Perfection System

Perfection System
Festival Olahraga SIS


__ADS_3

Furya yang sedang badmood hanya rebahan di kamar dan malas-malasan.


Meskipun ingin bertambah kuat dengan cepat tetap saja untuk saat ini tak ada yang bisa ia lakukan.


Sherly yang serius ingin memenangkan taruhan dengan sang pacar terlihat sedang latihan Biola dirumahnya.


Di tempat lain teman-teman Furya yang lain juga sama dan sibuk berlatih.


Boby sedang latihan basket dengan anak-anak basket SIS.


Ali, Jamal dan sebagian besar anak geng Brotherhood sedang latihan Futsal.


Bahkan Dinda dan anak-anak perempuan kelas 2D juga sedang berkumpul di aula sekolah dan berlatih olahraga yang di lombakan.


Ada yang main bulu tangkis, tenis, voli dan sebagainya. Hampir semua murid sibuk berlatih sedangkan mc kita hanya rebahan.


Furya yang kebagian 5 lomba saat Festiva Olahraga juga akan memastikan ke 5 lomba yang diikutinya menang.


Meskipun ia bisa melibas semua perlombaan, tetap saja tiap murid di batasi dan hanya dapat mengikuti maximal 5 lomba saja.


Lomba yang diikuti Fuya adalah Cerdas Cermat, Catur, Basket, Lari Estafet Pria dan terakhir Tarik Tambang.


Dari kelima itu, Furya dapat menjamin ia akan memenangkan semuanya tanpa terkecuali.


“Hiuh, boring juga di kamar lama-lama.”


Furya yang bosan rebahan akhirnya keluar rumah dan bersantai di depan rumahnya sambil melihat pekerjaan pagar rumah yang tak kunjung siap


Nando yang melihat Furya sedang badmood juga sedikit menghibur dan menenangkannya.


“Om gak tau kenapa kamu sampai marah banget sama Dedi.”


“Cuman santai aja, oom mu ini bakalan jamin si Dedi gak bakalan menginjakkan kakinya lagi di rumah ini.”


Mendengar perkataan pamannya, Furya hanya tersenyum tipis dan menjadi sedikit lebih baik.


“Bagus om, kalau dia ke sini lagi langsung usir aja!”


“Pokoknya awasin terus mamaku karena aku bukan takut si Dedi yang bergerak cuman takut mama aja yang kebaikan orangnya.”


“Aman, om jamin mamamu bakalan terus om awasi!”


Karena memiliki tujuan yang sama, Furya yang awalnya membenci pamannya mulai dapat menerima keberadaan si beban.


Untuk dirinya yang masih kelas 2 SMA, masih ada begitu banyak hal yang belum bisa ia tangani sendirian.


Karena itu keberadaan Nando di rumah menjadi sedikit membantunya.


Hari senin itu akhirnya berlalu dengan begitu saja.


Furya yang ngendok di rumah juga tak mendapatkan misi dan hanya bisa tidur nyenyak setelah telfonan bersama sang pacar.


“Udah ya Sher nelponannya. Aku udah ngantuk banget.”


“Oke...jangan lupa besok pagi ****** cepetan dikit.”


“Siap tuan putri. Dadah!”


Titt


Akhirnya panggilan pun berakhir dan Furya langsung tidur.


***


Pagi harinya Furya terbangun dan langsung Check In


Setelah Check In, ia lanjut joging pagi seperti biasa.

__ADS_1


Hari itu cuaca pagi terlihat sangat cerah dan sejuk.


Sherly yang di jemput juga terlihat cantik dengan pakaian olahraga SIS berwarna pink sedangkan Furya terlihat tampan dan maskulin dengan pakaian biru khusus murid lelaki SIS.


“Pagi yang...”


“Pagi tuan putri. Yuk berangkat!”


Di bonceng sang pacar, Sherly yang sudah membeli seragam baru kemarin terlihat lebih enjoy ke sekolah.


Sesampainya di sekolah, semua murid berbaris berdasarkan kelas mereka masing-masing di Aula utama SIS yang besar dan megah.


Furya yang melihat si botak alias kepala sekolah berpidato panjang lebar hanya asik mengobrol dengan teman-temannya.


“Gimana Li tangan mu! Udah sembuh kan?” Tanya Furya.


“Udah mendingan sih.”


Furya yang melihat tangan kiri bos Ali sudah lumayan sembuh menjadi sedikit lebih tenang.


Jujur saja para brandalan di kelas 2D tak semuanya bisa di andalkan soal olahraga.


Mungkin yang benar-benar bisa Furya harapkan Hanya Ali dan Boby.


Jika soal kekuatan fisik jelas kelas mereka tak akan kalah.


Tapi kalau bicara skill, maka perbedaan besar akan terlihat dari masing-masing kelas.


Hal ini juga yang sudah Ali persiapkan dan antisipasi.


Dengan perencanaan yang matang, semua murid kelas 2D akan mengikuti lomba yang mereka kuasai.


Jadi semua orang akan memberikan kontribusi nyata bagi kelas mereka.


Tapi hal ini juga sama dan dilakukan oleh kelas lainnya. Jadi bisa di bilang semuanya balik lagi ke individu masing-masing.


Karena waktu yang terbatas, akan ada banyak lomba yang di mulai di waktu yang bersamaan. Mulai dari Futsal, Voli, Badminton dll.


Ali dan sebagain besar anak pria kelas 2D langsung menuju lapangan futsal karena mereka ada jadwal pertandingan pertama.


Lalu Furya sendiri saat ini tetap berada di Aula Utama SIS karena lomba cerdas cermat akan diadakan disana.


Di temani banyak teman wanita sekelasnya yang ingin mendukung, Furya yang diharapkan bisa memenangkan perlombaan paling bergengsi itu di perlakukan bak Raja.


“Nih minum dulu Furya, sengaja aku bikinin jus Apel kesukaanmu.” Kata Tiara yang masih teman satu kelas Furya.


“Ini cicipin juga brownies cokelat bikinanku.” Lanjut Ana yang duduk di sebelahnya.


“Hehehe, makasih makanan sama minumnya.”


Furya yang di perlakukan spesial hanya bisa menerima semua kebaikan itu.


Selagi menunggu persiapan di mulai, para penonton terlihat sangat ramai dan antusias.


Di hari pertama Festival Olahraga jelas semua orang wajib menyaksikan lomba paling bergengsi itu.


Sambil duduk manis dan menonton pertandingan anak kelas 1, Furya dibuat sangat takjub dengan adik kelasnya.


Mungkin jika tak ada sistem di sisinya, Furya yang tak begitu pintar merasa sedikit ragu bisa mengalahkan adik-adik kelasnya yang sangat cerdas.


Jelas cerdas, mereka yang bertanding di cerdas cermat adalah para juara di tiap kelas jadi sudah dipastikan otaknya encer.


Untuk perlombaan cerdas cermat di SIS juga di bagi menjadi 3. Tiap angkatan akan melawan angkatan yang sama.


Jadi kelas 1 akan melawan kelas 1 dan begitu juga seterusnya.


Tapi di akhir sesi, 3 kelas terbaik dari tiap angkatan akan masuk ke babak bintang.

__ADS_1


Jadi mau kelas 3 ataupun kelas 1 akan berada di panggung yang sama.


Namun tak perlu kuatir karena pertanyaan yang di berikan di babak bintang adalah pertanyaan umum jadi itu sangat fair bagi masing-masing angkatan.


Sampai akhirnya juara lomba cerdas cermat kelas 1 dimenangkan oleh anak kelas A dengan skor telak.


Gadis cantik dan lugu bernama Ciel itu membabat habis hampir semua pertanyaan seorang diri.


“Gila sih ini, emang gak salah ini anak nilainya tinggi pas ujian semester.” Kata Furya dalam hati sambil bertepuk tangan memberi selamat.


“Oke anak-anak! Karena waktu kita terbatas langsung saja kita mulai ke lomba anak kelas 2 ya.”


“Silahkan perwakilan dari masing-masing kelas 2 untuk naik ke atas panggung.”


Furya yang bagiannya tampil di mulai langsung berdiri dan bersiap-siap menaiki panggung.


“Semangat Furya!”


“Ayo Furya, kalahin anak-anak kelas A yang sombong itu.” Kata beberapa teman sekelas Furya.


Furya yang di dukung sepenuhnya oleh teman-temannya yang ikut menonton hanya tersenyum dan akan memberikan yang terbaik untuk mereka.


Apalagi ketika melihat wajah yang tak disukainya juga menjadi perwakilan kelas 2A tentu makin membuat Furya ingin memenangkan pertandingan itu.


Saat bintang dari kelas A naik ke atas panggung, para murid perempuan yang melihat sosok tampan dan tinggi Sebastian Malfey langsung klepek-klepek dan berteriak histeris.


“Ahhh...kak Sebastian!!!”


“Kak sebastian semangat!”


“Ayo kak Bastian! Kakak pasti menang.”


“Astaga ganteng banget bebepku ini.”


“Ayo semangat sayangku!” Kata beberapa ciwi-ciwi penggemar berat Bastian.


Di dukung oleh banyak murid perempuan, Bastian hanya tersenyum ramah dan melambaikan tangan.


Furya yang melihat itu hanya bisa menyipitkan mata dan merasa sedikit jijik.


Dalam benaknya, semua senyuman sombong Bastian itu akan ia hancurkan sebentar lagi.


Melihat 4 kontestan sudah pada posisinya, buk Melati yang menjadi juri sekaligus pembawa acara dalam lomba cerdas cermat langsung berbicara.


“Eheeem-ehemm! Wah...sepertinya atmosfir penonton makin tinggi ya saat ini.”


“Sebelum kita mulai, tolong perkenalkan nama dan kelas masing-masing ya.”


Di mulai dari kelas A, tiap kontestan mulai memperkenalkan diri mereka.


Saat Bastian memperkenalkan diri sebagai perwakilan dari kelas 2A, sangat jelas terlihat kemeriahan dan tepuk tangan yang mendukungnya.


Tak kalah hebatnya dukungan dan kemeriahan juga di dapat oleh kelas 2B yang di wakili Adam dan kelas C yang diwakili Hana.


Dan tentu saja perwakilan dari kelas D adalah Furya yang wajahnya baru pertama kali terlihat juga mendapatkan banyak dukungan dan tepuk tangan.


Tapi seperti memberi semangat dan dukungan ekstra kepada tuannya, suara sistem tiba-tiba saja berbunyi di kepala Furya.


[Ding! Selamat tuan menerima Doubel Bonus Misi]


[Menjadi peringkat pertama dalam lomba Cerdas Cermat, hadiah 32.000 Perfection Poin]


Furya yang mendapatkan misi hanya bisa tersenyum jahat sambil menahan rasa ingin tertawanya.


Dengan ini ia tak akan memberi ampun kepada kontestan lain.


Bastian yang melihat senyuman menjijikkan Furya hanya bisa merasa jengkel.

__ADS_1


Saat itu juga ia ingin menujukkan pada semua orang bahwa dialah sang bintang dan bukan orang lain.


__ADS_2