
Sherly yang dikerubungi teman-teman sekelasnya hanya bisa menjawab satu persatu pertanyaan yang terlontar kearahnya.
Bagaimana suaranya bisa kembali, kenapa ia makin tinggi, kenapa tubuhnya berubah dll.
Semua pertanyaan itu ia jawab dengan sederhana dan singkat. Berkat yang di atas, itulah yang ia katakan padahal semua itu tak lain adalah berkat sang pacar.
Setelah beberapa saat, wali kelas akhirnya datang dan semua murid kembali ke bangku masing-masing.
Kelas 2A, kelas terbaik kedua di SIS setelah 3A.
Kenapa menjadi nomor 2, itu tak lain karena tak ada yang bisa mengalahkan sosok ketua osis yang genius.
Bukan hanya cantik, tapi juga sangat berprestasi di bidang akademik.
Selain menjadi juara pertama di lomba sains SMA tingkat nasional, ia juga menjuarai olimpiade matematika Internasional dan selalu menjadi juara Umum di sekolah.
Ditambah tim basket SIS yang diketua Marco juga menjadi juara di ajang kejuaraan basket SMA se indonesia tiga tahun beurut-turut.
Tak terbayang kelengkapan kelas 3A dalam semua bidang.
Tapi dari nama besar kelas 3A, hanya ada satu orang yang dapat menyaingi dan disandingkan dengan itu semua.
Ia tak lain adalah Sebastian Malfey, pria tampan keturunan inggris-indonesia yang menjadi pria paling populer sekaligus bintang kelas 2A.
Tak ada manusia yang sempurna, Marco yang gagah dan perkasa tak terlalu pintar dalam pelajaran.
Bahkan ketua OSIS Aurelia yang genius tak begitu hebat dalam bidang olaharaga.
Setiap orang memiliki kelemahannya masing-masing, Tapi Bastian, ia memiliki semua hal yang tak dimiliki orang lain secara utuh.
Karena itu ia hampir mengalahkan Aurel saat pemilihan ketua OSIS tahun lalu.
Sherly yang berada di kelas 2A saat ini hanya mendegar beberapa arahan dari wali kelasnya.
“Jadi begitu anak-anak. Ibu sangat berharap tinggi tahun ini kelas kita bisa mengalahkan kakak kelas kalian.”
“Tapi...”
“Tapi kenapa buk?” Tanya seorang murid pria.
Wali kelas 2A yaitu buk Melati yang masih muda dan cantik sangat berambisi menjadikan kelasnya terbaik di SIS hanya bisa ggit jari setelah mengetahui siapa murid yang memegang title juara umum tahun ini.
Padahal Bastian murid kebanggaannya sudah melebihi ekspetasinya dan memecahkan rekor tak terkalahkan Aurelia.
Tapi mengingat kembali hal tak masuk akal yang terjadi, ia hanya memegang kepala dan sedikit pusing.
“Pokoknya kalian jangan patah semangat! Ingat tujuan kita semua untuk menjadi kelas nomor satu di SIS.”
“Oke, itu aja yang mau ibuk sampaikan. Saat ini pengumuman nilai ujian sudah dapat di lihat di mading sekolah.”
“Jadi tak perlu khawatir dan percayalah kelas kita tetap akan menjadi yang terbaik tahun ini!”
Setelah mengatakan itu, bel tanda istirahat berbunyi dan semua murid yang penasaran dengan nilai mereka langsung menuju satu titik.
Sherly yang sudah belajar mati-matian untuk tetap berada di kelas A terlihat sedikit khwatir dengan nilainya.
Selain persaingan yang ketat, ia juga jarang masuk. Karena itu Sherly khawatir bakalan pindah kelas.
Baru saja Sherly dan Chika berdiri dan berjalan keluar kelas, Bastian dari arah lain langsung mendekati mereka.
__ADS_1
Melihat seorang Bastian bergerak, tak ada satupun pria lain dari kelas 2A yang ingin bersaing dengannya dan merelakan sang bidadari di dekati pria paling populer.
“Sherly, selamat atas kesembuhanmu ya.”
Di sapa ketua kelasnya, Sherly yang mengenal Bastian sebagai pria baik hati yang sangat ramah kepada semua orang dan dapat diandalkan hanya tersenyum dan mengagguk.
Chika yang melihat Bastian mendekati mereka hanya bisa menatap wajahnya dalam-dalam.
Mata biru dan rambut cokelat brown keren itu sangat cocok untuk wajah tampannya.
“Kalian mau ke mading sekolah kan?”
Di tanya Bastian, Sherly hanya menjawab singkat.
“Iya, emang kenapa?”
“Boleh ikut gak?”
Mendengar ucapan Bastian, Sherly sebenarnya tak terlalu mau menanggapi.
Tapi melihat sahabat baiknya yang sudah klepek-klepek, iapun setuju dan mengagguk.
Mengetahui sahabat baiknya sangat menyukai ketua kelas, Sherly dengan sengaja menerima ajakan Bastian untuk pergi dan berjalan bersama ke mading sekolah.
Ia juga sengaja ganti posisi agar Chika bisa berjalan bersebelahan dengan pujaan hatinya.
Di tempat lain...
Furya dan anak-anak kelas 2D juga berjalan menuju mading sekolah.
“Aduh...kok jadi deg-degan gini ya.” Kata Ardhi yang terlihat sangat khawatir nilainya di bawah rata-rata.
“Udah santai aja. Tadi kan udah di bilang buk Yeni kalau dari kelas kita semuanya aman.” Lanjut Ali yang mencoba menenangkan.
Saat kebanyakan anak-anak kelas 2D khawatir, Jamal yang berjalan bersama Furya agak di belakang terlihat santai dan kalem.
Terlebih lagi Jamal yang sangat yakin nilainya ujiannya pasti tinggi.
Furya yang ngecheat juga sama dan berjalan santai.
Doubel Bonus Misi waktu itu belum selesai dan ia juga di buat bertanya-tanya.
Padahal ia sudah menjawab semua soal ujian dengan benar tapi misi yang belum selesai membuatnya sedikit ragu dan makin penasaran.
Saat sudah dekat dengan mading, Furya yang melihat gerombolan murid lain di sana menjadi makin penasaran.
Terlebih lagi orang-orang yang makin banyak menatapnya.
Dari kejauhan, Furya juga melihat Sherly dan Chika yang sudah ada disana lebih dulu.
Melihat mereka, Furya berjalan makin cepat dan berniat mendekati sang pacar.
Tapi belum sampai ia mendekat, terlihat ada seorang pria yang mengajak Sherly bicara.
Karena berisik, ia tak bisa mendengar apa yang pria itu katakan dan berjalan lebih cepat.
“Sherly...”
Di panggil dari belakang oleh suara yang dikenalnya, Sherly langsung berbalik arah dan melihat sang pacar sudah ada di sana.
__ADS_1
Sherly yang nilainya tetap tinggi meskipun banyak absen terlihat sangat senang.
Itu artinya ia tetap berada di kelas A dan yang terpeting Furya akan segera menemaninya di kelas A.
“Sayang...aku gak nyangka kalau kamu ternyata pinter banget!”
“Selamat ya, aku seneng banget bentar lagi kita bakalan sekelas, hehehe.”
Mendengar ucapan Sherly, Furya yang sudah menebak itu langsung menatap Mading.
Saat melihat dan mencari-cari namanya, tak butuh waktu lama karena nama Furya Aditya berada di posisi paling atas dengan nilai sempurna 100 di setiap mata pelajaran di susul Sebastian Malfey dan Aurelia Sanjaya yang berada tepat di bawahnya.
Saat melihat itu, suara sistem juga langsung terdengar nyaring di kepala Furya.
[Ding! Selamat tuan telah berhasil menyelesaikan Doubel Bonus Misi]
[Selamat tuan mendapatkan hadiah 26.000 Perfection Poin]
[Selamat tuan telah naik level]
Furya yang menempati posisi pertama terlihat tak begitu senang dan biasa saja.
Ia juga menjadi juara umum di smester itu berkat bermain curang dan bukan karena kerja kerasnya sendiri.
“Kok diem aja sih, senyum dong kan udah pasti masuk kelas A!” Kata Sherly yang terlihat sangat senang karena sang pacar akhirnya menyusulnya di kelas impian.
Furya yang tangannya di pegang juga mencoba tersenyum di hadapan sang pacar.
Entah ia yang teralu bodoh atau lupa peraturan spesial kalau nilainya ketinggian maka ia akan otomatis pindah kelas.
Lalu saat ia mencoba tersenyum, di belakang Sherly sosok Bastian diam dan menatapnya dengan ekspresi dingin.
Furya yang melihat itu cuek dan tak mempedulikan adanya Bastian di sana.
“Yaudah yok pergi, aku dah laper.”
“Oke...Chika yuk ke kantin!”
Chika yang sama dan bertahan di kelas A juga mendekat dan berniat pergi bersama Sherly.
Tapi melihat Bastian yang diam saja, ia juga iseng mengajaknya.
“Bas, mau ikutan ke kantin gak?”
Dengan wajah tersenyum khas pria kelas atas, Bastian mengangguk dan berjalan mengikuti dari belakang.
Furya yang tak begitu senang karena tadi Bastian sangat dekat dengan pacarnya dan ditatap dingin merasa sedikit jengkel.
Karena itu ia berjalan agak pelan dan mendekatinya lalu berbisik sedikit ke arah Bastian.
“Kalau tujuanmu ke kantin untuk mendekati Pacarku, maka pergilah! Jangan paksa aku bertindak kasar.” Kata Furya terang-terangan.
Di ancam oleh murid kelas D, Bastian tersenyum dan balik berbicara.
“Jaga bicaramu bodoh, jangan berlagak hanya karena main curang!”
“Sherly juga akan menjadi pacarku dan kau yang harus pergi menjauh!”
Setelah mengatakan itu Bastian berjalan cepat lalu beralasan ada sedikit urusan dan tak bisa pergi ke kantin bersama mereka.
__ADS_1
Furya yang tau siapa Bastian juga tak peduli.
Jika ada siapapun yang berani mendekati Sherly, maka orang itu akan langsung berhadapan dengannya.