
Furya yang melihat Sherly ada disana dibuat mati kutu dan keringatan.
Dari tatapan dingin mengerikan itu ia sudah tau kalau sang pacar pasti cemburu.
Tapi apa boleh buat, Furya harus memenangkan taruhan agar misi khusus berhasil diselesaikan.
Ana yang meminum obat penambah kekuatan langsung merasakan energi aneh yang bergejolak mengisi penuh dirinya.
Seperti kekuatannya bertambah berkali-kali lipat, Ana yang bersiap-siap di posisi bersama peserta lain langsung melompat dan meluncur ke dalam kolam renang saat mendengar aba-aba dari juri
~Start~
Dengan kemampuan dasar dan skill berenang yang tinggi ditambah obat penambah kekuatan, wanita bernama Ana itu berenang sangat kencang jauh melebihi peserta lain.
“Ayo Ana semangat, kamu pasti bisa!” dukung Furya dari bangku penonton.
Ana yang tak tau kenapa tubuhnya sangat bergelora dan bertenaga hanya bisa memberikan yang terbaik untuk kelasnya.
Dengan kecepatan berenang gaya bebas andalannya, ia berhasil mengalahkan semua peserta lain dan finish di urutan pertama.
“Hebat...”
“Gila cuy, mulus-mulus banget!”
“Hehehe, ini yang kusukan dari lomba renang.” kata beberapa penonton.
Furya yang berhasil mengamankan poin kelas berkat kemenangan mutlak Ana menjadi sedikit lega.
Dengan ini skor kelas akan makin dekat.
Setelah lomba renang selesai, banyak penonton yang pergi untuk istirahat siang sambil makan sebelum lomba terakhir dilaksanakan.
Furya juga sama dan ia pergi sambil mencari-cari keberadaan Sherly.
“Mana sih ini anak.”
Dengan penglihatan tajamnya, akhirnya Furya dapat menemukan Sherly yang berjalan keluar.
Secara cepat Furya menyusul dan mendekati sang kekasih.
“Hallo cantik!”
Melihat Furya yang datang, Sherly diam saja dan terus berjalan.
Furya yang dicuekin hanya bisa menghela nafas dan akhirnya menyusul lalu meminta maaf.
“Maaf ya sayang, kamu pasti marah soal tadi kan?”
Melihat Furya yang minta maaf, Sherly tetap cuek dan makin berjalan kencang.
“Astaga, kenapa sih pake marah? Aku gak ada apa-apa sama si Ana dan cuman temen biasa kok!”
“Bohong, kalo temen kenapa pakai nemuin dia di bawah tadi. Pake ngasih hadiah sama cengengesan lagi.”
“Aduh Sher-Sher, masalah gituan doang jangan ngambek lah.”
Furya yang tak enak mau berantem di tempat ramai seperti itu menjadi sedikit kesal dan menarik tangan Sherly secara paksa lalu membawanya ke tempat sepi.
Setelah sampai ke samping kolam renang yang sepi, Furya memojokkan Sherly ke dinding dan sekali lagi minta maaf.
__ADS_1
“Maaf ya...”
“Ayolah jangan marah gitu.”
“Ya manis, senyum dong.”
Melihat sang pacar yang memohon dihadapannya, Sherly yang ngambek merasa sangat diperhatikan dan akhirnya bisa menahan kekesalan dihatinya.
“Benerankan dia cuman teman?”
“Sumpah Sherly, dia gak lebih dari teman.”
“Di dunia ini cuman kamu yang ku cinta. Sumpah deh!”
Dibujuk dengan gombalan kelas kucing, Sherly tersenyum kembali dan menerima permintaan maaf sang pacar.
Setelah itu mereka pun pergi ke kantin untuk makan siang.
Furya yang sampai merendahkan dirinya lagi hanya bisa menerima kekurangan dan keegoisan Sherly.
Memang sifat pacarnya itu agak sedikit aneh dan makin hari makin super cemburuan.
Tapi Furya juga tau perasaan Sherly kepadanya jadi ia tak mempermasalahkan itu.
Jika melihat sang pacar dekat dengan pria lain Furya pasti juga akan merasa tak senang.
Hanya saja Furya gak ngambekan dan memiliki cara berbeda untuk memastikan tak ada pria lain yang mendekati sang pujaan hati.
Setelah makan siang di kantin utama, Furya dan Sherly yang mendengar pengumuman lewat radio sekolah langsung berkumpul di lapangan utama SIS.
“Gila...rame banget!” Kata Furya yang melihat semua kelas berkumpul di lapangan utama SIS.
“Ohhh gitu, yaudah aku ke tempat teman-temanku ya.”
“Oke, tapi jangan curang lagi ya.”
“Heeeh, iya-iya!”
Furya yang sudah taruhan dengan Sherly sempat ditegur sang pacar karena ia yang membantu Ana di lomba renang.
Sherly yang tau pacarnya itu ada menyembunyikan hal hebat beranggapan Furya tak boleh membantu teman-temannya di luar lomba yang ia ikuti dan menganggap itu curang.
Taruhan hanya antara mereka berdua jadi ia tak boleh membantu orang lain.
Bagi Furya apa yang Sherly mau sedikit konyol dan tak masuk akal.
Padahal tak ada perjanjian awal atau peraturan tertulis yang melarangnya membantu teman sekelas untuk mendapatkan poin.
Tapi karena Sherly yang memaksa, Furya hanya bisa setuju. Memang sulit kalau sudah berhadapan dengan kaum paling benar ini.
Di lapangan utama SIS yang luas, kepala sekolah sekali lagi mulai berpidato.
“Baiklah anak-anak, sekian penjelasan dari bapak.”
“Silahkan bertanding di lomba terakhir Festival Olahraga dan ingat untuk menjaga sportivitas.”
Setelah itu semua kelas bubar dan mengambil tempat duduk masing-masing.
Khusus di 2 lomba terakhir ini memang agak spesial dan sangat di nantikan.
__ADS_1
Bukan sekedar karena ingin menang, hanya saja ada sedikit game dari pihak sekolah nantinya jadi banyak murid yang lebih tertarik.
Ditambah hadiah lomba yang tak main-main untuk kelas terbaik seperti hp, komputer gaming, sepeda motor dll makin membuat semua orang bersemangat.
Lalu lomba dimulai dari lari estafet wanita. Tiap kelas ada 4 perwakilan dan total ada 48 peserta yang bertanding.
Dari kelas Furya ada Dinda dan 3 teman lainnya.
Sedangkan di kelas Sherly karena salah satu peserta lomba lari estafet cedera maka sang bidadari yang tampil hebat dalam lomba voli di suruh menggantikan.
Sherly yang tak memiliki persiapan hanya bisa memberikan yang terbaik untuk kelasnya.
Jika bisa menang maka poin kelas 2A akan makin tinggi.
Namun yang menjadi sorotan utama para penonton adalah sang ketua OSIS yang ternyata ikut menjadi salah satu peserta lari estafet wanita.
Melihat begitu banyak kecantikan yang ada di lapangan, semua pria menjadi makin bersemangat menonton.
“Gila...ketua OSIS juga ikutan lari dong!” Kata Boby.
“Hahaha, Festival Olahraga tahun ini jadi makin seru cuy.” Lanjut Jamal.
“Bener mal, kapan lagi kita lihat ketua OSIS Aurelia lari. Ditambah si Sherly juga ada tuh, beh makin gak tahan.” Lanjut Ardhi.
Fuya yang mendengar obrolan para jomblo yang terlampau semangat hanya bisa menghela nafas.
Dalam hatinya, ini teman-temannya mau nonton lomba lari tapi udah kayak mau nonton film layar lebar.
Tapi Furya juga tau inti dan maksud dari obrolan mereka semua.
Jujur saja ia juga ingin melihat Sherly yang lari di lapangan bersama para wanita lain.
Setelah semua persiapan siap, para peserta yang sudah bersedia di tempat masing-masing mulai mendengar aba-aba dari guru sekaligus komentator.
“Oke, karena persiapan sudah siap, kita mulai aja lombanya ya.” Kata buk Melati yang masih muda dan lagi-lagi ditunjuk menjadi komentator.
“Satu...”
“Dua...”
“Tiga...”
{Pritt}
Peserta pertama lomba lari estafet perempuan langsung berlari kencang.
Dukungan dan teriakan dari para penonton juga menjadi makin pecah saat perwakilan dari masing-masing kelas mulai berlari.
Di peserta pertama kedudukan hampir seri dan imbang.
Lalu di pelari kedua juga sama dan di peserta ketiga yang jaraknya lebih jauh mulai terlihat sedikit pergerakan.
Alexia yang menjadi perwakilan ketiga dari lomba lari estafet perempuan kelas 2A berlari dengan sangat kencang sampai meninggalkan semua lawannya.
“Hebat ... kenceng banget lari Alexia.”
“Hehehe ... lihat tuh, padat banget cuy punya Alexia.”
“Hemmm ... sumpah Alexia memang gak salah jadi salah satu dari bidadari SIS. Aku mendukung tubuhnya, ehhh maksudku bakatnya.” Tutur Ardhi.
__ADS_1
Furya yang mendengar obrolan Jamal dan para jomblo hanya bisa tertawa pelan. Kalau soal ginian mereka semua sangat kompak dan serasi.