Perfection System

Perfection System
Sleep Call


__ADS_3

Malam itu keluarga pak Hery mendapatkan berkah dan mukjizat dari yang di atas dibuat sujud syukur.


Furya yang melihat buk Dinda sampai berujud di lantai sambil menangis kencang hanya bisa tersenyum bahagia.


Mungkin memang benar kesembuhan Sherly juga sudah takdir dan ia hanyalah perantara saja.


Tapi tetap, apa yang kita tanam itulah yang kita petik.


Furya yang selalu di tolong dan diperlakukan baik bahkan merasa apa yang ia berikan masihlah belum cukup untuk membalas semua kebaikan yang telah ia dapat.


Disaat semua orang tak peduli, hanya pak Hery dan keluarganya yang selalu dan selalu membantu Furya tanpa meminta imbalan.


Jangankan 100 ribu, bahkan jika harus membayar 1 juta poin, Furya akan tetap menyembuhkan sang pujaan hati.


Karena keributan malam itu, sebagian tetangga yang kepo juga datang dan kabar Sherly anak pak Hery yang dapat berbicara lagi mulai tersebar.


Furya yang sudah kemaleman dan sudah terlalu lama di sana akhirnya izin pamit.


“Om...kalo gitu Furya pulang ya.”


“Hemm, hati-hati di jalan dan makasih banyak untuk semuanya.”


Pak Hery yang sudah lebih tenang hanya menjawab pelan sambil tersenyum karena suaranya yang agak serak sehabis menangis.


Tapi saat melihat Furya yang melangkah pergi dari belakang, ia seperti melihat sosok malaikat tak bersayap.


Pak Hery yang tak bodoh juga mengerti pasti kesembuhan Sherly masih ada campur tangan Furya.


Tiba-tiba saja sembuh dan tak pincang. Lalu menjadi kaya dengan mendadak tentu membuat pak Hery sadar dengan semua keanehan itu.


Hanya saja ia masih tak berani untuk bertanya lebih jauh karena jika di rahasiakan, pasti itulah yang terbaik baginya dan semua orang.


Melihat Furya yang beranjak pergi, pak Hery dan istrinya beserta Sherly hanya melihat dari jauh.


Tak ada dari mereka bertiga yang tak tau apa yang sebenarnya telah terjadi malam itu.


Terlebih lagi Sherly yang di sembuhkan oleh sang pacar setelah meminum obat aneh pemberiannya.


Hanya saja Sherly masih berlagak bodoh dan tak memberitahukan rahasia ia dan sang kekasih saat di taman.


Yang jelas, kehidupannya sekarang akan lebih baik dan itu semua tak lain karena bantuan sang pacar.


Karena itu Sherly menjadi makin cinta dan percaya seutuhnya kepada Furya.


Furya yang sampai rumah lewat tengah malam langsung mengetok pintu


Tok...tok...tok


Tok...tok...tok


“Ma...bukain pintu.”


“Om Nando...om...”


Tok...tok...tok


Baru beberapa detik ia mengetok, Nando yang belum tidur langsung membukakan pintu.

__ADS_1


Furya yang di bukain pintu dan suasana hatinya sedang senang hanya tersenyum dan langsung masuk.


Ia juga menyerahkan kunci motor ke Nando sebagai tanda menyuruhnya memasukkan motor ke dalam bengkel.


Nando yang di suruh keponakan sendiri hanya bisa nyengir dan melakukan tugasnya.


Baru saja masuk, Furya langsung pergi ke kamarnya dan rebahan.


“Ahh...akhirnya nyantai.”


Meskipun habis terluka hebat, Furya terlihat biasa saja seperti tak pernah terjatuh dari motor.


Padahal 4 tulang rusuknya patah.


Lalu tulang dengkul kaki kiri bergeser dan tulang tangan kiri juga patah.


Namun dengan kemampuan regenerasi hebatnya, semua itu seperti tak pernah terjadi.


Tapi tetap, kemampuannya ini masih belum sempurna dan memiliki kelemahan dimana rasa sakit saat dirinya terluka masih bisa ia rasakan secara nyata.


Furya yang baju dan celananya kotor dan robek langsung melepaskan semua pakaiannya.


Dengan hanya menggunakan boxer, ia kembali rebahan dan tidur di kasur.


Saat memejamkan mata, Furya dapat mengingat kembali wajah imut Sherly ketika di taman tadi.


Ditambah sensai dari ciuman panas saat itu masih terasa dan membekas di bibirnya.


Sambil tersenyum, Furya yang mencoba tidur justru terbayang-bayang sosok sang pujaan hati.


“Ahhh...Sherlyku.”


Selagi membayangkan tubuh sang pacar, tiba-tiba saja hp Furya bergetar. Melihat wanita yang dibayangkannya menelepon, Surya dengan cepat mengangkat panggilan.


“Halo sayang.”


Sherly yang baru nelfon dan langsung di panggil sayang terlihat makin tersenyum lebar sambil rebahan di tempat tidurnya.


“Kamu lagi ngapain?”


Furya yang ditanya Sherly mulai keringat dingin dan diam sejenak.


Tak mungkin ia mengatakan kalau ia habis membayangkan tubuh sang pacar.


Dengan cepat Furya menjawab dan mulai beralasan.


“A-aku lagi tidur-tiduran di kasur, emang kenapa?”


 “Kamu udah mau tidur?”


“Belum, kenapa tuh?”


“Gpp sih, cuman aku gak bisa tidur. Jadi temenin aku ngobrol sampai ngantuk ya.”


Furya yang akhirnya bisa telfonan dengan sang pacar dengan senang hati menemani Sherly yang ingin mengobrol panjang lebar malam itu.


Obrolan ala pasangan bucin yang absurd dan random juga terasa sangat menyenangkan bagi mereka.

__ADS_1


Malam itu, hal yang tak pernah mereka bisa lakukan selama 2 tahun berpacaran kini menjadi kenyataan.


Sampai Sherly yang minta di temanin justru tertidur lebih dulu karena sudah ngantuk berat.


Furya yang meladeni obrolan panjang Sherly sampai jam 3 pagi juga ketiduran sampai lupa mematikan panggilan.


Pagi harinya, Sherly yang di bangunkan dan di panggil ibunya jam 8 pagi mulai membuka mata.


“Hoammm...”


“Udah pagi aja, padahal kayak baru aja tidur.”


Mendengar teriakan dan ocehan khas sang ibu dari dapur yang dekat dengan kamarnya, Sherly yang beranjak dari tempat tidur menjawab singkat.


“Iya ma, Sherly udah bangun.”


Buk Dinda yang mendengar suara anaknya hanya tersenyum sambil menyiapkan sarapan kesukaan Sherly yaitu telur mata sapi dan nasi goreng daging.


Sherly yang baru bangun dan masih sedikit oleng langsung masuk ke kamar mandi yang masih satu dengan kamarnya.


Di kamar mandi, Sherly yang malam tadi gerah dan merasakan hal aneh di tubuhnya ingin cepat-cepat berendam di bak mandi.


Baru saja membuka piyama tidur beserta pakaian dalam yang entah kenapa terasa sangat sesak, Sherly yang menatap dirinya di depan cermin besar dekat kamar mandinya di buat kaget.


Matanya langsung terbelalak dan mulutnya menganga lebar saat melihat tubuh kurusnya yang awalnya seperti triplek kini berubah menjadi berbentuk gitar spanyol.


Bahkan dua boba yang selama ini tak bisa ia banggakan dan selalu membuatnya minder kini berubah menjadi sepasang melon besar yang sangat menggairahkan.


Sherly yang kaget dan ketakutan hebat melihat perubahan tubuhnya langsung berteriak dan memangil mamanya.


“MAMAA...”


“Mama tolong!”


Buk dinda yang lagi enak-enak masak langsung di buat jantungan dan berlari kencang ke kamar sang anak sambil membawa spatula.


Mendengar teriakan Sherly, buk Dinda langsung masuk dan menerobos ke kamar mandi.


“Sherly, kenapa sayang!”


“Kamu kenapa nak?”


“Mama lihat!” Kata Sherly sambil menunjukkan badan super sexy miliknya yang akan mengalahkan seluruh model papan atas di dunia.


Tubuh indah itu terlihat sangat mulus dan putih seperti susu tanpa ada sedikitpun noda.


Buk Dinda yang melihat tubuh anaknya yang memang selama ini jarang makan dan kururs krempeng berubah drastis hanya bisa tersenyum sambil menutup mulutnya dan berbicara.


“Hohoho...cantiknya anak mama!”


Namun Sherly yang ketakutan justru mewek dan memeluk sang ibu.


Buk Dinda yang juga tak tau kenapa tubuh anaknya berubah hanya bisa menenangkan anak semata wayangnya yang manja.


Sherly kecil yang mengalami sedikit masalah di pertumbuhan tubuhnya kini berubah makin dewasa dan cantik seperti seorang Dewi dari kayangan.


 

__ADS_1


__ADS_2