Perfection System

Perfection System
Dendam Seorang Anak


__ADS_3

Malam itu Furya yang habis diceramahi emak Sherly lebih memilih pulang.


Setelah sampai dirumah, sang ibu dan kedua adiknya terlihat sibuk menyiapkan barang-barang yang akan dibawa pulang kampung.


Ada banyak makanan khas kota Jakarta dan berbagai oleh-oleh lain yang ibunya borong untuk dibawa ke kampung halaman.


“Furya, besok abis dari sekolahmu kita langsung ke kampung mama, ya!”


Furya yang diajak lagi oleh ibunya untuk pulang kampung terlihat cuek dan masuk ke kamar.


Aksinya yang dikacaukan dan kebosanannya membuat Furya tak tahan dan memilih jalan-jalan keluar.


“Kak, kakak mau kemana?” Tanya sang adik Ren.


“Gak kemana-mana.” jawab Furya santai sambil menutup pintu.


Dimalam hari itu Furya yang gabut jalan sendirian dan sampai di taman dekat rumahnya.


Sherly sedang sibuk membantu di cafe. Keluarganya sedang sibuk menyiapkan kebutuhan yang akan dibawa ke kampung halaman sang ibu.


Disaat roda kehidupannya mulai membaik, Furya tetap tak bisa menikmati itu.


Dendam dihatinya masih belum terhapuskan dan terus memenuhi isi hatinya yang paling dalam.


Saat ia sedang duduk menyendiri di taman, Arthur datang entah dari mana dan sampai dihadapannya.


Furya yang melihat Arthur kembali langsung melirik dan berbicara kepadanya.


“Bagaimana misimu?”


“Sudah saya selesaikan tuan, semua benda di kota ini telah saya sentuh dan kuasai.”


“Heeeh, cepat juga kerjamu. Bagaimana kau melakukannya?”


“Sangat mudah tuan, saya menyebarkan bagian-bagian tubuh saya ke segala penjuru kota!”


Furya yang melihat jam sudah pukul 11 malam menatap bulan yang bersinar terang malam itu.


Disaat-saat seperti itu pasti luka dan dendam lamanya teringat lagi dan sosok manusia paling dibencinya muncul kembali.


Kekayaan dan Kekuatan, dua hal penting didunia kini sudah ada di genggamannya.


Di tambah adanya Arthur yang menjadi bawahannya makin membuat Furya tambah ingin cepat-cepat mencabut duri yang selama ini menancap di hatinya.


“Arthur, apa kau tau pria bernama Tomy Antony?” tanya Furya sambil menatap bintang di langit malam.


Arthur yang ditanya sang master langsung menggunakan memori di otaknya dan menyaring semua informasi.


Hanya butuh waktu kurang dari 1 detik bagi AI cerdas itu untuk mengetahui maksud dari sang master.


“Tentu saja tuan, Tomy Antony adalah Bankir sukses di kota ini. Lalu...dia juga yang telah menabrak keluarga tuan satu tahun yang lalu.”


Furya yang belum menceritakan persoalan musuhnya pada Arthur langsung tersenyum saat mendengar jawaban anak buahnya itu.


Sambil tersenyum ala psikopat jahat, Furya langsung memberi perintah terbaru.


“Bawa pria bernama Tomy Antony itu kehadapanku sekarang juga!”


Arthur yang diberi perintah langsung berdiri kembali. Dirinya yang awalnya sedikit menunduk sambil bersujud langsung mengerti apa keinginan tuannya itu.


“Seperti perintah tuan!”


Sehabis berdiri Arthur langsung berubah menjadi sebuah pesawat aneh sebesar manusia dan melaju kencang diudara seperti roket.


Furya yang melihat mesin itu dapat berubah sesuka hati menjadi apa yang ia mau terlihat cuek dan duduk santai sambil menatap bulan.

__ADS_1


Tepat seperti apa yang dikatakan sistem, Arthur memang mesin hebat yang dapat beradaptasi dan berevolusi dengan sangat cepat.


Kehebatan dan kemampuannya tak terbatas dan sudah jauh dari teknologi manusia masa kini.


Meskipun begitu, Arthur juga memiliki satu kelemahan.


Yaitu ia tak dapat menduplikat, memodifikasi atau merubah komposisi makhluk hidup.


*****


Di sebuah mansion mewah yang berada di komplek Taman Indah Jakarta Pusat.


Seorang pria muda yang tak lain adalah Tomy Antony terlihat sedang meniduri wanita cantik yang pingsan entah karena apa.


Dalam hunian besar dan mewah itu terlihat juga ada beberapa penjaga bersenjata yang ada di tiap sudut rumah.


Sampai tanpa diduga, sebuah benda asing masuk dan menerobos lewat jendela kamar.


~Craaakkk~


Tomy yang sedang asik langsung kaget dan memakai baju lalu mengambil pistol.


Saat itu sesosok manusia aneh tanpa wujud tiba-tiba saja muncul menghampirinya.


“Si-siapa kau bajingan?”


“Apa maumu?”


Tomy yang ketakutan langsung mengarahkan pistol miliknya.


Tapi seperti tak mempedulikan itu, sosok misterius yang tak lain adalah Arthur bergerak dan mendekati Tomy.


Di dekati sosok aneh, Tomy langsung berteriak dan menembaki Arthur dengan senjata api.


~Dorr...Dorr...Dorr~


“Mati...Mati...Mati...”


~Dorr...Dorr...Dorr~


~Dorr...Dorr...Dorr~


Para penjaga yang mendengar suara kaca pecah sekaligus tembakan pistol dari kamar sang bos langsung panik berlarian dan berniat memeriksa apa yang sebenarnya terjadi.


Lalu Tomy yang menembaki Arthur sampai kehabisan peluru hanya bisa ketakutan karena semua itu sama sekali tak menghentikan sosok aneh yang makin mendekatinya.


“He-hentikan dasar monster!”


“Jangan mendekat.”


Arthur yang diberikan misi membawa pria bernama Tomy Antony hanya menyeret pria itu dan membawanya terbang diudara.


Tomy yang di bawa terbang oleh sosok aneh hanya bisa pasrah dan kebingungan.


Para anak buah Tomy juga dapat melihat sekilas saat bos mereka dibawa begitu saja oleh sesosok makhluk asing yang dapat terbang.


Di tempat lainnya...


Furya yang sudah pindah ke tempat yang sepi yaitu di pinggir sungai ciliwung duduk santai di sebuah kursi sambil menghisap rokok yang sempat dibelinya saat melewati minimarket.


Sudah 10 menit Arthur pergi dan akhirnya sang anak buah datang kembali.


Namun kali ini Arthur tak datang sendiri melainkan membawa pria yang tak lain adalah Tomy.


Furya yang melihat Arthur menjalankan misi dengan sempurna dan sangat cepat hanya tersenyum tipis.

__ADS_1


Tomy yang ketakutan dibawa terbang dan dibawa ke tempat gelap oleh Arthur seketika makin kaget saat melihat wajah pria yang dikenalinya.


“Ka-kau...”


“Selamat malam bajingan! Kau belum melupakanku, kan?” kata Furya dengan santai sambil menatap Tomy yang hanya menggunakan baju tidur.


“Apa maumu?”


Furya yang melihat pria bernama Tomy itu masih berlagak didahapannya memberikan arahan pada Arthur lewat isyarat tangan.


Saat itu juga tangan kuat Arthur langsung memegang kepala Tomy dan menghantamkannya ke tanah.


~Brakkk~


Tomy yang kepalanya ditekan kuat langsung berteriak kesakitan.


Teriakan keras dirinya memenuhi dan memecahkan keheningan tempat sepi itu.


“Hentikan...aku menyerah tolong hentikan!”


Furya yang melihat Tomy memohon dengan posisi menyedihkan langsung tertawa keras.


“HAHAHAHAHA...”


“Hahahahaha...Hentikan? Apa itu menyakitkan bagimu?”


Tomy yang mendengar tawa dan perkataan Furya serta posisinya yang tak diuntungkan mencoba memohon agar dimaafkan.


Baru beberapa menit yang lalu ia sedang asik dengan kegiatan rutinya dan sekarang keadaan aneh yang ia alami seperti masih mimpi baginya.


Namun darah dan rasa sakit itu sangat nyata dan Tomy tau ia tidak sedang bermimpi.


“Maafkan aku. Aku mengaku salah, tolong maafkan aku.” Kata Tomy sambil bersujud.


“Furya, aku tau kau pasti dendam. Tapi biarkan aku menebus kesalahanku.”


“Apa yang kau mau? Uang? Wanita? Mobil Mewah? Semuanya akan kuberikan jadi maafkan aku!”


Furya yang mendengar permintaan maaf penuh kemunafikan dari pria dihadapannya hanya tersenyum dan berbicara kembali.


“Maaf, ya! Tapi permintaan maafmu tetap tak bisa menghilangkan dosa besarmu, Tomy.”


“Dan itu tak akan bisa mengembalikan ayahku yang telah mati!”


Setelah mengatakan itu Furya berdiri dan mendekati Tomy.


Dengan arahan tangannya, Arthur mencengkram kembali kepala Tomy yang dipenuhi darah dan mengangkat tubuhnya seperti kertas.


Tomy yang diberdirikan kini dapat melihat wajah seorang bocah yang beberapa minggu lalu pernah ia hajar sampai hampir mati.


Bocah tak berdaya yang satu tahun lalu ia tabrak kini menatapnya seperti binatang buas.


“Arthur, sepertinya kita akan jalan-jalan keliling kota Jakarta malam ini.”


“Berubahlah menjadi mobil lalu ikat dan seret bajingan ini.”


Arthur yang diperintah langsung mengeluarkan tali berwarna hitam dari tubuhnya dan mengikatkannya ke tangan Tomy.


Saat itu juga ia berubah menjadi mobil hitam mengkilap yang sangat keren.


Furya yang sudah memutuskan akan membalaskan dendam sang ayah malam itu langsung masuk dan duduk santai didalam mobil.


“Jalan...”


Diperintah sang master, Arthur yang telah berubah menjadi mobil langsung melaju sambil menyeret tubuh Tomy seperti mainan.

__ADS_1


__ADS_2