Perfection System

Perfection System
New Skill "God Eyes"


__ADS_3

Furya yang memenangkan lomba cerdas cermat angkatan kelas 2 disambut banyak tepuk tangan dan pujian.


Adam dan Hana yang merupakan perwakilan dari kelas 2B dan 2C juga memberi selamat dan dukungan kepada Furya.


“Selamat ya bro, semoga bisa menang di babak bintang.” Kata Adam sambil menjabat tangan Furya.


“Oke bro, semangat juga di lomba yang lain.” Balas Furya sambil tersenyum ramah.


Hana pun sama dan memberi selamat sedangkan Bastian yang kena mental hanya diam saja di podium 1.


Furya yang melihat pria yang awal tadi sempat merendahkannya di hadapan semua orang juga cuek dan tak menganggap keberadaan Bastian.


Baginya tak perlu membalas ejekan awal Bastian karena semua orang sudah tau siapa jagoannya.


Setelah itu Furya duduk kembali di tempat rombongan kelas 2D. Ia yang memenangkan lomba di sanjung dan dipelakukan seperti Raja.


“Nih Furya, minum dulu.”


“Iya makasih.”


“Nih, cemilan cokelat kalo kamu laper.” Tawar teman sekelasnya.


“Sini minta dikit deh.”


Ditemani teman-teman kelas 2D yang mayoritas perempuan karena sebagian besar pria sedang mengikuti lomba lain, Furya menonton pertandingan anak kelas 3.


Di lomba cerdas cermat angkatan kelas 3, semua orang sudah bisa menebak siapa pemenangnya dan tentu saja ketua OSIS SIS Aurelia Sanjaya yang menjadi juara.


Bahkan skor telak juga ia berikan dan membuat semua orang berdiri sambil memberi ucapan selamat.


“Selamat kak Aurel.”


“Hebat banget memang ketua OSIS kita, 3 kali ikut 3 kali menang.”


“Ya jelas lah, emang siapa yang bisa ngalahin ketua OSIS.” Kata murid-murid yang menonton.


Setelah istirahat sejenak, akhirnya lomba penentuan akhir cerdas cermat di Festival Olahraga Tahunan kembali dimulai.


Kali ini 3 juara dari masing-masing angkatan akan bertanding dibabak bintang.


Furya yang di apit dua bidadari cantik hanya bisa tersenyum lebar sambil sedikit menahan hasratnya.


Di sebelah kirinya ada ketua OSIS Aurelia Sanjaya dengan badan super aduhai dan cantik jelita.


Di sebelah kanannya ada malaikat kecil imut adik kelasnya yang bernama Cieline Anatasnya.


Rambut pirang dan mata orange cerah keturunan barat itu jelas akan membuat tiap pria yang menatapnya tersenyum.


“Kak Furya mohon bimbingannya!”


“Kak Aurel juga mohon kerja samanya, ya.”


Furya yang di sapa adik kelasnya hanya tersenyum dan mengangguk.


Melihat gadis imut kecil itu entah kenapa ia teringat dengan sang adik bungsu dan sangat ingin menyentuh kepalanya.


Aurel yang ada di samping kirinya juga menyapa dan memberikan senyuman hangat.


Saat Furya di apit dua primadona sekolah, Sherly yang ada di bangku penonton hanya menatap sang pacar dengar penuh kecemburuan.


Bisa-bisanya sang kekasih main tebar senyum sesuka hati padahal pacarnya sedang menonton dari bawah.


Furya yang merasakan hawa tak enak juga refleks melirik ke arah penonton dan benar saja, sang bidadari egois terlihat cemberut dan memasui mode Penyihir Kejam.


Furya yang melihat itu langsung kicep dan menyimpan senyumannya dalam-dalam.


“Oke! Karena semua pemenang sudah ada di podium masing-masing, kita langsung mulai babak final cerdas cermat ke 66 SIS.”


“Kali ini seperti yang kita tau, ketiga pemenang dari tiap angkatan akan memasuki babak bintang alias final cerdas cermat dan saling bertanding.”


Sebelum memulai jalannya pertandingan, buk Melati memberitahukan sedikit peraturan yang akan berlaku.


Di babak bintang, pertanyaan ada 50 buah dan tiap pertanyaan akan mendapatkan 10 poin. Lalu semuanya adalah pertanyaan umum dan acak.


Jadi pertandingan final paling bergengsi di SIS itu sudah pasti fair dan adil oleh semua orang.


Disini bukan hanya mengandalkan kecerdasan dan wawasan luas tapi juga kecepatan berfikir dan refleks tangan.

__ADS_1


“Baiklah kita langsung mulai saja ya.”


“Harap penonton diem dulu biar suara ibu kedengeran jelas.”


“Oke, ini dia soal pertama...”


{Presiden pertama Ind-}


[Teet]


Belum selesai soal dibacakan, Ciel yang paling kecil tapi paling cepat menekan bel langsung tersenyum cerah.


“Iya Ciel, apa jawabannya?”


{Ir. Soekarno}


“Benar, selamat kelas 1 A mendapatkan 10 poin.”


Para penonton yang melihat si paling kecil justru mencuri nilai pertama langsung bertepuk tangan meriah.


Furya yang belum selesai mendengar pertanyaan memang agak lengah dan telat menekan bel.


Tapi Aurelia malah memberikan tepuk tangan kencang kepada lawannya seakan ia sengaja memberikan nilai pertama itu untuk sang adik kelas imutnya.


“Oke-oke, kita lanjut ya...”


{Phnom Penh Merupa-}


[Tett]


Lagi-lagi, belum selesai buk melati membacakan soal, suara bel langsung memotong dan kali ini ketua OSIS yang menjawab lebih dulu.


“Iya Auerel, apa jawabannya?”


{Kamboja, buk]


“Yap benar sekali, Phnom Penh merupakan ibu kota negara Kamboja. Selamat kelas 3A mendapatkan 10 poin”


“Kita lanjut ya...”


{Negara terkecil-}


[Tett]


“Iya, Aurel?”


{Jawabannya Vatikan, buk}


“Benar, negara terkecil didunia adalah Vatikan ya anak-anak. Selamat kelas 3A mendapatkan 10 Poin lagi.”


“Oke kita lanjut...”


{Penulis Novel Harry-}


[Tett]


“Wtf...belum selesai ngomong woi!” Kata Furya dalam hati yang bahkan belum mendengar semua pertanyaan dari awal sampai selesai.


“Iya Ciel, apa jawabannya?”


{J.K Rowling, buk}


“Yap benar sekali, penulis novel terkenal Harry Potter adalah J.K Rowling. Selamat kelas 1A mendapatkan 10 Poin.”


Furya yang melihat lawannya kali ini langsung serius di awal hanya tersenyum tipis dan bertepuk tangan sama seperti yang lainnya.


Bisa gawat kalau pertanyaan belum selesai dibacakan tapi kedua orang itu terus menjawab.


Ini juga merupakan kelemahan dasar sistem karena sistem hanya bisa menjawab pertanyaan dari Furya ketika pertanyaan itu jelas dan tak ambigu.


Tapi ini baru pertanyaan awal dan Furya masih merasa santai karena sistem ada di sisinya.


Namun pertanyaan demi pertanyaan terus berlanjut dan Furya yang tak kebagian menjawab karena pertanyaan selalu di jawab bahkan sebelum buk Melati menyelesaikan pertanyaan kini mulai keringat dingin.


Aurelia dengan skor 110 dan Ciel mengejar dengan skor 80.


Ia yang merasa hanya menjadi NPC akhirnya mulai garuk-garuk kepala.

__ADS_1


“Wahh, sepertinya cowok cool yang di tengah ini masih belum mau pamer ya guys. Ayo dong masa diem mulu dari tadi.” Sindir buk Melati karena Furya dari awal hanya menonton saja.


Furya yang di sindir hanya tersenyum tipis.


Lalu murid dan penonton yang mendengar sindiran itu juga tertawa ngakak karena Furya yang sekarang seperti bukan ia saat mengalahkan Bastian.


Aurelia yang melihat pria misterius itu sepertinya belum mau serius hanya bisa merasa aneh padahal saat itu Furya bisa menyelesaikan soal matematika hanya dalam waktu 1 detik.


Bahkan ia yang melihat keanehan itu tak akan memiliki waktu untuk menjawab bahkan melihat soal.


Furya yang akhirnya sadar sudah waktunya unjuk gigi akhirnya meminta tolong kembali kepada sang mukjizat.


“Huuuh, tak ada cara lain. Sistem belikan aku Skill Mata Dewa.”


[Ding! perintah diterima, membeli Skill God Eyes/Mata Dewa Tahap I dengan harga 10.000 Perfection Poin]


[Ding! Selamat tuan mendapatkkan Skill baru]


[Laporan, apakah tuan mau langsung menggabungkan skill baru tuan]


“Ya, lakukan sekarang!”


[Jawaban diterima, memulai proses pengabungan skill pada tubuh tuan]


[10%]


[20%]


[40%]


[60%]


[80%]


[100%]


[Ding! Selamat Skill Mata Dewa telah berhasil dipasang]


Skill God Eyes atau Mata Dewa adalah salah satu skill hebat yang dijual sistem.


Skill ini dibagi menjadi 5 tahapan sama seperti Skil Beladiri Dewa dan di tiap tahapannya harga akan menjadi 10x lebih mahal.


Kegunaan skill ini sama dengan namanya yaitu mata alias untuk melihat.


Tapi jangan salah, skill ini sangat luar biasa karena makin tinggi tahapannya maka kemampuan melihat Furya juga akan menjadi lebih mengerikan.


Di puncak kehebatannya, Furya dapat melihat segala hal di dunia bahkan dari jarak ratusan ribu kilo meter.


Tak sampai disitu, skill ini juga dapat melihat orang yang berbohong atau jujur dan di tahap sempurna juga dapat melihat kemasa lalu ataupun masa depan.


Tak terpikirkan kehebatan skill yang satu ini.


Tapi tetap saja, untuk sampai tingkat 5 alias sempurna membutuhkan poin yang sangat banyak dan pastinya sulit untuk di tingkatkan.


Furya yang sudah membeli skill baru langsung mencoba skill barunya itu.


Di keterangan, pada tahap I alias awal skill ini akan memungkinkan Furya untuk melhat apa yang tak bisa di lihat mata manusia normal.


Karena itu ia ingin mencontek soal yang ada di tangan buk Melati dari pada harus menunggu satu persatu soal dibacakan.


“Sistem, bagaimana caranya aku mengaktifkan skill ini?”


[Ding! Skill Mata Dewa sudah menyatu dengan tubuh tuan, jadi tuan hanya harus mengaktifkannya sendiri]


“Ohhh...kalau begitu, Mata Dewa Aktifkan!” Kata Furya sambil menutup dan membuka matanya kembali.


Saat skill ini diaktifkan, bola mata Furya yang awalnya hitam berubah dipenuhi energi aneh berwarna biru.


Lalu dengan penglihatan barunya, Furya yang sedang melihat ke arah buk Melati langsung dikejutkan dengan apa yang ia lihat.


Tubuh hot tanpa sehelai kain itu sangat menonjol dan kencang.


Melihat hal yang tak seharusnya ia lihat, Furya yang kaget langsung mundur dan terjatuh dari podium.


Aurelia yang melihat Furya terjatuh refleks membantu dan menolong.


“Aduh, kamu kenapa?”

__ADS_1


Di dekati Aurel, Furya dengan penglihatan super makin di buat tak tahan saat melihat tubuh mulus milik ketua OSIS.


Melihat boba besar dan padat serta ****** pink milik ketua OSIS dari dekat, tanpa sadar hidung Furya langsung mimisan.


__ADS_2