
Tomy yang tangannya diikat dan diseret menggunakan mobil hanya bisa berteriak dan kesakitan.
Jalanan yang agak becek langsung mengotori semua pakaiannya.
Furya yang duduk di depan dapat mendengar rengekan Tomy dengan jelas lalu tersenyum tipis.
Saat mereka memasuki jalan raya, saat itu juga Furya memerintahkan Arthur agar lebih kencang lagi.
“Lebih kencang lagi, Arthur!”
Arthur yang sudah berubah menjadi mobil langsung menuruti keinginan masternya dan menambah kecepatan.
Di ibu kota Jakarta, jam 11 malam keadaan jalan masih ramai lancar.
Karena itu sebagian pengendara bisa melihat aksi gila Furya yang menyeret Tomy terang-terangan di jalan.
“Astaga...itu orang lho yang di ikat!”
“Videoin cepet dek!” kata beberapa pengendara lain yang melihat ada pria diseret mobil.
Banyak pengemudi lain yang memvideokan aksi tak terpuji itu dan menyebarkannya ke sosial media.
Untung saja kaca mobil yang gelap dapat menyembunyikan idenditas Furya.
Tomy yang tubuhnya diseret seperti binatang makin berteriak kencang dan meronta-ronta.
Sebagian orang yang ada di pinggir jalan juga terkaget-kaget dengan kejadian itu. Ada yang ketakutan ada juga yang kasihan, Bahkan ada yang menghubungi polisi.
Tapi karena sudah dibutakan dendam, Furya malah enjoy dan duduk manis sambil ngudut di dalam mobil.
Teriakan dan tangisan Tomy baginya justru seperti suara merdu yang memanjakan telinga.
Saat sedang santai, tiba-tiba saja hp Furya berbunyi dan panggilan dari sang kekasih terlihat di layar hp nya.
“Halo sayang. Kok gak nelpon sih?”
“Kan kamu lagi sibuk di cafe!”
“Iya cuman udah siap. Terus kamu lagi ngapain?”
“Gak lagi ngapa-ngapain. Aku cuman lagi main mobil-mobilan.”
“Ihhh, udah gede masih main mobil-mobilan. Btw aku juga pengen dong main mobil baru kamu, hehehe.”
“Yaudah besok kita ke sekolah naik mobil deh!”
“Bener nih...Asik!”
Sherly yang sebenarnya lebih suka naik mobil memang sudah lama ingin numpang dan mencoba mobil sport sang pacar.
Baginya itu lebih nyaman dan tak perlu kepanasan apalagi terkena polusi asap kota Jakarta.
Hanya saja Furya yang anak motor memang tak pernah mau memakai mobilnya ke sekolah.
Namun entah karena apa malam itu sang pacar tiba-tiba saja mau.
Selama 30 menitan mereka asik telfonan dengan bucin.
Sampai suara Arthur yang ternyata juga bisa terhubung lewat sistem memperingatkan Furya.
“Lapor tuan, ada beberapa polisi yang mendekati kita!”
__ADS_1
“Lalu pria bernama Tomy itu juga sudah hampir mati.”
Furya yang sedang asik telfonan dengan Sherly hanya menjawab santai.
“Begitu ya. Kalau gitu tambah kecepatan dan bawa aku ke tempat sepi.”
Arthur yang diperintah langsung menambah kecepatan dan mulai menghindari kejaran polisi.
Dengan kemampuannya sangat mudah bagi Arthur menentukan titik lokasi yang aman dan dengan begitu mudah ia menghindari beberapa polisi yang berniat menangkap mereka.
“Sialan...pergi kemana orang gila itu.”
“Gawat pak, dari ciri-ciri yang ada di video pria yang terseret itu mirip sekali dengan Tomy Antony yang dikabarkan habis menghilang dari rumahnya.”
“Apa...kalau memang benar ini bisa menjadi masalah yang serius.”
“Cepat hubungi polisi lain dan suruh berpencar mencari mobil aneh itu.” Kata seorang polisi tua yang sedikit berpangkat.
Kepolisian kota Jakarta yang mudah disogok dan memiliki jaringan pertemanan dengan sindikat mafia besar di kota itu sudah menerima kabar hilangnya Tomy.
Ditambah adanya laporan dan Video gila yang beredar di internet makin membuat mereka yakin kalau ciri-ciri pria yang di seret dengan kejam itu adalah Tomy.
Karena itu kepolisian kota Jakarta makin menambah banyaknya personil yang berpatroli.
Tentu saja beberapa bawahan Tomy dari sindikat mafia Sembilan Naga juga sudah mulai menelusuri lokasi video yang beredar dan mencari-cari orang gila mana yang berani menarik salah satu anggota mafia terkuat di Indonesia sampai seperti itu.
Furya yang sudah sampai di hutan kota langsung turun dari mobil dan mengakhiri panggilannya bersama sang pujaan hati.
“Udah ya sayang. Aku mau nyelesaiin beberapa urusan dulu.”
“Oke...jangan lupa besok jemput pake mobil ya.”
“Dadah beb, muah...”
Furya yang berjalan ke arah Tomy kini dapat melihat pria menyedihkan itu yang sudah tak bersuara lagi.
Sekujur tubuhnya di penuhi darah dan hampir semua tubuhnya mengalami luka serius akibat gesekan dengan aspal jalan.
“Arthur, lepaskan tangan bajingan ini dan buat dia tersadar lagi.”
Furya yang sudah memerintahkan Arthur duduk di dahan pohon kering dan menghidupkan seputung rokok.
Tomy yang sempat pingsan akhirnya disiram air dingin sampai ia terbangun kembali.
Diseret oleh Arthur, Tomy dibawa kehadapan Furya.
“Bagaimana bajingan. Apa kau menikmati jalan-jalan kita?”
“Da-dasar bocah idiot. Jangan harap kau bisa lepas setelah melakukan ini padaku!”
“Kau tak tau sedang berurusan dengan siapa bodoh!” kata Tomy sambil terbata-bata.
Furya yang mendengar ancaman dari Tomy hanya tersenyum dan tertawa lepas.
Mungkin jika dirinya 1 bulan yang lalu mendengar itu akan sangat ketakutan.
Tapi Furya yang sekarang bukan lagi dirinya dimasa lalu.
Dengan bantuan sistem, jangankan Tomy, bahkan melawan semua bajingan seperti Tomy yang ada di dunia Furya masih yakin dirinya bisa menang.
“Ku akui kau sangat kuat dan berani,Tomy.”
__ADS_1
“Setelah terluka seperti itu kau masih berani mengancamku! Apa kau tak bisa melihat kondisimu yang sekarang sangat menyedihkan?”
“Berisik bocah bodoh! Ka-kau tak tau apa-apa tentangku.”
“Bahkan jika kau membunuhku disini, semuanya tak akan berubah!”
“Kau, Adikmu, Ibumu, seluruh orang yang dekat denganmu. Semuanya...semuanya tetap akan mati, hahaha.”
“Akan kupastikan mereka semua mati!” kata Tomy sambil menyeringai.
Furya yang melihat senyuman menjijikkan itu berdiri dan langsung memukul wajah Tomy.
Pukulan kuat itu langsung merontokkan beberapa gigi Tomy.
Tapi anehnya pria dihadapan Furya itu masih tersenyum dan tak terlihat sedikitpun rasa takut dan kesakitan diwajahnya.
Furya yang melihat senyuman Tomy makin marah dan memukul habis seluruh tubuhnya.
“Apa yang kau tertawakan idiot!”
Bammm
Bammm
Bammm
“Berhenti tertawa di depanku dasar manusia sampah!”
Pukulan penuh kebencian itu melayang bertubi-tubi menghantam wajah dan tubuh Tomy yang sudah bersimbah darah.
Sangking parahnya luka di wajah Tomy, pria itu tak bisa tersenyum lagi karena wajahnya sudah hancur lebur.
Furya yang sempat kehilangan ketenangannya mulai mengambil nafas panjang dan mencoba tenang kembali.
Saat ini seorang bajingan yang telah membunuh ayahnya dan membuat hidupnya penuh sengsara sudah tak berdaya lagi dan diam tanpa suara sambil dipegangi oleh Arthur.
Semua emosi dan dendam di hati Furya bahkan belum hilang setelah memperlakukan Tomy seperti itu.
Furya yang harus menuntaskan dendamnya malam itu agar hidupnya bisa tenang duduk kembali di dahan kayu kering dan menyalakan rokonya yang baru.
Sambil menghisap rokok Surya kesukaan sang ayah, Furya menatap bulan di langit malam yang bersinar terang.
Malam itu sangat indah dan langit malam dipenuhi ribuan bintang yang berkilauan.
Setelah menenangkan dirinya, Furya menatap kembali Arthur dan memberikan isyarat lewat tangannya.
Arthur yang mengerti hanya mengikuti Furya sambil menyeret Tomy.
Sampai akhirnya mereka tiba di pinggir sungai Ciliwung.
“Arthur, berdirikan bajingan itu disana!”
“Baik tuan.”
Tomy yang sudah lemas kini di ikat ke pagar kayu dan diberdirikan di pinggir sungai.
Dari pandangan matanya yang buram dan dipenuhi darah, Tomy tau ajalnya sudah didepan mata.
Dua pria gila di hadapannya juga seperti tak takut dengan kekuasaan dan nama besarnya.
Diterangi cahaya bulan, Furya berdiri dan menatap tepat ke arah Tomy yang sudah tak berdaya seperti siap membunuhnya.
__ADS_1