
Diberikan ciuman penuh cinta oleh Sherly tepat di mulut, Furya hanya dapat menikmati sensai lembut dari bibir sang pacar.
Rasa manis dan sedikit basah dari bibir merah muda Sherly membuat gairah Furya sebagai pria remaja berada di puncaknya.
Karena itu ia tanpa sadar mulai menggerakkan lidahnya di dalam mulut sang pacar.
Sherly yang meminum air surga juga merasakan sensasi aneh dan luar biasa memenuhi dirinya.
Entah karena apa, ia sangat bergairah dan makin mencium Furya dengan intens.
Malam itu untuk pertama kalinya Sherly dan Furya melakukan ciuman ala pasangan dewasa.
Furya yang kedua pipinya di sentuh sang pacar juga tak mau kalah dan balik membelai tubuh sang pujaan hati.
Kedua tangannya dengan manja memeluk dan menarik pinggang sang kekasih.
Jarak antara ayunan yang memisahkan mereka juga seperti tiada artinya bagi kedua muda-mudi yang sedang berbahagia dan di mabuk cinta itu.
Sampai sebelum mereka bertindak lebih jauh, sebuah panggilan telepon berdering lalu memecahkan keheningan dan panasnya cinta mereka.
Furya yang mendengar dan merasakan hpnya berbunyi langsung membuka mata dan menghentikan sejenak aksinya.
Sherly yang mau tak mau melepaskan tanganya dari sang pacar juga sedikit menjauh.
Melihat panggilan dan ayah Sherly, Furya yang sadar sudah membawa anak gadis orang malam mingguan sampai hampir tengah malam dengan cepat mengangkat panggilan itu.
“Ha-hallo om Hery...”
“Furya, kamu sama Sherly di mana kok belum pulang jam segini?”
“Iya om, ini Furya sama Sherly udah di jalan dikit lagi nyampe kok om.”
“Yaudah cepet pulang. Udah jam berapa ini!”
“Iya-iya om ini udah mau sampai.”
Furya yang mendapatkan panggilan dari ayah Sherly terlihat sedikit panik.
Melihat sang pacar yang diam saja dan menatapnya dengan sedikit aneh, Furya yang masih melihat sisa air mata di pipi sang pacar hanya tersenyum kembali lalu menghapus sisa air mata yang ada.
Bahkan sebagian air liur yang keluar di bibir Sherly juga ia bersikan.
“Udah, yuk pulang!”
“Hemm...”
Sherly yang habis kelepasan dan melakukan tindakan yang baginya sedikit memalukan itu terlihat masih sedikit malu dan menundukkan wajahnya.
Tapi karena sudah terlalu malam, mereka langsung cabut dan pergi dari taman.
Di perjalanan Sherly yang habis meminum air surga sama sekali tak mengantuk dan lelah.
Saat itu dirinya seperti bisa melakukan apa saja dan tentunya sangat bergairah.
Di perjalanan Sherly yang tak tahan bahkan sampai memeluk erat Furya dan sedikit mencium serta menggigit leher sang pacar.
Furya yang sadar sang pacar sangat aneh langsung bertanya pada sistem.
__ADS_1
“Sistem, apa ini perasaanku saja atau memang Sherly sedikit aneh dan sedang menggigit-gigit leherku. Apa ini juga efek dari air surga?”
[Ding! Benar tuan, sepertinya hormon dari pasangan tuan sedang memuncak akibat efek meminum Water Of Life]
[Tapi itu hal yang wajar karena Water Of Life memang akan memperbaiki serta memperbarui ulang seluruh sel peminumnya dan beberapa efek samping akan muncul acak]
“Begitu ya, tapi apa dia baik-baik saja?”
[Tak ada yang perlu di khawatirkan tuan. Setelah beberapa saat pasangan tuan akan kembali normal]
Furya yang mendengar jawaban sistem sebenarnya tak terlalu masalah dan justru senang.
Di peluk mesra dan di perlakukan seperti mainan oleh pacarnya justru makin membuatnya senang dan sensasi geli itu cukup nikmat baginya.
Hanya saja tak mungkin ia membawa Shery yang seperti itu pulang.
Karena itu Furya berkeliling sejenak sampai sang pacar lebih mendingan.
Setelah beberapa menit dan Sherly tak menggigit liar lagi, barulah Furya yang sudah puas di mainkan pulang.(Fetis Furya aneh anjir)
Saat sampai di depan rumah Sherly, pak Hery terlihat duduk di luar rumah seperti memang menunggu mereka.
Furya yang sampai juga langsung turun bersama Sherly dan berjalan mendekat. Sambil jalan Furya juga mengelap lehernya yang penuh air liur.
Pak Herly yang melihat anak gadisnya sampai rumah akhirnya bisa bernafas lega.
Bukannya tak percaya, hanya saja ia juga di desak buk Dinda dan sedikit di buat kerepotan. Maklum, anak satu-satunya.
“Akhirnya pulang juga kalian...”
“Hehehe, maap kemaleman om. Tadi Furya mampir nonton balap di dermaga.”
“Iya om maap.”
Pak Hery yang melihat anaknya sedikit melamun di buat agak khawatir dan langsung bertanya.
“Shery kamu gpp kan?”
Sherly yang di tanya ayahnya dengan santai menjawab.
Tapi kali ini ia menjawab bukan dengan bahasa isyarat tangan melainkan suaranya.
“Gpp pa.”
“Ohh...yaudah yuk ma-”
“HUUUH?”
Pak Hery yang mendengar suara anaknya langsung kaget dan seperti bermimpi.
Karena itu ia mengusap matanya dan menatap kembali sang anak dan Furya.
“Ini om yang udah ngantuk apa emang denger Sherly ngomong ya?” kata pak Hery sambil menatap Furya yang ada di hadapannya.
Furya yang merasa Deja Vu hanya tersenyum dan membenarkan apa yang pak Hery dengar.
“Coba aja tanya lagi om.”
__ADS_1
Mendengar jawaban Furya sambil cengengesan, pak Hery menatap kembali sang anak yang juga sedikit tersenyum. Karena masih penasaran ia bertanya kembali.
“Sherly, papa gak sedang mimpi kan ini?”
Melihat sang ayah yang menatapnya dengan serius, Sherly hanya tersenyum sambil meraih dan memegang tangan sang ayah.
“Gak pa, Sherly emang udah bisa ngomong lagi kok!”
Mendengar kembali suara sang anak, pak Hery tak dapat menahan perasaan senangnya dan langsung memeluk anak gadisnya itu.
Saat itu juga ia menangis sambil memeluk Sherly yang juga ikutan nangis.
“Shery...anak papa!”
Di saksikan Furya, ayah dan anak itu saling berpelukan dan terlihat begitu bahagia.
Buk Dinda yang ada di kamar dan sempat mendengar suara motor Furya yang gelegar juga ikutan keluar kamar karena mendengar suara ribut dari luar rumah.
Saat sampai pintu depan, ia dapat melihat suaminya yang menangis seperti bayi besar sambil memeluk anaknya.
Buk Dinda yang takut dan khawatir Sherly di bully lagi sontak berlari dan menemui mereka.
“Pa...kenapa ini pa?”
“Sherly, kamu gpp kan sayang?”
Mendengar suara ibunya, Sherly dan pak Hery yang sama-sama menangis berbalik arah dan menatap buk Dinda.
Pak Hery yang senang bukan kepalang langsung mengatakan apa yang baru saja ia dengar.
“Ma...Sherly ma.”
“Iya pa, Sherly kenapa pa?”
“Sherly udah bisa bicara lagi ma!”
Buk Dinda yang mendengar ucapan suaminya masih kebingungan dan berusaha mencerna apa yang baru saja ia dengar.
Ia yang takut Sherly di jahili lagi bahkan makin ketakutan mendengar sang anak bisa berbicara.
Bukan takut, lebih tepatnya kaget.
Melihat ibunya yang diam saja, Sherly langsung mendekat ke sang ibu dan berbicara di hadapanya.
“Mama, Sherly udah bisa ngomong lagi ma.”
Tanpa sadar buk Dinda yang melihat dan mendengar suara anak gadisnya di buat termenung dan meneteskan air matanya.
Hampir setiap malam ia selalu berdoa agar Sherly kecil dapat berbicara kembali.
Bahkan sampai saat ini ia masih sering melakukan itu dan berharap keajaiban akan datang suatu hari nanti.
Dan seperti semua harapannya di kabulkan, malam itu Buk Dinda langsung memeluk erat sang anak dan menangis sekencang-kencangnya.
Sangking kuatnya tangisan buk Dinda, malam itu sebagian tetangga dekat yang kepo sampai di buat datang untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi.
Furya yang berdiri dan dapat melihat keluarga Sherly saling berpelukan hanya bisa tersenyum dan ikutan senang.
__ADS_1
Baginya, keluarga sang pacar sudah ia anggap keluarganya sendiri dan akhirnya malam itu ia bisa membayar sedikit kebaikan dari keluarga pak Hery yang selama ini selalu membantunya.