Perfection System

Perfection System
Cheater Terhebat


__ADS_3

Di panggung besar dan megah, Furya dan 3 perwakilan lain dari kelas 2 berdiri di podium masing-masing dan sejejer berdasarkan urutan kelas.


Di hadapan mereka murid yang menonton duduk rapi di bangku yang telah disediakan.


Meskipun saat ini di luar Aula sedang ada lomba lain, tetap saja fokus utama para murid di hari pertama Festival Olahraga Tahunan adalah lomba cerdas cermat.


Furya yang berdiri di paling ujung kiri dapat melihat sang pujaan hati yang duduk dengan teman-temannya di kelas A.


“Oke anak-anak. Karena persiapan sudah selesai, kita langsung mulai saja ya lomba cerdas cermat anak kelas 2.”


“Tolong penonton diem dulu ya biar temen-temennya gak salah dengar!” Kata buk Melati yang menjadi pembawa acara sekaligus pembaca soal.


Di samping buk Melati yang sexy juga ada guru lain yang ikut menilai dan menonton anak-anak murid kesayangan mereka bertanding.


Wali kelas Furya yaitu buk Yeni juga termasuk dan jelas ia mendukung muridnya itu.


“Oke siap ya. Kita mulai dari soal pertama di kategori biologi!”


{Kata biologi berasal dari bahasa latin yaitu bio dan logos. Arti kata bio adalah?}


[Tett]


Bastian yang menekan bel lebih dulu langsung tersenyum lebar.


“Iya Bastian. Apa jawabannya?”


{Jawabannya Hidup}


“Benar sekali, arti dari kata bio adalah hidup. Selamat kelas 2A mendapatkan 10 Poin.”


“Yuhu...”


“Mantap Bastian.” Kata teman-teman Bastian dari kelas A.


“Oke kita lanjut ke soal kedua ya.”


{Apa nama latin dari manusia modern}


[Tett]


Furya yang di pertanyaan awal masih santai kini lebih dulu menekan bel kali ini.


“Iya Furya. Apa jawabannya?”


“Jawabannya apa sistem?” Tanya Furya dalam hati.


[Ding! Homo Sapiens]


{Jawabannya Homo Sapiens buk}


“Yap betul sekali, jawabannya adalah Homo Sapiens!”


“Selamat kelas 2D mendapatan 10 Poin.”


Melihat ada perwakilan dari kelas D bisa menjawab, banyak murid yang bersorak dan memberikan dukungan. Termasuk teman-teman Furya yang menonton.


“Oke kita lanjut pertanyaan ketiga ya.”


{Berapa jumlah gigi orang dewasa}


[Teet]


Baru saja pertanyaan selesai, Adam dari kelas 2B kali ini lebih dulu menekan tombol dan langsung menjawab.


{32 buah buk}

__ADS_1


“Yap benar sekali, jumlah gigi orang dewasa ada 32 ya! Selamat kelas 2B mendapatkan 10 Poin.”


Furya yang keduluan orang lain hanya tersenyum dan tak begitu kuatir.


Pertandingan baru saja di mulai dan masih banyak pertanyaan yang akan diberikan.


Jadi pertanyaan akan mencangup kategori masing-masing seperti Biologi, Kimia, Geografi, Ppkn, Fisika, Mtk, Sejarah dll.


Lalu dari tiap kategori akan ada 10 pertanyaan dan tiap pertanyaan akan mendapatkan 10 Poin.


Jadi bisa dibilang semua mata pelajaran akan diikutsertakan dan kelebihan tiap murid pasti akan lebih menonjol nantinya di bidang yang mereka kuasai.


Furya jujur saja tak begitu pintar dan menyukai pelajaran.


Jika ada yang ia kuasai itu palingan sejarah karena ia sedikit tertarik dengan peradaban dan cerita-cerita masa lalu.


Sampai akhirnya di kategori Biologi kedudukan hampir imbang dari ketiga peserta.


Bastian yang memimpin dengan 50 Poin menatap Furya yang berada di paling akhir dengan hanya 10 Poin.


Ia juga terlihat sangat sombong dan tersenyum lebar menatap Furya yang ada di ujung sebelah panggung.


“Gini doang si juara Umum!”


“Hahaha, udah jelas banget berarti yang di sana main curang pas ujian.” Kata Bastian terang-terangan di hadapan semua murid dan guru.


Para penonton yang baru pertama kali melihat bahkan mendengar nama Furya Aditya juga berfikiran sama dan mulai menceloteh.


Tak mungkin anak kelas D bisa menjadi juara pertama di ujian semester kalau bukan curang, bahkan nilainya 100 alias sempurna.


Karena itu makin banyak hinaan dan cacian mengarah ke Furya dan kelas 2D.


Tapi Furya yang di permalukan secara langsung oleh Bastian di atas panggung terlihat kalem dan santai.


Ia yang lebih suka memberikan bukti dari pada ngomong doang malahan tersenyum lembut menanggapi semua tawaan dan hinaan yang mengarah kearahnya.


Tapi sepertinya sudah cukup pemanasan bagi sang bintang dan di pertanyaan selanjutnya, Furya akan memberitahukan siapa sebenarnya pria yang sudah mereka semua tertawakan.


“Oke kita lanjut ke kategori Fisika.”


“Semuanya mohon tenang dan tertib, ya!”


{Sesuatu yang dapat diukur dan dinyatakan dalam bentuk angka disebut?}


[Tett]


Kali ini Furya yang sudah tak grogi lagi tampil di depan umum dengan gagah menekan tombol bel.


“Iya Furya, apa jawabannya?”


{Jawabannya Besaran}


“Yap benar sekali, selamat kelas 2D mendapatan 10 Poin]


“Kita lanjut ke pertanyaan kedua ya.”


{Alat untuk mengukur Suhu disebut?}


[Tett]


Baru sekejap saja buk Melati menyelesaikan pertanyaan, Furya lagi-lagi lebih dulu menekan bel.


{Jawabannya Thermometer}


“Benar sekali, selamat kelas 2D mendapatkan 10 Poin.”

__ADS_1


“Kita lanjut ya.”


{Derajat panas atau dinginnya sebuah benda dise-}


[Tett]


Kali ini Bastian yang lebih dulu menekan tombol bel bahkan sebelum buk Melati menyelesaikan seluruh pertanyaan.


“Yap Bastian, apa jawabannya?”


{Jawabannya Suhu, buk}


“Benar, Selamat kelas 2A mendapatkan 10 Poin.”


Bastian yang akhirnya memotong nilai beruntun Furya langsung menatapnya sambil tersenyum.


Furya yang melihat tatapan Bastian hanya balik tersenyum tipis dan tak ambil pusing.


Merasa sudah waktunya serius, Furya merenggangkan tangannya ke atas dan terlihat sedikit pemanasan kecil.


“Oke...waktunya serius sistem.”


[Ding! Mohon maaf tuan, Sistem menyarankan tuan membeli Skill Mata Dewa atau bahkan kaca mata tembus pandang untuk memastikan kemenangan tuan]


Furya yang mendengar saran dari sistem terlihat cuek dan menjawab santai.


“Tak perlu, melawan yang seperti ini aku tak perlu membuang poin berhargaku!”


[Ding! Baiklah sistem mengerti]


Setelah itu Furya terlihat serius dan memfokuskan semua indra di tubuhnya.


Pendengaran dan refleks cepatnya kini akan ia tunjukkan di hadapan semua orang.


“Oke kita lanjut ya.”


{Gelombang yang arah getarnya tegak lurus terhadap arah perambatnya disebut gelombang?}


[Teet]


Furya yang sudah serius langsung menekan bel lebih dulu dari 3 kontestan lain.


“Iya Furya, apa jawabannya?” kata Buk Melati yang melirik ke arah Furya.


Furya yang di lirik dan di tatap semua orang langsung bertanya kepada sang mukjizat.


“Apa jawabannya bang Messi, ehh sistem?”


[Ding! Gelombang Transversal]


{Jawabannya Gelombang Transversal, buk}


“Benar sekali, selamat kelas 2D mendapatkan 10 Poin.”


Furya yang sudah serius kini mulai membabat habis semua pertanyaan yang diberikan dan mengejar ketertinggalannya.


Meskipun di beberapa pertanyaan ada perwakilan lain yang menjawab bahkan sebelum pertanyaan selesai dibacakan, tetap saja melawan Furya yang mengetahui segala hal di bantu sistem tak ada yang bisa mengejar nilainya.


Bahkan di pertanyaan yang menjadi kesukaan dan keahlian kontestan lain, Furya masih bisa unggul.


Saat orang lain termasuk Bastian memikirkan jawaban pakai otak mereka, MC kita tinggal bertanya pada sistem dan jawaban langsung di berikan.


Karena itu fokus Furya yang hanya mendengarkan dan memastikan dirinya menekan tombol lebih awal dari yang lain bisa lebih fokus dan lebih cepat menekan.


Sampai ahhirnya di pertanyaan kategori terakhir, Bastian yang sudah tertinggal jauh berniat membalikkan kedudukan.

__ADS_1


Di pelajaran Matematika yang paling dikuasainya, Bastian yang tertinggal 90 Poin dari Furya berniat mengejar karena hanya disinilah satu-satunya kesempatan baginya untuk mengalahkan sang cheater terkuat.


__ADS_2