
Furya yang berbaris rapi di antara 4 pembalap lain terlihat bersungguh-sungguh.
Mungkin dalam pertarungan fisik, ia akan menang dengan mudah bahkan jika melawan 4 orang itu sendirian.
Tapi di pertandingan balap motor yang menjadi kunci kemenangan adalah skill individu dan tentunya mental yang kuat, Furya tak mau menganggap remeh lawannya.
“Oke siap ya...”
Saat seorang juri mulai menyiapkan garis start, semua penonton menyingkir dari jalan dan jalanan luas dermaga priok steril kembali.
“Ingat pemenangnya siapa yang bisa memutari Dermaga sampai 5 kali lebih dulu.”
“Jangan ada lagi keributan dan fokus pada tujuan ya guys!”
Di berikan aba-aba, Furya dan 4 pria lainnya terlihat siap dan menunggu tanda mulai.
Setelah semuanya siap, seorang pria yang merupakan juri berteriak dan memulai pertandingan.
“Tiga...Dua...Satu...Start!!!”
Furya yang bagaimanapun harus memenangkan pertandingan itu langsung tancap gas sejak detik pertama.
Sherly yang melihat pacarnya kebut-kebutan di jalan hanya bisa menonton sambil berdoa agar Furya tak kenapa-napa.
Furya yang serius dan harus menang tak memberi ampun kepada lawannya.
Dengan kecepatan penuh, ia menempati posisi pertama dan melaju seperti pembalap professional.
Di jalan dermaga yang lurus dan luas, spek dan kualitas mesin motor menjadi faktor utama kemenangan.
Tapi tetap saja, di beberapa tikungan skill induvidu tetap di perlukan.
Furya dengan motor sport keluaran terbaru terlihat langsung memimpin jauh.
Tapi di tikungan, keadaan menjadi stabil kembali.
“Anjir nih anak. Cepet banget gila!” Kata Reyhan yang mengekor tepat di belakang Furya.
Melihat Furya yang melaju tanpa takut sama sekali, Reyhan seperti melihat sosok Ali yang menyeramkan ketika di jalanan.
Bahkan di tikungan berikutnya, Furya yang sadar masih di ikutin 4 pembalap lainnya makin menggila dan mengebut tak terbendung lagi.
Gas dan akseleriasi kecepatannya sudah jauh dari kata amatiran.
Meskipun hanya balapan jalanan, jelas perbedaan besar sudah terlihat di antara mereka berlima.
Dengan sense luar biasa miliknya yang makin di perkuat sistem, mudah bagi Furya untuk fokus dan memimpin jalannya pertandingan.
“Gila...gila....Mantap Furya, gas terus!” Kata Boby yang menonton dari pinggir jalan.
“Mantap...terus Fur. Jangan kasih ampun.” Lanjut Jamal yang terlihat senang karena jika Furya menang ia bisa memenangkan uang taruhan.
Sherly yang melihat pacarnya melaju bagai roket entah kenapa merasa takut dan di buat jantungan.
Padahal buka ia yang ada di posisi itu tapi baginya melihat Furya yang seperti itu justru makin membuatnya khwatir.
Sedikit saja, salah sedikit sang pacar pasti akan beda alam.
__ADS_1
Melihat sang pacar yang terlihat begitu serius, Sherly juga bingung kenapa Furya bisa berubah dan sampai mau mengikuti balapan yang berbahaya itu.
Padahal jelas sekali Furya tak suka kebut-kebutan dan sebelum sampai sana Furya hanya bilang ingin mampir untuk absen muka.
Tapi seperti ada sesuatu yang memaksa dan di sembunyikan sang kekasih, malam itu Sherly hanya bisa berdoa agar sang pacar menang dan tak kenapa-napa.
Di putaran kelima alias terakhir, Furya yang sudah meninggalkan jauh lawannya terlihat kalem dan yakin sudah menang.
Tertinggal hampir satu lap darinya, tentu tak ada hal yang bisa membuatnya kalah dan iapun mulai sombong dan lengah.
Namun, seakan nasib baik tak memihaknya, tanpa di duga-duga dua ekor kucing yang sedang berkelahi berlari melewati jalan yang tepat di hadapan Furya.
Furya yang kaget tanpa sengaja refleks dan menekan rem depan dan belakang secara bersamaan.
Karena itu ia mengebut langsung terjatuh dan berserakan di jalan.
Jika di lihat secara jelas, Furya yang melaju kencang dan terjatuh hebat pasti akan mengalami luka fatal serius.
Tanpa alat-alat perlindungan selain helm, tak mungkin ia akan baik-baik saja.
Ali yang melihat dari jauh temannya terjatuh juga langsung berlari dan berniat menolong. Begitupun anak-anak geng Brotherhood lain.
Karena hanya ada Furya seorang di depan, maka fokus semua orang hanya kepada dirinya.
“An*Jing...kenapa tuh!”
“Astaga...ngerinya.”
“Waduh, kenceng banget lagi. Mati pasti tuh anak!” Kata beberapa penonton yang ada tepat di lokasi Furya jatuh.
Jantungnya berdetak kencang dan seluruh tubuhnya bahkan tak bisa bergerak.
Tapi melihat sang pacar yang terjatuh hebat, tanpa sadar ia berlari dan mencoba mendekat.
Pandangan matanya pudar, Air matanya bahkan tumpah seperti hujan dan tubuhnya langsung panas dingin.
Dengan bersusah payah, Sherly berlari sekuat tenaga untuk mendekat ke arah Furya.
“Furya...Furya...Furya!”
Sambil menangis, Sherly memanggil nama sang pacar di dalam hatinya.
Melihat semua orang sudah bergerombol lebih dulu, Sherly makin di buat jantungan.
Tapi belum sempat Sherly sampai di sana, Furya yang di kelilingi banyak orang berdiri kembali seakan tak terjadi apa-apa.
Ali yang melihat jelas sahabatnya itu terjatuh hebat dengan begitu mengerikan hanya bisa kebingungan dan terdiam saat melihat Furya mendekat dan berlari kembali ke motornya.
“Woi, serius kamu masih mau lanjut Fur?” Teriak Jamal yang mencoba mengejarnya.
Tapi Furya yang belum kalah tak menyerah dan tak mempedulikan orang-orang.
Ia juga langsung kembali ke motornya dan berniat melanjutkan pertandingan.
Darah dan luka bekas jatuh juga terlihat jelas saat itu. Bahkan celana dan baju Furya sampai robek terkikis kerasnya aspal jalan.
Furya yang di dekati dan di halangi orang-orang yang khawatir langsung berteriak kecang.
__ADS_1
“AWASS...”
Baru mau menaiki motor, mendengar suara dari pembalap lain yang makin mendekat membuat Furya panik dan buru-buru menghidupkan mesin motor.
Untungnya motor baru itu masih bisa hidup dan Furya yang sudah berdarah-darah dengan entengnya melanjutkan pertandingan.
Dengan kecepatan yang tak begitu cepat lagi, Furya mulai di susul oleh 4 orang lainnya.
Tapi ia yang harus mendapatkan Water Of Life malam itu bagaimanapun caranya tak menyerah dan mengerahkan semua kekuatan terakhirnya.
Hingga saat sampai di garis Finish, akhirnya Furya berhasil menempati posisi pertama secara tipis.
[Ding! Selamat misi telah berhasil di selesaikan]
[Selamat tuan menerima hadiah 14.000 Perfection Poin]
[Selamat tuan telah naik level]
Mendapatkan apa yang di inginkannya, Furya yang menang tersenyum puas dan sangat senang.
Akhirnya dengan itu ia bisa memberikan hadiah Anniversary untuk sang pacar tercinta.
Tapi saat mencari-cari Sherly, Furya sama sekali tak melihat keberadaan sang pacar.
Untungnya dengan penglihatan super, ia dapat melihat Sherly yang berdiri sendirian di pojokan jalan.
Saat sampai di tempat Sherly, sang pacar terlihat berdiri tegak sambil menundukkan kepala dan diam saja.
“Sherly...”
“Woi...kenapa diem aja sih?”
“Aku menang loh, hehehe.”
Melihat Furya yang cengengesan seperti orang idiot, Sherly yang sudah tak tahan melihat kelakuan pacarnya itu tanpa sadar langsung menampar wajah Furya.
PLAAAKK
Tamparan kuat itu terdengar keras sampai hampir semua orang di sekitar mereka melirik.
Furya yang tiba-tiba saja di tampar langsung kaget dan seakan tak percaya dengan apa yang ia terima.
Di saat ia sudah mati-matian memenangkan pertandingan itu untuk sang pacar, Sherly malah terlihat marah dan menamparnya.
Sherly yang bisu saat itu sangat ingin berteriak dan memarahi sang pacar.
Apa gunanya memenangkan pertadingan itu, apa gunanya semua itu jika sang pacar sampai harus terluka.
Bagi Sherly, apa yang di lakukan Furya malam itu sampai membahayakan nyawanya sangat bodoh dan idiot.
Tapi ia yang tak bisa berbicara hanya bisa menangis di hadapan Furya.
Melihat Sherly yang menangis, Furya langsung terdiam.
Ia yang sadar sudah membuat sang pacar tercinta khawatir tak bisa lagi menyembunyikan rasa bersalahnya.
Saat itu juga Furya memeluk tubuh Sherly yang menggigil dan meminta maaf karena sudah bertindak terlalu jauh.
__ADS_1