Pengkhianatanmu Kebahagiaan Untukku

Pengkhianatanmu Kebahagiaan Untukku
Ke Pernikahan Mantan


__ADS_3

Hari ini nyonya Rubi di usir dari rumah peninggalan ayahnya Erlan oleh beberapa anak buah Erlan.


" Lepaskan aku!" Teriak nyonya Rubi saat anak buah Erlan menyeretnya.


" Silahkan pergi dari sini Nyonya, karena rumah ini telah menjadi milik Tuan Erlangga" Ucap salah satu anak buah Erlan.


" Tidak! Aku tidak terima! Ini rumahku, ini rumah suamiku, aku akan memberikan pelajaran kepada bos kalian." Teriak nyonya Rubi.


" Pelajaran apa yang akan kau berikan kepadaku Nyonya Rubi? Apa yang akan kau lakukan kepadaku?" Tanya Erlan menghampirinya.


" Erlan bagaimana kau bisa berbuat sekasar ini kepadaku, aku ibumu." Ucap nyonya Rubi.


" Aku tidak pernah menganggapmu sebagai ibuku." Bentak Erlan menatap nyonya Rubi dengan tajam.


" Karena kau ibuku tiada, kau pelakor yang merebut ayahku dan hartanya." Teriak Erlan menunjuk wajah nyonya Rubi.


" Ayahmu mencintaiku, itu sebabnya dia menikahiku." Ucap nyonya Rubi dengan bangga.


" Kalau kau tidak menggodanya, ayahku tidak akan mengkhianati ibuku, kau wanita yang paling hina sedunia." Ucap Erlan.


" Sekarang sudah saatnya kau harus pergi meninggalkan rumah ini!" Ucap Erlan.


" Aku akan menikah besok, berdasarkan wasiat ayahku setelah aku menikah semua harta ayahku menjadi milikku, jadi silahkan kau keluar dari rumah ini, karena rumah ini akan di dekor untuk pernikahanku." Ucap Erlan.


" Tidak... Aku tidak mau! Ini rumahku!" Kukuh nyonya Rubi.


" Aku akan memberikanmu kompensasi kalau kau mau pergi tanpa syarat dari sini, tapi jika sampai aku yang mengusirmu dengan paksa maka kau tidak akan mendapatkan apapun, karena kau hanya istri siri ayahku, di dalam surat wasiat kau tidak mendapatkan apa apa tanpa persetujuanku." Tekan Erlan.


" Sial... Mau tidak mau aku harus pergi dari sini secepatnya atau kalau tidak aku tidak akan mendapatkan apapun, aku nggak mau menjadi gelandangan, lebih baik aku pergi, aku akan memberikan pelajaran kepadanya tanpa sepengetahuannya." Batin nyonya Rubi.


" Baiklah aku akan pergi sekarang, tepati janjimu untuk memberikanku kompensasi." Sahut nyonya Rubi pergi meninggalkan rumah yang hampir enam bulan ini ia tempati.


Baru dia bulan ia menikah dengan Tuan Pramana, Tuan Pramana sudah tiada. Padahal mereka berencana mengajukan pernikahan secara resmi, namun nasib berkata lain.


" Segera hubungi pihak WO untuk menghias rumah ini dan kamarku seindah mungkin!" Ucap Erlan menatap Bimo.


" Baik bos." Sahut Bimo.


Erlan segera pergi dari sana, ia kembali ke apartement nya untuk mengistirahatkan tubuhnya supaya di hari pernikahannya nanti ia tampil fresh.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hari ini tiba saatnya hari pernikahan Erlan dan Dera. Tidak banyak tamu yang datang karena Dera tidak ingin pernikahannya di publikasikan, apalagi di sorot kamera yang akan membuat matanya silau.


Dengan memakai kebaya berwarna putih, rambut di sanggul, riasan natural membuatnya tampak cantik alami.


Dengan sekali tarikan nafas, Erlan berhasil mempersunting nya.


Dera mencium punggung tangan Erlan, sedangkan Erlan mencium keningnya.


" Selamat sayang, selamat menjadi nyonya Permana." Ucap Erlan.

__ADS_1


" Selamat untukmu juga Mas, semoga kita bisa hidup bahagia selamanya." Ucap Dera.


" Amin sayang." Sahut Erlan.


Revan berjalan menghampiri mereka.


Ya Dera meminta Revan datang sebagai satu satunya keluarga yang ia miliki. Bagaimanapun memang hanya Revan lah yang Dera punya.


" Selamat Dera, semoga kalian selalu bahagia dan segera di beri momongan." Revan menahan air matanya sekuat mungkin. Ia tidak kuasa melihat mantan istri yang masih ia cintai menikah dengan orang lain, apalagi tepat di hadapannya.


Tapi Revan sadar jika memang ini jalan yang terbaik untuk mereka berdua. Hari ini Revan merasakan betapa sakitnya melihat orang yang ia cintai bersama orang lain, sama seperti apa yang Dera rasakan saat ia mengkhianatinya.


" Terima kasih Mas, maafkan aku jika aku menyakitimu dengan mengundangmu kemari, kau satu satunya keluarga yang aku miliki." Ujar Dera.


" Aku senang kau masih mau menjalin hubungan baik denganku, maafkan aku yang telah menyakitimu." Ucap Revan.


" Semua sudah berlalu Mas, aku merasa pengkhianatanmu justru membawa kebahagiaan untukku, aku bahagia di pertemukan dengan pria sebaik Mas Erlan, pria yang sangat mencintaiku, aku berharap dia tidak seperti mu yang hanya manis di awal pernikahan saja." Ucap Dera sendu.


" Kau juga harus melanjutkan hidupmu Mas, aku berdoa semoga kau akan mendapatkan wanita yang benar benar mencintaimu dan bisa membuatmu bahagia, dan yang jelas tidak membuatmu berpaling kepada wanita lain, aku juga minta maaf karena aku tidak bisa menjadi istri terbaik untukmu." Sambung Dera.


" Semua ini kesalahanku Dera, kita akan bertemu lima tahun lagi, berbahagialah." Revan mengusap air mata di sudut matanya.


" Bahagiakan Dera, Tuan Erlan! Jangan sampai anda melakukan kesalahan yang sama dengan saya, kalau tidak anda akan sangat menyesal." Ucap Revan.


" Jangan khawatirkan istriku! Aku pasti akan membuatnya bahagia, karena dia prioritas utamaku dan ingat satu hal Revan, jangan samakan aku denganmu! Aku tidak akan tertarik pada wanita manapun karena aku selalu setia dalam menjalani komitmen." Sahut Erlan merangkul pundak Dera.


" Aku percayakan Dera padamu, aku permisi, polisi sudah menungguku di luar." Ucap Revan.


Revan meninggalkan dia pasangan yang sedang berbahagia dengan perasaan hancur, Dera terus menatap kepergiannya dengan sendu.


" Kalau masih berat melepasnya, kejar saja!" Erlan kesal melihat tatapan yang Dera berikan kepada Revan.


Dera menatap Erlan lalu tersenyum padanya.


" Yakin boleh? Kalau boleh aku kejar beneran lho!" Canda Dera.


" Silahkan! Setelah itu Revan hanya tinggal nama." Sahut Erlan.


Mendengar ucapan Erlan, Dera langsung cemberut.


" Jangan begitu! Nanti aku khilaf." Ucap Erlan.


Bimo mendekati mereka berdua.


" Selamat menempuh hidup baru Bos, semoga selalu bahagia." Bimo memeluk Erlan.


" Terima kasih Bim." Ucap Erlan.


Bimo beralih menatap Dera.


" Selamat Nona, semoga bahagia." Ucap Bimo.

__ADS_1


" Terima kasih Bang." Sahut Dera.


" Kau harus banyak bersabar menghadapi sikap bos Erlan Nona, besarkan hatimu." Ujar Bimo.


" Tentu Bang." Sahut Dera.


" Nggak usah di dengerin omongan Bimo, sayang." Ucap Erlan.


" Iya Mas." Sahut Dera.


Para tamu yang datang saling bergantian mengucapkan selamat kepada kedua mempelai.


Nampak seorang wanita cantik seumuran Erlan berjalan menghampiri mereka berdua.


" Erlan." Panggilnya.


Erlan melongo menatap wanita itu.


" Kamu, bagaimana kamu bisa datang ke sini?" Tanya Erlan menatapnya.


" Bukankah kau yang mengundangku? Kau ingin menunjukkan padaku kalau kau berhasil melupakanku? Atau kau hanya memanfaatkan dia untuk membuktikan kepadaku jika kau bisa menikahi orang lain selain aku?" Wanita itu tersenyum manis kepada Erlan.


" Hentikan omong kosongmu Lidya!" Tekan Erlan.


" Kenapa? Apa ucapanki benar?" Tanya Lidya.


" Mas sebenarnya ada apa ini? Siapa wanita ini Mas? Katakan padaku!" Ujar Dera.


" Aku Lidya, satu satunya wanita yang sangat Erlan cintai, aku menolaknya waktu itu, dan itu membuat Erlan tidak mau menjalin hubungan dengan siapapun, aku kaget saat menerima undangan darinya kalau dia mau menikahi wanita lain, karena beberapa hari yang lalu aku menawarkan diri untuk menjadi istrinya, tapi dia menolaknya, itu sebabnya aku ingin memastikan wanita seperti apa yang menjadi istrinya, dan apa kau tahu?" Lidya menjeda ucapannya.


" Aku lebih terkejut saat mengetahui jika Erlan menikahi seorang janda." Lanjut Lidya.


Dera maju menatap Lidya.


" Memangnya kenapa dengan seorang janda? Bukankah seorang janda lebih terhormat dari seorang pelakor?" Lidya membulatkan matanya mendengar ucapan Dera.


" Kau ke sini sebagai tamu undangan atau sebagai calon pelakor, Nona Lidya?" Tekan Dera membuat Lidya merasa malu karena menjadi pusat perhatian para tamu.


" Kalau sebagai tamu undangan, silahkan nikmati hidangannya, tapi kalau sebagai pelakor, silahkan segera angkat kaki dari rumah ini, karena saya tidak akan membiarkan siapapun mengganggu hubungan saya dan suami saya." Ucap Dera.


Dengan kesal Lidya pergi meninggalkan rumah Erlan. Dera menatap Erlan yang tersenyum manis kepadanya.


Dera meninggalkan Erlan menuju kamarnya. Saat Erlan hendak mengejarnya, salah satu klien Erlan menghampirinya. Akhirnya Erlan menemani klienya sambil mengobrol.


Sebelum benar benar bahagia biarkan masalah masalah ringan menghiasi pernikahan mereka ya... Biar cinta mereka makin besar satu sama lain.


Jangan lupa like koment vote dan 🌹nya buat author...


Terima kasih author ucapkan untuk readers yang selalu mensuport author, semoga sehat selalu....


Miss U All...

__ADS_1


TBC....


__ADS_2