Pengkhianatanmu Kebahagiaan Untukku

Pengkhianatanmu Kebahagiaan Untukku
Bertemu Kembali


__ADS_3

" Bagaimana keadaan Mas Erlan Bang? Katakan cepat!" Desak Dera tidak sabar.


" Bos Erlan sedang di rawat di rumah sakit, kakinya terluka dan tubuhnya juga banyak yang luka Nona, itu sebabnya dia di rawat Nona." Sahut Bimo.


" Astaga... Tapi dia tidak apa apa kan Bang? Tidak ada luka yang parah kan Bang? Di rumah sakit mana Bang?" Tanya Dera cemas.


" Tidak pa pa Nona, lukanya tidak parah, bos berada di rumah sakit xx, apa anda akan datang kemari Nona?" Tanya Bimo.


" Ya, aku akan ke sana sekarang Bang, tolong temani Mas Erlan dulu ya." Ujar Dera.


" Baik Nona, kami menanti kehadiran anda." Bimo mematikan sambungan teleponnya.


Tanpa membuang waktu, Dera segera berjalan menuju mobilnya. Ia melajukan mobilnya menuju rumah sakit yang sudah di beritahu oleh Bimo.


Lima belas menit kemudian, ia sampai di rumah sakit. Ia segera berlari menuju ruangan Erlan.


Cek lek....


Dera membuka pintunya. Ia menatap Erlan yang terbaik lemah di atas ranjang dengan tatapan sendu, saat ini Erlan juga sedang menatap ke arahnya.


" Sayang." Lirih Erlan dengan mata berkaca kaca.


Bahu Dera naik turun karena menahan air matanya.


" Mas." Dera segera berlari memeluk Erlan.


" Mas hiks.. Aku sangat takut kau tidak kembali Mas, aku takut kehilanganmu, aku takut kita tidak bisa bersama lagi, hiks.... Aku tidak bisa hidup tanpamu Mas, hiks... Jangan tinggalkan aku lagi, atau kau tidak akan bisa melihatku hidup lagi." Isak Dera.


" Tenang sayang! Aku baik baik saja, aku tidak akan meninggalkanmu apapun yang terjadi, aku akan selalu bersamamu, aku mencintaimu." Erlan mencium pucuk kepala Dera.


" Maafkan aku ya yang sudah jauh darimu selama enam bulan ini, selama ini aku tersiksa sayang, aku tidak bisa tidur nyenyak, aku tidak bisa makan dengan baik, aku bahkan tidak bisa menghilangkan bayanganmu dari pikiranku sayang, aku selalu ingin keluar dari sana, aku ingin secepatnya kabur dari sana untuk menemuimu, aku sangat mencintaimu, sangat sangat mencintaimu, aku bahagia akhirnya aku bisa bertemu denganmu lagi." Sambung Erlan.


" Jangan pergi kemana mana sendirian lagi Mas, kau harus di temani aku ataupun bang Bimo, aku tidak mau kamu sampai kenapa napa, aku takut kehilangan kamu lagi, enam bulan begitu menyiksaku Mas." Ucap Dera.


" Iya sayang, aku tidak akan pergi sendiri lagi, gimana kabar anak kita? Apa dia baik baik saja? Atau dia juga resah memikirkan Papanya? Udah besar juga anak Papa ini, pasti tumbuh dengan sehat kan? Apalagi di jagain sama Om Bimo." Erlan mengusap perut Dera.


" Dia baik baik saja Mas, dia tumbuh dengan baik, mana yang sakit Mas? Biar aku pijatin." Ujar Dera.


" Tadinya seluruh badanku sakit semua, selama enam bulan aku terikat dan di siksa tanpa ampun, tapi setelah melihatmu, rasa sakit itu hilang entah kemana." Sahut Erlan.


" Siapa yang tega menculikmu Mas?" Tanya Dera menangkup wajah Erlan.

__ADS_1


" Seseorang yang menjadi musuhku dulu, dia ingin membalas tentang kematian kakaknya, tapi kau tenang saja! Bimo sudah membereskannya, sekarang kita aman, kau tidak perlu takut lagi." Ucap Erlan.


Dera memeluk Erlan dengan erat. Ia tidak mau kehilangan Erlan lagi.


" Bagaimana ceritanya dia bisa menyekapmu selama enam bulan bos?" Tanya Bimo.


Dera melepas pelukannya, ia juga ingin tahu tentang kondisi Erlan selama di culik.


" Sepertinya aku koma Bimo, aku ingat saat aku hendak pulang ke sini tiba tiba ada yang memukul tengkukku dari belakang, dan aku tidak sadarkan diri, setelah aku bangun dia bilang kalau dia sudah menyekapku selama enam bulan, awalnya aku tidak percaya, jika dia menyekapku selama enam bulan kenapa dia tidak membuangku saja? Dia bilang kalau dia tidak akan membiarkan aku mati dengan mudah, tapi syukurlah kau datang tepat waktu Bimo, terima kasih." Ucap Erlan.


" Iya bos, maafkan kami karena kami terlambat menemukanmu, pantas saja kami kami kesulitan mendapatkan petunjuk kalau kamu ada di rumah itu, ternyata kamu koma." Ujar Bimo.


Entah mukjizat Tuhan atau bagaimana, setelah bangun dari koma, Erlan tidak merasakan apa apa. Tidak ada yang berarti dengan lukanya.


" Kalau aku tahu siapa yang menculikmu, aku akan menembaknya dan mengirimkannya ke neraka." Ucap Dera.


Erlan tersenyum menatap Dera.


" Aku tidak akan membiarkanmu mengotori tanganmu, aku bisa mengatasinya sendiri sayang." Erlan mengelus kepala Dera.


" Sini tidur! Kau pasti tidak bisa tidur dengan baik selama jauh dariku." Erlan menepuk ranjang di sebelahnya.


Dera segera berbaring memeluk Erlan. Ia menjadikan lengan Erlan sebagai bantalan, Erlan mengelus elus kepala Dera sampai ia tertidur pulas.


" Saya sudah melakukannya bos, saya sudah membuat markas itu rata dengan tanah." Sahut Bimo.


" Bagus Bimo, kau memang bisa di andalkan." Ucap Erlan.


" Aku juga ingin dia menebus semua penderitaan yang di rasakan oleh Dera selama aku tidak ada, patahkan semua tangan dan kakinya." Titah Erlan.


" Iya bos, oh ya bos selama beberapa hari ini Non Dera kembali dekat dengan Revan." Ucap Bimo hati hati.


" Revan sudah bebas?" Tanya Erlan.


" Saya membebaskannya, karena saya butuh bantuannya untuk merawat Nona Dera, selama kepergianmu Nona Dera lebih seperti boneka hidup, tidak ada tawa tau pun senyum yang menghiasi wajahnya, ia selalu murung dan tidak mau makan, itulah sebabnya aku meminta bantuan Revan, karena bagaimanapun dia pernah hidup bersama dengan Nona Dera." Sahut Bimo.


" Baiklah tidak apa, aku mau istirahat Bimo." Ucap Erlan.


" Baik bos, saya akan menunggu di sofa, kalau bos butuh apa apa tinggal panggil saya saja." Ucap Bimo berbaring di sofa.


Erlan memeluk Dera memejamkan matanya.

__ADS_1


Pagi hari,


Dera mengerjapkan matanya. Ia menatap wajah tampan yang saat ini sedang menatap ke arahnya.


" Aku harap ini bukan mimpi Mas, aku sangat merindukanmu setelah sekian lama kau pergi meninggalkan aku, aku tidak bisa hidup tanpamu, hari hari aku lalui dengan sangat berat tanpa kamu di sisiku, aku mencintaimu Mas." Dera mengelus wajah Erlan.


" Ini bukan mimpi sayang, aku benar benar sudah kembali, dan aku berjanji tidak akan meninggalkanmu lagi, maafkan aku, aku lebih menicintaimu." Erlan mencium kening Dera.


" Aku memaafkanmu Mas." Sahut Dera.


Erlan beralih ke perut Dera yang membuncit. Ia mengusap usap perut Dera dengan rasa bahagia yang mendalam.


" Sayangnya Papa, laki laki atau perempuan nih?" Tanya Erlan.


" Kemarin USG katanya dia perempuan Mas." Sahut Dera.


" Wah Bimo menang banyak donk, siap siap menjadikan Bimo menantu kita sayang." Ujar Erlan.


" Tidak masalah Mas, anak kita akan aman dan bahagia jika bersama bang Bimo." Sahut Dera.


" Tapi usia mereka terpaut sangatlah jauh sayang, apa nggak kasihan sama anak kota nanti, dia harus mengurus laki laki tua seperti Bimo." Ucap Erlan.


" Jika udah jodoh mau gimana lagi Mas." Ujar Dera.


Tiba tiba....


Duhh...


" Eh dia nendang sayang." Pekik Erlan.


" Iya Mas, mungkin dia paham apa yang kita katakan." Ujar Dera.


" Iya sayang." Sahut Erlan kembali mencium kening Dera.


Erlan dan Dera saling meluapkan kebahagiaan di hati keduanya. Dera merasa sangat bersyukur akhirnya bisa di persatukan dengan Erlan lagi. Ia berharap tidak akan lagi ada perpisahan di antara keduanya.


Erlan udah author kembaliin ya...


Tekan like koment vote dan hadiahnya donk buat author...


Terima kasih untuk readers yang selalu mensuport author semoga sehat selalu...

__ADS_1


Miss U All...


TBC....


__ADS_2