
Lovely menatap Sam dengan tajam.
" William? William siapa maksudmu? Aku tadi merasa pusing terus di antar sama supir mama, kau salah lihat mungkin Sam." Ucap Lovely melanjutkan langkahnya.
" Apa iya aku salah lihat? Masa' sopir penampilannya sekeren itu sih." Sam menggaruk kepalanya. Ia segera menyusul Lovely ke kamarnya.
Ceklek....
Glek....
Sam menelan kasar ludahnya saat melihat Lovely yang hanya memakai handuk saja. Dengan enteng Lovely berjalan begitu saja masuk ke kamar mandi.
" Bisa bisanya dia bersikap santai seperti itu, tidak tahu apa kalau aku deg deg an, hah kepalaku jadi cenut cenut." Gumam Sam duduk di tepi ranjang.
Ia merebahkan tubuhnya menatap langit langit kamar.
" Lovely kau telah berhasil mencuri hatiku, aku merasa tidak mau kehilangan kamu, aku akan mengutarakan isi hatiku malam ini." Monolog Sam.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Qiran sedang menemani Bian di ranjangnya. Ia menatap Bian yang sedang tengkurap dengan perasaan senang. Bian tumbuh menjadi anak yang aktif, pipinya gembul membuat semua orang merasa gemas jika melihatnya.
" Anak Mama pintar sekali, ayo belajar balik lagi." Ucap Qiran.
" Ho... ho.. " Celoteh Bian sambil menggejolkan kaki dan tangannya seperti orang yang sedang berenang.
" Assalamu'alaikum." Ucap Bimo yang baru pulang dari kerja.
" Wa'alaikumsallam Mas." Sahut Qiran mencium punggung tangannya.
" Anak Papa lagi belajar tengkurap ya, duh gemesin pipinya seperti bakpao." Bimo mencubit pelan pipi Bian.
" Mandi dulu Mas baru pegang Bian, kamu bawa kuman dari luar sana." Ujar Qiran.
" Iya sayang, Mas mandi dulu." Ucap Bimo mencium kening Qiran.
Selesai mandi Bimo bergabung dengan mereka.
" Sayang Bian udah empat bulan, kita bisa menyiapkan proses kehamilanmu lagi." Ujar Bimo menatap Qiran.
" Iya Mas aku nurut aja apa kata kamu, ya jelas aku hanya berusaha dan tidak bisa menjanjikan hasilnya." Ujar Qiran.
" Hasilnya kita pasrahkan pada Tuhan saja, Mas ingin memiliki tiga atau empat anak aq sebelum Mas makin menua." Ucap Bimo.
" InsyaAllah akan aku berikan Mas." Sahut Qiran menyandarkan kepalanya ke bahu Bimo.
Bimo mengelus kepala Qiran, sesekali ia menciuminya. Bimo menarik pelan dagu Qiran hingga menghadap ke arahnya.
Cup...
Bimo mengecup bibir Qiran, Qiran memejamkaan mata membuka sedikit mulutnya, Bimo menyusupkan lidahnya mengekspos setiap inchinya. Suara secapan memenuhi kamar mereka. Keduanya saling menikmati manisnya bertukar saliva.
__ADS_1
Ciuman Bimo yang semula lembut semakin menuntut, tangannya mulai meraba punggung Qiran, nafasnya semakin memburu membuat Qiran paham apa yang di inginkan Bimo saat ini.
Qiran melepas ciuman Bimo, ia menatap mata Bimo yang sudah memerah.
" Kita lanjutkan setelah makan malam ya, lagian Bian juga belum tidur Mas." Ujar Qiran.
Bimo menghembuskan nafasnya dengan kasar.
" Baiklah." Sahut Bimo pasrah.
" Aku akan siapkan makan malam, Mas jagain Bian ya." Ujar Qiran yang di balas anggukan kepala oleh Bimo.
Setelah makan malam selesai, Qiran menepati janjinya kepada Bimo. Kini keduanya berbaring di atas ranjang dengan Bimo menindih tubuh Qiran.
Bimo menatap wajah Qiran dengan penuh hasrat. Ia mengelus pipinya membuat Qiran memejamkan mata. Bimo mulai mencium bibir tipis Qiran dengan lembut. Sesekali Qiran pun membalasnya.
Setelah puas memberikan ciuman di bibir, kini ciuman Bimo turun ke leher Qiran, ia membuat beberapa stempel kepemilikan di sana.
" Shh Mas... " Desis Qiran.
Hasrat Bimo semakin menggebu, ia memulai permainannya dari dua gunung kembar milik Qiran lalu turun ke bawah menuju lembah kenikmatan. Bimo nampak begitu memanjakan Qiran dengan penuh kelembutan sampai keduanya sama smaa mencapai puncak nirwana.
" Terima kasih sayang, semoga akan hadir calon anak yang sholeh dan sholehah." Ucap Bimo mengecup kening Qiran.
" Hmm." Gumam Qiran.
Bimo memeluk Qiran begitupun sebaliknya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
" Kok gelap ya?" Gumam Lovely.
Samar Samar Lovely melihat nyala api lilin. Ia semakin masuk mendekatinya. Di meja makan nampak satu piring makanan, segelas jus strawberry yang di kelilingi oleh lilin lilin yang tertata rapi.
" Makan malam romantis untukmu Lovely." Ucap Sam yang tiba tiba berdiri di belakang Lovely membuat Lovely kaget.
" Untuk apa semua ini?" Tanya Lovely.
" Untukmu." Sahut Sam.
" Iya aku tahu, tapi ada acara apa malam ini? Kenapa kamu menyiapkan makan malam romantis seperti yang kamu bilang ini? Tidak biasanya kamu bersikap seperti ini." Ucap Lovely duduk di kursinya.
Sam duduk di depan Lovely sambil terus menatapnya.
" Jangan menatapku seperti itu!" Ucap Lovely.
" Kau galak sekali, tapi ini lah yang aku suka darimu." Ucap Sam membuat Lovely melongo.
Sam menggenggam tangan Lovely.
" Lovely, entah kapan dan bagaimana bisa perasaan ini muncul di dalam hatiku aku sendiri tidak tahu dan tidak pernah menyadarinya. Aku merasakan nyaman berada di dekatmu, aku merasa gelisah saat berada jauh darimu, aku selalu memikirkanmu jika aku tidak melihatmu, aku merindukanmu saat pergi, dan aku takut kehilanganmu. Aku ingin menghabiskan waktu bersamamu Lovely, aku mencintaimu, aku menyayangimu." Ungkap Sam mencium punggung tangan Lovely.
__ADS_1
" Jangan goyah Lovely... Pria ini yang telah menghinamu dan menolakmu habis habisan, dia tidak pantas mendapat cintamu, hanya Liam yang pantas menjadi milikmu. Kau harus tegas dan berpegang pada tujuanmu datang ke sini, ingat Liam yang sudah mrnantimu di rumah." Batin Lovely.
" Benarkah?" Tanya Lovely yang di balas anggukan kepala oleh Sam.
" Sedalam apa perasaanmu padaku Sam?" Tanya Lovely.
" Sangat dalam sampai aku tidak bisa mengukurnya." Sahut Sam.
" Lovely, maukah kau menerima cintaku? Maukah kau menghabiskan sisa umurmu bersamaku? Maukah kauendamlingi hidupku dalam suka dan duka?" Sam menatap mata Lovely begitupun sebaliknya.
" Maaf Sam aku tidak bisa."
Jeduarrrrr....
Lovely menarik tangannya. Sam terkejut dengan ucapan Lovely yang menolaknya.
" Kenapa Lovely? Bukankah selama ini kau mencintaiku? Bukankah kau yang menginginkan pernikahan ini? Lalu kenapa kau menolakku?" Tanya Sam tidak percaya.
" Karena inilah tujuanku Sam." Sahut Lovely.
" Tujuanmu?" Sam mengerutkan keningnya.
" Ya... Aku sengaja datang dalam hidupmu untuk membalaskan rasa sakit hatiku padamu."
" Aku tidak mengerti kemana arah pembicaraanmu Lovely, kalau sikapku selama ini menyakiti hatimu aku minta maaf! Setidaknya beri kesempatan kepadaku untuk lebih dekat denganmu. Aku berjanji akan membuatmu bahagia selamanya Lovely, aku tidak akan menyakitimu lagi." Ucap Sam memohon.
Ya... Sam tidak mau kehilangan Lovely. Nama Lovely sudah terlalu dalam masuk ke dalam hatinya, ia ingin hidup bahagia bersama Lovely. Ia tidak mau kehilangan Lovely seperti ia kehilangan Qiran dulu.
" Rasa cinta itu telah lama mati Sam, tidak hanya satu kali kau menyakiti hatiku tapi berkali kali Sam. Dan aku tidak bisa memaafkanmu, aku akan pergi dari sini dan akan mengurus surat perpisahan kita." Ucap Lovely.
" Kau tidak boleh pergi dari sini Lovely! Sekali kau masuk ke rumah ini maka kau tidak akan pernah bisa keluar dengan mudah, begitupun dengan hidupmu. Sekali kau terikat denganku maka kau tidak akan pernah bisa berpisah dariku Lovely." Ucap Sam penuh penekanan.
" Kau tidak bisa mengancamku Sam, aku akan tetap pergi dari sini." Ucap Lovely beranjak meninggalkan dapur.
Sam mencekal tangannya.
" Katakan apa yang telah aku perbuat padamu sehingga kau tidak bisa memaafkan aku! Apa kesalahanku selama ini padamu Lovely?"
Akankah Lovely mengatakannya atau justru Lovely membuat Sam semakin penasaran?
Bagaimana kelanjutan hubungan mereka?
Lanjut di bab berikutnya ya..
Jangan lupa untuk selalu tekan like koment vote dan🌹yang banyak buat author...
Terima kasih untuk readers yang selalu mensuport author semoga sehat selalu..
Miss U All...
TBC.....
__ADS_1