Perfection System

Perfection System
Skill Dewa Mengemudi


__ADS_3

Furya yang masuk kedalam mobil Ferrari berwarna silver miliknya sedikit kebingungan cara menghidupkan mesin mobil.


Tapi karena sudah tak memiliki tanggungan lagi, Furya akhirnya memilih membeli skill Dewa Mengemudi yang sempat ingin dibelinya dulu.


“Huuh, sepertinya memang harus membeli skill itu.”


“Sistem, belikan aku skill mengemudi!”


[Ding! Perintah diterima]


[Apakah tuan bersedia membayar 30.000 Perfection Poin untuk membeli skill Dewa Mengemudi]


“Yap. Beli!”


[Jawaban diterima, membeli skill yang diinginkan]


[Selamat tuan mendapatan skill baru Dewa Mengemudi]


[Lapor, apakah tuan mau langsung menggabungkan skill baru tuan...]


“Jangan mengulangi pertanyaan aneh secara berulang sistem. Nanti pembaca julid komplain tau-_-”


[Ding! Perintah diterima, Langsung memasang skill yang tuan inginkan]


[10%]


[20%]


[40%]


[60%]


[80%]


[100%]


[Ding! Selamat skill baru Dewa Mengemudi sudah terpasang di tubuh tuan]


Skill Dewa Mengemudi adalah skill hebat yang dijual sistem dengan harga 30 ribu poin.


Skill ini memungkinkan Furya untuk mengendarai segala jenis kendaraan baik mesin dan makhluk hidup secara sempurna.


“Ohh iya. Hampir aja lupa.”


“Sistem, Check In sekalian.”


[Ding! Selamat tuan berhasil Check In hari ke 21]


[Selamat tuan mendapatkan hadiah 21.000 Perfection Poin]


Dari layar hologram, Furya dapat melihat level status dan jumlah poinnya yang makin meningkat.


Nama                       : Furya Aditya


Ras                           : Manusia


Level                        : 21


Status                       : Penerus Resmi Dewa Kesempurnaan


Umur                        : 17


Perfection God      : Terkunci


Perfection Body     : 240


Perfection Rich       : 120


Perfection Power  : 60


Perfection Poin      : 156.990.


Status Poin             : 0


Skill                           : Seni Beladiri Dewa I, Regeneration, Mata Dewa I, Dewa Game, Dewa Mengemudi.


Furya yang sudah mempelajari skill baru langsung mengaktifkan skill barunya dan dengan begitu mudah ia dibuat mengerti cara mengendarai mobil.


Setelah itu mobil dihidupkan dan suara jernih dari mobil sport seharga 21 milyar itu terdengar sangat sangar dan elegan.

__ADS_1


Buk Reni yang masih khawatir sang anak membawa mobil padahal setaunya Furya tak bisa menyetir mobil datang kembali dan menemuinya


Melihat sang ibu mendatanginya, Furya langsung membuka kaca mobil


“Kenapa ma?”


“Kamu beneran bisa bawa mobil? Mama takut kamu kenapa-napa di jalan!”


“Santai ma. Furya udah diajarin Arthur bawa mobil jadi aman kok.”


“Beneran?”


“Beneran ma. Udah Mama gak perlu kuatir.”


Buk Reni yang masih takut sang anak tercinta kenapa-napa bahkan masih mengintip Furya dari balik jendela rumah.


Nando yang duduk diruang depan sambil ngopi mencoba menenangkan kakaknya.


“Udahlah mbak, kalau Furya yang bilang aman berarti aman.”


Namun tetap saja namanya seorang ibu pasti sangat mengkhawatirkan anaknya.


Tapi sepertinya kekhawatiran buk Reni bisa hilang saat melihat mobil melaju dan Furya terlihat bisa mengendarai mobil dengan baik.


***


Di tempat lain...


Sherly yang lama menunggu akhirnya dapat melihat mobil sport Furya yang datang kerumahnya.


Melihat itu Sherly langsung tersenyum dan mendekat.


Furya yang melihat Sherly mendatanginya langsung membuka pintu mobil.


“Silahan masuk tuan putri.”


“Wah keren banget yang. Udah lama aku mau nyoba mobil baru kamu akhirnya kasampean juga, hehehe.”


“Maap ya agak telat jemputnya.”


“Gpp kok.”


Ia tak henti-hentinya melihat sekeliling isi mobil yang masih baru dan mengkilap.


“Jadi mobil ini cuman muat dua orang ya?”


“Iya, yang ini cuman ada dua kursi.”


“Ohhh, sumpah yang mobilnya keren jadi kepengan juga.”


“Kamu mau? Kalo mau nanti ku beliin!”


Mendengar perkataan santai Furya, Sherly langsung membuka mulutnya lebar-lebar dan terkaget-kaget.


Ia yang kepo bahkan sudah mengecek ke internet harga mobil sport merek sang pacar dan masih kaget dengan harganya yang teramat mahal.


Namun saat ini sang pacar justru mengatakan hal aneh yang membuat Sherly lebih kaget sekaligus ketari-ketir.


“Ka-kamu serius mau beliin aku?”


“Serius Sherly. Kalo mau nanti kita beli!”


Sherly yang mendengar ucapan sang pacar langsung syok dan duduk manis kembali.


Ia tau Furya sudah kaya tapi tak tau jika sampai sekaya itu.


Meskipun sang pacar masih merahasiakan kekayaannya dan dari mana sumbernya, Sherly tetap yakin sang pacar pasti mendapatkan uang itu dengan cara baik dan tak merugikan orang lain.


Furya yang mengendarai mobil terlihat enjoy dan santai.


Dengan skill mengemudi tingkat tertinggi, sangat mudah baginya beradaptasi.


Namun seperti ingin menguji kehebatan skill barunya, suara sistem tiba-tiba saja aktif.


[Ding! Selamat tuan menerima misi baru]


[Sampai disekolah tuan dalam waktu 10 menit, hadiah 21.000 Perfection Poin]


Furya yang menerima misi langsung tersenyum.

__ADS_1


“Akhirnya yang aku tunggu-tunggu datang juga!” kata Furya dalam hati.


“Sherly, kencengin sabuk pengamannya!”


Sherly yang mendengar ucapan sang pacar langsung mengerti apa maksudnya.


Ditambah melihat senyuman aneh Furya, Sherly seperti sudah terbiasa dan akhirnya hanya bisa pasrah.


Di jalanan pagi kota Jakarta yang macet, Furya sangat kesulitan untuk mencari celah untuk menyalip.


“Haduh macet!”


Saat itu juga Furya teringat dengan Arthur dan langsung menghubunginya melalui panggilan sistem.


“Arthur, tolong pilihkan jalan tercepat dan tak macet agar aku sampai kesekolah dalam waktu 8 menit!”


Arthur yang sedang bermain ps dengan Ren dan dihubungi masternya langsung mengirimkan semua rute tercepat agar Furya terhindar macet.


Dengan kemampuannya, sangat mudah bagi Arhur terhubung ke semua CCTV yang ada di kota Jakarta dan memilihkan rute serta memandu Furya.


Sherly yang lagi-lagi di bawa kebut-kebutan sudah tak kaget dan hanya bisa duduk manis sambil memberanikan diri melihat kearah depan.


Entah apa yang ada di pikiran sang pacar sampai mengebut seperti itu.


Namun Sherly mengerti pasti Furya melakukan itu dengan maksud dan tujuan tertentu jadi ia tak komplain lagi dan mempercayakan nyawanya kepada sang kekasih.


Sampai di detik-detik terakhir, Furya akhirnya sampai di gerbang sekolah tepat pada waktunya.


[Ding! Selamat misi telah berhasil di selesaikan]


[Selamat tuan menerima hadiah 21.000 Perfection Poin]


[Selamat tuan telah naik level]


“Yess...pagi-pagi udah hoki!”


Furya yang berhasil menyelesiakan misi hanya bisa cengengesan dan tersenyum cerah.


Saat melihat Sherly yang keringatan dan ketautan disebelahnya, Furya hanya bisa meminta maaf sekali lagi sudah melibatkan sang pacar dalam misinya.


“Udah sampai Sher, jangan marah ya!”


Sherly yang mau marah juga percuma hanya bisa menahan kekesalan dihatinya.


Untung saja mereka sampai ke sekolah dengan aman dan baik-baik saja dan itu membuat Sherly lega.


“Sayang. Aku tau kamu ada nyembunyiin sesuatu dari aku.”


“Aku juga tau kamu kebut-kebutan kayak ngejar waktu pasti ada alasannya.”


“Tapi...tolong hati-hati ya. Aku gak mau kamu kenapa-napa!”


Furya yang mendengar perkataan Sherly hanya bisa mengangguk dan mengerti apa maksudnya.


Sang pacar memang benar-benar pintar dan mengetahui sebagian rahasiannya.


Setelah itu mereka turun dan pergi ke kelas masing-masing.


Furya yang sampai dikelasnya langsung duduk di mejanya.


Jamal yang duduk sambil menonton video viral tadi malam langsung memperlihatkannya pada Furya.


“Fur, lu udah lihat belom video orang diseret tadi malam?”


“Yang mana?”


“Ini. nih coba lihat.”


Diperlihatkan Jamal video seorang pria yang tak lain adalah Tomy tengah diseret menggunakan mobil, Furya yang merupakan pelakunya haya bisa pura-pura bodoh dan tak tau.


Saat itu hampir semua teman sekelasnya juga sedang membicarakan video viral yang sama.


“Gila banget sih. Itu pelakunya pasti psikopat anjir.” Kata Jamal.


“Ya-yah. Kitakan gak tau siapa yang salah jadi...”


“Salah gak salah gak harus kayak gini juga. Ini lebih kejam daripada bunuh binatang tau!” tegas Jamal kembali.


Furya yang merupakan pelaku dan dikatain sahabatnya sendiri hanya bisa diam dan sedikit memberikan senyuman palsu.

__ADS_1


Mereka yang mengatakan itu kejam tak akan pernah tau dan mengerti rasa sakit yang Furya alami sampai berbuat hal seperti itu.


__ADS_2