
Setelah memenangkan lomba, suara yang Furya tunggu-tunggu langsung membuat senyumannya makin ngembang.
[Ding! Selamat tuan berhasil menyelesaikan Doubel Bonus Misi]
[Selamat tuan mendapatkan hadiah 32.000 Perfection Poin]
[Selamat tuan telah naik level]
[Selamat tuan telah naik level]
“Yes, naik dua level sekaligus!”
Naik 2 level sekaligus membuat Furya senang bukan kepalang dan makin tersenyum lebar.
Dirinya yang memenangkan lomba cerdas cermat juga mendapatkan banyak sekali dukungan dan ucapan selamat.
Tentu saja selain kelas A, ketiga kelas lain semuanya mendukung penuh sang pemenang baru yang akhirnya bisa mengalahkan rekor tak terkalahkan kelas terpopuler.
Murid-murid kelas A yang sebagian besar di isi oleh anak pejabat dan kaya raya terlihat tak begitu senang dengan hasil akhir dan langsung meninggalkan Aula Utama SIS.
“Selamat ya, aku gak nyangka ada orang kayak kamu di sekolah kita!” Kata Aurelia sambil menjabat tangan Furya.
“Ahh, kak Aurel bisa aja.”
“Selamat kak Furya, Ciel seneng bisa satu panggung sama kakak berdua.”
“Sama-sama dek, adek hebat juga kok.” Balas Furya sok basa-basi.
Setelah itu, karena Aula Utama akan digunakan untuk lomba lainnya, semua penonton langsung bubar.
Furya yang tak melihat Sherly lagi sibuk mencari-cari pacarnya itu diantara banyaknya murid yang meninggalkan aula.
Tapi karena desakan teman-temannya, ia akhirnya pergi bersama rombongan anak kelas 2D ke lapangan futsal.
Baru sampai di lapangan futsal, Furya dapat melihat Ali dan yang lainnya sedang melawan anak kelas 1.
Sambil duduk santai, kini Furya yang menonton kelasnya bersama teman-temannya yang lain di bangku penonton.
Seperti yang diharapkan dari salah satu sekolah swasta terbaik di Indonesia.
Sanjaya International School sangat loyal kepada murid-muridnya sampai lapangan futsal pribadi juga mereka sediakan bahkan itu ada 2.
“Mantap, masuk lagi.”
“Ayo guys semangat.” Kata beberapa teman sekelas Furya yang mendukung.
Di pertandingan futsal kedua, anak kelas 2D VS 1C dimenangkan telak oleh 2D.
Ali dan sebagian teman Furya yang tubuhnya sedikit lebih besar terlihat lebih mendominasi.
Mereka juga memenangkan pertandingan awal 2 kali berturut-turut dan besok akan mulai masuk babak Grandfinal.
Setelah lomba futsal hari pertama selesai, Furya dan teman-teman sekelasnya istirahat dan makan ke kantin.
“Serius ini Furya menang lomba cerdas cermat?” Tanya Boby yang masih tak percaya.
“Seriuslah, ngapain juga bohong!” Jawab Tiara yang juga duduk di sana.
Furya yang memenangkan lomba cerdas cermat hanya bisa sok merendah kembali di hadapan teman-temannya.
__ADS_1
Dengan ini semua murid kelas 2D terlebih lagi para anak lelaki makin bersemangat lagi untuk memenangkan lomba lainnya.
“Abis ini siapa lagi yang ada pertandingan?” Tanya Ardhi sambil mengunyah bakso.
“Ada banyak sih, cuman kayaknya aku mau nonton voli aja deh. Sekalian dukung kelas kita.” Jawab Boby.
“Nah bener, kapan lagi liat yang mantul-mantul.” Lanjut Jamal.
Setelah istirahat, para pria kelas 2D yang sudah bertanding dan masih agak lelah memilih mensupport teman-teman perempuan kelas mereka di lomba voli.
Selain untuk mendukung, jelas mereka juga ingin cuci mata.
Furya yang sore nanti ada lomba catur masih memiliki sedikit waktu dan memilih ikut dengan rombongan.
“Widih dah mulai ternyata!”
“Alah telat kita. Rame bener *** yang nonton!” Kata Ali yang melihat kiri kanan mencari spot terbaik untuk menonton.
Bahkan aula olahraga khusus voli sudah full dan tak ada tempat lagi untuk melihat dari dekat.
Tapi Jamal dan sebagian jomblo terlihat santai dan berjalan ke lain arah.
Ali yang melihat mereka malah pergi keluar aula menjadi heran dan bertanya.
“Woi mau kemana?”
“Udah ikut aja Li, sini ku tunjukin spot terbaik buat nonton voli.” Kata Jamal dengan percaya diri.
Di pandu para jomblo, Ali yang mengikuti dari belakang hanya bisa tertawa.
Furya yang sama dan hanya ingin nonton juga di buat geleng-geleng saat di bawa dan disuruh manjat ke atas jendela.
Bentuk jendela yang memanjang dan ada besi penghalang juga seperti menjadi tempat VIP bagi para jomblo untuk melihat semua keindahan di lapangan.
“Nah mantep gak, hahaha.”
“Anjir, gak kena marah nih ntar?” Tanya Furya
“Santai aja, ini udah tradisi para jomblo kelas kita jadi gak usah khawatir.” Jawab Jamal.
Furya yang duduk akhirnya dapat menonton pertandingan voli dengan nyaman.
Para murid perempuan SIS yang cantik-cantik dan berkelas membuat banyak penoton yang mayoritas pria tersenyum lebar.
Sampai pertandingan dilanjutkan dengan kelas mereka.
Furya yang terlalu santai bahkan tak tau kalau kelas mereka di hari pertama akan menghadapi kelas 2A.
Karena itu, saat melihat Dinda dan anak-anak perempuan akan melawan kelas sang pacar, Furya menjadi bingung mau mendukung siapa.
“Mantap...liat tuh anak-anak kelas 2A. Bening-bening banget cuy.” Kata Boby.
“Hooh, apalagi sih Sherly. Behh, badanya mantap banget!” Lanjut Ardhi yang fokus melihat keindahan.
“Woi goblok, kedengeran ntar sama dia...” Potong Jamal yang diam-diam juga melirik ke arah pacar sang sahabat baiknya.
Furya yang di pojokan dan agak jauh dari para jomblo juga bisa mendengar jelas perkataan mereka.
Tapi apa boleh buat, tak mungkin juga ia bisa melarang siapapun menatap tubuh sang pacar.
__ADS_1
Untungnya Sherly hanya duduk di bangku cadangan jadi Furya tak begitu khawatir.
Di lomba voli perempuan kali ini, kelas 2D yang sedikit lebih bar-bar memenangkan babak pertama dengan telak.
Tapi di babak kedua, kelas 2A membalikkan keadaan dengan skor tipis sampai hasil imbang kembali.
“Aduh...tipis banget. Harusnya menang mudah ini.” kata Boby
“Bener, hebat juga anak perempuan kelas 2A. Padahal ku kira mereka gak jago olahraga loh!” Lanjut Ali yang merupakan mantan anak kelas A dan sudah salah perhitungan.
Sebenarnya bukan salah perhitungan, hanya saja kelas 2A sudah 1 bulan latihan.
Berbeda dengan kelas 2D yang hanya latihan beberapa hari sebelum lomba Festival olahraga, anak-anak kelas 2A sudah lebih dulu latihan khusus untuk menjaga pride kelas mereka.
Jadi mereka sudah jelas lebih siap dan kompak.
Furya yang menonton hanya senyum-senyum sendiri.
Jujur saja ia sangat ingin melihat Sherly juga ikutan main.
Melihat sang pacar hanya duduk di bangku cadangan sambil memberikan minuman, Furya entah mengapa merasa tak puas.
Tapi tiba-tiba saja saat bertanding ada anak kelas 2A yang terpeleset dan terjatuh.
Sherly yang menjadi cadangan akhirnya terpaksa menggantikan temannya yang keseleo.
“Jangan jadi beban, ya.”
“Tunjukin kalo body lu gak cuman bagus doang, Sher!” Kata Alexia yang merupakan ketua tim voli perempuan kelas 2A.
Sherly yang tak terlalu jago olahraga hanya mengangguk dan akan berusaha yang terbaik.
Tapi ternyata wanita yang sudah bermetamorfosis itu bukanlah dirinya yang lama.
Dengan kehebatan Water Of Life, bukan hanya tubuhnya yang berubah drastis tapi juga tenaganya.
Di servis pertama, Sherly langsung mencetak angka.
Bahkan itu 3 kali berturut-turut sampai akhirnya posisi berganti.
Masuknya Sherly ke lapangan juga langsung mengubah atmosfer dan gaya bermain monoton kelas 2A.
Bahkan di beberapa kesempatan, Sherly juga melakukan smash kuat dan mencetak angka serta membuat kehebohan diantara para penonton.
“Hebat...semangat Sherly.”
“Mantap coy, mantul-mantul!”
“Ayo kelas 2A, semangat!” Teriak beberapa penonton.
Furya yang melihat sang pacar akhirnya tampil dan melakukan smash kuat dengan sempurna sampai membalikkan kedudukan langsung berteriak keras dan memberikan dukungan.
“Ayo sayang, semangat.”
“Kalahin mereka semua!” Teriak Furya dengan begitu bersemangat.
Ali dan teman-teman sekelas Furya yang lain hanya bisa melirik sambil menyipitkan mata ke arah pria bucin itu.
Ya, mereka tau Furya berpacaran dengan musuh tapi tak harus mendukungnya terang-terangan begitu di hadapan teman sekelasnya.
__ADS_1