Perfection System

Perfection System
Bintang Sekolah


__ADS_3

Sesaat bola dilempar keatas, maka pertandingan babak terakhir lomba basket resmi dimulai.


Lagi-lagi di kesempatan kali ini Furya dapat melompat sangat tinggi dan berhasil mengamankan bola.


Selagi diudara, ia juga langsung melempar bola kearah ring musuh.


Dengan begitu tak masuk akal, badan besar Marco dijadikan mainan dan dengan dengan sedikit trick yang begitu elegan, bola berhasil dilempar tepat di hadapan wajah sang captain basket SIS.


{Tett}


3 poin langsung didapat kelas 2D sejak detik pertama pertandingan dimulai.


Momen langka itu juga menambah daftar panjang salah satu dari kehebatan sang bintang dan sukses membuat semua penonton bersorak histeris.


“Hebat...”


“Gila gak tuh, dari atas bisa menyetak angka.”


“Hahaha, dah gak logis ini orang, kok baru sekarang ya dia nunjukin kehebatannya?”


Melihat hal tak masuk akal itu, makin banyak penonton yang dibuat penasaran dengan sosok bintang baru yang bersinar terang dilapangan dan dibuat bertanya-tanya.


Marco yang baru saja mulai sudah kecolongan angka langsung tersenyum dan balik menyerang dengan teman-temannya.


5 orang pemain inti basket SIS kini maju secara bersamaan. Bagi mereka, pria bernama Furya itu harus dikalahkan bersama-sama.


Sampai tepat di jantung pertahanan musuh, Marco yang belum menyerah lagi-lagi berniat melakukan dunk kuat andalannya.


Dengan badan besar dan dipenuhi otot, ia sekali lagi ingin membuktikan bahwa dalam basket dirinya tak akan kalah.


Namun sayang, melawan pemain dengan bakat melebihi manusia, dunk keras andalannya berhasil diblokir.


Bahkan ia sampai terjatuh dan dengan mudahnya bola berhasil direbut.


“Boby...”


Boby yang tak dijaga langsung dioper Furya dari jauh dan maju dengan cepat sambil menggiring bola.


Dengan sangat cantik captain basket dari kelas 2D itu berhasil mencetak angka tambahan.


{Tett}


2 poin tambahan berhasil didapatkan kelas 2D.


Furya yang berhasil mendapatkan poin lalu memberikan tangannya untuk membantu Marco yang besar berdiri.


Untuk yang kesekian kalinya, gorila besar itu dikalahkan tapi tetap saja tak mau menyerah.


Furya yang baru kali ini mendapatkan musuh yang serius dan benar-benar tak mau menyerah hanya tersenyum puas.


Marco pun sama dan di babak final itu semua orang bermain dengan begitu mengagumkan.


Alih-alih mengejar yang namanya kemenangan, semua orang justru bermain dengan sangat happy dan penuh senyuman.


Title juara Nasional 3 tahun berturut-turut yang dipegang tim basket SIS seperti hanya buala di hadapan bintang sekolah mereka.

__ADS_1


Di pertandingan kali ini Furya benar-benar menunjukkan pesona terbaiknya sampai membuat semua orang kewalahan.


Sampai di sisa detik-detik terakhir, duel antara bintang lagi-lagi terjadi.


“Ayo maju Marco, kalahkan dia.”


“Ketua, lakukan!”


Kelas 3A yang tertinggal 2 poin mempercayakan bola terakhir pada sang captain.


Ini bukan lagi soal pride kelas mereka melainkan kesenangan dan harga diri seorang pria dalam lapangan pertandingan.


Furya yang ditantang one on one untuk terakhir kalinya tak dapat menolak itu dan meladeni Marco di sisa detik terakhir.


Semua temannya juga sudah pada batas maksimal mereka dan kelelahan hebat.


Jika disini Marco berhasil melewatinya dan mencetak angka, maka kerja sama kuat tim merekalah yang benar-benar mengalahkan Furya.


“Baiklah Marco, aku terima tantanganmu.” Kata Furya dalam hati.


Dengan gaya freestyle ciptaanya sendiri, sang gorila besar berduel melawan sang cheater.


Furya yang memiliki pandangan dan gerakan super dapat melihat sampai kebagian belakang Marco.


Dengan skill basket tingat tertinggi, sekali lagi ia membuktikan kepada semua orang kalau ialah sang bintang dilapangan dan bola berhasil direbut.


Marco yang bolanya berhasil direbut masih tak mau menyerah dan berusaha mengambil kembali.


Semua pemain kini hanya diam dan membiarkan 2 orang itu saling bertarung.


“Lihat ini baik-baik senior. Mungkin saat melihat ini kau akan tersadar kalau didunia ini ada hal yang jauh lebih hebat dari sekedar bakat dan kerja keras.”


“Hahaha, jangan banyak omong dan coba lewati aku!”


Dihadapan Marco, Furya mulai mengeluarkan gaya permaian elegan miliknya.


Gerakan tangan super cepat miliknya seperti membuat bola menghilang dari pandangan semua orang.


Disisa-sisa detik terakhir itu, dengan sangat halus dan mempesona sang gorila besar dari SIS berhasil dilewati.


Lalu dengan gaya memutar badan dan menatap kembali Marco yang berhasil dilewatinya, Furya melempar bola kearah belakang.


Tepat di detik terakhir, tanpa melihat kebagian belakangnya, bola dilempar dan masuk kedalam ring dengan sangat indah.


{Tett}


3 poin kemenangan didapatkan oleh kelas 2D.


{Tettt}


{Tettt}


“Waktu habis! Pemenangnya kelas 2D!” Teriak pak Bambang.


Semua orang dilapangan langsung terduduk karena kelelahan bermain gila-gilaan.

__ADS_1


Bahkan Marco yang memiliki stamina besar juga terduduk dan menunduk lesu.


Tapi masih ada satu pemain yang berdiri gagah dan tak terlihat sedikitpun wajah kelelahan darinya.


Orang itu adalah Furya Aditya sang bintang baru dari SIS.


Teriakan dan dukungan dari para penonton kini sudah tak terbendung lagi.


Bukan hanya mengalahkan tim basket SIS. Tapi kelas 2D juga berhasil mengalahkan dominasi kelas 3A yang selama 3 tahun berturut-turut tak terkalahkan dalam bidang olahraga.


“Hebat...”


“Sumpah ini beneran kan coy, gak sedang mimpi kan aku?”


“Beneran goblok, kelas 2D beneran menang dan ngalahin kelas 3A.”


“Gila...pake gaya mutar gitu dan pas banget lagi masuknya!” Kata sebagian penonton.


Para murid dari kelas 2D yang menonton dari bangku penonton juga dibuat melompat dan berteriak kencang.


Tanpa disangka dan tak pernah terpikirkan kelas mereka berhasil memenangkan lomba basket.


Bahkan sebagian anak perempuan sampai berpelukan sangking senangnya melihat teman-teman sekelas mereka berjuang dengan begitu gagah dan memenangkan pertandingan.


Sherly yang melihat pacarnya makin lama makin luar biasa tak bisa lagi menyembunyikan rasa senangnya sampai dibuat menangis.


Dua minggu yang lalu ia masih ingat mengobati sang pacar yang babak belur dipenuhi darah dan luka.


Tapi kini seperti menjadi sosok yang begitu mengagumkan, Furya berubah sangat cepat sampai membuat semua orang mau mendukungnya.


Saat itu tak ada namanya kelas A,B,C atau bahkan D.


Semua orang begitu menikmati pertandingan dan tak memikirkan apa-apa lagi selain pertunjukkan spektakuler yang sangat jarang bisa mereka lihat.


Furya yang mendengar teriakan dan dukungan dari para penonton menatap dan mendekati Marco yang terduduk lesu.


Jika saja tak dibantu sistem, mustahil dirinya bisa mengalahan gorila besar itu dalam basket.


Dengan penuh sportifitas, Furya memberikan tangannya dan membantu sang captain basket SIS berdiri.


“Ayo berdirilah senior. Aku sangat kagum dengan semangat pantang menyerahmu dan kapan-kapan aku sangat ingin kita main basket lagi!”


Marco yang impian dan harapannya dihancurkan oleh pria aneh dengan begitu mudah hanya tertawa dan meraih tangan Furya.


Sambil berdiri ia juga berterima kasih karena hari itu ia diajari apa itu kekuatan sejati dan basket yang sesungguhnya.


“Terima kasih atas permainan hebatmu!”


“Hari ini aku sadar kalu diatas langit memang masih ada langit.”


“Aku mengaku kalah, Furya!”


“Ahhh, kak Marco bisa saja. Poin kita hanya selisih 5 jadi jangan terlalu merendah, hehehe.”


Sore itu kelas 2D berhasil menang dengan skor 152-147 dan mematahkan rekor tak terkalahkan kelas 3A dalam segala bidang.

__ADS_1


__ADS_2