Perfection System

Perfection System
Hidup Baru


__ADS_3

Furya yang berdiri dihadapan Tomy mendekat dan berbicara untuk terakhir kalinya.


“Apa ada kata-kata terakhir sebelum kau mati, bajingan?”


Tomy yang pendengarannya terganggu karena luka yang di alaminya mendengar secara samar perkataan Furya.


Dirinya yang sudah tak kuat bahkan untuk bernafas mencoba menoleh kearah Furya dan menatapnya.


Furya yang melihat Tomy ingin mengatakan kata-kata terakhir makin mendekat dan mendekatkan kupingnya ke mulut Tomy.


“A...”


“Apa? katakan dengan jelas bodoh!” kata Furya sambil mendekatan telinganya.


“Am-puni A-ku!”


Furya yang mendengar perkataan terakhir Tomy mundur beberapa langkah dan langsung tertawa keras.


“Hahahaha...”


“Hahahaha, mengampunimu? Kau tak sedang bercanda kan bajingan!”


“Kalau begitu kubalikkan kata-katamu!”


“Apa kau mau mengampuni pria yang membunuh ayahmu? Apa kau mau mengampuni seorang pria yang sudah menabrak keluargamu. Apa kau mau mengampuni penjahat sepertimu yang tak dipenjara dan dihukum atas perbuatannya?”


“Jangan bercanda di hadapanku dasar sampah!”


“Ini adalah bayaran dari apa yang kau buat jadi jangan memohon kepadaku dasar bajingan!” Kata Furya sambil berapi-api.


Furya yang mendengar perkataan terakhir Tomy yang meminta pengampunan kepadanya dibuat makin marah.


Tak ada sedikitpun rasa di dalam hatinya untuk memaafkan bajingan seperti Tomy.


“Sudah cukup!”


“Selamat tinggal, Tomy!”


Setelah mengatakan itu, Furya berlari kecil dan langsung menendang Tomy ke sungai.


~Brakkk~


Kuatnya tendangan Furya sampai membuat pembatas kayu di pinggir sungai ikut hancur.


Tomy yang terpental dab terjatuh ke sungai langsung dibawa derasnya sungai Ciliwung yang kotor dan di penuhi sampah.


Setelah membuang bajingan busuk itu ke sungai yang kotor, Furya menatap bulan di langit malam dan tersenyum puas.


Perasaan aneh juga entah kenapa memenuhi dirinya.


Tapi tak lama berlalu senyuman itu berubah menjadi tangisan dan Furya yang tak tahan langsung terduduk dan menangis kencang. Saat itu juga ia menatap langit dan berbicara dengan ayahnya.


“Ayah...”


“Aku sudah melakukannya.”


“Aku sudah memberikan apa yang harusnya bajingan itu terima.”


“Jadi...tolong tenanglah di alam sana!”


“Yuki, Ren dan Mama. Mereka semua...mereka semua akan Furya pastikan hidup bahagia tanpa kekurangan satu hal apapun.”


“Jadi, tolong tenanglah di sana...Ayah!”


Furya yang tak tahan hanya terduduk di sana sambil menangis.


Arthur yang melihat masternya menangis hanya diam saja dan tak bersuara.


Dalam programnya Arthur sedikit kebingungan dan dibuat bertanya-tanya kenapa sang master justru menangis seperti kesakitan padahal ia sudah membalaskan dendam yang memang ia inginkan.

__ADS_1


Setelah beberapa saat, Furya yang sudah lelah akhirnya memilih untuk pulang.


Saat itu Arthur berubah lagi menjadi mobil berwarna putih dan melaju pelan menuju rumah sang master.


Di perjalanan, Furya hanya diam saja dan tak bersuara.


Meskipun sudah membalaskan dendamnya, hari itu dirinya juga resmi menjadi seorang pembunuh.


Setelah sampai rumah, Nando yang belum tidur sedikit mendengar suara mobil dan ketokan pintu.


Ia yang melihat jam sudah lewat tengah malam langsung berjalan menuju depan dan membukakan pintu.


Bau saja membuka pintu, tepat seperti apa yang Nando harapkan, Furya akhirnya pulang.


“Akhirnya pulang juga...”


Namun saat melihat wajah Furya yang memerah dan sedikit aneh, Nando langsung diam dan tak bertanya lebih lanjut.


Saat itu Arthur yang disangka teman Furya juga masuk dan tidur dikamar masternya.


Sang paman yang tak pernah melihat Furya sampai lemas seperti itu lebih memilih diam daripada salah ngomong.


Setelah itu Furya yang habis menangis hebat tertidur di kamarnya sedangkan Arthur hanya diam dan duduk di kursi.


***


Pagi harinya buk Reni yang tumben tak melihat anak sulungnya bangun pagi langsung mengetok pintu.


~Tok...tok...tok~


“Furya, kamu gak ke sekolah nak? udah pagi loh ini!”


Ren yang tumben sekali melihat sang kakak tak bangun pagi juga ikutan menggedor pintu.


“Kakak...bangun!”


“Bangun lah kak. Dasar kakak nih pemalas kali!”


Saat membuka matanya, Furya langsung mengingat kejadian tadi malam.


Perasaan aneh malam tadi masih membekas jelas di hatinya.


Tapi anehnya  perasaan itu sekaligus mengikis dendam dihatinya yang mulai reda dan menghilang.


Di sebelah kirinya Furya juga dapat melihat Arthur yang duduk diam saja sambil menatap tepat ke arahnya.


Saat mengambil hp dan melihat jam sudah hampir pukul 7 pagi, Furya akhirnya bangkit dari kasur.


“Ayo Arthur, kau belum berkenalan dengan keluargaku, kan?” kata Furya sambil berjalan menuju pintu.


Arthur yang diajak keluar oleh masternya hanya nurut dan ikutan keluar kamar.


Buk Reni yang sempat diberitahu adiknya kalau malam tadi Furya pulang dalam keadaan aneh bersama temannya juga masih sedikit khawatir.


Namun kekhawatirannya hilang saat melihat Furya yang keluar kamar dan tersenyum ke arah adik-adiknya.


“Siapa tadi yang berisik sampai gedor-gedor kamar kakak?”


“Itu kak si Ren!” Tunjuk sang adik bungsu.


“Ihh dasar pengadu!”


“Kau Ren...”


Dengan santai Furya bermain dengan adik lelakinya dan sedikit mengelitik Ren.


Setelah itu semua orang dirumah masih kaku dan bertanya-tanya dengan pria aneh dibelakang Furya.


Furya yang sadar dan hampir lupa langsung mengenalkan sosok Arthur.

__ADS_1


“Ma, kenalin ini temen Furya, namaya Arthur.”


“Arthur, sana kenalan sama keluargaku. Aku mau mandi dulu!”


“Ohh satu lagi, cobalah bersikap normal dan dekat dengan keluargaku karena misimu saat ini adalah menjaga mereka!” bisik Furya.


“Baik Tuan.”


Arthur yang sudah mempelajari budaya orang Indonesia di internet langsung menggunakan semua informasi untuk lebih dekat dengan keluarga sang master.


Hanya butuh waktu beberapa menit bagi orang asing itu untuk mendapatkan tempat di keluarga Furya.


“Hahaha, Arthur kok nama kamu sama kayak motor butut kami sih!” Kata Ren sambil tertawa.


“Benar sekali tuan muda Ren, Aku adalah Arthur si motor butut!”


“Hahaha...”


Ren yang di panggil tuan muda makin sombong dan mulai memerintah Arthur sesuka hati.


“Woi Arthur, coba makan ini ayam sama tulangnya!”


Arthur yang diberi perintah aneh oleh adik masternya langsung melahap ayam yang diberikan Ren sampai ke tulang-tulangnya.


Buk Reni yang melihat kelakuan nakal anaknya langsung memarahi Ren dan meminta maaf.


“Astaga Arthur, kamu jangan dengerin omongan Ren kayak gitu.”


“Rennn...jangan gak sopan sama tamu!”


“Hehehe...habis Ma, si Arthur lucu sih. Masa di suruh apa aja dia mau.”


“Huus, jangan ngomong gitu sama tamu.”


“Maaf ya Arthur, anak tante yang satu ini emang nakal banget jadi jangan dengerin omongan nya, ya.”


“Gpp tante, Arthur juga seneng kok!”


Furya yang selesai mandi dan ganti baju ikut ngumpul di meja makan.


Melihat Arthur yang membaur dengan cepat dan sudah seperti manusia normal pada umumnya, Furya menjadi sedikit lega.


Dengan adanya sang robot hebat di sisinya, keluarga Furya pasti akan aman jika dirinya tak berada dekat dengan mereka.


“Ren, kakak hari ini mau pake mobil kamu ya buat ke sekolah.”


“Huuuh? Kan kakak udah ada motor kenapa pakai mobil Ren sih!”


“Alah bentar aja, kan kamu udah libur terus Kak Sherly mau nyoba mobil baru jadi hari ini aja.”


“Gak boleh, suruh dia beli sendiri kak!”


Furya yang mendengar perkataan tak beradap adiknya hanya bisa menahan tawa.


Padahal itu mobil ia yang beli bahkan sang adik juga tak bisa menggunakannya.


Tapi seperti sudah menjadi sifat sang adik lelaki, Furya hanya tersenyum dan tak marah.


Setelah di bujuk sedikit akhirnya Ren mengizinkan mobilnya dipakai sehari oleh sang kakak.


“Ma, Arthur mulai sekarang bakalan tinggal di rumah kita jadi kalau ada apa-apa mama bisa minta bantuan dia.”


“Ehhh, beneran dia mau tinggal sama kita? Rumah kita emang masih muat ini kalo temen kamu mau tinggal disini?”


“Gpp ma, sementara Arthur pake kamar Furya aja.”


“Ya udah. Terus mama nanti nyusul sama adik-adik kamu ke sekolah!”


“Oke Ma, katanya selain rapat wali murid, juga ada bazzar juga loh. Cuman Furya gak tau sih bagus apa enggak.”

__ADS_1


Setelah izin berangkat sekolah dengan sang ibu, Furya pergi menjemput Sherly.


Demi menyenangkan sang pacar tercinta, Furya yang bucin dan tak bisa bawa mobil berniat membeli skill Dewa Mengemudi dan memulai kehidupan barunya yang lebih baik.


__ADS_2