Perfection System

Perfection System
Misi Spesial


__ADS_3

Furya yang sibuk membantu mempersipakan segala kebutuhan untuk Pentas Seni sekolahnya akhirnya bisa bernafas lega.


“Udah, sisanya serahin sama yang lain. Kamu istirahat aja dulu!” kata salah seorang kakak kelas yang masih menjadi anggota OSIS.


“Makasih kak. Kalo gitu aku istirahat dulu ya.”


“Sep, enak kan jadi anggota OSIS?” ledek sang kakak kelas.


Furya yang masuk OSIS hanya demi poin cukup membalas ledakan kakak kelasnya dengan senyuman dan pergi.


Siang itu, tepat pukul 1 siang akhirnya semua tamu undangan mulai berdatangan dan memasuki Aula Utama SIS yang megah.


Dari banyaknya tamu, beberapa petinggi dan orang penting jelas duduk di bagian terdepan.


Di bagian khusus terlihat ada banyak Donatur Utama berserta jajaran Dewan SIS dan para Sponsor.


Tak diragukan lagi dan mereka semua pastilah orang-orang kaya dan memiliki jabatan penting.


Saat sedang berjalan, Fuya tak sengaja berpas-pasan dengan orang yang dikenalnya.


Melihat ada Mr Tanaka dan anak gadisnya Naomi yang sangat cantik, Furya tersenyum dan menyapanya mereka.


“Selamat siang kek. Bagimana kabar kakek?”


“Ohh, Furya. Sudah lama ya kita tak bertemu.”


“Seperti yang kau lihat, kakek tua ini sudah sekarat, hahaha!”


“Bagaimana kabar ibu dan adik-adikmu?”


“Baik kek! Maaf kalau Furya lancang kek, tapi kakek Tanaka ini sakit apa ya?”


Naomi yang mendengar perkataan Furya sedikit menggerakkan kedua alis matanya.


Namun dihadapan sang ayah yang sudah tua, Naomi tak berbicara dan diam terlebih dahulu.


“Kakek sudah lama di diagnosa sakit jantung.”


“Mungkin umur kakek juga sudah tak lama lagi!” jawab Mr Tanaka pelan.


Naomi yang mengkhawatinya kondisi ayahnya karena banyak berbicara dan berdiri terlalu lama langsung memegang tangan sang ayah dan berniat membawanya duduk.


“Baiklah Ayah, ayo kita duduk dan beristirahat.”


“Hentikan Naomi, ayahmu ini tak serapuh itu sampai harus kau pegangi!”


“Kalau begitu kakek pergi dulu ya, Furya.”


Furya yang melihat kondisi Mr Tanaka berubah jauh saat beberapa minggu bertemu denganya dulu langsung membeli sebuah obat mujarab yang dijual sistem.


Meskipun tak semahal dan sehebat Air Surga, tapi khasiatnya lumayan berguna.


“Sistem, belikan aku Potion yang ini.” kata Furya sambil menunjuk sebuah ramuan untuk mengobati luka dalam.


Meskipun tak tau obat itu akan bermanfaat atau tidak, tapi Furya yang pernah dibantu tak melupakan jasa orang yang sudah pernah menolongnya.

__ADS_1


Dengan itu ia membuang 10 ribu Poin berharganya begitu saja.


[Ding! Selamat tuan mendapatkan 1 Potion Innear Body]


Setelah membeli barang yang diinginkannya, Furya mendekati Naomi dan berbisik ke telinganya.


“Kak Naomi, berikan obat ini kepada ayah kakak!”


Naomi yang didekati dan di bisikkan langsung melirik ke arah Furya.


Saat itu juga Furya memberikan obat seharga 10.000 Poin itu kepada Naomi.


“Obat apa ini?”


“Itu obat untuk luka dalam kak. Berikan kepada Mr Tanaka dan berdoalah untuk kesembuhan ayah kakak.”


Naomi yang tau Furya bukan bocah sembarangan diam sejenak dan berniat menyusul sang ayah yang telah jalan lebih dulu.


“Makasih, kakak gak tau kenapa tapi perasaan kakak bilang ini obat pasti bermanfaat!”


“Yaudah kalo gitu Furya pergi dulu kak!”


Setelah menyapa kenalannya dan memberikan sedikit bantuan kepada orang yang pernah membantunya dulu, Furya berjalan pergi dan memasuki Aula lewat pintu belakang.


“Gila...rame juga yang datang!” kata Furya sambil masuk dan mendekati ibunya yang duduk di belakang bagian wali murid biasa.


Disana terlihat orangtua Sherly juga duduk berdekatan dengan ibunya dan mereka semua duduk bersama.


“Arthur sama Ren kemana ma?”


Sherly yang sudah membawa Violin kesayangannya terlihat gugup.


Furya yang duduk di sebelahnya mulai menenangkan Sherly yang sedikit grogi.


“Kamu kapan tampil?”


“Nanti bareng kelas 2A. Habis itu baru aku ada solo performa.”


“Ohhh, ga usah gugup dong. Aku yakin kamu pasti bisa kok!” kata Furya sambil memegang tangan sang kekasih.


Kemudian kepala sekolah mulai berpidato dan di ikuti ketua Dewan SIS.


Setelah basa basi penyambutan para petinggi, acara Pentas Seni akhirnya dimulai.


Sebagai pembukaan ada pertunjukkan mengagumkan dari Eskul Seni.


Di sini semua tamu dan pengunjung dibuat bertepuk tangan meriah melihat tarian adat dari berbagai suku Indonesia yang di remix.


Furya yang melihat atraksi dan cahaya dari lampu-lampu dekorasi juga dibuat salut dan bertepuk tangan kencang.


Sampai acara pertunjukkan untuk memperkenalkan sekolah bergengsi itu terus berlanjut dan bagian kelas Sherly akan segera di mulai.


“Semangat Sher. Aku dukung dari sini!”


“Oke, makasih ya yang!”

__ADS_1


Sherly yang tampil dengan anak-anak kelas 2A langsung pergi menuju kebelakang panggung lebih dulu.


Di sana ia bersiap-siap dengan temannya yang lain.


Sampai kelas 2A tampil membawakan beberapa lagu Classic dan Modern.


Saat itu Sherly dan teman-temannya membuat begitu banyak penonton bertepuk tangan meriah.


Bastian yang memainkan Piano dengan sempurna juga ikut menjadi sorotan.


“Hehehe, itu anak saya Sebastian Malfey.” Kata ayah Bastian sambil membanggakan kemampaun bermain Piano sang anak.


“Ohhh, jadi itu anak pak Theo, hebat banget anaknya pak.” Puji seorang Donatur lain yang duduk dekat dengannya.


“Bener, kalo gak salah Bastian ini juga beberapa kali memenangkan lomba Piano kan Pak Theodorik?” lanjut seorang pria paruh baya yang tak lain adalah pemilik SIS yaitu Aurelio Sanjaya.


“Hahaha pak Lio ini bisa saja. Justru anak bapak yang lebih hebat.” Lanjut ayah Bastian sok merendah lagi.


Di deretan kursi para petinggi dan orang penting, jelas para Donatur Utama itu memiliki keterikatan dengan SIS baik sekarang ataupun dimasa lalu.


Sebagai contoh Mr Tanaka yang dulunya sang putri yaitu Naomi pernah bersekolah di SIS dan sampai sekarang menjadi Donatur Utama di sekolah putrinya dulu.


Dihadapan para pejabat penting, tiap murid yang tampil di Pentas Seni mulai menunjukkan kehebatannya masing-masing.


Sherly yang bermain Biola Solo juga sempat membuat sebagian orang terpikat.


Meskipun permainanya belum sempurna, tapi kecantikannya di atas panggung seperti menghipnotis beberapa penonton sehingga penampilan kurang baik itu masih mendatangkan banyak tepuk tangan.


Permainan Piano solo seorang pria tampan bernama Sebastian Malfey juga menjadi salah satu performa terbaik dari para murid dan mendatangkan banyak tepuk tangan.


Sampai seorang bidadari cantik seperti menjadi bintang utama di Pentas Seni dengan permainan Piano yang luar biasa dan spektakuler.


“Keren banget! Sumpah itu beneran masih anak SMA kan?” Tanya sang ibu yang duduk disebelah Furya.


“Bener ma, Namanya Aurelia dan dia juga ketua OSIS di sekolah Furya.”


“Heee, pasti anak orang kaya tuh. Udah cantik sopan banget lagi.” Puji buk Reni.


Furya yang mendengar pujian dari sang ibu hanya bisa tersenyum.


Penampilan Aurelia memang sangat menakjubkan dan banjir pujian serta tepuk tangan meriah.


Tapi bagi Furya, penampilan itu belum ada apa-apanya jika dibandingan gaya permainan sang ayah.


Sampai tanpa diduga sebuah suara terdengar nyaring di kepala Furya.


[Ding! Selamat tuan mendapatkan Misi Spesial]


[Ikuti Pentas Seni di sekolah tuan dan buat semua penonton Tekjub. Hadiah 50.000 Perfection Poin dan 1 Kotak Hadiah Spesial]


“Huuh, Misi Spesial? Lucky...” kata Furya dalam hati.


Seperti mendapatkan Jackpot di siang bolong, Furya yang mendengar suara sistem dan misi yang aktif tersenyum lebar.


Mungkin sudah saatnya Sang Cheater Terhebat untuk tampil dan unjuk gigi lagi di hadapan semua orang.

__ADS_1


__ADS_2