Pengkhianatanmu Kebahagiaan Untukku

Pengkhianatanmu Kebahagiaan Untukku
Erlan yang Sebenarnya


__ADS_3

Jleb....


" Dera..... " Teriak Erlan menghampiri tubuh Dera yang tergeletak di lantai.


Pisau dari tangan Rizal jatuh begitu saja. Ia tidak percaya dengan apa yang dia lakukan, Dia membuat wanita yang sangat di cintainya terluka.


" Dera maafkan aku." Rizal berjongkok di depan Dera.


" Minggir!" Erlan mendorong kasar Rizal hingga terjerembab di lantai.


" Kau harus menerima akibat dari perbuatanmu." Bentak Erlan.


Erlan membopong Dera menuju mobilnya. Tak lama polisi datang bersama Bimo.


" Ada apa ini bos?" Tanya Bimo.


" Dia telah menusuk Dera, pastikan dia mendekam di penjara." Erlan menunjuk Rizal.


Erlan melakukan mobilnya dengan kecepatan tinggi sedangkan Bimo mengurus Rizal dan Sila.


Di dalam mobil Erlan nampak begitu cemas.


" Sayang bertahanlah! Aku tidak akan membiarkanmu meninggalkan aku." Ucap Erlan menggenggam tangan Dera dengan satu tangannya.


Sesampainya di rumah sakit, Dera segera mendapat perawatan dari dokter. Luka di perutnya mendapat sepuluh jahitan.


Erlan duduk di kursi dekat ranjang sambil terus menggenggam tangannya.


" Sayang segera sadar ya, aku tidak mau kehilanganmu walau hanya sesaat, aku akan memberikan pelajaran kepada Rizal nanti." Ucap Erlan.


" Dia harus kehilangan nyawanya karena telah membuatmu terluka, dia membangunkan sisi gelap yang sudah lama aku pendam selama ini." Ucap Erlan geram.


Erlan mengambil ponselnya lalu menelepon Bimo.


" Halo bos." Sapa Bimo.


" Tempatkan dia di tempat biasa, biarkan aku yang mengurusnya, tidak perlu melibatkan polisi." Titah Erlan.


" Baik bos akan saya laksanakan." Sahut Bimo.


Erlan menunggu Dera sampai ia ketiduran. Dera mengerjapkan matanya. Ia tersenyum menatap Erlan yang tidur sambil duduk. Ia mengelus pelan kepala Erlan membuat tidur sang empu terganggu.


" Sayang kamu sudah sadar?" Erlan mengucek matanya menatap Dera.


" Iya Mas." Sahut Dera tersenyum manis.


" Mana yang sakit sayang?" Tanya Erlan.


" Tidak ada, sakitku hilang setelah melihatmu." Ujar Dera.


" Kau mengorbankan dirimu demi aku." Ucap Erlan mengelus kepala Dera.


" Itu sudah menjadi tugasku Mas, aku tidak akan membiarkanmu kenapa napa." Ujar Dera.


" Terima kasih sayang." Ucap Dera.


" Mas, apa lukaku dalam? Apa luka itu mengenai rahimku?" Tanya Dera menatap Erlan.

__ADS_1


" Tidak sayang, beruntung lukanya tidak terlalu dalam." Sahut Erlan.


" Syukurlah Mas, aku takut jika rahimku rusak karena tusukan itu, aku ingin segera memiliki momongan." Ujar Dera.


" Kita berdoa saja sayang semoga Erlan junior akan segera hadir menghiasi kebahagiaan kita." Ucap Erlan mengelus perut Dera yang tidak terluka.


" Amin." Sahut Dera.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hari hari berlalu, saat ini Dera sudah sembuh dan pulang ke rumahnya. Erlan meninggalkannya sendiri, ia bilang ada urusan dengan Bimo. Ia dan Bimo menuju markas yang telah lama tidak di kunjunginya yang terletak di belakang rumahnya.


" Buka pintunya! Bimo." Titah Erlan.


Bimo membuka pintunya. Erlan masuk ke dalam ruangan bawah tanah yang sangat gelap dan pengap. Nampak Rizal terikat di sebuah kursi yang sudah usang.


Byur....


Erlan mengguyur Rizal menggunakan air panas membuat Rizal memekik kesakitan.


" Ah panas... Tolong aku! Wajahku panas." Pekik Rizal.


" Itu belum seberapa Rizal, aku masih punya yang lebih panas dari ini, kau mau aku menyirammu dengan air mendidih?" Bentak Erlan.


" Tidak tidak... Maafkan aku!" Ucap Rizal.


" Tidak ada kata maaf untuk pecundang sepertimu." Erlan kembali berteriak.


" Maafkan aku Erlan, tolong lepaskan aku! Aku tidak akan mengganggu kalian lagi, aku akan pergi jauh dari sini." Ucap Rizal memohon ampun.


" Kau yang sudah membuat aku dan Dera kecelakaan kan? Sekarang rasakan ini!"


" Awh." Pekik Rizal saat tulang kakinya patah karena Erlan memukulnya dengan besi.


" Awh sakit Erlan.. Ku mohon hentikan!" Pinta Rizal.


" Kenapa aku harus memaafkanmu? Aku akan menghabisimu sekarang juga."


Kretak...


Erlan menekuk tangan Rizal hingga tulang tulangnya patah.


" Erlan... Kau psikopat." Ucap Rizal.


" Ya... Apa kau baru tahu? Kau baru tahu berhadapan dengan siapa hah? Aku Erlangga. Mantan bos mafia black dog yang terkenal sangat kejam! Apa kau menyesal telah berurusan denganku hah?" Teriak Erlan.


Kretak...


" Aw" Lagi lagi Rizal memekik kesakitan saat Erlan menekuk lehernya. Rasanya semua tulang belulang nya patah semua.


" Aku bisa saja mengulitimu hidup hidup jika saja kau bertemu denganku sebelum aku bertemu Dera, aku bisa merobek robek perutmu dan mencukil matamu, tapi sayang... Aku tidak akan melakukan itu karena aku tidak mau Dera mengetahui siapa aku sebenarnya." Ucap Erlan.


" Aku akan mengatakan pada Dera siapa kau sebenarnya." Ujar Rizal sambil menahan sakitnya.


" Silahkan saja kalau kau bisa keluar dari sini dalam kondisi hidup." Sahut Erlan.


Brak....

__ADS_1


Erlan menendang perut Rizal hingga kursinya terbalik ke belakang. Darah memuncrat dari mulut Rizal menandakan organ dalamnya rusak.


" Kau masih mau bilang sama Dera hah? Bilang saja! Kalau kau bisa, akan aku pastikan dalam dua jam ke depan kau akan mati di sini." Ucap Erlan.


" Bimo berikan dia racun sekarang juga, akhiri hidupnya yang tidak berguna itu." Titah Erlan.


" Baik bos." Sahut Bimo.


" Jangan Bimo! Jangan lakukan itu! Aku masih mau hidup! Lebih baik kalian mengirim ku ke penjara saja." Ucap Rizal.


" Semua sudah terlambat Rizal... Malaikat pencabut nyawa sedang menantimu." Sahut Erlan.


" Urus jasadnya nanti, aku kembali ke rumah dulu." Ucap Erlan membalikkan badannya.


Deg....


Tubuh Erlan terasa kamu tidak bisa di gerakkan. Jantungnya terasa berhenti berdetak saat melihat Dera yang berdiri di depannya dengan air mata yang mengalir di pipinya.


" Sayang." Erlan mendekati Dera namun Dera segera berlari menjauhinya.


" Sayang tunggu aku!" Teriak Erlan mengejar Dera.


Dera kembali ke kamarnya. Ia mengunci rapat pintunya dari dalam. Tubuhnya luruh ke lantai bersandar pada pintu.


" Hiks.... Hiks... Aku tidak menyangka kalau aku menikahi pria kejam seperti Mas Erlan, dia tidak punya hati nurani saat menyakiti Rizal, hiks.... Ya Tuhan... Sebenarnya kemana kau membawa hidupku? Setelah lepas dari Mas Revan, justru aku menikahi pria psikopat sepertinya hiks... Aku takut.. Aku takut sekali, bagaimana jika dia melakukan semua itu kepadaku? Bagaimana jika dia melakukan hal itu kepada anak anakku nanti? Hikss... " Isak Dera mengusap air matanya.


Tok tok tok


" Dera sayang buka pintunya." Ucap Erlan.


" Sayang, jangan takut kepadaku! Aku tidak akan menyakitimu, lebih baik aku menyakiti diriku sendiri dari pada harus menyakitimu sayang, buka pintunya! Biarkan aku menjelaskan semuanya." Ujar Erlan.


" Pergi! Aku tidak bertemu dengan pria sepertimu!" Teriak Dera membuat Erlan memejamkan matanya menahan emosi.


" Sayang tolong jangan seperti ini! Aku tidak mungkin pergi meninggalkanmu, aku tidak bisa hidup jauh darimu sayang, ku mohon buka pintunya!" Ucap Erlan membujuk Dera.


" Tidak mau! Aku takut sama kamu Mas, kamu psikopat! Aku tidak mau bertemu denganmu lagi." Teriak Dera.


Bimo menepuk pundak Erlan membuat Erlan menoleh ke arahnya.


" Biarkan Non Dera tenang dulu bos! Setelah dia tenang kau bisa menemuinya." Ucap Bimo.


" Baiklah Bim, aku akan menjaganya di sini." Sahut Erlan.


" Sayang aku duduk di sini ya, kalau ada apa apa panggil aku." Ucap Erlan di balik pintu.


Lhoh Thor kok konflik terus sih?


Biarkan konflik konflik menghampiri mereka ya, yang penting cepat terselesaikan....


Author akan buat hidup mereka benar benar bahagia setelah Dera hamil nanti.


Jangan lupa like koment vote dan 🌹 buat author..


Terima kasih untuk readers yang selalu mensuport author semoga sehat selalu...


Miss U A...

__ADS_1


TBC....


__ADS_2