Perfection System

Perfection System
Beli Apapun Yang Mama Mau


__ADS_3

Setelah Grab datang, Furya dan keluarganya yang sudah tampil rapi langsung berangkat ke showroom mobil.


Karena menjaga perasaan sang ibu, Furya dengan berberat hati juga mengizinkan pamannya ikut.


Saat sampai di depan showroom mobil mewah yang menjual berbagai merek ternama, Furya dan keluarganya langsung turun.


Ren yang sampai main lari dan ngelonong lebih dulu.


Setelah membayar biaya grab, Furya di ikuti sang ibu dan adik bungsunya mulai masuk.


Melihat ada tamu datang, spg cantik yang ada di sana menghampiri.


“Selamat siang, ada yang bisa di bantu bapak dan ibuk?”


Sang ibu yang malu-malu dan masih sedikit ragu ada di tempat super mewah itu diam saja dan menyenggol anaknya.


Furya yang di beri kode langsung mengerti dan menjawab singkat.


“Kami mau beli mobil mbak.”


“Baik mas saya mengerti. Ngomong-ngomong mas mau beli mobil keluarga atau super car?”


“Nanti deh mbak, kami mau lihat-lihat dulu.”


Furya yang tak terlalu mengerti jenis mobil juga tak begitu tertarik dan lebih memilih melihat secara langsung.


Tujuannya ke sana juga hanya untuk menyenangkan si bandel yang sempat menangis dan merajuk kemarin malam.


Di temani dan di pandu mbak spg, Furya dan keluarganya mulai berkeliling tempat luas itu dan melihat-lihat.


Ada banyak mobil hebat dan super mahal di sana.


Tapi dari awal sampai saat itu tak ada satupun yang berkesan bagi keluarganya.


Lalu mereka berhenti di depan mobil sport putih yang identik dengan para wanita.


“Nah, kalo yang ini model terbaru dari Porsche Carrera 991 mas. Model ini limited edition loh dan hanya ada sedikit di indonesia.”


“Mungkin ibunya berminat?” Tanya mbak spg sambil menatap ke sang ibu.


Furya yang melihat mobil sport dengan body mulus dan ramping tak begitu tertarik karena ia memang lebih suka yang namanya motor.


Tapi lain halnya dengan sang ibu. Meskipun sejak awal menolak dan malu-malu, tapi Furya tak dapat di bohongi dan mengetahui kalau ibunya sangat tertarik dengan mobil ideal para wanita yang ada di hadapan mereka.


Sadar ibunya menginginkan itu, Furya langsung menanyakan harganya.


“Berapa yang ini mbak?”


“Yang ini 5,5 Milyar ya mas. Tapi kalau mas mau kredit juga bisa kok!”


Buk Reni yang lagi-lagi mendengar harga tak masuk akal langsung kaget dan terkejut.


5,5 Milyar, itu terlalu mahal baginya dan membuat buk Reni makin meremas kuat tangan anaknya.


Furya yang sadar sang ibu mengajak pergi hanya tersenyum dan menggoda ibunya.

__ADS_1


“Mama mau?”


Dengan tegas sang ibu menolak dan menggelengkan kepalanya.


Pamannya yang ada di sana juga kaget mendengar harga yang di sebutkan mbak spg.


Tapi yang lebih membuat ia terkejut adalah Furya yang begitu tenang dan justru bertanya pada ibunya apa ia menginginkan mobil itu.


Buk Reni yang belum tau anaknya sudah tajir melintir bak sultan menarik kembali tangan Furya dan berbisik di tenginganya.


“Kita pindah aja yok. Dari tadi harga mobil di sini mahal semua!” Bisik sang ibu.


Furya yang di bisikkan hanya tersenyum dan menjelaskan kembali.


“Ma...gak usah mikirin harga. Kalo mama mau tinggal bilang, apapun bakalan Furya beliin!”


Mendengar ucapan sang anak, buk Reni lagi-lagi menolak dan tak ingin di belikan.


Furya yang melihat dengan jelas ibunya tertarik tapi masih menahan diri akhirnya berinisatif dan tanpa basa-basi langsung membeli mobil yang ada di hadapan mereka.


“Mbak saya beli yang ini cash!


Buk Reni yang mendengar ucapan gila Furya sudah tak dapat berkata-kata lagi dan hampir pingsan.


Nando yang melihat kegilaan di depannya juga sama dan hampir terkena serangan jantung.


Mbak spg yang ragu kalau Furya dan keluarganya dapat membeli mobil itu mengkonfirmasi ulang dan bertanya sekali lagi.


“Maaf mas, beneran mau beli mobil ini?”


“O-oke mas...bentar saya panggilin bos saya dulu.”


Di datangin manager showroom mobil, Furya di temani keluarganya duduk di salah satu ruangan eksklusif dan langsung mengisi beberapa dokumen pembelian unit baru.


Saat itu juga Furya mentrasfer uang sebanyak 5,5 Milyar dari rekening perusahaannya.


Untungnya hari itu uang dari melelang berlian sudah masuk dan saldo perusahaan Furya adalah Rp. 850.845.221.980.


Furya yang memiliki uang di rekening perusahaannya sebesar 850 Milyar terlihat santai dan tersenyum cerah.


Harga mobil itu jujur saja sangat murah baginya.


Sang ibu yang masih syok terlihat gemetaran mengisi formulir pembelian unit baru.


Furya juga membelikan mobil itu untuk ibunya tercinta dan atas nama ibunya.


Sang paman alias Nando yang melihat anak kakaknya sudah kaya raya mendekat dan mulai merayu Furya.


“Kamu dapat duit sebanyak itu dari mana?


“Beliin om juga dong, hehehe.”


Di dekati pamanya, Furya diam saja dan tak meladeni.


Ren yang keluyuran sendiri akhirnya kembali karena sudah menemukan mobil impian yang ia sukai.

__ADS_1


“Kak, Ren mau mobil yang di lantai tiga.” kata sang adik sambil menarik tangan Furya.


“Yang mana sih?”


“Itu kak di atas...yuk ke sana kak!”


Di tarik adiknya, Furya terpaksa berdiri dan pergi ke lantai 3.


Saat sampai di sana, Ren yang ingin membeli mobil Ferrari berwarna merah mengkilat langsung mengagetkan Furya.


Bisa-bisanya si bandel memilih merek mobil yang sama dengan yang menabrak keluarga mereka. Bahkan warnanya juga sama.


Furya yang masih trauma melihat Ferrari merah memanggil karyawan showroom yang ada di sana.


Di panggil pelanggan, karyawan itu yang sedang mengecek mobil lain terlihat tak begitu senang.


“Kenapa mas? Kalo mau nanya doang mending sama spg aja saya masih banyak kerjaan.”


Baru mau nanya dan udah di buat kesal, Furya mencoba bersabar dan tetap bersikap ramah.


“Warna selain merah ada gak yang ini?” Menunjuk ke arah mobil.


Mendengar perkataan Furya, pria yang sebenarnya bukan spg tapi tetap karyawan di sana menjawab dengan begitu sombong.


“Hadeh, nanya warna doang ternyata.”


“Maaf gak ada warna lain. Terus ini mobil Limited Edition di Indonesia dan mahal banget harganya jadi mimpinya jangan ketinggian ya mas!”


Di singgung oleh pria yang ada di hadapannya, Furya hanya tersenyum dan bertanya kembali.


“Emang berapa sih harganya?”


“Ini Ferrari SCG003 model terbaru dan harganya 21 Milyar. Udah puas?”


“Ohhh, 21 Milyar doang. Beli satu deh buat adik saya!”


Mendengar ucapan santai Furya, pria itu menjadi ketar-ketir dan bertanya kembali sambil sedikit gugup.


“Ma-mas yakin ada uang?”


“Ada, sekarang juga saya bayar cash ini.”


Merasa sudah menyinggung orang yang salah, pria itu akhirnya minta maaf dan memanggil spg lewat HT untuk melanjutkan pembayaran.


“Sekali lagi maaf ya mas, saya gak tau kalau mas orang kaya.”


“Santai...lain kali kalau orang nanya dengerin dulu jangan bawel. Bungkus nih satu dan langsung ubah warnanya ke silver.”


“Ba-baik mas.”


Setelah membeli mobil yang di inginkan adiknya, Furya dan Ren kembali ke lantai 1 lalu menemui ibunya di tempat eksklusif.


Di tempat itu juga sang ibu lagi-lagi di buat syok dan hampir pingsan kembali karena harus menandatangani mobil yang lebih mahal dengan harga 21 Milyar.


Di bantu manager showroom, sang ibu yang gemetaran di pandu untuk mengisi data pembelian unit baru karena Furya membeli semua itu atas nama ibunya.

__ADS_1


__ADS_2