Pengkhianatanmu Kebahagiaan Untukku

Pengkhianatanmu Kebahagiaan Untukku
Menerima Masa Lalumu


__ADS_3

" Saya seorang duda, saya pernah menjalin pernikahan dua kali dan saya mengkhianati pernikahan itu, tidak sampai di situ Pak Bu, saya membiayai hidup istri siri saya dengan menggelapkan dana di perusahaan ku bekerja, dan setelah semua terbongkar saya di penjara selama hampir satu tahun lamanya, dan jujur kalaubsaya baru keluar dari penjara beberapa hari yang lalu." Terang Revan.


Abi Rohman dan Umi Maryam saling melempar pandangannya. Bagaimana putrinya akan mereka serahkan kepada pria yang bermasa lalu kelam seperti Revan.


" Berarti kamu duda dua kali? Lalu dimana istri dirimu itu Mas?" Tanya Aulia memastikan.


" Aku di jebak oleh temanku, dia menyukai istriku makanya dia mengirimkan wanita itu untuk mengganggu rumah tangga ku, dan bodohnya aku justru tergiur dengan godaannya, akhirnya aku kehilangan wanita yang sangat aku cintai, setelah aku mengetahui semuanya aku langsung menceraikannya." Ucap Revan.


" Itulah saya Pak Bu, kalian mau menerima silahkan! Kalau mau menolak juga tidak apa." Ucap Revan.


" Kami menghargai kejujuranmu Nak, seberapa buruk masa lalumu insyaallah kami menerimanya, asalkan kamu mau berubah menjadi lebih baik setelah menikah dengan anak kami, jika suatu hari nanti kamu sudah tidak menginginkannya, maka kembalikan dia kepada kami dengan baik baik, jangan kau sakiti hatinya dengan mengkhianati cintanya." Ucap Abi Rohman.


" Saya akan mencoba dan selalu menjaga hubungan ini Pak, saya tidak mau mengalami kegagalan lagi." Sahut Revan.


" Bagaimana denganmu Aulia? Apa kau mau menerima Revan sebagai suamimu?" Tanya Abi Rohman menatap Aulia.


" Bismillah, aku akan mencintai Mas Revan karena Allah, InsyaAllah apapun yang terjadi aku serahkan kepada Allah Bi, doakan yang terbaik untuk pernikahan kami." Ucap Aulia.


" Alhamdulillah." Ucap Abi Rohman bernafas lega.


" Segera bawa kedua orang tuamu kemari untuk melamar anak kami Nak." Ucap Abi Rohman.


" Maaf Pak, saya sudah tidak punya siapa siapa kecuali mantan istri saya, rumah di sebelah itupun rumah mantan istri saya, dia meminjam kan kepada saya supaya saya bisa berteduh, kalau tidak keberatan saya akan membawa mantan istri saya untuk melamar Aulia." Ucap Revan.


" Kalian masih berhubungan?" Tanya Aulia.


" Ya kami berhubungan baik setelah perceraian, dia memaafkan segala kesalahan yang telah aku lakukan kepadanya, dan saat ini dia sudah menikah lagi dengan bos dimana aku bekerja, tapi kau tidak usah khawatir! Aku tidak akan kembali lagi kepadanya, kami hanya saling menghargai karena kami sama sama tidak punya keluarga, saat ini dia menganggapku keluarganya satu satunya yang dia punya, begitupun sebaliknya." Ucap Revan menatap Aulia.


" Baiklah tidak masalah, memang silaturahmi sebisa mungkin harus tetap di jaga, yang jelas aku tidak mau jika nanti kau ada main dengannya di belakangku." Ucap Aulia.


" Tidak akan Aulia, aku tidak akan melakukan kesalahan yang sama lagi dalam hidupku." Sahut Revan.


" Kapan pernikahan akan di laksanakan Nak Revan?" Tanya Abi Rohman.


" Kalau boleh, aku ingin membawa Aulia ke rumah mantan istriku dulu, aku ingin meminta doa restu dari dirinya Pak, sebagai keluarga." Ucap Revan.


Abi Rohman menatap ke arah Aulia.


" Iya Bi tidak apa, aku juga ingin berkenalan dengan mantan istrinya Mas Revan, siapa tahu kami bisa menjadi teman baik, hitung hitung menambah kekeluargaan kan." Sahut Aulia.


" Baiklah terserah kalian saja, pernikahan akan di laksanakan setelahnya." Ucap Abi Rohman.

__ADS_1


" Terima kasih Pak, kalau begitu saya permisi dulu." Ucap Revan undur diri.


" Baiklah, tapi ingat jangan sampai kabur, aku akan menemukanmu kemanapun kamu pergi." Ancam Abi Rohman.


" Iya Pak, assalamu'alaikum." Ucap Revan.


" Wa'alaikumsallam." Sahut mereka bersamaan.


Revan kembali ke rumahnya sedangkan Abi dan Umi melanjutkan berbincang dengan Aulia.


...----------------...


Pagi hari, Revan sudah bersiap ingin mengajak Aulia ke rumah Erlan. Dengan memakai celana jeans dan kaos lengan panjang kedodoran membuat Aulia nampak cantik. Jangan lupakan hijab pasmina yang menghiasi kepalanya.


" Kamu sudah siap?" Tanya Revan menatap Aulia.


" Iya Mas." Sahut Aulia.


" Kita pakai mobilku aja Mas, aku nggak mau kalau naik taksi." Ujar Aulia.


" Baiklah." Sahut Revan.


Revan melajukan mobil Aulia ke rumah Erlan. Tiga puluh menit kemudian, Revan menghentikan mobilnya tepat di depan rumah Erlan.


" Ayo masuk." Ajak Revan.


Revan masuk ke dalam di ikuti Aulia dari belakang.


" Assalamu'alaikum." Ucap Aulia.


" Wa'alaikumsallam." Sahut Dera menghampiri mereka.


Aulia menatap Dera dengan perut yang sudah besar. Ia menoleh ke arah Revan yang menganggukkan kepala ke arahnya.


" Mas Revan, kamu membawa siapa ini?" Tanya Dera menatap Aulia.


" Kenalkan Mbak, saya Aulia." Aulia menyalami Dera.


" Aulia, siapanya Mas Revan ya?" Tanya Dera masih penasaran.


Aulia sengaja diam, dia ingin Revan yang memperkenalkannya sebagai calon istrinya.

__ADS_1


" Dia calon istriku." Sahut Revan.


Dera melongo membulatkan matanya.


" Subhanallah, kau sudah punya calon istri Mas, aku senang mendengarnya, oh ya silahkan duduk!" Dera mempersilahkan mereka duduk di ruang tamu.


" Kapan kalian akan menikah?" Tanya Dera.


" Besok, aku ke sini mau mengundangmu sekalian meminta restumu, aku ingin menempuh hidup baru bersama Aulia, doakan semoga aku bisa bahagia seperti dirimu dan doakan semoga aku bisa menjadi suami yang terbaik untuk Aulia." Ucap Revan.


" Tentu Mas, doa terbaik untukmu, satu pesanku! Jangan kau ulangi kesalahan di masa lalu lagi, kesempatan tidak datang dia kali, atau kau akan menyesalinya lagi." Ucap Dera.


" Aku akan selalu mengingat pesanmu itu Dera, terima kasih sudah menjadi keluarga yang baik untukku." Ucap Revan.


" Sama sama Mas." Sahut Dera.


" Oh ya Aulia kerja dimana?" Tanya Dera menatap Aulia.


" Aku kerja sebagai cokki di restoku sendiri Mbak, tapi aku belum ada rencana mau melanjutkan kerja atau tidak setelah menikah nanti, yang jelas doakan semoga aku bisa menjadi istri yang baik untuk Mas Revan, dan bisa segera memiliki momongan seperti kamu Mbak." Ucap Aulia menatap perut Dera.


" Tentu saja! Kalau kau tidak menundanya pasti kalian akan cepat dapat momongan." Ujar Dera.


" Amin semoga ya Mbak." Sahut Aulia.


" Apa Aulia sudah tahu mengenai masa lalumu Mas?" Tanya Dera hati hati. Bukannya ia mau ikut campur, tapi ia harus memastikan jika Revan jujur di awal hubungannya dengan Aulia.


" Sudah Mbak, aku menerima semua masa lalu Mas Revan, baik itu yang baik ataupun yang buruk sekalipun, semua orang berhak mendapatkan kesempatan untuk berubah menjadi manusia yang baik, aku menikah dengan Mas Revan karena Allah, dan semoga Allah selalu melimpahkan kebahagiaan untuk kami berdua." Ujar Aulia.


" Amin, aku lega melihat Mas Revan hendak bersanding dengan wanita Shalihah sepertimu, semoga kalian menjadi keluarga yang sakinah mawaddah dan warohmah." Ucap Dera.


" Amin." Sahut Aulia.


Ketiganya melanjutkan mengobrol seputar kehamilan dan setelah pernikahan. Aulia nampak antusias mendengarkan Dera bercerita, sesekali mereka tertawa bersama. Revan tersenyum bahagia melihatnya.


" Semoga kau akan menjadi sumber kebahagiaan untukku Aulia, aku serahkan takdirku kepada Tuhan, semoga keputusan menikahimu adalah keputusan terbaik dalam hidupku, semoga aku bisa melabuhkan hati ini untukmu." Gumam Revan dalam hatinya.


Udah double up nih...


Jangan lupa like koment vote dan hadiahnya buat author...


Miss U All...

__ADS_1


TBC....


__ADS_2