
Dera berjalan menuju kamar Bimo. Ia ingin tahu apa yang di sembunyikan Erlan darinya.
Tok tok...
" Bang ini aku, bolehkah aku masuk?" Ucap Dera.
Ceklek...
Bimo membuka pintunya.
" Iya ada apa Nona?" Tanya Bimo menatap Dera.
" Bang aku mau nanya, apa Mas Erlan sedang berhubungan dengan wanita lain?" Selidik Dera.
" Tidak Nona." Sahut Bimo.
" Jangan berbohong! Katakan yang sebenarnya Bang! Atau kalau tidak, aku tidak akan memberikan putriku kepadamu!" Ancam Dera.
" Memang itu kenyataannya Nona, Tuan Erlan tidak punya wanita lain selain anda, bukankah bos bucin dengan anda? Lalu bagaimana dia bisa memiliki wanita lain." Ucap Bimo.
" Aku tidak percaya padamu Bang! Kau pasti sedang berusaha membela bosmu itu." Ujar Dera.
" Tidak Nona! Kalau bos salah maka saya tetap akan menyalahkannya, tapi beneran Nona kalau bos tidak punya wanita lain selain anda Nona." Ucap Bimo.
" Oh ya, darimana anda punya pikiran seperti itu?" Selidik Bimo.
" Felling aja." Sahut Dera.
" Berarti felling anda salah Nona." Sahut Bimo.
" Bang! Bisa nggak sih bicaranya jangan formal gini, aku itu menganggapmu sebagai kakakku, kalau kamu bicaranya seperti ini serasa bicara sama ajudan saja." Ujar Dera.
" Saya takut kalau nanti bos akan marah jika saya tidak menghormati anda Nona." Ujar Bimo.
" Nanti aku yang ngomong sama Mas Erlan, nggak enak banget di dengarnya." Ucap Dera.
" Kenapa sayang?"
Dera menoleh ke belakang, Erlan menghampirinya.
" Mas minta Bang Bimo untuk tidak bicara formal padaku, rasanya risih telingaku mendengarnya." Ucap Dera.
Erlan menatap Bimo begitupun sebaliknya.
" Lakukan saja sesuai keinginannya Bim." Ucap Erlan.
" Baik bos." Sahut Bimo.
" Kamu ngapain ke sini sayang? Jangan bilang kamu mau ngapelin Bimo ke kamarnya." Ucap Erlan mematap Dera.
" Tidak! Aku hanya sedang bertanya pada Bang Bimo." Sahut Dera.
" Bertanya apa hmm?" Tanya Erlan.
" Soal Qiran." Sahut Dera.
" Sudah mendapat jawabannya?" Erlan merapikan anak rambut Dera.
" Sudah." Sahut Dera.
__ADS_1
" Kalau begitu jangan ganggu Bimo lagi! Ayo kita ke kamar! Kasihan Qiran sendirian di sana." Ajak Erlan menggandeng tangan Dera.
Erlan menoleh ke belakang lalu mengacungkan kepalan tangan kepada Bimo. Keduanya berjalan menaiki tangga menuju kamar mereka.
" Aku akan ke cafe itu nanti malam untuk memastikan semuanya, kalau memang terbukti Mas Erlan menduakan aku, maka aku tidak akan segan segan meninggalkannya, sama dengan apa yang aku lakukan kepada Mas Revan." Ucap Dera dalam hatinya.
Erlan dan Dera masuk ke dalam kamarnya dengan perasaan kesal karena tidak mendapatkan apapun dari Bimo.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Malam hari, Erlan sedang bersiap. Ia beralasan meeting dengan client kepada Dera, namun dalam hati Dera tidak mempercayainya. Dera membantunya memakai dasi pada kerah
lehernya.
" Sayang aku berangkat dulu ya, doakan semoga meeting kali ini sukses dan hasilnya sesuai yang aku harapkan." Ucap Erlan menarik pinggang Dera.
" Hmm." Gumam Dera.
" Tega kamu Mas! Kamu meminta doa dariku untuk menemui selingkuhanmu itu, apa aku sudah tidak berarti lagi untukmu? Apa kau tidak kasihan padaku dan Qiran? Ingin sekali aku menanyakan semua itu padamu, tapi aku yakin kau akan mengelaknya, lebih baik aku menangkap basah kamu saja." Gumam Dera dalam hatinya.
" Kok hmm doank sih sayang, doakan dengan benar donk!" Erlan menangkup wajah Dera.
" Iya aku doakan semoga semua nya lancar." Ucap Dera.
Cup...
Erlan mengecup bibir Dera.
" Aku mencintaimu sayang." Ucap Erlan.
Ucapan Erlan membuat hati Dera trenyuh. Ia menahan air matanya agar tidak tumpah.
" Aku pergi dulu." Ucap Erlan keluar dari kamarnya.
" Kalau kau mencintaiku, kenapa kau lakukan ini padaku Mas? " Tanya Dera dalam hatinya.
Tak lama Dera turun ke bawah mencari bi Sumi di kamarnya.
" Bi aku mau keluar sebentar, aku titip Qiran ya." Ucap Dera menatap bi Sumi.
" Iya Non." Sahut Bi Sumi.
Dera berjalan ke mobilnya lalu ia melajukannya menuju cafe xx. Ia yakin saat ini Erlan ada di sana. Dua puluh menit Dera sampai di cafe xx.
Dera mengerutkan keningnya karena suasana cafe terlihat ramai.
" Seperti ada acara." Gumam Dera.
" Jangan jangan acaranya Mas Erlan dengan selingkuhannya, apa Mas Erlan mau melamarnya ya? Aku harus masuk ke sana untuk memastikannya." Ucap Dera.
Dera turun dari mobil lalu berjalan masuk ke cafe itu. Ia mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru cafe tersebut. Banyak hiasan bunga mawar dan balon berwarna warni.
" Seperti acara ulang tahun, apa selingkuhan Mas Erlan ulang tahun hari ini? Tapi mana Mas Erlan ya? Kok nggak kelihatan." Batin Dera mencari sosok suaminya.
Dera terus maju berharap bisa menemukan Erlan di sana. Tiba tiba lampu mati.
Plep..
Semuanya nampak gelap, tak lama setelah itu lampu sorot menyoroti Dera membuat Dera silau. Dera tidak mengerti apa yang terjadi. Kenapa lampu itu hanya menyorot dirinya?
__ADS_1
" Untuk istriku tercinta."
Terdengar suara Erlan melalui pengeras suara.
" Terima kasih sudah hadir dalam hidupku, Terima kasih sudah menjadikan aku sebagai sandaran hidupmu, Terima kasih sudah memberikan hadiah terindah dalam hidupku yaitu babby Qiran, putri tercinta ku. Terima kasih sudah membuat hidupku lebih berwarna dari sebelum aku mengenalmu, Terima kasih atas semua kebahagiaan yang kau berikan untukku dan untuk putri kita tercinta." Ucap Erlan.
" Malam ini aku ucapkan Happy Birthday to you, my lovely wife, semoga panjang umur, sehat selalu, dan selalu di beri kebahagiaan dalam hidupmu."
Nampak Erlan berjalan mendekati Dera yang sedang berdiri mematung. Erlan menggenggam tangan Dera lalu mencium punggung tangannya.
" Aku mencintaimu, aku akan selalu mencintaimu dan hanya kamu yang aku cintai, Aldera Erlangga." Ungkap Erlan menatap Dera.
Air mata yang sedari tadi Dera tahan, akhirnya jatuh juga membasahi pipi mulusnya. Ia terharu dengan kejutan yang di berikan oleh Erlan. Kejutan ini benar benar menguras emosinya.
" Sayang, I love you forever." Ucap Erlan.
Grep....
Dera memeluk Erlan, Erlan memberikan mic kepada Bimo lalu membalas pelukan Dera.
" Hiks.... " Isak Dera.
" Sayang kenapa kamu menangis?" Tanya Erlan.
" Hiks... Kamu jahat!" Dera memukuli dada Erlan.
" Lhoh memangnya aku kenapa hmm?" Erlan melepas pelukannya lalu menangkup wajah Dera dengan kedua tangannya.
" Kamu sengaja membuat aku berpikiran kalau kamu punya wanita lain kan? Kamu sengaja menjebakku supaya aku datang kemari, kamu hampir membuat jantungku copot karena mendengar obrolan mesramu lewat telepon tadi siang, aku berpikir kau telah mengkhianati pernikahan kita, hiks.. Kamu jahat." Ucap Dera terisak.
" Sayang maafkan aku! Aku memang sengaja melakukannya supaya aku datang kemari, karena apa? Karena aku sudah menyiapkan kejutan ini untukmu, maafkan aku ya!" Erlan menarik Dera ke dalam pelukannya.
" Aku hanya mencintaimu sayang, tidak ada wanita lain dalam hidupku." Ucap Erlan kembali membisikkan kata kata cinta.
" Aku juga mencintaimu Mas, Terima kasih untuk kejutan ini." Sahut Dera.
Erlan menangkup wajah Dera lalu Ia mencium bibir Dera dengan lembut. Suara tepuk tangan menyadarkan mereka kalau di sana banyak tamu undangan yang melihatnya.
Pyar....
Lampu menyala dengan terang. Dera menoleh ke kiri lalu menyunggingkan senyumnya saat melihat Babby Qiran berada dalam gendingan Bimo.
" Sayang kamu di sini." Dera mengambil alih gendongan Bimo.
Dera menciumi pipi putri kecilnya. Erlan maju memeluk mereka. Kebahagiaan yang Dera rasakan bersama Erlan benar benar kebahagiaan yang nyata dalam hidupnya. Ia sangat bersyukur kepada Tuhan yang telah memberikan suami seperti Erlan.
Suami setia yang selalu menyayanginya. Semoga kebahagiaan ini akan kekal abadi selamanya.
Acara di lanjut dengan potong kue dan makan makan. Para tamu undangan silih berganti mengucapkan selamat kepada Dera.
Dera menatap Erlan dengan penuh cinta dan kebahagiaan di dalamnya.
Lanjut apa mau ke Season 2 ???
Tulis di kolom komentar ya....
Jangan lupa untuk tekan like, koment dan vote dulu biar author semangat melanjutkan ceritanya.
Terima kasih untuk readers yang selalu mensuport author... Semoga sehat selalu...
__ADS_1
Miss U All...
TBC...