
Lovely pulang ke rumah Liam dengan lesu. Ia langsung masuk ke kamarnya. Liam yang melihatnya pun segera menyusulnya.
" Sayang kamu kenapa?" Tanya Liam menghampiri Lovely yang duduk di tepi ranjang.
" Aku tidak pa pa Li, hanya moodku saat ini sedang tidak baik." Sahut Lovely.
" Sini aku pijat biar relaks, biar moodnya kembali membaik." Ucap Liam memijat bahu Lovely dengan pelan.
" Terima kasih Li, kau selalu ada untukku." Ucap Lovely.
" Sama sama sayang, itu sudah kewajibanku." Sahut Liam.
" Pijatanmu enak juga, kalau mau jadilah tulang pijat ku setiap hari." Canda Lovely.
" Apapun untukmu sayang." Sahut Liam.
" Bagaimana bisa aku meninggalkan pria sebaik ini? Bagaimana bisa hatiku conding kepada Sam? Tidak Love, kau harus berpegang teguh pada prinsipmu. Jangan sia siakan pria yang tulus mencintaimu atau kau akan menyesal seumur hidupmu. Setelah kau kehilangan Liam kau tidak akan menemukan pria sebaik dan sesabar dirinya lagi. Dia sudah berbuat banyak untukmu. Tetap cintai Sam selamanya, aku yakin hidupku pasti akan bahagia seperti selama ini." Batin Lovely.
" Kau darimana sayang?" Tanya Liam pura pura tidak tahu.
" Aku yakin kamu sudah tahu aku darimana, anak buahmu pasti sudah melaporkannya sebelum aku pulang." Ujar Lovely.
" Tapi aku ingin mendengar sendiri dari bibir manismu sayang." Ujar Liam.
" Aku kerumah Qiran, saat aku ngobrol Qiran mendapat kabar kalau Sam kecelakaan. Aku dan Qiran ke rumah sakit, tidak ada niat apa apa, aku hanya ingin tahu keadaan Sam saja." Ujar Lovely.
" Iya aku tahu, bagaimana keadaannya?" Tanya Liam.
" Kritis, saat aku pulang dia belum sadar. Entah kalau sekarang." Sahut Lovely.
" Semoga dia baik baik saja dan akan segera sadar." Ucap Liam.
" Terima kasih sudah peduli dengannya." Ucap Lovely.
" Gimana? Udah relaks belum?" Tanya Liam.
" Iya udah, terima kasih Li." Ucap Lovely.
" Sama sama sayang." Sahut Liam.
Liam menggenggam tangan Lovely membuat Lovely menatap ke arahnya.
" Aku sudah mengurus surat perceraianmu, apa kau ingin berubah pikiran?" Tanya Liam memastikan.
Lovely menatap Liam.
" Apa kau pikir aku akan berubah pikiran? Tidak Liam... Aku akan menepati janjiku padamu. Setelah aku resmi bercerai dengan Sam, segera urus pernikahan kita!" Sahut Lovely.
" Terima kasih sayang." Liam mencium punggung tangan Lovely.
Drt... drt... drt..
__ADS_1
Ponsel Lovely berdering tanda panggilan masuk. Ia segera mengangkatnya.
" Halo Qi, ada apa?" Tanya Lovely pada Qiran di sebrang sana.
" Sam sudah sadar, dia terus memanggil namamu, bisakah kau kemari sekarang?"
" Maaf Qi aku tidak bisa. Aku tidak mau memberi harapan pada Sam lagi. Sekali lagi maafkan aku!" Ucap Lovely.
" Baiklah aku memaklumi keputusanmu." Ucap Qiran menutup sambungan teleponnya.
" Kenapa tidak ke sana saja?" Tanya Liam merapikan anak rambut Lovely.
" Tidak Li, aku tidak mau ke sana karena aku khawatir dia akan mengharap aku kembali. Lebih baik tidak bertemu saja, aku lega dia sudah sadar dan semoga dia cepat sembuh." Ujar Lovely.
" Baiklah terserah kau saja." Sahut Liam.
" Sekarang istirahatlah sayang! Aku akan memelukmu." Ucap Liam.
Keduanya berbaring di atas ranjang, Liam memeluk Lovely sambil mengelus kepalanya. Tak lama Lovely pun memejamkan matanya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di rumah sakit saat ini kedua orang tua Sam dan orang tua Qiran sedang duduk di sofa yang ada di ruangan Sam, sedangkan Qiran duduk di kursi samping ranjang menemani Sam.
" Bagaimana Qiran? Apa Lovely mau ke sini?" Tanya Sam menatap Qiran.
Qiran menggelengkan kepalanya, Sam menghela nafasnya pelan.
" Apa dia mengatakan alasannya padamu?" Tanya Sam lagi.
" Aku tidak bisa melupakannya begitu saja Qi, rasa ini terlalu dalam untuk di hilangkan. Aku benar benar mencintainya Qi, bahkan rasa ini lebih dalam di banding dulu saat aku mencintaimu. Aku bingung harus bagaimana Qi." Ujar Sam.
" Untuk saat ini fokuslah pada kesembuhanmu Sam, kau bisa mengejarnya setelah kau sembuh nanti, jika dia jodohmu pasti dia akan kembali padamu, jika bukan maka ikhlaskan saja semua akan terasa mudah." Ujar Qiran.
" Iya Qi, terima kasih sudah mensuport ku. Kau memang saudara terbaik untukku. Aku berharap kau akan selalu meneduhkan hatiku seperti sekarang ini" Ucap Sam.
" Tentu." Sahut Qiran.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Satu bulan berlalu kini Lovely resmi menjadi seorang janda. Hari ini acara pernikahannya dengan Liam di sebuah ballroom hotel ternama di kota itu.
Para tamu undangan berdatangan memberikan doa restu mereka kepada kedua mempelai yang baru saja menyandang status suami istri. Qiran dan Bimo menghampiri keduanya mengucapkan selamat kepada mereka.
" Selamat Ly, semoga bahagia." Ucap Qiran.
" Terima kasih Qi." Sahut Lovely.
Setelah itu Qiran dan Bimo duduk di meja VIP yang sudah di sediakan oleh pihak hotel. Tak lama Sam berjalan ke arah Lovely.
Deg deg deg....
__ADS_1
Jantung Lovely berdetak sangat kencang saat tatapannya tertuju pada Sam. Ia menoleh ke arah Liam, ia khawatir akan terjadi keributan.
" Tenanglah! Aku tidak akan berbuat macam macam." Ucap Liam seolah tahu apa yang di pikirkan oleh Lovely sambil menggenggam tangannya.
" Selamat tuan William, saya tidak menyangka jika mantan istri saya ini kekasih anda. Semoga bahagia." Ucap Sam menjabat tangan Liam.
" Terima kasih tuan Sam, silahkan di nikmati hidangannya." Sahut Liam.
Sam berpindah menjabat tangan Lovely.
" Selamat Ly, semoga kau selalu bahagia. Kau sukses membalas dendammu padaku. Aku harap tidak ada lagi dendam yang masih tersisa di dalam hatimu." Ucap Sam menatap Lovely.
Sakit... Ingin rasanya ia berteriak, namun ia harus berusaha ikhlas. Mungkin ini sudah garis Tuhan yang harus ia jalani.
" Sudah tidak ada dendam lagi di dalam hatiku, terima kasih sudah membuat balas dendam ku berjalan dengan lancar dan secepat ini. Lanjutkan lah hidupmu Sam! Semoga kau selalu bahagia dan mendapatkan wanita yang baik yang akan selalu menyayangimu." Ucap Lovely.
" Dua kali aku gagal Ly, aku tidak mau berurusan dengan wanita lagi. Lebih baik aku hidup sendiri tanpa adanya mereka di sampingku, sekali lagi selamat ya, semoga bahagia." Ucap Sam meninggalkan pengantin baru itu.
Lovely menatap Sam dengan rasa bersalah.
" Mau mengejarnya?" Tanya Liam.
" Tidak! Untuk apa aku mengejarnya jika di sampingku ada pria yang jauh lebih baik darinya." Ucap Lovely menatap Sam.
" Dan tentunya pria yang aku cintai." Sambung Lovely.
Liam tersenyum menatap Lovely. Ia menyusupkan tangannya ke leher belakang Lovely, lalu...
Cup....
Liam mencium bibir Lovely dengan lembut, ia menyusupkan lidahnya ke dalam mulut Lovely mengekspos setiap inchinya. Keduanya saling menikmati manisnya bertukar saliva tanpa menghiraukan para tamu yang tercengang menatapnya.
Hari ini Liam dan Lovely merasa bahagia karena bisa bersatu dalam ikatan pernikahan. Keduanya berharap bisa hidup damai dan bahagia di masa depan bersama anak anak mereka nanti.
Bimo menggenggam tangan Qiran, keduanya saling melempar tatapan penuh cinta.
" Terima kasih untuk cinta yang telah kau berikan pada Mas sayang. Mas tidak akan bisa melewati hari hari sampai saat ini tanpa cinta darimu. Mas berharap cinta kita akan selalu seperti cinta pengantin baru. Aku mencintaimu." Ucap Bimo mencium punggung tangan Qiran.
" Aku juga mencintaimu Mas." Sahut Qiran tersenyum lebar.
......THE END......
Terima kasih untuk readers yang telah mensuport dan menemani author dari awal hingga akhir. Author hanya bisa mendoakan semoga selalu sehat selalu, di mudahkan segala urusannya dan di lancarkan jalan rejekinya 🤲
Mohon maaf jika cerita author kurang berkenan di hati kalian semua 🙏🙏
**AUTHOR UCAPKAN
...' SELAMAT TAHUN BARU 2023'...
Semoga di tahun ini akan ada banyak kesuksesan yang akan kita raih baik dunia maupun akhirat.
__ADS_1
MISS U ALL 🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
BYE BYE 👋👋**