
Disekolah, pagi itu banyak murid berkumpul di aula utama olahraga basket.
Dihari ketiga Festival Olahraga Tahunan SIS, jelas semua murid akan menonton pertandingan basket yang menjadi olahraga paling populer di sekolah itu.
Bayangan saja, 3 tahun berturut-turut sekolah mereka memenangkan kompetisi basket tingkat nasional.
Jadi sudah jelas atmosfer di lomba kali ini lebih besar dari lomba yang lain.
Furya dan teman-temannya terlihat sudah berada disisi lapangan dan bersiap-siap.
Begitupula dengan teman-teman sekelas mereka yang sudah mengamankan tempat duduk terdepan untuk menonton dan mendukung.
Sherly bersama teman-temannya dari kelas 2A juga ada di sana.
Lalu tak lama kemudian, Bastian dan rombongan anak kelas 2A datang.
Melihat ada wajah orang yang paling dibencinya, Bastian tersenyum dan mendatangi Furya yang sedang duduk santai.
Anak-anak kelas 2D yang melihat Bastian datang ketempat mereka dibuat kaget dan tak senang.
“Lihat siapa yang mau main basket! Hahaha, emang bisa main basket lu?” Gertak Bastian.
Furya yang didatangi dan diprovokasi langsung berdiri dan menatap Bastian.
Jika dilihat tinggi mereka sama dan postur tubuhnya juga tak terlalu berbeda.
Hanya saja kalau soal kekuatan fisik jelas MC kita tak terkalahkan.
“Ada urusan apalagi sih? Masih belum cukup 2 kali pembuktian?”
“Bacot, lu itu curang jadi jangan sok hebat di depan gue.”
“Tapi santai, di pertandingan kali ini lu gak akan bisa menang lagi, hahaha.”
Boby yang melihat ada sesama anak inti basket SIS mendatangi Furya langsung berdiri dan mendatanginya.
“Woi, ada masalah apa sama temen gue?”
“Bob, kasih tau sama ni orang kalau kelas kalian gak akan bisa menang, hahaha.”
Boby yang mendengar perkataan Bastian hanya tersenyum dan makin mendekat.
Meskipun dikelas 2A ada 3 pemain inti basket SIS, tapi Boby yang memiliki Ali dan kartu truf andalannya yaitu Furya sama sekali tak takut.
“Jangan menyimpulkan terlalu cepat bro! Maaf aja tapi kelas kami yang akan masuk final.” Kata Boby dengan lantang di hadapan Bastian dan teman-teman sekelasnya.
Bastian yang kenal dengan Boby dan masih satu eskul makin tertawa ngakak.
Jelas sekali semua orang di kelas 2D selain Boby adalah amatiran. Meskipun beberapa berpotensi, tetap saja masih banyak kelemahannya.
Lalu dari Timnya semua orang adalah anggota basket SIS.
Meskipun yang menjadi tim inti hanya ia dan 2 temannya, tapi jelas perbedan besar sudah terlihat diawal dan Boby yang hanya sendirian tak akan memiliki peluang menang.
“Tersera deh Bob, cuman gue mau ngasih peringatan aja sama temen lu satu ini. Siap-siap gue ancurin di lapangan!” Ancam Bastian sambil menatap Furya dan pergi begitu saja setelah mengatakan itu.
Furya yang lagi-lagi di tantang oleh pria yang bahkan tak begitu dikenalnya hanya tersenyum dan hampir tertawa.
__ADS_1
Padahal ia berniat main santai tapi kalau sudah diancam begitu maka tak ada pilihan lain.
Karena semua persiapan sudah siap, pak Bambang langsung meniup peluit dan memberikan aba-aba agar permainan bisa segera dimulai.
{Pritt}
“Ayo anak-anak, langsung kumpul di tengah lapangan bagi yang main. Pertandingan akan segera kita mulai.”
Boby yang menjadi captain langsung berkumpul dengan semua orang secara melingkar.
“Oke guys, lawan kita kali ini kuat. Kalau kalian mau tau gimana permainan basket sesungguhnya ya dipertandingan ini bakalan kelihatan. Jadi langsung serius, gak usah nahan-nahan!”
“Start awal kita masih sama kayak kemaren. Gue tetap sebagai posisi 3.”
“Terus bos Ali diposisi 2.”
“Lalu Radit tetap diposisi 1 terus Jamal diposisi 4 dan terakhir Furya diposisi 5.”
“Kalian lihatkan si sombong tadi ngomong apa? karena dia yang mulai kita kasih apa?.”
“Kita kasih paham Anj*ing.” Potong Jamal.
“Semuanya...”
“BROTHERHOOD, LEBIH DARI SAUDARA.”
Setelah mengatakan semboyan geng motor mereka sambil mengumpulkan tangan bersama-sama, semua orang langsung menuju posisi maisng-masing.
Anak-anak kelas 2A yang diketua Bastian terlihat tertawa dan mencemooh apa yang dilakukkan Boby dan teman-temannya.
“Hahaha, pake acara begituan segala.”
Kemudian masing-masing captain maju dan pertandinganpun dimulai.
{Pritt}
Wasit lalu melempar bola keatas di ikuti oleh Boby dan Bastian yang melompat secara bersamaan.
Kali ini Boby yang kalah tinggi tak dapat mengamankan bola pertama dan Bastian yang mendapatkan bola langsung melakukan dribbling di ikuti 4 temannya yang lain.
Dengan begitu elegan, Bastian melewati Boby dan Ali dengan sangat cepat.
Lalu Radit dan Jamal yang badannya agak besar juga berhasil dikecoh sampai terjatuh.
Saat melihat sosok yang paling dibencinya, Bastian seperti mengajak berduel dan langsung mendekati Furya.
Furya yang ditantang juga maju dan dengan santainya Bastian melakukan passing{Mengoper} bola kearah temannya yang lain.
Dari luar garis 3, salah satu pemain inti basket SIS itu mencetak angka dengan sempurna.
{Tett}
3 poin langsung didapatkan kelas 2A dengan sangat cepat dan begitu mudah.
“Kenapa diam aja? Ayo tunjukan kehebatannmu!” Kata Bastian sambil menatap Furya yang berhasil dikecoh.
“Hahaha, kau mau pertunjukkan? Bakilah akan kuberikan!” Balas Furya sambil tersenyum.
__ADS_1
Setelah itu Jamal langsung mengambil bola dan memulai kembali pertandingan.
Furya yang berada paling dekat langsung memberikan code dan bolapun di oper.
Baru saja mendapatkan bola, Furya dengan tenaga dan sense tingginya langsung melempar bola dari jarak satu lapangan kearah ring musuh dan mencetak angka.
{Tettt}
Dengan begitu mudah 3 poin balasan didapatkan oleh anak kelas 2D.
Semua orang mau yang di lapangan pertandingan dan bangku penonton termasuk Bastian dibuat terkejut bukan main.
Belum sampai ia kembali ke garis pertahanannya, ring mereka sudah kemasukan angka.
“Hoi...hoi...hoi...serius aja nih.”
“Astaga kok bisa dari jarak sejauh itu?” kata beberapa pemain dari kelas 2A yang kebingungan.
Bastian yang kebobolan angka dengan cara aneh terlihat marah dan langsung memulai kembali permainan.
Kini 5 pemain dari kelas 2A maju serentak dan menyerang bersamaan.
“Gak usah takut! Paling cuman hoki aja. Gak mungkin dia bisa nyetak angka lagi dari jarah sejauh itu.” Tegas Bastian sambil menggiring bola dan menyemangati teman-temannya.
Lalu karena perbedaan skill dan jam terbang, semua pemain berhasil di kecoh dan dilewati.
Bahkan Boby yang sangat pro juga berhasil dikecoh.
Sampai sosok besar seperti terumbu karang berdiri sendirian sambil melipat kedua tangannya tepat di bawah ring dengan begitu santai.
Bastian yang melihat kembali wajah tersenyum Furya yang menjengkelkan maju dan berniat adu kekuatan.
Dengan gaya khas andalannya, ia berniat melakukan dunk kuat.
Namun sayang, dihadapan Furya yang kekuatan fisiknya bukan selevel manusia lagi, dunk Bastian berhasil dihentikan sampai Ace dari kelas 2A itu tersungkur.
Melihat bola yang lepas, Furya meraih itu dan dengan satu tangan melempar kembali bola kearah ring musuh.
{Tett}
3 angka tambahan berhasil didapatkan kelas 2D kembali.
Semua penonton yang melihat Furya mencetak angka dari ujung lapangan langsung berteriak histeris.
“Hebat...”
“Sumpah, 2 kali masuk dari ujung ke ujung.”
“Gila gak tuh, masuk lagi dong! Pakai satu tangan pula.”
Furya yang habis mencetak angka menatap Bastian yang terduduk dibawah kakinya.
“Kenapa? Pertandingan baru dimulai kan?”
“Jangan bengong dilantai dan berdirilah.” Kata Furya sambil menatap Bastian yang tersungkur.
Bastian yang akhirnya melihat aura dan sosok mengerikan Furya dibuat keringat dingin.
__ADS_1
Saat itu juga ia sadar kalau dia bukanlah lawan yang sebanding untuk monster itu.