Pengkhianatanmu Kebahagiaan Untukku

Pengkhianatanmu Kebahagiaan Untukku
Seasons 2. 9 Kebohongan Bimo


__ADS_3

Satu bulan telah berlalu hubungan Bimo dan Qiran sebagai suami istri semakin dekat, karena pada dasarnya Qiran mencintai Bimo maka dengan mudah ia bisa menjalani peran sebagai istri.


Saat ini mereka sedang sarapan di meja makan. Masih seperti biasa, Bimo yang melayani Qiran dan menyuapi nya.


" Sayang nanti sepertinya Mas pulang larut malam, jadi kamu langsung tidur aja ya, nggak usah nunggu Mas pulang." Ujar Bimo mengelus kepala Qiran.


" Memangnya ada acara apa Mas?" Qiran menatap Bimo.


" Mas ada meeting dengan client." Sahut Bimo.


" Owh ok, kamu bawa kunci cadangan aja ya." Ujar Qiran.


" Iya." Sahut Bimo.


Selesai sarapan Bimo kembali ke kamarnya sedangkan Qiran mencuci piring kotornya.


Qiran berjalan menuju kamarnya, ia mengerutkan keningnya saat kamarnya kosong. Sayup sayup terdengar Bimo sedang berbicara dengan seseorang di balkon kamarnya.


" Iya sekarang aku akan ke sana, bersabarlah!"


...............


" Iya sayang, aku juga mencintaimu."


Deg.....


Jantung Qiran serasa berhenti berdetak mendengar ucapan Bimo. Siapakah yang Bimo telepon? Siapa yang menerima ucapan cinta Bimo sepagi ini? Apa yang sebenarnya terjadi? Apakah Bimo mengkhianati pernikahan mereka yang baru berjalan satu bulan ini? Berbagai pertanyaan bersarang di kepala Qiran. Ingin sekali ia menanyakan langsung pada Bimo namun ia mengurungkan nya.


" Tidak... Dia pasti akan mengelak, lebih baik aku selidiki dulu! Aku harus bisa menangkap basah dia, kalau sampai dia mengkhianatiku aku akan pergi dari rumah ini." Batin Qiran.


Bimo masuk ke dalam, tubuhnya mematung saat melihat Qiran berdiri di depan pintu balkon kamarnya.


" Astaga... Apa princess mendengar semuanya? Ya Tuhan apa yang akan aku katakan padanya jika dia bertanya? Aku tidak mau menyakitinya hatinya." Batin Bimo.


" Sayang kamu di sini?" Bimo mendekati Qiran.


" Memangnya aku harus dimana lagi Mas?" Tanya Qiran.


" Enggak sayang, bukan seperti itu maksud Mas, Mas hanya kaget saja karena tiba tiba kamu di sini." Bimo menarik pinggang Qiran.


Keduanya saling tatap. Bimo menatap bibir pink milik Qiran. Ia ingin sekali mengecupnya tapi ia tidak berani. Ia hanya berani mencium kening Qiran saja.


" Mas harus segera berangkat sayang! Papamu sudah menunggu Mas." Ucap Bimo mencium kening Qiran.


" Hati hati Mas." Qiran mencium punggung tangan Bimo.


" Iya sayang, kamu juga harus hati hati ya, kalau ada apa apa segera telepon Mas, Mas pasti akan langsung pulang." Bimo mengelus kepala Qiran.


" Iya." Sahut Qiran.


Bimo keluar rumah menuju mobilnya, Qiran mengantarnya sampai ke teras rumahnya. Setelah mobil Bimo melaju, Qiran kembali ke kamarnya.


Qiran merebahkan tubuhnya di atas kasur sambil menatap langit langit kamarnya.


" Bagaimana jika terbukti Mas Bimo mengkhianatiku? Apa yang harus aku lakukan? Aku harus mengecek kebenarannya sekarang juga." Ujar Qiran.


Qiran mengambil ponselnya, ia segera menelepon papanya.

__ADS_1


" Halo sayang." Sapa Erlan.


" Halo Pa, gimana kabar Papa dan Mama?" Tanya Qiran.


" Kami baik baik saja sayang, kamu sendiri gimana? Pasti baik kan apalagi hari ini kalian mau pergi jalan jalan ke puncak."


Qiran mengerutkan keningnya.


" Siapa yang bilang Pa?" Tanya Qiran mematikan.


" Bimo lah sayang, kemarin dia minta ijin satu hari katanya mau ngajak kamu jalan jalan, apa kalian sudah berangkat?" Tanya Erlan.


Hati Qiran mencelos mendengar ucapan papanya. Bimo membohonginya dan juga papanya.


" Be.. Belum Pa, sebentar lagi! Ini aku mau pamitan sama Papa." Sahut Qiran.


" Baiklah kalian hati hati ya, kalau bisa segera bawakan kabar bahagia untuk Papa dan Mama." Ujar Erlan.


Qiran tahu benar maksud papanya.


" Qiran belum siap untuk satu hal itu Pa, Pa apa aku boleh menanyakan sesuatu tentang Mas Bimo?" Tanya Qiran hati hati. Ia tidak mau membuat papanya curiga.


" Apa itu sayang?" Erlan balik bertanya.


" Semalam aku bermimpi kalau Mas Bimo mempunyai wanita lain Pa, bagaimana jika itu benar terjadi." Dusta Qiran.


" Ha ha ha ha... " Erlan tertawa lepas.


" Sayang itu tidak mungkin terjadi, Bimo tidak pernah dekat dengan siapapun, dia hanya mencintai kamu, jadi Papa tidak akan percaya kalau Bimo memiliki wanita lainnya, hilangkan pikiran burukmu itu jauh jauh sayang, Bimo tipe lelaki setia seperti bosnya." Sahut Erlan.


" Baiklah Pa terima kasih, salam untuk Mama." Ucap Qiran.


" Papa sangat mempercayai Mas Bimo, dia tidak akan percaya dengan apa yang aku dengar, Mas Bimo... Kenapa kamu berbohong padaku dan pada Papa? Sebenarnya apa yang kau sembunyikan dariku?" Monolog Qiran.


Qiran menelepon Bimo ingin memastikan apakah Bimo akan jujur atau tidak.


Tut... Tut...


Panggilan telepon tersambung tinggal menunggu Bimo mengangkatnya.


Klik...


" Halo."


Bimo melupakan kata sayang membuat Qiran semakin curiga.


" Mas sekarang kamu dimana?" Tanya Qiran.


" Apa maksudmu Mas dimana sayang? Mas ya berada di kantor, memangnya kenapa kamu bertanya seperti itu?"


Lagi... Hati Qiran terasa sakit dengan kebohongan yang Bimo lakukan.


Klik...


Qiran mematikan sambungan ponselnya.


" Sekarang sudah jelas kalau ada sesuatu yang Mas Bimo sembunyikan dariku, aku akan segera mendapatkan jawabannya." Monolog Qiran.

__ADS_1


Jam dua belas malam Bimo pulang ke rumahnya. Ia segera masuk ke kamarnya menghampiri Qiran yang sudah tertidur pulas.


Cup...


" Selamat malam sayang, semoga mimpi indah." Bimo masuk ke dalam kamar mandi.


Qiran membuka matanya. Ia mengambil ponsel Bimo di atas nakas lalu mengambil ponselnya. Qiran membagikan kode QR WA Bimo ke ponselnya di aplikasi xx. Ia membajak WA Bimo untuk mencari petunjuk kebenaran akan kecurigaannya.


Setelah selesai, ia meletakkan ponsel Bimo ke tempat semula. Ia kembali bergelung dengan selimutnya. Bimo yang baru keluar dari kamar mandi langsung naik ke ranjang memeluk tubuh Qiran dari belakang.


" Maafkan Mas sayang." Batin Bimo.


" Aku akan segera mendapatkan jawabannya." Batin Qiran.


Pagi hari menjelang, Qiran mengerjapkan matanya.


" Pagi sayang."


Qiran menoleh ke samping dimana Bimo sedang menatapnya sambil melempar senyuman manisnya.


" Pagi Mas." Sahut Qiran turun dari ranjang.


Qiran ke kamar mandi mencuci mukanya lalu keluar menyiapkan pakaian ganti untuk Bimo.


" Semalam kau pulang jam berapa Mas?" Tanya Qiran.


" Jam berapa ya? Mas lupa." Sahut Bimo.


" Bagaimana hasil meetingnya? Apa sukses?" Tanya Qiran.


" Sesuai harapan lah, Mas Bimo gitu loh." Sahut Bimo.


" Kau meeting dimana?" Qiran kembali bertanya.


Bimo menatap Qiran sambil mengerutkan keningnya.


" Sayang kenapa sepertinya kau sedang mengintrogasiku?" Selidik Bimo.


" Tidak, aku hanya bertanya saja! Maaf jika membuatmu tidak nyaman." Qiran kembali masuk ke kamar mandi untuk mandi.


Bimo menghela nafasnya pelan.


" Sepertinya Qiran mulai mencurigai ku, aku harus lebih rapi melakukannya karena aku tidak mau gara gara masalah ini aku kehilangannya, maafkan Mas Qiran... Mas belum bisa memberitahumu yang sebenarnya." Bimo menarik kasar rambutnya.


Apa yang sebenarnya terjadi nih?


Penasaran kan?


Author lihat viewnya banyak tapi kenapa yang like sedikit ya? Apa ceritanya sama sekali tidak menarik? Author harap readers bisa menjaga performa karya author untuk menghargai karyanya ya...


Mohon maaf jika ceritanya kurang menarik hati kalian semua....


Tekan like koment vote dulu ya.... Biar Qiran semangat mencari bukti kebenarannya...


Terima kasih untuk readers yang selalu mensuport author semoga sehat selalu...


Miss U All...

__ADS_1


TBC...


__ADS_2