
Kemenangan anak kelas 2D di lomba tarik tambang menjadi akhir dari acara Festival Olahraga tahunan SIS.
Setelah itu semua murid berkumpul kembali di dalam Aula Utama sekolah untuk pemberian piala dan hadiah.
Furya yang namanya di panggil naik keatas panggung dan menerima banyak piala sekaligus.
Setelah bersalaman dan sesi foto dengan Dadang Hermawan si ketua Dewan SIS beserta beberapa sponsor, Furya kembali ke bangku murid.
Pidato panjang membosankan dari Dadang juga mengakhiri acara sore itu dan semua murid sudah diperbolehkan pulang.
Furya yang ingin pulang dihentikan karena sebuah panggilan dari ketua OSIS.
“Kenapa yang?” Tanya Sherly yang sudah lelah dan ingin pulang kerumah.
“Gpp, tadi ketua OSIS nelpon suruh aku jangan pulang dulu.”
Sherly yang curiga langsung bertanya kembali.
“Kenapa dia larang-larang kamu pulang? Kamu gak jadi masuk OSIS, kan?”
“Hehehe...sebenernya.”
Melihat Furya yang cengengesan, Sherly akhirnya sadar kalau sang pacar pasti sudah bergabung dengan jajaran OSIS.
Sebenarnya Sherly tak terlalu masalah dengan itu.
Selain ketika lulus akan mendapatkan beasiswa tambahan, menjadi anggota OSIS juga pasti akan memiliki beberapa keistimewaan di SIS.
Tapi Sherly yang makin takut sang pacar didekati wanita lain dan Furya yang pernah bilang tak berminat bergabung OSIS makin merasa janggal dan dibuat ketar-ketir.
“Udahlah pulang aja yok! Aku capek, terus besok masih harus sekolah.”
Furya yang sebenarnya sama dan bergabung OSIS hanya sekedar untuk mendapatkan poin lebih memilih pulang dari pada mengerjakan tugasnya.
Ia juga hanya bisa beralasan pada Aurelia jika ada acara penting keluarga sore itu.
"Yang soal..."
"Iya aku tau, nanti malam datang aja kerumah."
Furya yang belum ngomong soal hadiah taruhan hanya bisa cengengesan dan menngangguk.
Setelah mengantar Sherly, Furya pulang dan akhirnya bisa sendirian di kamar.
Dirinya yang sudah gatal ingin membuka kotak hadiah misterius memilih menaikkan sisa poin status ke bagian Rich agar hokinya makin meningkat.
“Huuh, akhirnya bisa sendirian.”
“Sistem, berikan aku hadiah yang bagus, ya!” Kata Furya tepat sebelum membuka kotak hadiah.
[Ding! Hadiah akan didapatkan Random tanpa bisa tuan pilih]
Setelah itu Furya berniat mengklik secara manual kotak hadiah misterius yang ada di tas penyimpanan miliknya.
Mystery Box atau Kotak Hadiah Misterius adalah salah satu kotak hadiah yang bisa Furya dapatkan dari menyelesaikan beberapa misi yang ada.
Bisa dari misi Utama, Misi Achievement(Pencapaian), Misi Dewa, Misi Login Bulanan atau bahkan misi Khusus.
Jika dibuka, Furya akan berkesempatan mendapatkan hal luar biasa dari seluruh barang yang dijual sistem.
Tapi tetap saja itu masih acak dan bisa saja Furya mendapatkan hadiah mahal atau bahkan tidak berguna sama sekali alias Zonk.
__ADS_1
Jika dikategorikan kotak hadiah ini termasuk yang biasa saja dan tak terlalu istimewa.
Bahkan masih ada banyak kotak hadiah lain seperti Superior Box atau God Box yang hadiahnya jauh lebih hebat.
Namun Furya yang progresnya lambat karena masih belum mengerjakan beberapa misi penting tetap berharap bisa mendapatkan hal yang bermanfaat.
“Huuh, ayolah tanganku. Berikan keajaibanmu!” kata Furya sambil menggosok kedua tangannya sebelum membuka kotak hadiah.
Lalu saat kotak hadiah berwarna hitam itu dibuka, ada banyak gambar muncul bergantian layaknya kotak gacha dalam game online.
Kemudian gambar itu berhenti di sebuah bola berwarna biru dengan desain aneh.
[Ding! Selamat tuan mendapatkan Core Techonolgy]
“Huuh, Core Technology?”
Furya yang bingung langsung melihat deskripsi dan keterangan benda yang ia dapat.
Tapi belum sempat membaca penjelasan yang begitu panjang, matanya langsung tertuju lebih dulu pada harga barang aneh itu yang teramat mahal yaitu 100 Juta Poin.
Core Technology, sebuah inti kecerdasan buatan dari teknologi peradaban yang telah lama hilang.
Memiliki kemampuan luar biasa dan dapat mempelajari apa saja.
Hanya ada satu ditoko sistem dengan harga 100 Juta Perfection Poin.
Furya yang mendapatkan hadiah aneh yang teramat mahal langsung tertawa senang dan sangat kegirangan.
Terlepas dari penjelasannya yang sedikit ambigu, harga tak masuk akal itu sangat jelas tak bisa ia beli dengan poinnya yang sekarang.
Lalu dengan begitu hokinya ia mendapatkan hadiah random dengan harga teramat mahal tentu membuat Furya senang bukan kepalang.
“Mantap, gak sia-sia gue latih lu.”
Furya yang mendapatkan hadiah hebat langsung mengecek apa kegunaan dan fungsi hadiah yang dia dapat.
Sesekali ia juga bertanya pada sistem untuk penjelasan lebih lanjut.
“Ohhh, jadi begitu. Ini hampir seperti AI{ Artificial Inteligent}, benar begitu sistem?”
[Ding! benar tuan. Dengan alat ini tuan dapat membuat suatu kehidupan dengan AI tertinggi]
“Jadi, apa yang harus kulakukan untuk membangkitkan benda ini?”
[Tuan hanya perlu menggunakan pelantara berupa benda mati dan tambahan beberapa tetes darah tuan sebagai kontrak pengaktifan]
Furya yang diberitahukan sistem berniat langsung menggunakan hadiah yang setara dengan 100 juta poin itu.
Jika bisa langsung digunakan kenapa tidak, itulah yang ada di pikirannya.
Ditambah keadaan rumah yang sepi karena semua keluarganya sedang jalan-jalan membuat Furya makin yakin dengan keputusannya.
“Benda mati, ya...”
Sambil berkeliling rumahnya yang kecil, Furya bingung harus menggunakan perantara apa.
Di rumah itu hampir semua benda baru dan yang lama sudah diganti.
Tapi hanya ada satu barang rongsokan yang masih tetap ada di rumah itu dan tak dibuang.
Yap, itu adalah partner kesayangannya Arthur si motor legenda.
__ADS_1
Furya yang berjalan ke bagian depan rumahnya kini dapat melihat Arthur yang tinggal kerangkanya saja.
Motor butut itu bahkan sudah berdebu dan tak berbentuk lagi.
“Sistem, apa motor kesayanganku ini bisa menjadi perantaranya?”
[Ding! Bisa tuan, apapun benda mati dapat menjadi inangnya]
“Huuh, baiklah!”
Furya yang berdiri tepat di depan motor butut kesayangannya mengelus batok kepala Arthur yang sudah karatan.
Jika ada benda yang bisa ia hidupkan, tentu saja ia memilih Arthur.
Kemudian Furya mengeluarkan Core Technology dari invetory. Bola biru terang sebesar genggaman tangan kini bersinar memenuhi semua tempat.
“Gila...cahayanya silau banget!”
Furya yang matanya sampai sakit langsung meletakkan Core Technology ke batok motor bututnya. Kemudian ia menggigit ibu jarinya sampai berdarah.
Dengan beberapa tetes darahnya sebagai tanda pengaktifan kontrak, kini cahaya dari core technology mulai meredup dan menghilang.
Cahaya biru terang itu berubah menjadi gelap dan suhu di ruangan menjadi sangat panas.
Sampai motor bututnya Arthur meleleh dan bergabung dengan Core Technology .
Furya yang melihat itu hanya berdiri dan menungu apa yang terjadi selanjutnya.
Kemudian sesosok makhluk menyerupai manusia mulai terbenduk dari cairan hitam itu.
Sosok yang mirip sekali dengan Furya seperti pinang dibelah dua kini terlahir kedunia.
“He-hebat, ini mirip sekali dengan diriku!”
Saat membuka matanya, sosok misterius itu menatap Furya dan langsung bersujud.
“Keberadaan Master baru diterima.”
“Menunggu sebuah perintah...”
Furya yang mendengar perkataan pria telanjang yang sama persis sepertinya bahkan suaranya juga sama langsung mengerti apa maksudnya itu.
Tepat seperti yang sistem jelaskan, dengan sedikit darahnya, AI tertinggi itu menganggap Furya sebagai pemilik dan langsung bersujud.
“Berdirilah...”
Diperintah, sosok misterius itu berdiri dan kini tegak sejajar dengan Furya.
“Hemmm, benar-benar mirip sekali denganku. Bahkan tahi lalat di atas joniku juga mirip!” kata Furya sambil menatap semua bagian tubuh dirinya yang lain.
“Ohhh...sebelum kuberikan perintah, lebih baik jika kau mempunyai nama bukan?”
Sosok aneh telanjang itu hanya diam saja dan tak berkata-kata lagi.
Furya yang memikirkan nama bagus tak memerluan waktu lama untuk menentukan.
“Arthur...namamu sekarang Arthur.” Kata Furya tepat di wajah kembarannya.
“Baik master, perintah diterima.”
Hari itu Arthur sang mesin sempurna resmi bergabung menjadi bawahan pertama Furya.
__ADS_1