mereka tidur bersama. Ingat! Hanya tidur ya.
Liam berbaring di sebelahnya lalu memeluk Lovely dari belakang.
__ADS_1
" Istirahatlah sayang! Aku akan memberikan ketenangan untukmu melalui pelukanku. Apakah nyaman?" Tanya Liam.
Lovely membalikkan tubuhnya menghadap Liam. Ia memeluk Liam menyembunyikan wajahnya di dada bidang Liam. Entah apa yang istimewa dari semua itu, tapi Lovely selalu merasa nyaman berada di sana.
Liam mengelus kepala Lovely. Ia tidak mau bertanya tentang hubungan Love dan Sam saat ini. Ia ingin memberikan waktu untuk Lovely berpikir sendiri. Ia yakin Lovely pasti akan memberitahunya sendiri.
Tak lama terdengsr dengkuran halus dari Lovely. Liam mencium pucuk kepala Lovely.
Malam hari setelah makan malam Lovely dan Liam duduk bersantai di balkon kamarnya sambil mengobrol.
" Apa keputusanmu sudah bulat untuk berpisah dari Sam? Aku tidak mau kita hidup dalam bayang bayang masa lalu Lovely. Jika kau sudah siap, maka aku akan segera menikahimu dengan syarat kau harus benar benar melupakan Sam." Ucap Liam.
" Aku tidak punya perasaan apa apa dengannya lagi Li, lalu untuk apa aku terus bertahan di sampingnya? Tujuanku sudah tercapai dan aku tidak punya tujuan lain selain hidup bersamamu." Sahut Lovely menatap Liam.
Liam merangkul pundak Lovely.
" Terima kasih sayang, aku akan segera mengurus surat perpisahanmu dan langsung mengurus persiapan pernikahan kita." Ujar Liam.
" Lakukan sesuai kemauanmu Li, aku milikmu dan selamanya akan seperti itu, aku berharap kita akan hidup bahagia selamanya bersama anak anak kita nanti." Ucap Lovely.
" Amin... Semoga Tuhan mengabulkan doamu." Sahut Liam.
" Apa aku harus memberitahu soal ini kepada kedua orang tuamu?" Tanya Liam.
" Aku akan menelepon mereka dan memberitahu soal ini. Aku yakin mereka bisa memahami perasaanku Li." Ucap Lovely.
" Apakah aku harus menemui mereka untuk melamarmu?" Liam kembali bertanya.
" Aku rasa tidak perlu Li, lagian mereka berada jauh di sana." Ujar Lovely.
" Aku akan tetap ke sana Love, aku akan meminta restu dari kedua orang tua kandungmu demi kebahagiaan kita." Ujar Liam.
" Baiklah terserah kau saja." Sahut Lovely.
Ya... Saat ini kedua orang tua Lovely telah menetap di luar negeri seperti orang tua Sam. Mereka merupakan rekan bisnis yang sangat akrab. Tapi untuk urusan jodoh mereka menyerahkannya kepada Lovely.
" Aku akan menyuruh Gio untuk segera mengurus surat suratnya." Ucap Leon.
Lovely menganggukkan kepalanya.
Mereka melanjutkan mengobrol tentang persiapan pernikahan mereka.
Jangan lupa tekan like koment vote dan 🌹yang banyak buat author ya...
Terima kasih untuk readers yang telah mensuport author semoga sehat selalu...
__ADS_1
Miss U All...
TBC.....