Perfection System

Perfection System
Pelajaran Dari Sang Terpilih


__ADS_3

Marco yang ringnya kebobolan langsung memulai serangan balasan.


Tapi Furya yang sudah mempelajari skill basket tingkat tertinggi berkat kemampaun Dewa Game langsung mengajak duel one on one.


Marco yang dihadang dan ditantang meladeni apa yang musuhnya itu mau.


Dalam hal mengendalikan bola dan skill individual tak ada yang bisa menyaingi Marco.


Captain Tim Basket SIS sekaligus bintang masa depan basket Indonesia itu diberkahi tubuh superior dan kekuatan besar.


Namun dihadapan Furya, semua itu hanya omong kosong dan dengan gerakan super cepat nan elegan bola berhasil direbut.


“Apa...bagaimana bisa dia secepat ini?”


Melihat Marco yang kalah dalam duel satu lawan satu membuat semua pemain dan penonton terkaget-kaget.


Setelah merebut Bola, Furya lagi-lagi maju sendirian dan melewati pemain lain seperti anak ayam.


“Sialan...apa yang sebenarnya terjadi?


“Hentikan dia...”


~Bammm~


Dunk kuat langsung Furya berikan kedalam ring musuh.


Bahkan 2 pemain yang menghalanginya diudara tak bisa membendung kekuatan tak masuk akal sang terpilih.


{Tett}


2 poin kembali diamankan kelas 2D.


Boby yang melihat temannya itu tiba-tiba menjadi sangat hebat dibuat diam tak bergerak.


Di dua pertandingan sebelumnya Furya bahkan pernah salah melakukan dribble dan terkena pelanggaran.


Jelas sekali bahwa temannya itu hanya seorang amatiran yang berbakat.


Tapi seperti menjadi orang yang berbeda, kini sosok teman sekelasnya itu benar-benar menunjukkan hal luar biasa.


“Hebat...”


“Ayo Furya, kalahkan kelas 3A!”


“Furya...Furya...Furya!” Teriak para penonton.


Para penonton yang akhirnya menonton pertunjukkan dan gaya akrobatik luar biasa itu menjadi histeris dan mulai berteriak memberikan dukungan.


Sherly yang melihat sang kekasih lagi-lagi membuat keajaiban hanya melipat kedua tangannya dan mengangguk sambil sedikit membusungkan dada.


“Hemmm...itu baru pacarku!”


“Ayo sayang, kalahkan mereka semua!”


Di babak kedua keadaan berubah total dan kelas 2D mulai mengejar ketertinggalan poin.


Semangat dan harapan yang mulai terlihat juga membuat anak-anak kelas 2D makin bersemangat dan bermain lebih baik daripada sebelumnya.


Boby yang kini dibiarkan karena fokus semua orang hanya pada sang bintang juga mulai menunjukkan pesonanya seakan tak mau kalah.


Dibeberapa kesempatan, Furya juga tak egois dan masih memberikan kesempatan ke beberapa temannya untuk unjuk gigi.


Sampai di babak kedua permainan pun berakhir.


{Tett}

__ADS_1


“Istirahat 5 menit ya. Abis itu kita lanjut babak ketiga!” Ucap Pak Bambang lewat mikrofon.


“Gimana nih pak Bambang. Apa komentar bapak terkait murid kita yang satu ini?” Tanya buk Melati yang ikut menjadi komentator.


“Hemm gimana ya. Jujur aja sejak awal pemenang dari lomba satu ini sudah jelas.”


“Tapi karena ada bintang baru yang mulai menunjukkan jati dirinya saya selaku guru dan juri belum bisa banyak berkomentar buk.”


“Walaupun skillnya hebat, tetap aja bermain seperti itu pasti menghabiskan banyak tenaga. jadi di babak ketiga atau keempat nanti keadaan masih bisa berbalik sih.”tutur pak Bambang.


“Benar juga apa kata pak Bambang. Gak mungkin sampai gak capek bintang kita satu ini, dari tadi lari kesana-sini pasti staminanya makin berkurang!” Lanjut buk Melati.


Marco dan anak-anak kelas 3A juga berfikiran sama.


Meskipun mental mereka sempat down, tapi skor mereka masih unggul.


Ditambah Furya yang bermain sangat aktif pasti akan cepat kehabisan tenaga.


Jadi mereka berniat akan serius di babak terakhir nanti.


Namun itu semua hanyalah pemikiran manusia biasa seperti mereka.


Nyatanya Furya yang duduk beristirahat terlihat sangat santai dan tak kelelahan.


Padahal ia sudah bolak-balik ke seluruh lapangan untuk menyerang dan membantu bertahan.


Tapi tetap saja hal seperti itu bukanlah masalah bagi Furya yang memiliki stamina tinggi.


Bahkan jika ia kelelahan, bisa saja Furya mengembalikan tenaganya dengan meminum potion penambah stamina.


Boby, Ali dan seluruh teman sekelas Furya yang ngos-ngosan saat ini hanya bisa tertawa dan masih tak percaya dengan apa yang mereka lihat.


Furya Aditya yang duduk didekat mereka bahkan terlihat begitu santai dan nafasnya biasa saja.


“Furya, di babak ketiga kita harus unggul lebh dulu karena di babak terakhir yang lain pasti sudah kelelahan.”


Furya yang diperintah sang captain hanya tersenyum tipis dan mengangguk.


Jujur saja yang seperti ini bukanlah apa-apa baginya.


Jika soal kekuatan fisik, Furya bisa menjamin dirinya tak akan kalah oleh siapapun.


Tapi tetap saja Marco dan anak-anak kelas 3A sangat kuat sampai memaksanya menggunakan 30.000 Poin berharga untuk menang kali ini.


Ditambah teman-temanya yang kalah jauh soal skill individu dengan musuh makin membuatnya bekerja ekstra.


{Tett}


“Oke pertandingan babak ketiga akan segera dimulai.”


“Silahkan kembali ke lapangan pertandingan!”


Furya dan semua pemain yang mendengar suara bel tanda babak ketiga dimulai langsung memasuki lapangan pertandingan.


Kemudian permainan dimulai kembali.


Dibabak ketiga masih sama dan tiap tim saling jual beli serangan lalu semua pemain bermain dengan serius.


Anak-anak kelas 3A yang akhirnya dipaksa bermain maksimal juga tak menyerah dan terus melakukan serangan balasan.


Sadar ada yang aneh dengan Furya, mereka mengganti strategi dan tak meladeni pemain gila satu itu.


Sebisa mungkin mereka menghindari Furya dan memanfaatkan banyaknya celah dan keretakan di tim musuh.


Meskipun sudah membeli skill Dewa Game, nyatanya Furya sampai dibuat ekstra berjuang untuk membalikkan keadaan.

__ADS_1


Tak salah Marco dan tim Basket SIS bisa memenangkan 3 kali tournament nasional berturut-turut.


Bahkan saat adanya sosok tak terkalahkan dilapangan, mereka tak panik dan masih bisa mengimbangi gaya permainan kelas 2D.


{Tett}


“Baiklah babak ketiga telah selesai.”


“Silahkan istirahat 10 menit dan babak terakhir akan kita mulai setelah istirahat.”


Di babak ketiga, semua pemain dari kelas 2D sudah kelelahan hebat dan ngos-ngosan.


Nafas berat dan keringat yang membanjir itu seperti menandakan kalau stamina mereka sudah sampai pada batasnya.


Meskipun sudah bergantian, tetap saja melawan Marco dan teman-temannya semua orang kelelahan hebat.


Ali, Boby dan Radit yang memang sering olahraga juga mengalami hal yang sama.


Bahkan Marco dan anak-anak kelas 3A yang dipaksa serius juga terlihat kelelahan.


Tapi jauh melampaui semua teman-temannya, Furya sama sekali tak terlihat kelelahan.


Sebelum babak keempat alias terakhir dimulai, semua pemain dari kelas 2D berkumpul dan melingkar.


“Oke guys, poin kita masih imbang sama musuh. Tapi di pertarungan terakhir ini mau kalah atau menang ayo kita bermain sampai tetes darah terakhir.”


“Benar kata Boby! Ayo kita buktikan kalau kelas D juga bisa bersaing melawan kelas lain.” Lanjut Ali.


“Fur, kasih beberapa motivasi dong buat anak-anak.” Tegas Ali kembali.


Furya yang banyak diam dan disuruh ngomong juga bingung harus bilang apa.


Tapi saat melihat semua wajah-teman-temanya yang kelelahan dan sangat berharap padanya, Furya hanya berbicara sedikit.


“Aku gak bisa menang sendirian guys!”


“Ayo kita bersama-sama mengambil title juara dalam Festival Olahraga tahun ini. Bukan hanya di basket, tapi diantara semua kelas nanti.”


Mendengar sedikit motivasi secara langsung dari mulut sang bintang, semua orang terlihat makin percaya diri.


“BRODHERHOOD...”


“LEBIH DARI SATUDARA!!!”


Sesaat yel-yel geng motor mereka disuarakan, bel tanda dimulainya babak terakhir juga ikut berbunyi


{Tett}


Kini 5 vs 5 pemain dari tiap kelas berdiri dan bersiap diposisi masing-masing.


Dari wajah saja Furya sudah tau kalau Marco dan anak-anak kelas 3A akan berjuang sekuat tenaga di babak terakhir ini.


Namun dari timnya juga sama. Semua orang tersenyum dan siap untuk bertanding.


“Jujur saja aku masih tak percaya ada pria sehebat dirimu di sekolah ini, Furya.”


“Kau benar-benar mengubah pandanganku kepada murid-murid kelas D yang selama ini kuanggap sampah!”


“Tapi mari kita buktikan. Mana yang lebih hebat, kehebatanmu atau kerjasama timku!” Tantang Marco tepat sebelum bola dilempar keatas.


Furya yang mendengar perkataan Marco hanya tersenyum cuek dan tak membalas tantangan itu lewat perkataan.


Kebanyakan lawan setelah melihat kehebatannya pasti akan panik dan kena mental.


Tapi yang satu ini seperti tak terpengaruh dan justru makin termotivasi dan bersemangat.

__ADS_1


Karena itu, dibabak terakhir ini Furya akan mengeluarkan semua kemampuannya dan memberikan permainan basket berkesan yang tak akan pernah dilupakan oleh kakak-kakak kelasnya.


__ADS_2