Perfection System

Perfection System
Berteman Lebih Baik


__ADS_3

Furya yang selesai pangkas rambut masih tak habis pikir dengan perubahan wajahnya.


Gaya rambut tipis di pinggir dan sedikit sentuhan bergaya gelombang di atas terlihat sangat cocok untuknya.


Sambil menunggu Sherly, ia duduk dan terus menatap wajah tampannya di layar hp.


Setelah menunggu beberapa saat, Sherly yang selesai nyalon langsung menghampirinya.


Gaya rambut baru yang sedikit ikal dan lucu milik Sherly sukses membuat sang kekasih terpikat.


“Hehehe. Gimana. Penampilan. Baruku?” Tanya Sherly yang berdiri di hadapan sang kekasih.


Furya yang melihat sososk bidadari di hadapannya hanya bisa bengong tersenyum lebar.


Sherly yang biasanya tak ingin tampil terlalu mencolok dan sederhana sudah berubah total.


Rambut hitam panjangnya dengan gaya baru makin membuat wajah imut dan cantiknya berseri.


“Kamu cantik banget...”


Di puji sang kekasih, Sherly hanya cengengesan dan tersenyum lembut.


Setelah itu Furya membayar biaya salon dan merekapun pergi.


Hari itu Furya resmi menjadi pelanggan tetap di salon Koko Austine.


Dirinya yang puas dengan hasil yang berkelas akhirnya tau perbedaan salon kelas atas dan tukang pangkas pinggir jalan.


Meskipun sedikit lebih mahal ,tapi ada harga tentu ada kualitas yang diberikan.


Setelah itu Furya dan Sherly akhirnya pulang. Saat sampai di cafe Sherly, Furya mampir dan menyempatkan waktu untuk membantu sedikit.


Meskipun malam itu misi tak muncul dan harapannya pupus untuk membeli Water Of Life, Furya cukup senang dan tidur dengan nyenyak.


*****


Pagi harinya Furya bangun dan membuka mata. Kali ini karena sudah terbiasa, ia sudah bangun lebih dulu tanpa harus di ganggu alarm pagi.


“Sistem, Check-In!”


[Ding! selamat tuan berhasil Check In hari ke 7]


[Selamat tuan mendapatkan 7.000 Perfection Poin]


Pagi itu Poin yang ia kumpulan akhirnya menyentuh angka 100 Ribu.


Furya yang sudah dapat membeli Water Of Life terlihat gatal dan sudah tak tahan.


Tapi karena harus bersekolah dan tak ingin bolos, Furya menahan diri dan akan ke rumah sakit setelah pulang sekolah.


“Sabar Furya. Ingat pesan ayah untuk tak bolos sekolah.”

__ADS_1


Furya yang mulai olahraga pagi masih mengingat jelas pesan dan didikan keras sang ayah.


Pendidikan nomor 1 dan harus di utamakan. Karena itu ia menahan diri dan tetap harus sekolah terlebih dahulu.


Setelah joging dan mandi, Furya akhirnya pergi menjemput Sherly. Kedua adiknya juga sudah berangkat naik mobil pak Mamad.


Saat sampai di rumah Sherly, sang pacar yang melihat Furya tersenyum lebar dan terlihat bahagia begitu sekali langsung bertanya.


“Kamu. Kenapa. Kok. Kayaknya. Seneng. Banget?”


“Hehehe, hari ini akan menjadi hari paling bahagia dalam hidupku. Nanti kamu juga bakalan tau!”


Melihat sang pacar senang, hati Sherly juga entah kenapa ikutan senang.


Mendengar ucapan Furya, ia jadi makin penasaran apa yang nanti akan terjadi.


Setelah itu mereka berangkat ke sekolah....


Furya yang sampai di kelas lanagsung membuat kaget seisi kelas.


Semua teman-temannya pada bengong seperti melihat hantu.


Pria yang biasanya acak-acakan dan sedikit sangar kini terlihat makin berbeda dan menawan.


Apalagi para gadis yang di buat diam dan terpesona.


Melihat gaya rambut dan penampilan Furya yang berubah drastis, semua gadis hanya bisa melirik diam-diam sedangkan para pria langsung mendekat menjambak rambutnya.


“Apa nih ha? Sejak kapan ada artis di kelas kita.” Kata Ali sambil menjambak rambut Furya.


“Gak bisa di terima nih, balikin Furya yang biasa.” Protes Boby yang merasa ketampanannya tersaingi.


“Cuk, lu gak pake pelet kan?” Lanjut Ardhi yang juga teman sekelanya.


“Apasih, awas minggir aku mau duduk!”


Jamal yang makin jauh tertinggal bahkan sudah tak bisa berkata-kata lagi.


Melihat si kumel dekil berubah menjadi opa-opa korea, sang sahabat hanya garuk-garuk kepala.


Cuman Jamal sudah tak begitu heran dan terkejut karena sudah cukup baginya di buat sepeti itu.


Setelah itu pelajaran di mulai seperti biasa. Karena senin akan ada ujian smester, semua murid terlihat serius mengikuti pelajaran.


Mereka yang berada di kelas D harus lebih berusaha agar bisa mendapatkan nilai di atas rata-rata. Sampai akhirnya jam istirahat berbunyi.


Teng...tong...teng...ting


Furya yang pergi meninggalkan kelas dan menuju kantin bude bersama para pria rombongan kelas 2D terlihat begitu akrab.


Saat-saat menjelang ujian mereka yang terancam DO hanya bisa menikmati waktu yang mungkin saja akan menjadi akhir dari masa sekolah mereka di SIS.

__ADS_1


Saat sampai di kantin, Furya seperti biasa makan bersama para sahabatnya.


Sherly yang tak di bully lagi akhirnya bisa mulai membaur dan makan bersama teman-temannya yang lain dari kelas yang sama.


Karena Viona tak mengganggunya lagi, makin banyak anak perempuan yang bersimpati dan ingin mengenalnya lebih dekat.


Furya yang ada di sana dan bisa melihat Sherly akhirnya memiliki banyak teman hanya bisa tersenyum.


100 ribu Poin lagi, jika sudah terkumpul ia akan membeli kembali Water Of Life untuk sang pacar tercinta dan mengembalikan suaranya.


Setelah makan, seperti biasa para berandalan akan nongkrong di tempat-tempat tersembunyi yang tak ada CCTV untuk merokok.


Furya yang pergi ke belakang gedung olahraga bersama Jamal, Ali dan sebagian lainnya juga ada di sana.


Saat sedang asik mengobrol, tiba-tiba saja Rudy datang bersama para gengnya.


Di datangin Rudy dan anak kelas 3C, Furya dan teman-temannya terlihat stay kalem enjoy sambil ngudud.


“Furya...”


Di dekati Rudy, Furya hanya menatapnya dan berbicara.


“Kenapa? Ada perlu apa lagi?”


Rudy yang sudah lumayan sembuh dan bisa bersekolah kembali langsung menjulurkan tangan kanannya seakan ingin minta bersalaman.


Furya yang kaget melihat Rudy tersenyum tipis ke arahnya tanpa banyak berfikir langsung meraih tangan kanan Rudy.


“Maaf ya, aku memang salah waktu itu. Ku harap kita bisa bertman dan tak bermusuhan lagi.”


Mendengar ucapan Rudy, Furya yang cinta damai dan memang tak suka mencari musuh hanya tersenyum dan berbicara.


“Baguslah, aku juga minta maaf udah berlebihan waktu itu. Gimana perutmu, udah sembuh?”


“Udah lumayan sih, cuman masih sakit dikit!” Jawab Rudy sambil memegang perutnya.


Karena kedua belah pihak sudah damai, anak lelaki dari kelas 2D DAN 3C nongkrong bareng sambil merokok.


Seperti tak pernah ada masalah, mereka justu mengobrol dan saling bercanda.


Furya sendiri jujur saja tak memiliki dendam apa-apa dengan Rudy.


Ia yang tau Rudy hanya menganggu Sherly karena sang pacar yaitu Viona tak begitu dendam sampai tak ingin menerima permintaan maafnya.


Bahkan seperti tak pernah bermusuhan, mereka terlihat dekat dan mengobrol.


“Nanti malam ada balap motor lawan anak Pelita Jaya, lu ikut ya Fur!” Ajak Ali.


“Bener tuh, motor baru harus di manfaatkan!” Lanjut Boby.


Ali yang tau Furya jago mengendarai motor dan memiliki motor baru spek dewa berniat mengajak temannya itu untuk ikutan nongkrong malam minggu.

__ADS_1


Tapi Furya yang sudah memiliki jadwal tersendiri hanya menatap langit biru berawan sambil tersenyum cerah.


“Maaf, hari ini aku mau ke rumah sakit, jadi lain kali aja.”


__ADS_2