Pengkhianatanmu Kebahagiaan Untukku

Pengkhianatanmu Kebahagiaan Untukku
Seasons 2.19 Ungkapan Cinta


__ADS_3

Qiran masuk ke kamarnya, ia melongo melihat Bimo yang sedang duduk di karpet sambil minum minuman beralkohol.


" Mas kamu minum?" Qiran menghampirinya.



Kira kira beginilah ya...


Bimo menoleh sekilas lalu kembali menyesap minumannya.


" Kenapa Mas tadi memotong ucapanku sih! Aku kan harus memberitahu Sam yang sebenarnya tentang perasaanku." Qiran mengambil botol minuman lalu menyimpannya ke almari.


" Mas sudah tahu semuanya sayang, hiks... Rasanya hati ini sakit sekali mengetahui kalau ternyata kalian saling mencintai." Bimo menyandarkan kepalanya ke meja.


" Mas kamu salah paham." Qiran menyentuh bahu Bimo.


" Minggir!" Bentak Bimo menepis tangan Qiran.


" Mas kamu.... " Qiran menjeda ucapannya, ia tidak menyangka Bimo bisa bersikap kasar.


Qiran naik ke ranjang, sadar akan sikapnya Bimo segera mendekati Qiran. Keduanya duduk bersila saling berhadapan.


" Sayang maafkan Mas! Mas tidak bermaksud berbuat kasar padamu." Ucap Bimo.


" Mas merasa kesal, hati Mas tidak sanggup menahan rasa sakit ini, Mas merasa bersalah karena telah memisahkan kalian, maafkan Mas sayang! Tapi walaupun Mas menyesal Mas mohon jangan meminta Mas untuk melepasmu! Mas tidak sanggup hidup tanpamu sayang! Mas menagih janjimu untuk tetap bersama Mas selamanya. Hiks... " Isak Bimo.


Qiran menangkup wajah Bimo, ia mengusap air mata yang membasahi pipi tampan suaminya.


" Mas dengarkan aku!" Keduanya saling tatap.


" Aku tidak mencintai Sam." Ucap Qiran menekan setiap ucapannya.


" Benarkah?" Tanya Bimo dengan mata berbinar.


" Iya Mas, Apa kau tahu?" Bimo menggelengkan kepalanya.


" Pria yang aku cintai selama ini adalah kamu Mas." Ungkap Qiran.


Nyessss


Bagai di siram air es, hati Bimo terasa sejuk.


" A... Apa sayang? Kamu mencintai Mas? Benarkah? Sejak kapan?" Tanya Bimo memastikan.


" Aku mencintaimu sejak kau masih menjadi omku, apa Mas ingat saat aku menghindarimu?" Bimo menganggukkan kepalanya.


" Saat itu aku menyadari perasaanku padamu Mas, aku berpikir papa sama mama akan menentang perasaanku, itulah sebabnya aku mencoba menghindar dan melupakanmu saat itu, aku mencoba dekat dengan pria lain, aku menerima lamaran dari pria yang tidak pernah aku kenal untuk melupakanmu, aku berpikir itu yang terbaik untuk kita berdua, tapi ternyata aku mendapatkan kejutan yang luar biasa, aku menikah dengan pria yang aku cintai, saat itu aku sangat bahagia Mas, tidak ada kebahagiaan lain selain hidup bersamamu." Terang Qiran.


Hati Bimo terasa ingin meledak mendengar kebenaran dari Qiran. Ia tidak pernah menyangka jika cintanya mendapat sambutan dari Qiran.


Bimo tak bisa berucap apa apa, ia hanya bisa meneteskan air mata kebahagiaan.


" Mas kenapa kamu menangis hmm?" Qiran kembali mengusap air mata Bimo.


Bimo memegang tangan Qiran.

__ADS_1


" Jangan di hapus sayang! Ini air mata kebahagiaan, Mas sangat bahagia ternyata kita memiliki perasaan yang sama, Mas mencintaimu sayang." Ucap Bimo.


" Aku juga mencintaimu Mas." Qiran memeluk Bimo.


" Terima kasih sayang." Bimo mengecup kepala Qiran.


Bimo melepas pelukannya, ia menyentuh kedua bahu Qiran. Keduanya saling melempar tatapan dengan penuh cinta.


Bimo menyusupkan tangannya ke tengkuk Qiran, ia memajukan wajahnya membuat Qiran memejamkan matanya.


Cup...


Bimo menempelkan bibirnya di bibir Qiran. Merasa tidak ada penolakan Bimo mencecap bibir Qiran. Qiran membuka sedikit mulutnya membiarkan Bimo menyusupkan lidahnya. Ia mengekspos setiap inchinya. Suara decapan memenuhi kamar mereka.


Di rasa keduanya kehabisan nafas, Bimo melepas pagutannya. Ia mengusap lembut bibir Qiran dengan jempolnya.


" Terima kasih sayang." Bimo mengecup kening Qiran.


Merasa malu Qiran kembali memeluk Bimo. Ia menyembunyikan wajahnya di dada bidang suaminya.


" Kenapa hmm? Kamu malu?"


Qiran menganggukkan kepalanya.


" Kenapa mesti malu sayang? Mas suamimu jadi sudah sewajarnya kan Mas melakukannya, bahkan yang lebih dari ini pasti akan Mas lakukan, apalagi sekarang Mas sudah tahu kalau kamu juga mencintai Mas." Bimo mengelus punggung Qiran.


" Aku belum siap untuk hal itu Mas." Ucap Qiran.


" Mas akan menunggu sampai kamu siap sayang, tapi Mas mohon jangan lama lama! Keburu Mas tambah tua, kualitas yang akan di hasilkan Mas semakin menurun." Ucap Bimo.


" Apa sih Mas!" Qiran memukul perut Bimo.


" Terima kasih Tuhan kau telah menyempurnakan kebahagiaanku, aku berjanji akan menjaga Qiran dengan baik, aku tidak akan pernah menyakitinya lagi." Batin Bimo.


" Kenapa kamu menyembunyikan perasaanmu dari Mas?" Tanya Bimo.


" Aku malu mengungkapkannya Mas, aku pikir aku akan menunjukkan melalui perhatianku padamu, aku berharap kamu bisa peka tapi nyatanya tidak!" Sahut Qiran.


" Maafkan Mas sayang! Maafkan suamimu yang tidak peka ini!" Ucap Bimo.


Qiran menganggukkan kepalanya. Malam ini mereka tidur berpelukan dengan perasaan bahagia.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Qiran mengerjapkan matanya, ia menatap Bimo yang masih terlelap dalam tidurnya. Ia mengelus pelan wajah Bimo.


" Walaupun sudah tua tapi wajahmu tetap tampan Mas, tidak jauh beda denganku. Tubuhmu masih kekar seusia dua puluh lima tahunan, lesung pipimu itu Mas membuat aku meleleh saat melihat senyummu, tetaplah tersenyum dan selalu sehat supaya kau bisa menemaniku dan anak anak kita nanti." Lirih Qiran.


" Kapan kita punya anaknya? Buat aja belum."


Ucapan Bimo membuat Qiran kaget. Bimo membuka matanya menatap Qiran.


" Kenapa nggak di jawab sayang?" Bimo merapikan anak rambut Qiran.


" Apa sih Mas." Ucap Qiran malu telah mengagumi pria tuanya.

__ADS_1


" Yang setiap hari buat aja belum tentu jadi sayang, apalagi kita yang belum membuatnya sama sekali." Ujar Bimo.


" Ya sudah yang sabar aja Mas, pasti akan sampai saat waktunya tiba nanti, aku mau mandi dulu Mas." Ucap Qiran.


" Kita mandi bareng."


" Nggak nggak mau, ngarang aja kamu Mas." Sahut Qiran dengan cepat.


" Ya sudah kamu mandi duluan, Mas akan siapkan sarapan buat kamu." Ucap Bimo.


" Terima kasih suami tampanku."


Cup...


Setelah mengecup bibir Bimo, Qiran berlari masuk kamar mandi. Bimo menggelengkan kepalanya melihat tingkah istri kecilnya.


Bimo turun ke bawah mencuci mukanya di wastafel, setelah itu ia mulai meracik sayuran yang akan ia masak. Ia membuat sandwich untuk Qiran seperti biasa.


Tak lama Qiran turun dengan penampilan yang sudah rapi.


" Maaf ya Mas! Aku selalu merepotkanmu sejak dulu, seharusnya aku yang menyiapkan semua ini." Ucap Qiran duduk di kursinya.


" Tidak masalah sayang, apapun akan Mas lakukan untukmu." Sahut Bimo menyajikan sandwich di depan meja Qiran.


" Sekarang makanlah!" Bimo duduk di depan Qiran.


Bimo memperhatikan penampilan Qiran.


" Kamu rapi bener, mau kemana?" Tanya Bimo.


" Aku mau pergi sama mama Mas." Sahut Qiran.


" Pergi? Pergi kemana?" Bimo bertanya lagi.


" Aku mau... Aku mau kursus masak." Lirih Qiran menahan malu.


" Kursus masak? Memangnya kamu...


" Aku mau menjadi istri yang baik untukmu dan menjadi ibu yang baik untuk anak anakku nanti, masa' iya aku membiarkan kalian terus kelaparan karena aku tidak bisa memasak." Sahut Qiran memotong ucapan Bimo.


Bimo tersenyum mendengar niat Qiran yang menurutnya mulia.


" Terima kasih sayang... Terima kasih sudah berusaha menjadi terbaik untuk kami, sebenarnya walaupun kau tidak melakukan semua itu, bagi Mas kau tetaplah yang terbaik dan akan selalu menjadi yang terbaik untuk kami." Ucap Bimo.


" Terima kasih Mas sudah menjadikan aku wanita istimewa dalam hidupmu dengan menerima segala kekuranganku, aku sangat bahagia memiliki pasangan hidup sepertimu, aku merasa menjadi wanita yang selalu di cintai, aku berharap kita selalu hidup bahagia." Ucap Qiran.


" Amin." Sahut Bimo.


Keduanya menyunggingkan senyuman bahagia di sudut bibirnya.


Pagi pagi udah di sodorin yang sweet sweet nih....


Jangan lupa like koment vote dan 🌹nya buat author..


Terima kasih untuk kalian semua yang telah rela memberikan supportnya semoga sehat selalu...

__ADS_1


Miss U All...


TBC....


__ADS_2